Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Keputusan Sebastian


__ADS_3

Tian memejamkan matanya, pikirannya langsung kusut, ia sangat marah. Marsha sungguh gila.


Bagaimana mungkin wanita itu berprilaku asusila di rumahnya??? terlebih di kamar putri mereka.


Dimana logika Marsha??


Apa dia tak bisa menahan hasratnya, gila!!!


Kelainan seksual Marsha masih seperti dulu, dia maniak!!!!


Sebastian jadi teringat saat mereka dulu baru menikah.


#Flash Back


Sebastian memaklumi dan memaafkan Marsha yang saat itu tidak virgin lagi dengan alasan dia di perkosa, namun dari kelakuan Marsha Tian merasa itu hanya alsan Marsha saja, dengan kata lain Marsha berbohong.


Namun demi ketentraman rumah tangga mereka Tian memilih Tian, toh keperawanan bagi Tian bukan sesuatu yang harus mengingat kehidupan jaman sekarang, namun harus di sayangkan Marsha justru berbohong untuk itu.


Tian bukan orang yang kaku dan pemuja kesempurnaan, sayangnya Marsha tak mengetahui itu.


Kecurigaan Tian bermula saat mereka pertama kali berhubungan, Sebastian yang tak pernah melakukannya pada siapapun dan ini pertama kalinya di buat terheran-heran.


Marsha sangat ahli dalam berbagai gaya, bahkan ia memaksa Tian untuk melakukan hubungan lewat belakang, namun Tian menolak. Selain di larang agama, Tian sangat geli dan muak.


Marsha seperti mesin yang tak kenal lelah,meminta lagi dan lagi membuat Tian tak berdaya di buatnya,


Bahkan setelah mereka main selama tiga season saja Marsha masih melampiaskan pada toys saat ia berada dikamar mandi dan itu bukan sekali dua kali Tian lihat.


Sejak saat itu itu berusaha melakukan yang terbaik untuk mengimbangi Marsha, namun tetap saja Marsha tak puas, hingga pada akhirnya.....


Marsha justru memilih berselingkuh dengan Andy, sahabat kental Tian.


Mereka yang berselingkuh tapi Tian yang di cibir oleh Marsha, ia berdalih jika perselingkuhannya di latar belakangi karena ketidakmampuan Tian memenuhi kebutuhan biologis Marsha.


Tian merasa harga dirinya di injak-injak.


Ia sangat marah, kecewa dan malu karena Marsha membawa ranah pribadinya sebagai alasan perselingkuhan Marsha.


Sejak saat itu Tian berjanji dalam hati akan membuat istrinya nanti puas dan terpenuhi kebutuhan biologisnya.


Bahkan Tian dengan khusus melatih dirinya dengan olah raga khusus, demi memuaskan pasangan kelak.


Ia tak mau rumah tangganya gagal lagi cuma karena urusan ranjang.


Walau Tian tahu itu hanya alasan Marsha saja!!!!


#Flash Back Off


"Ma, aku sedang bicara kok malah bengong.


Marsha melakukan itu karena dia menguping kita saat melakukan....


Wanita tak tahu malu........" Davina terbakar emosi mengingat kelakuan Marsha


"Apaaaaa....


Wanita sialan, menjijikkan..."pekik Tian emosi.


Kini emosinya Sudja di ubun-ubun, tak ada kompromi lagi, ia tak mau hubungannya dengan istrinya rusak karena Marsha, yang lebih penting lagi, hama itu bisa menghancurkan rumah tangga yang baru ia bina dengan Davina jika tidak segera di berantas.


Awalnya Tian mempertimbangkan bagaimana perkembangan mental putrinya, namun melihat kelakuan Marsha tak ada kompromi.


Tian akan melarang Masrha masuk ke dalam kediaman mereka, Masrha dan putrinya hanya akan bertemu di luar rumah.

__ADS_1


Tian juga harus melarang Masrha bertemu intens dengan putrinya, itu semua demi kebaikan Cleo.


Tian khawatir Marsha memberi pengaruh buruk pada Cleo.


"Mas,...."


"Maaf kan aku sayang, aku mengerti.


Aku akan melarang hama itu masuk rumah kita lagi.


Dan membatasi Cleo bertemu dengannya.


Maafkan aku sampai bisa terjadi seperti ini"


ucap Tian menyesal


"Sayang, ini bukan salahmu, Hanya saja ulet keket itu memang menjijikkan"


"Ulat keket??? tanya Tian bingung


"Marsha, kan kata ulet keket, gatel dan menjijikan"


Tian tertawa terbahak-bahak, Davina pintar memberi julukan pada mantan istrinya


"Haha kamu benar sayang. Aku setuju"


"Sayang ada satu lagi, apa...


Apa kita...


Kamar ini" ucap Davina ragu


"Aku mengerti.


Sementara waktu kita pindah ke kamar tamu yang berada di sayap kiri rumah ini.


Atau kamu mau kamar utama kita di sana???


Tempat itu lebih luas, view nya menghadap taman belakang dan kolam renang.


Dan lebih pribadi.


Jadi kita gak akan terganggu jika..."Davina langsung menutup mulut suaminya dengan tangannya, ujung-ujungnya suaminya berfikiran mesum.


Apa hanya ada hal itu di otaknya????


"Sayang kau membuat aku gak bisa nafas.


Kenapa gak aku bungkam aku dengan bibirmu yang semanis madu itu???" ucap Tian menjilat bibirnya sendiri


"Dasar suami mesum"


"Tapi kamu suka kan?? Bilang aja gak usah malu" goda Tian membuat wajah istrinya merona malu


"Enggak tahu malu, aku rasa otaknya rusak seperti otak Marsha" cibir Davina ingin bangkit namun Tian dengan sigap menariknya hingga Davina terjerembab dalam pelukannya dan langsung ******* bibir Davina penuh nafsu.


Entah mengapa dekat-dekat dengan Davina membuat bendera Tian tegak cepat.


Ibarat listrik Tian langsung tegangan tinggi begitu melihat Davina.


Davina yang awalnya menolak lama kelamaan hanyut dalam permainan lidah Tian, ia bahkan menikmati pergulatan bibir mereka saling mengekspos dan menjelajah, mengait dan mengelus.


"Mamaaaaa, papaaaaa, kita jadi ke dokter gak??" tanya Cleo membuka pintu tiba-tiba membuat keduanya terkejut dan langsung melepas ciuman mereka.

__ADS_1


Davina segera berlari ke kamar mandi karena malu, sementara Tian terlihat serba salah


"Kalian memalukan!!!" ucap Cleo yang masih bisa di dengar Davina


"Sayangnya papa, bisa gak kalau masuk kamar harus ketuk dulu, gak sopan loh langsung masuk aja.


Kita harus menjaga privasi pemilik kamar" ucap Tian memberi pengertian putrinya


"Papa saja gak denger, Cleo sudah ketuk dari tadi, gak ada jawaban, salah sendiri gak di kunci kamarnya.


Tahu-tahu pas masuk papa jadi penyedot debu" ucap Cleo kesal


"Penyedot debu???"


"Iya itu nyosor aja sama mama genit.


papa gak tahu malu" ucap Cleo terang-terangan mencibir papanya


"Hahaha anak nakal.


cepat bersiap kita akan berangkat sekarang" ucap Tian mengelus kepala putrinya.


Ia kembali ingat perkataan Davina tentang Marsha, emosinya kembali memuncak.


Sebastian berjanji akan mendidik dan menjaga putrinya sebaik-baiknya dan menanamkan akhlak luhur pada putri nya,


"Siap papa genit.


Pa gak ada yang pernah mengatakan pada papa???"


"Mengatakan apa sayang?" tanya Tian penasaran


"Papa kerjaannya mengekor mama aja, seperti anak ayam ngikutin induknya" ucap Cleo lalu berjalan meninggalkan kamar


Davina yang mendengar ucapan Cleo tertawa terbahak-bahak.


"Tuh dengar, Cleo aja bisa menilai.


Kau memang stalker aku mas, gak malu apa sama Cleo???


"Enggak dong, kita kan suami istri" ucap Tian dengan senyum lebar


"Suami istri juga gak kaya kamu mas.


Kamu mengekor aku terus kaya anak beber"


"Wek, Wek Wek Wek, Wek" ucap Tian meniru suara bebek. Kini Davina merasa percuma memprotes suaminya, kenyataanya urat malu Tian sudah putus.


Ia tak perduli di bilang nempel lah, mengekor lah.


"Kau memalukan"


"Aku seperti ini karena lem cintamu" ucap Tian menggombal yang malah membuat Davina ingin muntah.


Pria tua menggombal ala anak abege???


apa Tian puber nya telat???


"Alay, dasar alay.


Siapa yang mengajarimu merayu ala abege bau kencur gitu???" protes Davina bukan senang malah bergidik ngeri


"Tapi kamu suka kan sayang???"

__ADS_1


"Enggaaaaaaakkkkkk......"


__ADS_2