Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Perasaan pada Tian tak hilang


__ADS_3

Davina sedang melakukan serangkaian pemeriksaan, ia terlihat sangat tenang, terkadang peluh membasahi dahinya karena menahan sakit saat tubuhnya bergerak sedikit saja, cidera di punggungnya benar-benar menyiksanya.


Namun ia sebenarnya sudah biasa merasakan sakit, karena saat ia dulu bela diri pun ia sering mengalami cidera, hanya saja lukanya di bagian depan tubuhnya bukan belakang tubuhnya, rasa tak nyaman membuatnya sedikit frustasi.


Setelah selesai pemeriksaan Davina melamun, ia teringat akan anak kecil i ia jumpai saat ingin menuju ke ruang pemeriksaan, entah mengapa ia merasa ada sesuatu yang mengganjal, melihat anak itu menangis rasanya Davina sangat terluka, tapi mengapa????


Ia benar-benar tidak mengingat siapa gadis kecil itu, tapi entah mengapa perasaanya dekat.


"Woi malah melamun, loe amnesia beneran apa becanda" ucap Agatha berseloroh


"Apa sih loe, gue sehat dan gak amnesia, pasti loe yang bilang sama dokter kepala kalau gue amnesia kan???


Gue seratus persen sehat, maksud gue otak dan pikiran gue, yang lagi soal bahu sama kaki gue aja" ucap Davina tak mau mengakui jika memorinya terhapus dua bulan belakangan


"Ya, ya ya, up to you aja lah beb.


oh ya loe beneran gak kenal wanita tadi???"


"Siapa??? anak kecil itu?" tanya Davina balik


"Bukan yang tuanya, wanita itu yang bibir nya menor macam vampir habis nyedot darah" ucap Agatha menggambarkan Marsha


"Hahaha, sekate-kate loe, itu bukan vampir nyedot darah, dia habis di tabok tembok makanya jontor dan merah" ucap Davina membuat Agatha kini yang tertawa. Jika mengenai menjuluki orang wanita beda generasi ini jagonya, bahkan mereka akan menjuluki sadis objek pembicaraan mereka.


"Loe kenal ga????"


"Emang perlu ya gue kenal itu Tante girang???" tanya Davina mengerutkan keningnya


"Ya ya lah, dia rival loe.


Dia mamaknya gadis kecil tadi" ucap Agatha semangat


"Trus loe bilang tadi anak kecil itu anak gue, sekarang loe bilang dia tu anaknya Tante girang itu.


Agatha yang bener yang mana?????" tanya Davina bingung


Agatha menepuk keningnya , kenapa dia yang jadi pusing sendiri????


"Dia anak tiri loe, dan wanita itu mantan istri laku loe, Sebastian"


"Apaaaa??? jadi beneran gue kawin sama om gue sendiri???" tanya Davina senyam senyum sendiri


"Napa loe senyam senyum kaya orang gila gitu?? giliran ngomongin Tian aja muka loe kaya habis dapat lotre" cibir Agatha kesal.

__ADS_1


Mungkin benar Davina amnesia, namun perasaanya pada Tian tidak amnesia.


"Ya seneng ja akhirnya... UPS"


"Nah sekarang gue baru Nemu jawabannya....mpopppphhppppo" Davina membekap mulut Agatha, walau bahunya terasa seperti di tusuk, ia harus menebak mulut Agatha sebab ia melihat kedatangan Sebastian.


Bisa jatuh gengsi Davina jika ketahuan om kesayangannya itu.


"Diem, laki gue kesini, awas loe ngadu gue deportasi dari Indonesia loe" ancam Davina melotot


"Kampret sakit apa kaga loe tetap sama, sama-sama galak dan jahat" gerutu Agatha membuat Davina menyunggingkan senyum penuh kemenangan.


"Eh kalau gue kawin sama om Tian, gue pelakor dong???" bisik Davina lirih sambil memasang senyum lebar melihat Tian mendekati mereka


"Tau pikir aja sendiri" Dengus Agatha kesal lalu memilih pergi sebelum matanya sakit melihat perhatian Tian yang penuh cinta, ia jadi mupeng kan??? salahnya. Willy sejak menikah hingga kini sedingin kulkas dua pintu dan se-kaku baju baru.


"Agatha... sue dasar" gerutu Davina


"Kenapa sayang??? apa ada yang sakit??? apa yang bisa mas lakukan untuk kamu" ucap Tian penuh perhatian


"Gak ada kok om. Makasih ya udah nemenin aku di rumah sakit sampai kamu begadang"


"Kok panggil om??? panggil ma dong, kmu kan istri mas" ucap Tian berusaha sabar. Saat mendengar penjelasan Willy, Tian sangat shock.


Namun Sebastian bertekad akan membuat Davina jatuh cinta lagi padanya dan perlahan mengingat kenangan mereka kembali.


Sebastian menelan salivanya dengan sulit teringat nasib anak mereka yang harus pergi sebelum lahir ke dunia akibat kecelakaan itu.


"iiiiya om, eh mas" ucap Davina gagap.


Setelah selesai pemeriksaan Davina kembali di dorong ke kamarnya, Sebastian dengan sabar menemani Davina dan melayani istrinya tersebut dengan perhatian.


"Mas, maaf ya aku lupa jika kita sudah menikah" ucap Davina lirih


"Gak apa-apa, nanti juga ingatanmu akan kembali lagi"


"Bagaimana jika selamanya aku gak ingat???" tanya Davina sambil mengigit bibirnya, ia hanya ingat jika memiliki pacar Marcel.


"Aku akan sabar menunggu dan membuatmu jatuh cinta padaku. Asal kau tak mencampakkan ku" ucap Sebastian menatap sendu ke dalam mata Davina yang seperti lautan, biru dan dalam.


"Aku, come on om, aku bukan orang begitu" ucap Davina namun di balas Tian dengan mengangkat kedua alisnya, Davina langsung menyadari jika ia salah bicara


"Maksudku aku wanita yang baik mas, istri yang baik hehe" ucap Davina cengengesan

__ADS_1


"Anak pintar" ucap Tian mengelus puncak kepala istrinya membuat Agatha yang baru tiba tertawa terbahak-bahak


"Kalah anak kucing di elus" ucap Agatha membuat mata Davina melotot kearahnya


"Tian, istrimu seperti kucing betina yang galak" ucap Agatha makin menjadi, sementara Davina hanya bisa memendam kekesalannya


"Dia bukan kucing betina, dia puppies" ucap Tian menimpali


"Davina guk guk guk, kemari hahahaha"


"Sial om Tian malah bilang gue anak doggy, tambah senang aja itu Tante-tante membuka gue"gerutu Davina dalam hati


"Owh ya adik ipar, aku bawakan makanan untuk mu.


kata dokter yang sakit gak boleh makan ini" ucap Agatha melirik sekilas ke arah Davina dam membuka box makan yang ia bawa


Aroma khas seafood menguap begitu box makan tersebut di buka, satu persatu box di buka oleh Agatha membuat Davina menelan salivanya melihat makanan kesukaannya, apa Agatha sengaja?????


"Apa kak Agatha sudah makan??? ini banyak sekali, aku gak akan habis"ucap Tian menatap semua makanan di atas meja


"Baiklah, aku akan bantu kamu makan" ucap Agatha meririk penuh arti ke arah Davina


"Apa kau sengaja???" ketus Davina kesal


"Sengaja apa???"


"Itu... seafood???" ucap Davina cemberut


"Kenapa seafood nya ???" tanya Agatha berlagak bodoh, tapi ia menyunggingkan senyum licik.


Memang ia sengaja membeli ini semua untuk mengerjai Davina, kapan lagi ia bisa mengerjai anak nakal itu????


"Kuat sengaja beli seafood biar aku ngiler, jahat"


"Astaga, sorry dori cinta, Tante lupa.


Aiya bagaimana bisa aku lupa ya kalau kamu suka Seafood???" ucap Agatha menepuk dahinya, namun Davina bisa melihat seringai licik Agatha


"Sayang kamu tahan-tahan dulu ya gak boleh makan, nanti kalau sudah sembuh mas akan bawa kamu ke restoran Seafood ternama dan kamu bisa makan sepuasnya" ucap Tian polos tanpa tahu perseteruan kata-kata kedua wanita di dekatnya.


"Aku gak butuh" ucap Davina menutup wajahnya dengan selimut, karena gerakannya membuat Davina terpekik dan meringis kesakitan


"Sayang, apa kau kesakitan, makanya pelan-pelan biar mas aja yang menutupi kamu dengan selimut" ucap Tian penuh perhatian.

__ADS_1


Agatha tertawa terkekeh, adik iparnya itu sungguh polos


__ADS_2