
Suamiku???" tanya Davina melirik Tian
"Bukan Miss, tapi senator Nelson secara pribadi memintanya" ucap sang jendral tersenyum
"Ahhhhh....." Davina lesu begitu mendengarnya.
ia menyesal membuka jati dirinya pada Nelson dan Kendrick.
Kedua sesepuh itu????....
Menyebalkaaaaaannnnn!!!!!
Kapan lagi bumil bisa action, tubuhnya juga perlu bergerak kan????
Lagi pula ia tahu batasan tubuhnya, ia ingin sekali menghajar seseorang, rasanya badannya sudah kaku karena terlalu lama tidak berolah raga.
Tapi Davina hanya bisa pasrah, ini kehamilan keduanya dan lebih riskan karena kecelakaan itu.
Tanpa Davina ketahui, sebenarnya Tian menelpon kakek buyut untuk meminta Nelson dan Kendrick melindungi cicit kesayangannya.
Tapi alih-alih meminta kakek tua itu malah mengancam Kendrick dan Nelson, bahkan Mentri luar negeri mereka jika terjadi sesuatu pada cicitnya, Angelo akan mengobrak-abrik negara itu dan ia akan
memboikot peradangan di beberapa negara besar yang ia kuasai.
Betapa seramnya diktator.
Nelson sampai pusing tujuh keliling
Sebenarnya tanpa di minta oleh kakek tua itu, ia akan melindungi Davina yang sedang hamil muda.
Tapi kakek tua itu selalu menyebalkan!!!
Bahkan jika Davina lecet sedikit aja, perusahaan Nelson yang berada di Spanyol akan ia usir keluar
sungguh ekstrem
Nelson ingin menangis rasanya berurusan dengan Angelo. ia selalu tertindas di buatnya.
Ada saja ulah kakek tua itu yang tak rasional.
Tapi bagaimanapun Nelson menghormati kakek tua itu, seornag pembisnis yang merintis karier dan kerajaan bisnisnya dari nol.
Bahkan ia hanya seroang anak petani yang tak memiliki apa-apa.
Yang Nelson acungi jempol salah, Angelo selalu memegang prinsipnya untuk selalu jujur dan terbuka.
sehingga usahanya terus maju dan sampai di atas hirarki kekuasaan dalam perdagangan global.
Jika saja Nelson tak melarangnya, Angelo akan datang bersama seluruh anak buahnya, ini bisa berbahaya dan akan teridentifikasi jika mereka seperti ingin kudeta saja, itu berbahaya
Sekuat tenaga Nelson meyakinkan kakek tua itu untuk menunggu dengan manis dan finalnya malah ancaman yang ia terima.
Tapi itu lebih baik daripada kakek itu enjadi perusuh di negaranya.
Kendrick tertawa melihat wajah masam sahabatnya.
Ia Sebenarnya juga agak takut jika Angelo datang.
__ADS_1
pasalnya kakek tua nan nyentrik itu akan bertindak tanpa mempertimbangkan pihak militer di negaranya.
Ia bisa melenyapkan Denis dan kawan-kawannya dengan mudah jika ia mau
Setelah Jendral itu pergi, Davina terlihat merengut kesal dan menatap satu persatu pernah di dalam tenda tersebut dan matanya terakhir tertuju pada Sebatsian
"Mas,.kau kan yang meminta paman Nelson melarang ku????" selidik Davina menaikan sebelah alisnya
"Davina, bukan suamimu saja yang khawatir, Kami semua juga khawatir.
Duduk lah denganku dan kita membantu mereka dengan monitor ini.
Toh kita juga ikut dalam penangkapan ini, hanya bedanya kita pakai mata dan mulut.
Justru kita lebih keren Karena kita yang mengatur DNA memerintah mereka dari sini" ucap Bert yang sudah bisa berjalan dengan bantuan tongkat.
Ia harus aja datang dari tenda ruang kontrol dia sebelahnya, saat Daffa menjemputnya, ia mendengar semuanya
Daffa melirik ke arah Bert, kekasihnya itu ternyata lebih cerdas dari yang ia duga.
Ia menyentil ego Davina yang suka memerintah.
membuat Davina terdiam dan tak lama menyeringai lebar
"Kau benar kakak ipar, tak percuma kau bergaul dengan kakak ku yang menyebalkan itu."
"Mengapa kau bawa-bawa aku???"
"Tentu saja, Bert akan memperbaiki keturunanmu.
untung saja Bert manis dan lembut tidak seperti kau.
"Dasar aneh" gerutu Daffa lalu berjalan masuk, di kejauhan ia menatap Bert penuh arti.
Senyum tipis tersungging di bibir nya.
Ya Bert memang wanita yang mampu memporak porandakan dinding tipis di dalam hatinya.
Ia wanita satu-satunya yang membuat Daffa merasa tenang, nyaman.
Wanita lembut, mandiri dan perhatian.
Bert yang di pandang oleh kekasihnya menjadi kikuk dan menunduk malu.
Itu tak sesuai dengan usianya yang matang.
tapi di lain waktu ia akan menjadi wanita yang tegar dan mandiri serta pekerja keras, hal itu yang mmbuat Daffa kagum.
Dia berbeda dari wanita yang pernah Daffa kenal yang hanya tahu merayu, membuat Daffa senang, tapi Bert tidak.
Ia tak pernah merayu Daffa, tak pernah berusaha membuat Daffa senang, tapi perhatian Bert tulus.
"Pandangi terus, lecet-lecet dah tuh kakak ipar loe pandangin terus" ucap Daffi meledek kakaknya.
Daffa menoleh dan melotot ke arah adiknya, membuat Daffi langsung membekap mulutnya
"Dasar bucin" gerutu Daffi kesal.
__ADS_1
Sejak Daffa mengumumkan Hubungannya dengan Bert, Daffi jadi kesepian.
Ya walau ia sering di kerjain oleh Daffa, tapi ia rindu di suruh-suruh oleh kakaknya itu,
"Dasar jomblo ngenes"ledek Daffa menyeringai lebar.
Kini ia bisa membalas ledekan Daffa saat ia jomblo dulu
"Aku punya kekasih, bukan jomblo"
"Tapi sekarang kan jomblo????.
ingat saudaraku tersayang, kau akan kena karma karena bergonta-ganti pasangan"
"Sial kau membuatku merinding" ucap Daffi pura-pura memegang tangannya dan tertawa terbahak-bahak
"Kita lihat saja nanti, siapa wanita yang bernasib buruk jatuh cinta padamu" ucap Daffa membuat Daffi mendengus kesal
"Wanita itu pasti sangat bahagia punya kekasih seperti aku, baik, murah senyum, tampan dan mudah bergaul" ucap Daffi menyebutkan Kelebihannya
"Dan satu lagi playboy, semoga wanita itu bisa membuatmu sadar"
"Aushalah kau membuatku merinding, aku masih amu bebas ok???
biar kalian aja yang menikah, aku masih mau happy-happy" ucap Daffi
BUGH
sebuah bantal melayang mengenai wajah nya
"Siapa yang berani melempat ku dengan bantal??"
"Aku, kenapa??? ngajak gelut??" tanya Davina melotot
"Ah adikku cantik, kakak mana berani" ucap Daffi mengkerut melihat adiknya yang masih dalam mode kesal.
Sementara Tian dari jauh meletakkan jarinya di leher dan membentuk garis mendatar lurus memberi sinyal pada Daffa
"Mati kau kalau melawan macan yang galak ini" ucap Tian melalui telepati mata pada Daffa
"Huh"
"Nona, tak baik kau mengomel saja" ucap Jack melihat Tak ada yang berani menegur Davina
"Ah uncle.jack, aku sedang bad mood"
"Aku punya sesuatu yang dikirim oleh kakek buyut untukmu" ucap Jack
ia lalu menepuk tangan dia kali dan anak buahnya masuk membawa sebuah koper
"Apa ini uncle??"
",Buka lah, kau pasti suka, tapi bagi juga gadis kecil yang di rumah" ucap Jack mengedipkan sebelah matanya
Davina membuka koper tersebut, matanya berbinar cerah.
"Uhummm, terima kasih," ucap Davina berbinar senang.
__ADS_1
"Miss Davina anda memanggil saya??" tanya seorang wanita cantik dengan dandanan mencolok.
wajahnya yang mungil membuat siapapun gemas melihatnya.