Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
kembali ke Jakarta


__ADS_3

"Terus Panji main sama siapaaaaa???" pekik Laras menepuk dahinya pelan


"Ya Allah aku nyiksa anak orang" ucap Laras lirih sambil mengigit jati tangannya Karena panik.


Laras menyesal menyetujui rencana Cathrine dan Davina.


#FLASH BACK


Laras sedang membantu merapihkan sisa acara tadi siang, ia terkenal tuan rumah yang tidak mau berpangku tangan.


tiba-tiba ponselnya berbunyi, panggilan dari Cathrine, besannya


"Apa ada yang tertinggal ya catty nelpon?" gumam Laras menatap ponselnya lalu segera mengangkat panggilan telepon tersebut


"Assalamu'alaikum Jeung, "


"Wa'alaikum salam besan, apa ada yang tertinggal?" tanya Laras


"Enggak Jeung, aku cuma mau kasih kabar, aku kirim obat untuk putraku, itu obat sesak nafasnya" ucap Catrine di ujung telepon


"Panji asma? TBC?" tanya Laras khawatir.


Ia jadi teringat tubuh Panji yang kurus kering


",Bukan, bukan.


Dia hanya alergi udara" ucap Cathrine panik


"Ohhhhh" ucap Laras mengangguk


"Kurirnya mungkin sebentar lagi sampai.


makasih ya Jeung, selamat istirahat.


Salam buat mas Sigit juga.


Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam" ucap Laras mengakhiri panggilan teleponnya


Laras terus berfikir, sepertinya ada yang janggal.


Hari gini masih meminum jamu untuk sesak nafas???


Panji tinggal di kota sudah lama dan baru kembali.


Laras yang a, ya Jeung?? apa kurirnya sudah sampai??? wah cepat sekali" Crocos Catherine diujung telepon


"Bukan Jeung, aku cuma mau nanya nih


Beneran si Panji punya sesak nafas??


Bagaimana kalau sementara waktu Panji dan Sekar pisah rumah dulu" ucap Laras memancing Cathrine"


"Aduh Jeung, dosa dong kita misahin mereka, mereka kan sudah sah suami istri" ucap Cathrine cepat


"Tapi aku takut anakku terturlar" ucap Laras tersenyum licik.


Dibujungbtelepon terdengar Cathrine sedang berbicara dengB seseorang


"Catty kamu masih disana??"


"Ah iya, jadi begini Jeung, itu obat biar Panji dan Sekar cepat tekndung"


"Tekdung??? lagu?" tanya Laras polos membuat Catherine tertawa


"Maskudnya hamil "


"Ohhhh"


"Jeung mau juga kan punya cucu secepatnya???" tanya Catherine,


"Ya pastinya dong. Aku mau pamerin sama Jeung Rita yang suka pamer cucu-cucunya itu.


Oh ya, aku yakin ini bukan saran mu kan???" tebak Laras membuat Catherine cengengesan


"hehehe, itu saran dari Davina"


"Davina????" ulang Laras sambil berusaha mengingat


"astaga istri teman nya Panji yang cantik seperti Barbie itu"


"Astaga maaf, maaf aku baru ingat" ucap Laras


"Tapi aman kan????"


"Aman, tenang aja"


Panggilan berakhir, saat kurir datang Laras langsung menyediakan jamu yang di berikan Cathrine seraya berdoa semoga mereka secepatnya memiliki cucu.

__ADS_1


#Flash Back Off


Laras mondar-mandir karena panik membuat Bayu menatapnya bingung


"Ma, kamu ngapain sih mondar-mandir


aja Kya gosokan"


"Ah enggak, enggak kenapa-napa kok.


Mama mau natar bubur dulu, sebentar ya pa" ucap Laras menghindari Sigit.


Jika suaminya tahu bisa di pastikan ia akan kena ceramah Sigit.


Pasalnya Sigit masih belum menerima Panji jadi menantunya, ia sudah terlanjur kecewa dan Tan percaya Panji bisa menjadi imam yang baik untuk putri kesayangannya.


Begitu juga Fatir putra sulungnya yang masih kesal dengan Panji.


Intinya Panji harus bisa meyakinkan Sigit dan Fatir, agar keduanya bisa menerima Panji dengan tangan terbuka.


Keesokan harinya


Tian dan keluarga kecilnya hari ini kembali ke Jakarta, Sementara besok Panji akan memulai perjalanan bulan madu nya dengan sekar.


Setelah pamit pada kedua ornagtua Panji.


Panji dan Sekar mengantar Tian dan Davina ke bandara.


"Gimana malam pertama loe, gue denger loe sampai meriang ya hahaha Cemen loe bro" ledek Tian


"Iye malam pertama yang kelabu.


Sumpah ya , gue di kerjain sama mertua gue"


"Di kerjain gimana??" tanya Tian penasaran


"Ya di kerjain lah, adek gue hormat bendera terus, kampret lah"


"Bukanya bagus? itu tandanya adek loe tahu barang halal hahaha" Tian tertawa terbahak-bahak.


mereka berbicara kencang seolah tanpa ada Cleo disana


"Ma, ih dasar pria-pria mesum, kuping Cleo terkontaminasi" ucap Davina membekap kuping putrinya


"Eh hehehe maaf sayang lupa" ucap Tian nyengir kuda


Sementara Sekar menunduk dalam karena malu.


"Pesawat gue masih satu jam lagi, kita nongki di cafe dulu gimana?" tanya Tian yang penasaran dengan Panji


sementra para wanita memesan makanan, Tian dan Panji pamit ke toilet


"Jadi gimana-gimana???"


"Ya gak gimana-gimana, apes" ucap Panji menunduk lesu


"Ya kali adik loe gak fungsi nanti juga pa bulan madu bisa di coba lagi"


"Sembarangan, bukan gak fungsi, tapi gak bisa.


Si brewok muntah ber-" Dengus Panji kesal


"Jadi...." Panji menganggu pelan.


Tian tertawa terbahak-bahak


"Sayang dong obat dari Davina"


"Jadi.... ini ulah kalian???" pekik Panji lupa memegangi adiknya"Ah **** bro limbah loe kena sepatu gue" maki Tian berjingkrak menghindari air seni Panji


"Sial gue lupa pegang kendali" ucap Panji membuat Tian menggeleng heran


"Sial obat itu bikin gue solo karir semalaman."


"Lecet dong" ledek Tian tanpa rasa bersalah


"Bodo amat" ucap Panji kesal


"Jadi loe demam karena???"


"Gue mandi di bawah shower pake air dingin dini hari karena adem gue gak tahu kondisi, puas loe" Tian terus tertawa, menertawai kemalangan Panji


"Dasar teman gak ada akhlak, orang susah malah senang" gerutu Panji


"Tenang nanti juga bisa belah duren" Hibur Tian menepuk bahu sahabatnya


"Dia baru datang bulan, seminggu gue puasa"


"Nikmatin aja masa jomblo loe" ledek Tian puas.

__ADS_1


Keduanya lalu kembali ke meja mereka dimana anakndan istri mereka menanti


"Ngapain kamu dari toilet dengan senyum gitu???


Kalian gak buat yang aneh-aneh kan????" tanya Davina penuhi selidik


"Habis lomba pipis kali ma, papa menang makanya papa happy" celetuk Cleo membuat Davina Menyemprotkan air minum yang sedang di minumnya


"Ih anak kecil jangan sok tahu" ucap Panji mencubit hidung mancung Cleo


"Ih om jangan genit dong, sekarang om udah punya Tante Sekar"


"Kan Cleo istri masa depannya om Panji"


"Gak mau, om Panji udah kisut pas Cleo besar nanti" Sekar tertawa dan mengacungi jempolnya


"Setelah bulan madu loe urus perusahaan cabang disini, kalau hasilnya memuaskan baru loe balik ke Jakarta.


"Tapi....."


"Gak pake tapi-tapian.


Itung-itung loe kerja sambil liburan.


Tebus kesalahan loe di masa lalu.


Kapan lagi loe bahagian Tante dan om?


Jangan nyesal di kemudian hari.


Lagi pula loe juga bakal mewarisi perusaan ayah loe.


Belajar jadi pemimpin di level bawah, biar loe bisa tahu bagaimana rasanya berjuang"


"Ok lah sob.


Gue setuju" ucap Panji pada akhirnya.


walau pada awalnya Panji menolak, namun perkataan Tian ada benarnya.


Ayah dan bundanya kini sudah tua, panji ingin membahagiakan mereka berdua, menyayangi mereka dan berbakti pada keduanya.


ia sangat bersyukur memiliki ayah dan bunda.


Panji sangat tahu siapa Tian, dan dimana ornagtua kandungnya, walau bagaimanapun Sebastian tak pernah malu dengan status kedua orangtuanya.


Sebastian menyayangi dan menghormati orangtua kandungnya maupun ornagtua yang sudah mengasuhnya sejak kecil tanpa pilih kasih.


Setengah jam kemudian Tian dan keluarga kecilnya memasuki bandara, mereka sengaja tak memakai pesawat pribadi mereka karena Cleo ingin naik pesawat komersil dan merasakan pengalaman naik pesawat dengan banyak orang.


Sebelum pergi Tian memberikan sesuatu pada Panji, entah apa yang di berikan ya, terlihat keduanya tersenyum penuh arti


Satu setengah jam akhirnya mereka sampai di bandara Soekarno Hatta.


Lilly dan Oscar yang menjemput mereka.


Davina hanya menaikan alisnya sebelah tanpa.berkomentar.


Saat mereka pergi, Oscar dan Lilly bertengkar, entah taktik apa yang di pakai Oscar sampai bisa menaklukkan Lilly.


"welcome bro" ucap Oscar dengan senyum lebar nya


"Ngapain loe di sini??"


"Aish masih di tanya, jemput my best friend lah" ucap Oscar cengengesan


"Bisa jemput gak bisa datang ke Jogja, dasar.


Sahabat sendiri nikah loe gak hadir"


"Yeee, gue habis naklukin macan betina. Ini masa depan gue " bisik Oscar lirih.


di kejauhan Lilly menatap tajam ke arah Oscar


"Jadi loe udah baikan?" tanya Tian melirik kearah lilly


"Right, baru baikan semalam"


"Gue ucapin selamat, jadi penasaran loe pake jurus apa?"


"Gue buka privat khusus menaklukan macan betina" bisik Oscar membuat Tian penasaran


"Biasanya dua pria mesum sedang bisik-bisik pasti membicarakan sesuatu yang aneh.


Jangan macam-macam" ucap Davina langsung membawa Cleo masuk ke dalam mobil


Sementra Lilly hanya menatap tajam Oscar tanpa bicara


"Ajarin"

__ADS_1


"Bayar" ucap Oscar cepat


"Ya elah sama teman perhitungan loe" gerutu Tian yang di balas tawa Oscar


__ADS_2