Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Kebencian Alexandra Liona


__ADS_3

Alexandra tertawa terbahak-bahak, namun ada kesedihan dan kehampaan di tawanya


"Cinta?????


Dia tidak pernah tahu aku mencintainya, aku mencintai Sebastian, sangat mencintainya, tapi dia tidak.


Bukan salah dia tak tahu" ucap Alexandra dengan wajah sendu


"Tapi kini aku membencinya, sangat membencinya. Dia bajingan biadap huhuhu" teriak Alexandra sambil menangis dengan raut wajah penuh kebencian.


Wajah yang tadinya lembut penuh cinta saat menyebut Tian kini berubah sangat menyeramkan, mata Alexandra merah sepertu binatang buas yang ingin membunuh Tian


"Apa?? mengapa ???" tanya Gabby bergidik melihat ekspresi Alexandra


"Mengapa??? kau sahabatnya tak tahu???


Dia pria yang menyeramkan, pembunuh berdarah dingin, bajingaaaaaannn" teriak Alexandra lepas kontrol, ia meraung menangis dan menendang meja di depannya, Gabby dengan sigap lompat ke samping, jika saja ia berada di depan Alexandra bisa di pastikan tulang rusuk Gabby pasti patah melihat kekuatan yang di keluarkan mampu membuat meja kayu di depannya patah


"Liona, tenang kan dirimu"


"Ketenangan ku sudah mati, Liona yang dulu sudah mati pergi bersama harapanku yang tersisa.


Aku bukan Liona yang dulu" ucap Alexandra Liona dingin, senyum sinis dan dingin terpancar dari wajah cantiknya.


Tak ada yang berubah pada wajah wanita cantik itu, hanya ekspresi dan tatapannya yang berubah, Gabby menyadari jika dia Liona yang berbeda walau orang yang sama


"Liona, please kendalikan dirimu, aku akan membantumu jika benar kamu ..."


Alexandra tertawa tapi air mata menetes dari sudut matanya, Davina tertegun.


Wanita yang tertawa tapi air mata keluar dari pelupuk matanya pasti sudah terluka begitu dalam.


Sebenarnya apa yang di lakukan Tian pada wanita cantik itu????


Davina melirik suaminya, ekspresi Sebastian sulit di tebak.


"Kau ingin membantuku dengan apa???


aku sangsi kau bisa" ucap Liona sinis


"Aku akan melakukan apapun, jadi please tenangkan dirimu. kita bisa bicara dari hati ke hati"


tawa Liona menggelegar, ia seperti mendengar lelucon lucu saja


"Dari hati ke hati??? bulshit....


karena kau bilang mau membantuku maka....


Bunuh Marsha dan Sebastian untukku" ucap Liona penuh kebencian.


Melihat Gabby yang terkejut dan hanya diam,


tawa mengejek Liona terdengar


"Kenapa?? gak sanggup kan??? yang satu adalah saudara angkatnya dan yang satunya mantan istrinya, walau kau gak suka, kau gak bisa mengangkat tangan padanya karena anak kecil itu" ucap Liona


"Mengapa kau harus menyakiti Cleo, dia hanya anak kecil"


"Kenapa??? kau tanya kenapa???

__ADS_1


kenapa kau tidak tanyakan pada mereka berdua?


mereka sudah menyakitiku lebih dulu"


Davina mengetuk meja di depannya, hatinya gundah gulana, apakah suaminya bisa menyakiti seorang wanita sedalam itu???


Apakah Davina yang belum mengenal dengan baik Sebastian.


"Percaya pada suamimu" ucap Oscar lirih menepuk bahu Davina.


Davina menoleh tak percaya jika pria tengil di sampingnya bisa bijaksana juga, sementara Sebastian terpaku menatap liona dan Gabby di ruangan sebelah mereka, sulit mengartikan arti tatapan Tian


"Kau temannya"


"Aku berbicara sebagai teman sekaligus pria.


Bukan salah Tian jika dia tak mencintai Liona, hati tak bisa di paksa" ucap Oscar dengan senyum tipis


Oscar juga merasa miris, dia memiliki kehidupan percintaan yang buruk, tapi di depannya sungguh pelik.


Siapa yang menduga Alexandra menyukai Tian, mereka mengira jika Alexandra menyukai Gabby karena ia terlihat menempel pada Gabby kemanapun Gabby pergi.


"Ya, cinta tak bisa di paksakan, tapi tatapan Tian...


Apakah sebenarnya Tian mencintai wanita itu???


Betapa sakitnya aku melihat tatapan Tian terus tertuju pada wanita itu" gumam Davina dalam hati


"Mas, pergilah temui wanita itu" ucap Davina lirih namun Sebastian tetap diam


"Mas...."


"Ah iya sayang" ucap Sebastian yang seakan kembali dari lamunannya


"Aku tidak mau, Jika harus pergi maka denganmu.


Lagi pula Liona bukan siapa-siapaku" ucap Tian datar


"Mas Tapi dia mencintaimu, sekaligus membencimu"


"Apa tak bisa membalas perasaan orang membuat aku harus bersalah???


Sayang bagiku cuma kamu wanitaku, permaisuri hatiku, aku tak mau ada kesalahpahaman jika aku kesana.


Itu hak Liona membenciku atau apapun, yang jelas seingat ku aku tak pernah menyakitinya"


"Apa loe yakin bro?"


"Sangat, " ucap Tian penuh keyakinan.


Oscar melirik ke arah Davina yang terlihat masih ragu.


"Manusia tak luput dari kekhilafan,


Semua kejadian ini berkaitan dengan kamu, Marsha dan wanita itu. Mas harus kesana mau atau tidak mau, demi keluarga kita.


apa mas mau wanita itu berbuat lebih tanpa tahu penyebabnya???" tanya Davina membuat sebastian tertegun


"Panggil Marsha masuk, aku yakin kunci permasalahan pada wanita itu" ucap Oscar

__ADS_1


"Baiklah bawa Marsha masuk" ucap Davina memberi komando.


Marsha di bawa ke ruangan interogasi dengan mata tertutup, ia terus memberontak dan mencakar membuat anak buah Davina mengikatnya


"Lepasin, ini penculikan" teriak Marsha saat memasuki ruangan tersebut


Liona yang sedang berbicara dengan Gabby langsung terdiam dan bangkit


"Wanita ******" teriak Liona membuat Marsha yang sedang memakai dan meronta terdiam


saat mata Marsha di buka, ia malah terdiam dan mundur beberapa langkah, wajahnya pucat pasi seperti melihat hantu saja


"Bawa aku keluar dari ruangan ini, wanita ini gila" ucap Marsha ketakutan


Gabby yang melihat reaksi Marsha mengerutkan alisnya


"Aku akan membunuhmu disini" teriak Liona, ia langsung menerjang Marsha, Marsha jatuh terjelembab, menerima tendangan dan pukulan Liona walau anak buah davina sudah berusaha melerai namun sia-sia.


Liona seperti kerasukan setan membabi buta memukuli Marsha hingga babak belur, rambut Marsha sampai botak karena di tarik oleh Liona.


Darah keluar dari kulit rambut Marsha


"Aku mohon selamatkan aku, wanita ini sudah tidak waras" ucap Marsha yang kini babak belur.


Tian, Oscar dan Davina lngsung menuju ruangan interogasi. Shandy turun tangan meringkus Liona di bantu Agatha


"Lepasin, gue harus membunuh wanita setan itu" teriak Liona masih meronta. Davina menatap agatha, kemudian Agata memberi komando pada seseorang maju dan menyuntikan sesuatu, Liona terkejut


"Kalian....." liona tak sadarkan diri, Davina sengaja memberikan obat bius pada Liona, interogasi hari ini sampai disini.


"Apa yang kau lakukan??"teriak Gabby sambil memegangi tubuh Liona


"Jangan khawatir dia hanya pingsan" ucap Davina datar


Setelah Liona di bawa ke ruangan sebelah mereka, kini tinggal Davina dan Agatha serta Shandy


"Kalian terlihat tidak terkejut, apa kalian sudah tahu jika..."


"Maafkan kami, kami hanya khawatir berita itu gak valid, jadi kamu hanya bisa menemukan bukti langsung.


Sebastian memang tak menyukai Alexandra, dia juga bersikap wajar saja" Davina menghela nafas, walau belum sepenuhnya lega. Ada yang mengganjal di hatinya


"Anak, ya tadi dia menyebutkan anak.


Apa kalian...."


"Lilly memakai koneksinya mencari tahu, wanita itu pernah melahirkan seorang anak perempuan, tapi meninggal dunia" ucap Agatha


"Ada yang janggal, jika meninggal dunia mengapa menyalahkan Tian??? mungkin kalau Marsha bisa jadi adalah penyebab nya tapi Tian??" gumam Shandy membuat Davina tersadar.


"Dimana Cleo???"


"Masih di rumah sakit"


**seperti janji author ya, hari ini author upload dua chapter, ya walau belum ada yang menebak spesifik.


tapi author senang respon positif kalian semua.


jangan lupa like ya hehehe

__ADS_1


enjoy


pooh**


__ADS_2