
Ketika Davina masuk ke dalam ruang perawatan Cleo, dia melihat pemandangan yang menusuk mata. Terlihat Cleo sedang mengabadikan momen di mana dia bersama papa dan mama kandungnya dengan ponsel Tian.Mengapa ponsel Tian??? Kemana ponsel Cleo sendiri???, Davina menyipitkan matanya melihat itu
mereka terlihat seperti keluarga bahagia dengan satu anak. Cleo juga terlihat meminta Papanya untuk memeluk dirinya, begitu pula Marsha yang memeluk Cleo seakan-akan mereka sedang berpelukan.
Davina sedikit shock, namun dia langsung bisa menguasai dirinya, bagaimanapun dalam kehidupan rumah tangganya tak akan bisa lepas dari bayang-bayang Marsha karena Marsha adalah mama kandung Cleo.
Sebastian dan Cleo terkejut melihat kedatangan Davina. Sebastian langsung melepaskan pelukannya dan mundur beberapa langkah menjaga jarak, ia terlihat canggung karena situasi nya bisa membuat Davina salah paham
Sementara Davina hanya tersenyum tipis melihat kebersamaan keluarga kecil itu.
"Sayang kamu sudah kembali? "Tanya Sebastian pada istrinya
Terlihat Marsha mengerutkan alisnya memandang Davina.
Melihat Davina dari ujung kaki hingga ujung kepala seolah menilai siapa Davina.
"Ngapain dia ngelihat gue seperti itu, seolah-olah gua itu perebut suaminya aja, menyebalkan sekali" gumam Davina dalam hati
"Sasha perkenalkan ini adalah istriku Davina.
Sayang perkenalkan dia adalah mamanya Cleo "ucap Sebastian memperkenalkan keduanya
"Oh jadi seperti itu mas kau masih memanggil dia dengan nama kesayangannya?" Gumam Davina dalam hati, ada rasa cemburu yang melintas di hatinya.
Davina tidak suka dan Sebastian memanggil mantan istrinya dengan nama tersebut karena terkesan intim.
"Hai aku Davina "ucap Davina memasang wajah penuh senyum
"Gue yang sekarang istrinya Sebastian jadi loe harus sadar bukan siapa-siapa "gumam Davina dalam hati
"Marsha, mamanya Cleo "ucap Marsha seolah menegaskan kedudukannya. Sebastian merasa ketegangan antara Davina dan Marsha.
Udara di sekitar mereka mendadak terasa panas.
"Mama genit itu boneka buat aku? "Tanya Cleo dengan mata berbinar menatap boneka yang di bawah Davina
__ADS_1
"Ah iya sayang mama hampir lupa ini.
Mama belikan untuk teman kamu tidur" ucap Davina sambil menyerahkan sebuah boneka teddy bear berwarna cream pada Cleo. Cleo menerima dengan senang hati boneka pemberian Davina.
Davina melihat di sebelah Cleo juga terdapat sebuah boneka berwarna pink yang ukurannya kecil.
Bisa Davina simpulkan jika Marsha juga memberinya boneka namun dengan ukuran yang berbeda.
"Boneka Mama Davina lebih besar daripada Mama Marsha Cleo suka "ucap Cleo memeluk erat boneka yang dibelikan oleh Davina.
Perkataan Cleo yang polos membuat Marsha terlihat tersenyum kecut.
"Iya dong Mama akan berikan apapun yang kamu mau" ucap Davina memanas-manasin Marsha
"Makasih ya ma, Cleo sayang mama "ucap Cleo sambil memeluk Davina dan menghadiahkan sebuah kecupan kecil di pipi Davina
Davina merasa senang diperlakukan seperti itu oleh Cleo walaupun tadi ia sempat kesal juga melihat Cleo yang sengaja seolah-olah mendekatkan Papanya dengan mama kandungnya.
"Sayang aku bawakan kamu makan kamu belum makan kan?" tanya Davina sambil membuka paper bag yang berisi makanan dari cafe tempat dia tadi makan siang
"Itu........"Sebastian bingung harus mengatakan apa antara ingin jujur atau bohong tapi beberapa waktu yang lalu Marsha dan orang tuanya membawakan mereka makan siang.
"Ih papa perut karet, bukannya tadi udah makan, papa kan tadi makan makanan yang dibawakan nenek "Cleo membuat Sebastian bungkam
"Oh itu, papa kan tadi makannya cuman sedikit jadi sekarang Papa masih lapar, kebetulan mama Davina bawakan makanan kesukaan Papa mubazir dong kalau nggak dimakan "ucap Sebastian mencari alibi.
Davina yang awalnya kesal dan kecewa namun akhirnya dia tersenyum karena suaminya menghargai apa yang dia berikan untuk Sebastian.
"Mama juga membawakan kamu dessert loh ini ada strawberry shortcake kesukaan kamu dan manggo delight.
Mama juga belikan kamu cheese cake,
Minumnya Milo shake" cap Davina mengeluarkan satu persatu makanan yang dia bawa untuk Cleo.
Marsha hanya melihat dengan senyum sinis ke arah Davina.,keberadaannya seolah diabaikan oleh semua orang di dalam ruangan itu tak terkecuali anaknya sendiri.
__ADS_1
Ada kilatan kebencian yang terlihat di mata Marsha.
"Ah nggak adil, dessert buat aku mana?" Tanya Tian iri dengan apa yang Davina berikan pada Cleo
"Kan aku belinya banyak mas nggak mungkin juga kan Cleo makan semuanya sendiri "ucap Davina tersenyum menahan tawa melihat suaminya merajuk seperti anak kecil.
"Marsha dibuat melongo melihat kelakuan manja Sebastian, pasalnya saat Sebastian bersamanya Sebastian tidak pernah sekalipun manja pada dirinya., tepatnya Marsha yang selalu manja pada Sebastian sehingga Sebastian tidak pernah menunjukkan sisi yang lain dalam dirinya.
"Eheeemmm" Marsha berdehem untuk memberitahu bahwa dirinya masih ada di ruangan tersebut.
"Eh maaf masih ada Marsha "ucap Davina dengan nada mengejek, padahal Marsya tahu jika Davina sengaja melakukan itu untuk membuatnya iri.
"Aan, aku pamit dulu ya, sepertinya kedatanganku membuat seseorang tidak nyaman "sindir Marsha langsung terarah pada Davina
"Santai aja aku tuh orangnya fleksibel "ucap Davina santai
"Sayang mama pulang dulu ya, kamu lekas sembuh " ucap Marsha mengelus puncak kepala Cleo, lalu Marsha berjalan menuju pintu keluar.
"Mas nggak nganterin tuh, kasihan tuh pulang sendiri" ledek Davina
"Kamu apa-apaan sih sayang " ucap Sebastian
"Kayaknya aku harus hati-hati nih, karena mantan selalu satu langkah di depan "bisik Davina pada Sebastian.
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka kembali dan masuklah kedua orang tua Marsha
"Nak Tian Papa dan Mama pulang dulu ya besok kami akan kembali lagi "ucap Hendrawan pada Tian Sebastian mencium punggung tangan kedua orang tua tersebut dengan sopan diikuti oleh Davina. Hendrawan dan Lasmi bergantian mencium cucu mereka.
Sebastian dan Davina mengikuti kedua orang tua Marsha hingga ke depan pintu
"Nak Tian, Davina, sudah tidak usah mengantar mama dan papa kami bisa pulang dengan Marsha "ucap Lasmi.
Wanita paruh baya itu mengerti bagaimana perasaan Davina saat ini titik Ia juga sebenarnya merasa tidak enak karena datang dengan Marsha.
Terlihat Marsha sedang menunggu mereka tidak jauh dari pintu ruang perawatan Cleo
__ADS_1
"Mama dan Papa hati-hati di jalan ya "ucap Davina. Setelah kedua orang tua itu pergi Davina langsung masuk ke dalam ruangan tanpa menoleh ke arah Sebastian titik ia masih terganggu dengan panggilan akrab antara Marsha dan Sebastian hal ini membuatnya merasa tidak nyaman.
"Kenapa cuma mendengar panggilan akrab mereka gue jadi kesel ya? Apa ini namanya cemburu? "Ucap Davina dalam hati