Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Menjenguk Cleo


__ADS_3

Empat mobil sport berhenti di lobby rumah sakit, tentu saja menjadi pusat perhatian mendadak para pengunjung rumah sakit, tak terkecuali para suster dan perawat yang penasaran.


Sebelum jalan Sebastian mengabarkan istrinya jika ia dan dua sahabatnya serta Panji akan kerumah sakit menjenguk Cleo.


Davina meminta suaminya langsung ke depan lobby saja dan langsung masuk ke dalam rumah sakit, karena makan ada anak buahnya yang akan memarkirkan mobil mereka.


Dan benar saja saat Tian dan kawan-kawannya datang, empat orang anak buah Davina sudah menunggu kedatangan Tian


"Selamat datang pa Sebastian, saya di minta oleh ibu untuk memarkirkan kendaraan anda dan teman-teman anda" ucap Lilly


"Bro kasih Lily semua kunci mobil kalian, biar dia dan rekanya yang mengurus mobil kita" ucap Tian


"Hai Lilly salam kenal" goda Oscar membuat Sebastian menepuk keningnya kesal.


Buaya latin ini memang selalu tebar jaring di mana-mana


Namun Lily hanya mengangguk dengan wajah datar


"Mam*US loe bro, enak kan di cuekin" Goda Panji yang sudah mengenal Lily, salah atu anak buah Davina


"Gue rasa dia katarak karena mengabaikan cowok setampan gue" ucap Oscar membuat ketiga sahabatnya hanya bisa menggelengkan kepala


"Maaf Lilly, kawan saya ini agak..." ucap Panji sambil membentuk garis kurang di keningnya.


Lily tersenyum pada Panji dan mengangguk.


"Saya tahu" ucap Lilly membuat Panji , Gabby dan Tian tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha tuh cewe aj tahu loe kurang bro"


"Saiton loe pada" ucap Oscar lalu mengikuti Tian masuk ke dalam rumah sakit.


Oscar menoleh kebelakang melihat Lily lagi, wanita itu benar-benar tidak mengindahkan seorang Oscar Vidal


"Jangan kaget, anak buah istrinya Tian cakep semua, bening-bening kaya porselin, tapi susah di taklukkan" ucap Panji memberi informasi


"Jangan ember Panji, loe mau kena Smash bini gue???" tanya Tian menakuti Panji, tapi bukan Panji namanya kalau gak bisa balas perkataan Tian


"Mau dong di smart pipi gue" ucap Panji membuat Oscar dan Gabriel tertawa


"Gila loe bini teman mau di embat"


"Bini gue juga ogah kali sama Panji" ucap Tia.


Panji hanya mengangkat bahu santai.


sepanjang perjalanan mereka menuju ruang perawatan Cleo, mereka menjadi pusat perhatian karena ketampanan Wajah mereka.


Baik suster, perawat ataupun dokter juga ikut kepo melihat ke kedatangan mereka.

__ADS_1


Mereka seperti foto model yang sedang berjalan.


Panji, dan Oscar bahkan melambaikan tangan layaknya artis membuat Gabby dan Tian menepuk kening mereka dan kesal karena kedua sahabatnya. itu tak tahu malu.


" Sore Pak Tian, saya di minta ibu mengawal kalian sampai ruangan nona muda" ucap Seorang bodyguard berbadan besar menyapa Tian


"Gila loe bro, sejak kapan loe punya bodyguard???" tanya Gabby setengah berbisik karena penasaran.


Dia bukan orang yang awam dalam dunia bela diri, bisa di bilangan sejak memasuki rumah sakit, Gabby melihat empat orang yang menyambut mereka, terlihat ahli bela diri, tak terkecuali Lily.


Lalu pria di depannya ini memiliki postur tubuh binaragawan, dari gerakannya bisa di pastikan jika sudah master di bela diri.


"Baik, terima kasih" ucap Tian. Pria itu dengan sopan mempersilahkan Tian dan para sahabatnya untuk masuk ke dalam lift.


Ruang perawatan Cleo berada di lantai paling atas rumah sakit tersebut, dimana juga terdapat kantor Davina.


Lantai tersebut di khususkan hanya untuk keluarga benedito atau Baskoro.


"Apa istri saya ada di kamar putri saya?" tanya Tian memecah kesunyian


"Ibu sedang keluar sebentar dengan dokter Sean.


Ini membahas pengobatan nona muda junior" ucap Pria itu sopan


"Baik pak terima kasih" ucap Tian yang di balas anggukan sopan pria tersebut.


Mereka akhirnya sampai di ruangan Cleo, terdengar tawa Cleo dari luar ruangan


"Sebastian membuka pintu dan melihat putrinya sedang asik bercanda dengan kedua adik iparnya


"Assalamu'alaikum, eh ada mama dan si kembar" sapa Tian lngsung menyalami mama mertuanya


dan si kembar Dina dan Dira juga langsung Salim pada Tian


"Wa'alaikum salam" jawab semua orang


"Ma, kenalkan ini sahabat Tian, ini Gabriel, yang tu Oscar dan ini Panji aman udah kenal kan"


"Hallo aku mama nya Tian" ucap Ayudia berjabat tangan satu persatu dengan sahabat menantunya


"Mama nya Tian cakep bener, gak salah nih???" tanya Gabby yang langsung mendapat sikutan keras dari Panji, terlihat Ayudia hanya tersenyum.


"Dira, Dina kenalkan ini sahabat kakak" ucap Tian memperkenalkan adik iparnya pada kedua sahabatnya


"Hai cantik apa kabar" tanya Panji tak takut mati berani menggoda Dina dan Dira di depan mamanya


"Ehem ehem" ucap Ayudia berdehem


"Cari mati loe" ucap Tian melotot ke arah Panji

__ADS_1


ketiganya lalu mendekati Cleo dan satu persatu memberikan barang bawaannya pada Cleo


"Terima kasih uncle OS uncle Gabby dan uncle Jawa" ucap Cleo tersenyum manis


"Kok om Panji di panggil Uncle Jawa si sayang?" tanya Oscar bingung


"Karena dia kan anak Jawa yang di buang ke Jakarta, biar selalu ingat kalau dia bukan orang sini" ucap Cleo asal membuat semua orang melongo lalu tawa mereka semua pecah, sementara Panji hanya bisa nyengir.


Ia sudah hapal bener tabiat anak sahabatnya itu.


Ia menyayangi Cleo seperti keponakanya sendiri


"Dasar nih si centil bisa aja" ucap Panji mengacak acak rambut Cleo gemas


"uncle Panji, kepala Cleo kan cidera, sakit tahu" ucap Cleo membuat Panji langsung menarik tangannya terkejut.


"Maaf uncle lupa, habis kamu lucu dan gemesin banget sih"


"Cleo bukan badut jadi gak lucu" protes Cleo membuat semua nya tersenyum mendengar perkataan Cleo


"Ma, Davina sudah sejak tadi perginya kah??" tanya Tian


"Eum baru setengah jam yang lalu kok"


"Mama pergi sama Tante genit satunya" ucap Cleo yang asik mengunyah jeruk


"Agatha" terang Ayu pada menantu nya


"Sayang, gak baik.panggil.orang begitu ya, Gak sopan" ucap Sebastian mengingatkan.


"Baik pa, maafkan Cleo"


"Jangan di ulang ya sayang" Cleo mengangguk.


"Bro, gue mau cari sesuatu dulu ya, ada yang mau nitip??"


"Gue latte, ngantuk berat" jawab Gabby


"Idem" saut Sebastian dan Panji


"Tante sama Dira dan Dina mau apa??"


"Enggak usah nak, bentar lagi mama dan si kembar pulang kok"


"Kalau begitu gue cabut dulu bro" ucap Oscar langsung berjalan keluar.


Di depan lift Panji berpapasan dengan Tiga orang wanita cantik, salah satunya walau sudah seusia dengan nya namun masih sangat terlihat cantik dan masih memiliki body ok, seorang lagi berwajah Asia namun cantik alami, sementara di sebelahnya....


Oscar melongo tak percaya, wanita ini, wanita yang selama ini ia cari!!!!

__ADS_1


"Dia wanita itu!!!!!" gumam Oscar lirih


__ADS_2