Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Dua Kurcaci Tua


__ADS_3

"Tuh denger OS, cukup gue aja yang dapat perhatian kakak ipar"


"Bukan gitu juga dodol, loe nyusahin" ucap Tian menghempas bokongnya di sofa


"Astaga sofa ini bau air mineral loe ji" ucap Tian bangkit lagi dengan mimik muka jijik


"Hahahhaa, biar loe tahu, **** perkosa gue disini" ucap Panji dengan wajah bangga


"Karena itu?? gimana??" tanya Tian penasaran


"Pa sih??? gue juga mau dong"


"Loe halalin dulu Lilly, awas loe buat Lilly melendung sebelum nikah" ancam Tian dan Panji bersamaan


"Cie kompak nih ye.


Ya enggak lah, dia galak kaya kucing liar


Nih loe liat tangan gue habis kena cakar" tunjuk Oscar pada lengannya yang terdapat cakaran panjang


"Bahahahhaa mamsus" ucap Panji dan Tian berbarengan


"Jadi loe masih perawan OS???" ledek Panji yang di bala Syawal Tian


"Jangankan ciuman, pegangan aja tangan Oscar patah" ucap Tian sambil tertawa terbahak-bahak di susul Panji.


"Waduh, kayanya loe dapat rival buka kekasih OS" ledek Panji senang


"Teman laknut, orang menderita senang"


"Loe beneran serius sama Lilly??" tanya Panji sambil membersihkan sofa dan meja


"Serius lah, ngapain gue telepon nyokap and bokap gue pas Lilly ngambek kalau bukan karena gue yakin dia calon istri yang tepat untuk gue"


"Serius??? wah dewasa sekali gak kaya" ucap Tian menunjuk Panji dengan mulutnya


"Jelas beda level" ucap Oscar membuat Tian tertawa


"Kalau tahu begitu gue gak akan muji loe" Dengus Panji kesal


"Pantang sudah terucap pantang di jilat kembali, ya kan bro??"


"Yoi" jawab Tian keduanya langsung Tos


"Kalian mau ngapain ke rumah gue?" tanya Panji bersedekap dada menatap kedua sahabat rese nya


"Mau ngeliat keadaan loe, ya kan bro?" tanya oscar


"ah jangan dengar OS, gue kesini karena Davina khawatir, itu obat buat Sekar sekaligus vitamin dan makanan, enak bener loe di masakain istri gue.


Nyebelin bener" ucap Tian kesal


"Hahaha, baiklah besok gue akan menemui kakak ipar, mau mengucapkan terima kaish secara langsung


"Gak perlu, loe bisa melalui gue" ucap Tian buru-buru


"Woi gue dah punya istri, kenapa masih aja cemburu, dasar posesif" gerutu Panji tak mengerti jalan pikiran Tian


"Hahaha apa aku bisa bertemu dengan adik iparku sekarang"


"Pergi ke neraka kau OS" ucap Panji membuat Oscar tertawa kencang


"Apa bedanya kau dengan Tian, kau posesif juga, dasar pria aneh" ucap Oscar langsung duduk di sofa yang sudah di bersihkan Panji

__ADS_1


"Aku cape dan mengantuk" ucap Panji halus dengan maksud mengusir kedua sahabatnya


"Tidurlah, kami akan tetap disini", ucap Oscar tak tahu malu.


Panji mendengus dan berjalan ke dapur, membuatkan tiga kupi untuk mereka bertiga


"Jadi kapan rencana Gabby ke Indonesia lagi?" tanya Panji yang beberapa hari lalu mendapat telepon dari Gabby yang mengucapkan selamat atas pernikahannya


"Entah, dia sedang terjerat sesuatu" ucap Oscar santai


"Wanita? Gabby?? syukurlah ky pikir dia tak normal"


"Sembarangan, dia normal, hanya saja salah mencintai orang yang tak seharusnya" ucap Oscar


"Ah benar, kisah cinta Gabby miris.


Diantara kita berempat hanya aku yang tidak terlalu miris"


"Tapi kau terlalu bodoh, jika bukan karena Tian kau tak akan menikah"


"Sial, kadang kau bicara benar" ucap Panji lalu ketiganya tertawa kencang.


Sekar terbangun, ia sudah mandi dan berpakaian, ia tak enak terus di kamar sementara mereka kedatangan tamu


"Maafkan aku tidak menyambut kedatnga. tamu" ucap Sekar dengan wajah merona merah


"Sekar, kami bukan tamu, kamu saudara mu.


Istirahatlah, kami tak akan mengganggu mu.


Kami hanya rindu dengan sahabat menyebalkan kami" ucap Oscar melirik pada Panji.


Panji langsung menghampiri Sekar dengan wajah khawatir


"Sampaikan terima kasih ku pada kak Davina kak"


"Siap adik manis" ucap Tian yang mendapat pelototan tajam Panji


"Istirahatlah, kamu pinjam suami mu ya??" ucap Tian yang di balas anggukan pelan Sekar


"Sekar ke dalam dulu kak Tian, kak OS" ucap Sekar masuk kembali ke dalam kamar di bantu Panji.


Walau Sekar tak mau, Panji menuntunnya membuat wajah Sekar merona merah karena malu


Saat pintu tertutup, Panji langsung mengangkat tubuh istrinya, karena terkejut seka melingkarkan tangannya di leher Panji


"Mas malu ih"


"Kan gak ada yang lihat sayang, kenapa malu??" goda Panji langsung ******* bibir Sekar.


Entah mengapa bibir istrinya terasa manis dan membuatnya candu ingin lagi dan lagi, mereka hanyut dalam permainan lidah mereka hingga lupa jika ada dua manusia yang sedang bertandang di kediaman mereka di ruang tamu.


Panji merasa tubuhnya panas, ia terbakar gelora lagi, meremas kedua bukit kembar yang ranum milik istrinya hingga Seka mendesah


"Mas, tamu ahhh" ucap Sekar saat Panji memainkan kedua bukitnya bergantian.


"Ah ****, aku sampai lupa" maki Panji langsung mengakhiri permainannya, sementara Sekar sedang mengatur nafasnya


"Sayang aku pakaikan obat dulu, ini dari Davina" ucap Panji langsung menarik penutup bagian bawah Sekar dan mengoleskannya tanpa rasa canggung, sementra wajah Sekar merah merona karena malu


"Mas malu"


"Bagian mana yang belum kulihat????, aku suamimu tak perlu malu" ucap Panji mencuci tangannya lalu memberikan obat yang Davina berikan, setelah itu menyelimuti istrinya

__ADS_1


"Istirahatlah, aku tak akan macam-macam sampai kau sembuh" ucap Panji mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang


",I Love You so much" ucap Panji tersenyum lembut


",Love you too mas" ucapan Sekar malu-malu membuat Panji gemas.


"Tunggu mas mengusir dua pengacau di depan ya??


Nanti mas kelonin" ucap Panji dengan senyum genit


"Dasar mesum" ucap Sekar malu-malu membuat Panji terkekeh senang


"Napa loe senyam-senyum sendiri?


Dapat berapa celup??" tanya Oscar usil


"Teh kali di celup" timpal Tian lalu keduanya tertawa terbahak-bahak sementara Panji hanya menghela nafas


"Ini masih jam kerja, apa kalian pasti sibuk"


"Tenang, kamu punya waktu senggang sebanyak yang kami mau, ya kan bro???" tanya Tian pada Oscar


"Sekali-kali tak balik kantor gak akan membuat perusahaan merugi"


"Huh terserah kalian" ucap Panji menyerah.


Akhirnya mereka main play station sementara Panji hanya menatap kesal dua sahabatnya.


Mengapa mereka tak peka???


Panji pengantin baru dan ingin hanya berduaan dengan istrinya, tapi ke dua kurcaci tua ini dengan sengaja mengganggunya.


Sudah tiga jam Sebastian dan oscar bermain play station, keduanya seakan lupa jika mereka di apartemen Panji.


"Sudah sore apa kalian tak pulang??" tanya Panji pura-pura menguap


"Tidak"


",Menganggu saja" Dengus Oscar yang sejak tadi kalah, ia harus mengalahkan Sebastian!!!


"Menyebalkan" gerutu Panji.


Panji terpaksa kembali tiduran di sofa, saat ini yang ia mau adalah tidur sambil memeluk Sekar istrinya.


Ia rindu harum tubuh Sekar.


Tiba-tiba senyum Panji mengembang.


Kenapa ia bodoh sekali??? hanya ada satu cara mengusir dua pengganggu ini.


Setengah jam kemudian


Bel apartemen Panji berbunyi, senyum Panji pengembangan sempurna.


"Ji bel loe bunyi tuh" ucap Oscar


"Gue pesen pizza buat kalian, karena gue yang beli, ambil sendiri sana" ucap Panji malas


"Dasar Tuan rumah gak ada akhlak"


"Ambil bro, gue mau buang air kecil dulu, kebelet" ucap Oscar langsung ngeloyor ke kamar mandi


"Dasar bule edan, alasan aja loe, nanti pas makan paling doyan" gerutu Tian bangkit karena Panji hanya duduk tanpa mau bangkit dan membuka pintu apartemen

__ADS_1


Saat pintu terbuka...


__ADS_2