
Agatha, Cleo, Lily dan team inti Davina sudah di lokasi tempat penyergapan tersangka yang menjadi dalang di balik kecelakaan Cleo.
Tak lama Daffa dan Daffi datang dengan asisten mereka Axel dan Vincent. keempat pria tampan itu ikut ambil adil dalam rencana tersebut.
Tak lama kemudian Shandy dan Willy datang, Agatha tak tahu jika suaminya akan ikut datang, wajahnya merona bahagia seperti anak perawan yang bertemu gebetannya, dan ekspresi itu di tangkap oleh Cleo
"Tante seneng ya om Willy datang???"
"Siapa yang seneng?" ucap Agatha berusaha menutupi malunya karena ke tangkap basah oleh anak kecil
"Dasar orangtua, mulut berkata apa? hati berkata apa, ckckck
rumit, rumit" ucap Cleo sambil menggelengkan kepalanya
"Itu.... ah kemana mama dan papamu belum juga datang" ucap Agatha mengalihkan pembicaraan
Cleo hanya mengangkat bahunya cuek.
Ayudia dan nenek buyut Ernest mengatakan jika mama dan papanya perlu waktu, itu lah mengapa Cleo setuju di jemput oleh kakek Arjuna dan menginap di sana.
Daripada di rumah harus makan dan kesepian karena kedua orangtuanya tak keluar dari kamar.
"Buat anak kali" celetuk Cleo membuat Agatha melongo lalu tertawa kecil
"Kau cemburu ya???"
"Aku?? enggak. adik bayi meninggal karena aku, jadi aku harus membiarkan papa membuat dedek bayi lainya untuk menyembuhkan luka mama karena kehilangan" ucap Cleo santai.
Lagaknya seperti orang dewasa saja, padahal usianya masih hijau
"Anak pintar, sini peluk Tante" ucap Agatha merentangkan tangannya
"Tante aku bukan anak kecil" protes Cleo bersedekap dada, Agatha jadi teringat bocah kecil dulu yang sangat menggemaskan yang kini sudah bisa buat anak kecil
"Astaga imutnya, kamu memang mirip dengan mama Davina" teriak Agatha makin semangat memeluk dan menciumi Cleo
Melihat Willy ,Shandy dan kedua om nya mendekat, timbul ide iseng Cleo, ia meronta dan berteriak
"Om Willy, Tante Agatha sangat menyukaiku, ia bilang ingin membuat anak perempuan cantik sepertiku" ucap Cleo membuat Agatha melongo kaget tak menyangka Cleo akan mengerjainya
"Tante Agatha bilang gitu?" tanya Shandy yang tahu Cleo sedang bersandiwara
"Iya katanya lagi proses buat dedek kaya mama Davina" ucap Cleo makin berani
"Hus anak kecil, sini sama om, kita beli ice cream" ucap Daffi yang tak mau keponakanya terkontaminasi oleh Agatha, ia percaya sepenuhnya jika Agatha mengatakan itu.
"Aku,,,, Cleo kenapa kamu bohong sayang??"
"Aku gak bohong, Tante memang mau punya anak perempuan seimut aku, tapi Tante malu ya kan???" tebak Cleo karena melihat wajah Agatha yang merona merah, dan Willy yang. terlihat melirik ke arah Agatha.
"Sudah aku amankan dulu petasan banting ini, kalau di biarkan kecil juga berisik" ucap Daffi menggendong keponakanya
"Om aku bukan anak kecil, turun, turun om" teriak Cleo sampai menjauh dari mereka semua.
"Baiklah kalian lanjutkan rencana making baby-nya, Shandy ayo ikut kami"ajak Daffa berjalan ke sisi sudut taman bermain tersebut.
"Mas, aku beneran gak bilang loh" ucap Agatha terbantah-bantah
__ADS_1
"Apa kau tak mau punya satu seperti Cleo??" tanya Willy berbeda dari reaksi yang Agatha perkirakan
"Mas???"
"Nanti setelah semua selesai kita buat yang lebih imut dari Cleo ya" ucap Willy mengecup kening istrinya lalu menyusul Daffa
Agatha melongo bengong, dengkulnya bergetar dan ia mencari bangku dan duduk
"Apakah dia masih mas Willy yang ku kenal???
mengapa sikapnya sekarang berbeda???
Apa ini karena....
Ya Tuhan nenek buyut, I Love you" teriak Agatha tiba-tiba membuat pengunjung lain menatap kearahnya dengan pandangan aneh
"Kalau aku tahu mas Willy bisa imut gitu, aku seharusnya melakukan itu sejak dulu" ucap Agtha tersenyum bahagia sambil melompat kecil
"Kamu kenapa Tante??? belajar jadi abege ya??" tanya seseorang membuat Agatha yang sedang kegirangan terkejut dan menoleh
"Eh Willy, Davina" ucap Agatha cengengesan malu
"Kakak sehat???" tanya Tian menempelkan tangannya di kening Agtha
"See..sehat, sehat"
"Lagaknya kaya abege lagi jatuh cintrong, malu sama umur" celetuk Davina merusak suasana hati Agatha.
"Emang abege tua gak boleh jatuh cinta apa???
Kalian kemana sih? datang aja telat,
"nyiram sawah???" tanya Tian Tan mengerti maksudnya, begitu juga Davina.
Tapi melihat senyum aneh di wajah Agatha Davina langsung mengerti
"Semua gara-gara kau" ucap Davina kesal
"Sayang itu om Willy dan kakak-kakak Ku DNA yang lainnya, kamu gabung aja sama mereka. aku sama Agatha mau ada urusan
Begitu sebastian pergi, Davina langsung melucuti dan nyerocos menjelaskan yang terjadi.
Agatha tak berhenti tertawa
"Kau menyalahkan ku, tapi kau suka kan"
"Tau ah, udah mana anakku?? kok gak kelihatan"
"Itu anakmu sama Daffi. kamu kasih makan apa anakmu itu?? mulutnya pedas dan beracun" ucap Agtha mengadu
"Kalah sama anak kecil??" ledek Davina tertawa bangga
"Mamaaaaa" teriak Cleo berlari kearah Davina dan memeluknya
"Sayangnya mama, mama kangen"
"Beneran ma?? kirain lupa mama di tawan papa di kamar" ucap Cleo membuat Davina tersendak Saliva nya sendiri
__ADS_1
"Hahaha mamam" ucap Agatha puas karena Davina kena mental anaknya sendiri
"tentu saja mama kangen dong. Gimana udah siap?? ingat dekat sama Tante Agatha ya?? kalau bahaya kamu menghindar, ok???"
"Siap bos" ucap Cleo dengan wajah imutnya.
"Marsya mendekat, kau ambil posisi " ucap Agatha yang mendapat kabar anak buahnya jika Marsha sudah di lokasi.
Satu jam kemudian
Marsha terlihat sedang menemani Cleo bermain, Davina memantau dari sebuah ruangan dengan Sebastian.
sementra semua orang tersebar di area bermain itu
Nampak seorang wanita cantik mendekati Cleo dan memberikan Cleo sesuatu.
Tubuh Sebastian menegang, ia sepertinya mengenali wanita asing tersebut.
"Mas kamu, kamu kenal??" tanya Davina mengerutkan keningnya
"Dia sahabatku yang sudah lama hilang"
Davina terlihat berpikir keras, mencoba menarik benang merah dari semua kejadian yang seperti benang kusut ini
"Apa kau pernah menjadi kekasihnya???"
"Dia sahabatku sayang" ucap Tian tertawa
Suaminya tak berbohong, Davina hanya menyimpulkan jika semua adalah dendam yang berlatar belakangi oleh dendam wanita karena cemburu, tapi mengapa baru sekarang??? dan targetnya cleo
"Ringkus" ucap Davina membuat semua team langsung bergerak.
satu persatu tumbang oleh wanita itu, ia memiliki beladiri yang oke.
"Cleo pingsan" teriak Marsha yang juga terkejut kenapa banyak orang berkelahi melawan dua orang wanita dan pria.
Marsha ingat pria itu ya g membuntutinya beberapa hari belakang ini.
Davina dan Sebastian langsung berlari keluar, sementara Agatha yng panik merasa kecolongan, bukan kecelakaan lagi yang di rencanakan wanita itu, tapi racun.
Lily tanpa komando datang dengan peralatan ya, ia langsung memeriksa Cleo, ia memberi kode untuk ambulance datang
"Lilly bagaimana putriku huhuhu"
"Dia sudah melewati kritisnya, racunnya sudah ku menetralkan. beruntung aku tahu racun itu dari sisa jarum suntik" ucap Lily yang memegang sebuah alat suntik sebagai bukti.
"kita kerumah sakit" ucap Lilly langsung bergegas membawa Cleo naik ambulance, Sebastian mengikuti Lilly masuk
"Ringkus keduanya dan jangan biarkan mereka kabur atau bunuh diri.
Jika kalian gagal tak usah lagi bekerja denganku" teriak Davina penuh emosi lalu naik ke dalam ambulance
"Sayang maafkan mama" Isak Davina memegangi tangan cleo
"Sayang Cleo baik-baik saja. Lily sudah memberikan obat penawar" ucap sebastian Menenangkan istrinya. ia juga panik, namun melihat wajah tenang Lily ia bisa yakin jika Lily bisa mengatasinya.
Jika ia panik dan Davina panik malah akan memperkeruh keadaan
__ADS_1
"Maafkan aku mas, Cleo begini"
"Yang penting Cleo tidak apa-apa. Dan pelakunya di tangkap" ucap sebastian mengepalkan tangannya marah.