
Cleo sudah ditangani team dokter, seperti perkataan Lily, Cleo tidak kritis karena Lily tepat memberikan obat penawar pada Cleo sehingga organ dalam Cleo tidak ada yang rusak.
Sementara Sebastian terus berusaha memenangkan Davina yang menangis melihat kondisi Cleo dan menyalahkan dirinya sendiri karena setuju dengan usul Cleo.
Davina merasa bukan mama.yang baik karena lagi-lagi Cleo menjadi korban.
"Sayang, Cleo gak apa-apa, dia anak yang kuat" ucap s Sebastian Menenangkan
"Tetap saja aku merasa bersalah"
"itu bukan salah kamu sayang, tapi salah orang yang berbuat jahat pada kelurga kita" ucap Sebastian membuat Davina tersadar
"Ah, wanita itu, kau mengenalnya kan?? siapa dia??? ceritakan padaku"
"Dia Alexandra liona, wanita yang merupakan sahabat kami. Dulu kali berlima, Gabby, Oscar, aku, Alexandra dan Andy.
Namun saat aku menikah dia menghilang entah kemana, kami masih mencari jejaknya sampai sekarang, dan aku tak tahu tiba-tiba dia muncul dan...."Sebastian terlihat sulit menerima sahabatnya sendiri mencelakai putrinya
"Dia wanita yang sama yang menyewa orang untuk menabrak Cleo dan aku" ucap Davina dingin
"Astaghfirullah, benarkah??? apa yang kau maksud...."
Sebastian sangat shock ia tak harus harus bagaimana.
Sementara pintu ruangan di ketuk dan masuklah Oscar dan Gabby
"Bagaimana keadaan Cleo??" tanya Oscar terlihat khawatir
"Dia sudah melewati masa kritisnya berkat kesigapan Lilly, kini ia masih tertidur" jawab Sebastian menatap sendu putrinya
"Apa benar kata Panji jika...." Gabby tak meneruskan kalimatnya
"Dia kembali, liona kembali tapi...."
"Pasti ini sebuah kesalahpahaman" potong Gabby
"Gab, gue tahu loe sangat mencintai dia, tapi..."
"Tapi kenyataannya wanita itu yang melakukannya, bahkan kecelakaan dua kali juga ulahnya" ucap Davina penuh emosi
"Apaaaa???, bagaimana mungkin" ucap Oscar tak percaya
"Pasti bukan dia" gumam Gabby lirih seolah meyakinkan dirinya bahwa pelakunya bukan wanita yang selama ini ia cintai
"Kenyataan memang pahit, tapi itulah kebenaranya. Jika kau tak percaya maka tunggu anak buahku melaporkan" ucap Davina sinis.
Ia tak perduli lagi persahabatan antara suaminya dan kedua pria ini
Jika Sebastian masih membela mereka maka Davina lebih memilih memusuhi mereka.
calon bayinya pergi karena ulah wanita itu, jika Tian membelanya itu sangat membuat davina kecewa.
Untungnya Tian tak berkomentar apapun.
Sejak Cleo masuk rumah sakit, Marsha tak menunjukkan batang hidungnya sepeti biasa berakting sok perhatian.
Ada yang janggal menurut Davina
Tok Tok Tok
Agatha masuk dengan Shandy dan lilly
Davina langsung menghampiri dan mengangguk tanda memperbolehkan Agatha berbicara.
"Target sudah aman" ucap Agatha langsung
"Lalu kelincinya???"
"Dia kabur, tapi kami tahu lokasinya" ucap Lilly tak kalah tegas
"Minta anak buah kita jangan sampai kehilangan jejaknya dan seret dia ke markas"
__ADS_1
"Baik" ucap ketiganya lalu pergi
"Dia....." Oscar terlihat ingin mengatakan sesuatu
"Agatha dan Lily adalah orang ku, begitu juga Shandy
kedua wanita itu sudah kamu kenal, apa kamu kenal juga dengan Shandy??" tanya Davina
"Dia seperti seorang pemimpin....."
"Organisasi bawah tanah maksudmu???" tanya Davina santai
"Benar, kami pernah bekerjasama saat keluargaku diambang kehancuran karena pengkhianat'
"Owh kau keluarga Bartoli???"
"Ba..bagaimana kau tahu???" tanya Oscar terkejut, ia tak pernah membawa nama keluarganya demi keamanannya
"Aku cicit Benedicto, siapa yang tak kenal keluargamu, bangsawan ternama disana" ucap Davina santai
"Tapi tak ada yang tahu jika keluarga kami di susupi, hanya satu organisasi rahasia yang tahu.
apa mereka mengkhianati ku??" ucap Oscar mengepalkan tangannya
"Tak ada dalam kamus kami membuka data klien kami, aku tahu karena organisasi itu milikku"
"Tidak mungkin, angel of the death ku dengar seorang wanita tua...." ucapan Oscar terpotong karena tawa Sebastian dan Davina bersamaan
"Sepertinya informasi anak buah mu salah bro.
Istriku adalah pemimpin organisasi itu, angel of the death" ucap Sebastian bangga dan menarik Davina dalam pelukannya, menegaskan kepemilikan
"Bagaimana mungkin...."
"Kau beruntung sekali bro" ucap Gabby yang juga terkejut. walau tak pernah memakai jasa organisasi itu, Gabby tahu dengan baik sepak terjangnya
"Sudahlah, kalian ikut aku" ucap Davina melenggang santai
"Apa kau percaya kami??" tanya Gabby terkejut Davina tak menutupi identitasnya
"Bro gue sarankan loe lebih hati-hati, istri loe....
Dan jaga dia dengan baik" ucap Oscar tersenyum penuh arti
"Jangan pernah loe khianati dia kalau loe sayang nyawa, gue gak tahu ini anugrah atau bencana buat loe" ucap Gabby menggeleng pelan memikirkan kehidupan Tian.
Kedua pria itu tak tahu jika Davina tak akan menjatuhkan perintah pada orang yang ia sayangi sekalipun orang itu menyakitinya, seperti Marcel.
pemuda itu hanya jadi gembel.
Davina memang menyeramkan, tapi mencabut nyawa orang ia akan berpikir beribu kali.
Sebelum pergi Davina meminta Lilly untuk menjaga putrinya sementara waktu. Agatha memimpin tamu Davina masuk ke dalam markas tersembunyi mereka dalam gedung perusahaan milik Davina
"Wow, pemilik Benedicto corp, bro gue rasa loe lelaki paling bahagia" goda Oscar membuat Sebastian membekap sahabatnya itu
Mereka tak menyangka latar belakang Davina sangat...
sangat spektakuler,
Sampailah mereka di sebuah ruangan kontrol, terlihat di ruangan itu anak buah Davina sedang menanyai Alexandra dan kawan lelakinya.
"Mereka bungkam, sepertinya mereka terlatih sekali.
kami sudah menyingkirkan racun yang berada di dalam mulut mereka, pasukan berani mati" ucap Shandy melaporkan
"Kerja bagus, periksa apakah mereka masih menyimpan racun di tubuh mereka, aku tak ingin kecolongan.
Bawa Marsha ke ruangan itu, tapi ketatkan penjaga" ucap Davina
"Sayang, apa ini semua ada hubungannya dengan Marsha???" tanya sebastian geram
__ADS_1
"Dugaan ku sementara ini kalian bertiga berhubungan dalam masalah ini, jadi... kau pergilah keruangan itu mas" ucap Davina lirih.
Ia sebenarnya tak mau dan takut kenyataan lebih menyakitkan.
"Aku...."
"Ikutin apa kata istri loe bro, kami akan menjaganya disini" goda Oscar membuat Tian melotot kesal
"Aku juga ingin menemuinya" ucap Gabby tiba-tiba bangkit
"Hmm sebentar" ucap Davina yang tahu cerita Gabby dari suaminya
"Tahan Marsha, biarkan teman suamiku masuk dulu" ucap Davina memberi komando.
Gabby berjalan dan masuk ke dalam ruangan interogasi itu
"Liona" panggil Gabby lembut, Alexandra yang menunduk merasa nama kelurganya di panggil menoleh dan terkejut
"Gabby??? kenapa kau disini??? apa yang kau lakukan????"
"Liona, apa...
apa benar kau yang melakukan itu semua??" tanya Gabby balik
"Aku? hahaha apa kau dikirim untuk menanyai itu???
Jika benar aku apa yang mau kau lakukan???
mereka pantas mendapatkannya" ucap liona penuh emosi dan dendam
"Kau mencelakai anak kecil liona, anak itu tak bersalah" ucap Gabby tak percaya wanita lemah lembut yang ia kenal kini sudah berubah
"Hahaha, apa mereka saat melukai anakku juga berpikir itu???" tanya liona balik membuat Gabby terkejut, begitu juga semua orang di ruangan sebelah
"Anak??? anak apa maksudmu mu????" tanya Gabby bingung
"Pergilah Gabby, aku tak mau berurusan denganmu.
Aku bukan liona mu yang kau kenal dulu" liona membuang pandanganya ke arah samping, air matanya menetes. Ia sangat menyayangi Gabby tapi sebagai kakak. Liona juga tahu jika Gabby mencintainya, namun ia tak bisa membalas cinta Gabby.
"Kau tetap liona ku, kau boleh menceritakan semuanya padaku" ucap Gabby penuh emosi, kerinduannya selama ini pada Alexandra muncuat sudah,
Ia memeluk wanita itu erat seakan tak ingin melepaskannya lagi
"Pergi...
aku bilang pergi gab," ucap liona menangis meronta namun Gabby tetap memeluknya erat
"Aku gak akan pergi, kau selalu tahu aku mencintaimu"
"Tapi aku tak pernah mencinta mu" ucap Liona membuat Gabby membeku.
Walau Gabriel tahu liona tak pernah mencintainya, tapi wanita itu tak pernah mengatakannya secara gamblang
"Aku tak akan pernah bisa mencintaimu, aku mencintai pria lain...." ucap Alexandra Liona terisak.
Gabby merasa hatinya sakit, sebesar apapun cintanya tak membuat wanita ini melihatnya.
Apakah mencintai tanpa di cintai sesakit ini???
mengetahui wanita yang kita cintai mencintai pria lain
"Siapa pria itu?? apakah Sebastian???"
Hayo penasaran kan kenapa Alexandra melakukan semua kejahatan ini????
yang bisa nebak author kasih dua chapter deh hehehe
Jangan lupa tinggalkan jejak jempol manis kalian,
dukung terus karya author ya, biar author semangat menulis🤗🤗🤗🤗🤗****walau sambil sauna di depan oven hehhee
__ADS_1
Sehat selalu untuk kalian semua
Pooh