Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Mengikhlaskan


__ADS_3

"Sekar , maukah kau menjadi istriku???" tanya Panji dengan suara lantang


"Dasar edan, edan.


Bapak sama anaknya sama-sama tak tahu malu"Teriak Sigit penuh emosi.


Ia terlanjur kecewa, sangat kecewa.


Ya walau semua bukan salah Cokro, namun ia merasa kesal bukan main anaknya di gantung bak nangka belum matang


"Massss" Laras menatap suaminya meminta nya untuk menahan emosi, bagaimanapun keluarga mereka sahabat.


Seberat apapun masalahnya harus di bicarakan dengan baik-baik, bukan dengan emosi.


Terlebih para tamu sudah datang.


"Nak Panji , Tante adalah mama Sekar.


Tante tahu kamu tidak mencintai anak Tante"ucap Laras lirih sambil menghela nafas.


"Jadi...." Laras hanya mengangguk pelan


"Tante salah, aku mencintainya.


Aku atuh cinta secara tak sadar dengan anak Tante.


Dia wanita yang membuatku tak bisa berpaling" ucap Panji menatap lurus ke arah Sekar.


Sementara Sekar menunduk tak tahu harus bahagia atau sedih.


Air mata menetes di pipinya, ia menangis tersedu-sedu tanpa suara


"Tan, bisa kita bicara di dalam?" tanya Bayu calon tunangan Sekar


"Yu....????" tanya orangtua Bayu bingung sebenarnya apa yang terjadi, ya walau mereka dekat dengan keluarga Sekar, namun mereka tak tahu dengan jelas duduk permasalahannya


"Ma, pa, mungkin Bayu akan membuat mama dan papa kecewa dan malu, tapi Bayu harus mengambil jalan ini.


Ini semua demi Sekar dan Bayu"


"Tapi nak????" ibu Bayu terlihat gelisah dan tak senang.


Ia sangat tahu jelas.bagaimana perasaan putranya pada teman semasa kecilnya itu.


Bahkan Bayu tak pernah terlihat dekat dengan wanita, di pikiran Bayu hanya Sekar, Sekar dan Sekar.


Apakah ini adik untuk putranya??????


"Ma, bayu tahu apa yang terbaik untuk masa depan Bayu. Kita gak bisa paksakan kehendak kita.


Kita tak bisa memaksakan memilikinya jika hatinya tak pernah kita miliki.


Rumah tangga apa yang akan Bayu miliki nantinya????.


Mama dan papa panutan Bayu, Bayu ingin memiliki keluarga seperti keluarga mama dan papa.


Penuh cinta dan harmonis" ucap Bayu menatap kedua orangtuanya bergantian.


"Lakukan apa yang menurutmu baik nak, papa dan mama akan selalu mendukungmu apapun keputusanmu"


"Mas???" papa Bayu menggeleng meminta istrinya tak berkomentar lebih, karena ia tahu ini keputusan yang sangat berta untuk Bayu.


Peran mereka untuk mendukung Bayu kini lebih di butuhkan putranya itu.


"Baik lah nak, pergilah" ucap mama Bayu lirih.

__ADS_1


Bayu segera memasuki kediaman orangtua sekar dimana kedua keluarga besar sedang menanti.


"Boleh aku bicara dengan Sekar sebelumnya?"


"Enggak, " teriak Panji membuat semua mata menatap Panji tak senang.


Harusnya Bayu yang marah pada Panji karena momen bahagianya terganggu dengan kedatangan pemuda itu


"Tutup mulutmu dan Tunggu" ucap Cokro yang kesal dengan putranya


Bayu dan Sekar berjalan menuju kamar Laras, hanya tempat itu yang tak ada orang, sementara Laras menunggu keduanya di depan pintu kamar dengan posisi pintu terbuka karena mereka bukan muhrim nya, hanya saja mereka memerlukan tempat privasi untuk berbicara dari hati ke hati.


"Mas, ayo kita lanjutkan pertunangan kita" ucap Sekar Menggenggam tangan Bayu


"Sekar, mari....,


mari kita akhiri sampai disini"


"Mas....., Dia hanya orang di masa lalu ku.


Aku hanya ingin menikah dengan kamu" ucap Sekar merasa tenggorokannya tercekat.


Ia tak tega menyakiti Bayu, sahabat sekaligus pria yang mencintai Sekar sejak dulu.


"Jangan membohongi perasaanmu, mas bisa melihat mata penuh cinta itu, mata yang mas dambakan namun......" Bayu tak meneruskan kata-katanya, kalimatnya seakan tersangkut di tenggorokan


"Maafkan Sekar mas, Sekar janji akan belajar mencintai mas dan menjadi istri yang baik untuk mas jika kita menikah.


Sekar janji akan menuruti semua perkataan mas" ucap Sekar berlinangan air mata


"Sekar, saat kita sudah bertunangan, tentu kita akan menikah. Pernikahan itu bukan untuk setahun, dua tahun. Tapi kita ingin seumur hidup.


Pernikahan itu menyatukan dua perasaan, dua pikiran, dua perbedaan.


mas gak akan memaksamu memilih mas, pergilah dan raih kebahagiaanmu.


Pas ikhlas melihat kamu bahagia" ucap Bayu menghapus air mata di pipi wanita yang sangat ia cintai


"Masss, aku gak bisa....."


"Jangan bersamaku hanya karena kamu kasian, aku gak butuh di kasihani.


Aku ingin melihat kau bahagia. Kita kan bisa tetap berteman"


"Masa...."


"Pergilah dan temui dia, mas merestui kalian" ucap Bayu dengan dada yang terasa sesak, ia berusaha tersenyum walau hatinya hancur.


merelakan wanita yang sangat ia cintai bersanding dengan pria lain, itu berat dan sakit.


"Kenapa bengong, cepat keburu Panji mu pergi.


Masalah mama dan papa urusan mas" ucap Bayu yang sekarang tahu kebimbangan Sekar


"Mas, terima kasih.


Sekar sayang mas" ucap Sekar memeluk Bayu.


Bayu menutup kelopak matanya, ia menguatkan hatinya agar tak goyah.


Pelukan terakhir dari wanita yang ia cintai.


Esok hari mereka hanya dua orang asing yang harus menjaga jarak karena status.


"Mas, Sekar ...."

__ADS_1


"Iya pergi lah, apa perlu mas yang mengantarkan???"


"Mas Bayu huhuhu...


Maafkan Sekar dan terima kasih" ucap Sekar lalu berjalan menuju ruang keluarga


"Tante tak tahu harus berkata apa pada kamu nak.


Tapi Tante bangga padamu.


Selamanya kamu juga anak Tante" ucap Laras menepuk bahu Bayu


"Terima kasih Tan, yang penting jatah preman jangan lupa walau Bayi gak jadi menantu tante" goda Bayu berusaha menutupi kesedihannya.


"Apa kau yakin dengan keputusanmu???


Tante sebagai orang tua hanya bisa mendukung dan mendoakan, pilihan di tangan kalian"


"Seratus persen yakin.


Lagian kan Tante tadi bilang Bayu tetap akan menjadi anak Tante, jadi ya gak ada yang berubah. Hanya saja nanti bayi punya mertua banyak deh" seloroh batu membuat Laras tertawa sambil menangis.


Ia memeluk anak muda berhati besar itu


"Terima kasih , terima kasih sudah mencintai anak Tante sebesar ini, hanya cinta sejati yang rela berkorban


Tante doakan kamu akan mendapatkan wanita yang hebat nanti"


"Amiiiiinnnnnnn" ucap Bayu tersenyum lebar


"Kita kesana yu Tan, pasti Sekar cari Tante"


Laras mengangguk lalu menggandeng tangan Bayu menuju ruang keluarga.


Nampak semua orang sudah menunggu di ruangan tersebut


Kehadiran Bayu dan laras telah di nanti.


"Jadi?" tanya Sigit bingung


"Om, Tante, saya membatalkan pertunangan ini" ucap Bayu tegas. Kedua orangtua Bayu hanya memejamkan mata, menghela nafas berat.


Putranya akhirnya melepaskan Sekar


"Tapi nak Bayu, om ingin...."


"Sekar tetap akan bertunangan hanya saja calonnya bukan saya, tapi Panji" ucap Bayu


"Apa-apaan ini yu??? apa kamu mempermainkan om??" Sigit terdengar kesal.


Putrinya sudah di campakkan oleh Panji, lalu di hari pertunangannya di campakkan Bayu. Ia terbakar amarah.


"Dari awal Sekar tak mencintai saya, yang di cintai nya adalah Panji.


Kini masalah antra mereka berdua sudah jelas. Saya hanya mengembalikan pada tempatnya" ucap Bayu membuat semua orang kagum dengan kebesaran hati Bayi, tak terkecuali Davina dan Tian


"Om, Tante, dan semuanya. Saya dan keluarga besar saya mohon undur diri, assalamu'alaikum" Bayu berjalan mendekati kedua orangtuanya.


Cokro menghampiri Bayu dan menepuk punggung pemuda itu penuh kagum


"Anakmu luar biasa Sastro. Aku kagum sekaligus malu "


"Ya dia anak yang hebat" ucap Sastro penuh bangga pada putranya


"Kami pamit dulu, di lain tempat dan waktu kita berbincang lagi" ucap Sastro lalu mereka meninggalkan kediaman Sigit.

__ADS_1


__ADS_2