
Davina menelan Saliva nya dengan susah payah, ia menghela nafas panjang dan menghembuskan ya perlahan, serasa berdoa pada Tuhan agar kupingnya dan hatinya di beri kekuatan.
Davina menguatkan hatinya untuk menerima Omelan mamanya, bagaimanapun dia bersalah karena meninggalkan Cleo terlalu lama di rumah sakit, apapun alasannya!!!!
"Ma...mama..." panggil Davina lirih
"Ini..." ucap Ayudia menyodorkan syal yang ia pakai.
beruntung ia memakai syal di bahunya sebagai pemanis
"Untuk apa ma??" tanya Davina menatap bingung Ayudia. Ayudia tak menjawab malah menghela nafas membuat Davina makin bingung
Ia lalu membuka tas nya mencari sesuatu
"Aku sudah besar ma, aku bisa cari uang sendiri.
Lagian sekarang kan ada mas Tian suamiku" ucap Davina memamerkan deretan giginya yang putih membuat Ayudia menatap kesal anaknya
Ia maju mendekati Davina membuat Davina mundur dua langkah
"Ma, aku tahu aku salah karena meninggalkan Cleo lama, tapi itu karena aku beneran meeting dadakan" ucap Davina meringis
"TUK"
Ayudia menyentil kening putrinya
"Mamaaaaa" Davina terkejut karena mamanya menyentil nya,
"Apa????"
"Aku bukan anak kecil ma, aku sekarang seorang ibu, bagaimana jika Cleo melihat mama menyentil ku??? mu di taruh di mana wajahku????" protes Davina kesal
"Mama tanya kamu meeting apa meeting yang lain dengan Tian???" tanya Ayudia menyipitkan matanya
"Meeting sih...." ucap Davina lirih hampir tak terdengar
"Kamu di rumah ada kaca??? maksud mama di kamar Tian ada kaca kan???" tanya Ayudia kesal.
putrinya memang super jenius, namun se jeniusnya orang pasti punya sisi lemahnya, contohnya Davina.
Davina terlalu lugu untuk urusan dirinya sendiri dan percintaan. Selama ini hidupnya cuma di dedikasikan untuk karier dan pendidikan.
Sehingga waktu mengenal Marcel dan pria itu memberi perhatian lebih pada Davina, Davina langsung bertekuk lutut pada Marcel.
"Pu..punya ma, kenapa???" tanya Davina terbanta-bantah
"Kalau punya nih liat" ucap Ayudia menyodorkan Compact powder ke arah Davina
"Oh hehehe aku tadi mandi kilat ma, aku gak make up" ucap Davina cengengesan
"Bukaaa" ucap Ayudia malas
"Iya, iya, tinggal buka aja gak usah bentak sih ma" gerutu Davina membuka Compact powder milik mamanya, Davina memperhatikan matanya, tidak da kotoran mata, lalu alis, dia tak perlu pensil alis untuk menggambar karena alisnya lebat dan berbentuk.
lalu kenapa mamanya meminta ia membuka benda ini???
"Kantung mata???" tanya Davina dalam hati
"Owh kantung mata ya ma???
ini karena Davina kurang tidur jaga Cleo ma" ucap Davina tersenyum manis.
Ayudia menepuk keningnya frustasi. putrinya bodoh atau apa???
__ADS_1
Ayudia sudah habis kesabaran ia mengarahkan kaca tersebut ke leher jenjang putrinya
"Astagfirullah......" pekik Davina yang langsung di bekap Ayudia sambil mengangguk angguk
"Sudah lihat???
jadi apa kesalahanmu???" tanya Ayudia
"Ini, itu.... anu....
Aku gak lihat ma" ucap Davina dengan wajah Semerah tomat matang, ia langsung memakai syal yang di berikan oleh mamanya
"Jadi masih mau bilang meeting???? atau...."
"Maaf ma kami ke kebablasan" ucap Davina menunduk malu
"Cih dasar pengantin baru.
Mama tahu kalian lagi hot-hot nya, tapi bisa kendalikan diri atau setidaknya main cantik.
kau lihat lehermu???
Astaga Davina, Apa kau tidak merasa aneh saat orang melihatmu dengan... "
"Ada apa sih ma???
siang-siang memarahi Davina"tanya Arjuna yang tiba-tiba berada di belakang mereka
"Lihat tuh pa Davina banyak stempel Tian malah di pajang, bikin malu" adu Ayudia pada suaminya.
ia mencium punggung tangan Arjuna namun mulutnya tetap menyerocos
"Hahaha good job nak, Buatkan papa cucu secepatnya ya?? kalau perlu kembar juga dua kah, tiga kah, pokoknya secepatnya lah.
"Ih papa memalukan" ucap Davina dengan wajah merah karena malu mendengar perkataan papanya sendiri
"Dasar pria mesum, kau pikir anakmu mesin pembuat anak????" ucap Ayudia kesal karena pikiran suaminya sama persis dengan kakek nya, apa penyakit mesum itu menular?????
"Mama marah-marah mau juga papa buatkan stempel??? apa mama mau nambah koloni??" goda Arjuna menaik turunkan alisnya
"Papa....
gak tahu malu" ucap Davina dan Ayudia bersamaan.
"Kamu mau kemana nak??? mama belum selesai bicara" panggil Ayudia yang melihat putrinya berjalan meninggalkan mereka.
"Kalian selesaikan aja urusan pribadi kalian.
Ma, pa, aku gak mau mengakui adik jika kalian punya lagi, memalukan"
"Mama belum selesai sama kamu Davina"
"Iya, iya Davina tahu, aku mau obati sekarang" ucap Davina melambaikan tangan tanpa menoleh ke arah kedua orangtuanya.
Davina menggelengkan kepalanya, ia merasa kepalanya berdenyut.
Mengapa keluarga nya dari kakek sama papanya berfikiran mesum, dan mungkin gerombolan itu akan bertambah satu lagi, siapa lagi jika bukan Sebastian suaminya.
"Bukan itu sayang" teriak Ayudia membuat langkah kaki Davina berhenti
"Apa lagi sih ma??" tanya Davina kembali berjalan dengan malas mendekati Ayudia, bisa berabe jika ada yang dengar masalah kasurnya di publikasikan mamanya.
"semangat buat anaknya ya sayang, mama udah gak sabar gendong cucu" ucap Ayudia dengan senyum menggoda
__ADS_1
"Mamaaaa, mama sama seperti papa, menyebalkan" ucap Davina menghentakkan kakinya kesal lalu berjalan cepat menjauh. Davina mendengar tawa kedua orangtuanya.
Davina kini memiliki mood buruk, pertama karena Tian dan kedua karena kedua orangtuanya.
Davina bukan kembali ke ruang perawatan Cleo, ia menuju ke kantornya. beruntung terakhir kali Tian meninggalkan kissMark dia membuat sebuah obat oles untuk memudahkan luka memar dengan cepat. Davina segera mengoleskannya.
Butuh setidaknya satu hari hingga bekas stempel kepemilikan Tian hilang.
Davina segera menelpon suaminya, ia harus menumpahkan kekesalannya pada Tian, ini semua lagi-lagi karena Tian ia di permalukan.
Namun sudah tiga kali panggilan, Tian tak juga menganggap ponselnya.
akhirnya Davina hanya bisa kesal dan kembali ke ruang perawatan Cleo.
Walau malas ia harus kembali daripada kena semprot mamanya lagi.
Sementara di perusahaan Baskoro Corp
Sebastian terlihat sedang meeting dengan beberapa clien. ponselnya dalam mode silent dan di tinggal di kantornya. Ia harus profesional dalam pekerjaan, apalagi sekarang ia adalah pemimpin tertinggi sekaligus pemilik Baskoro corp dan Stchow Corp, dua perusahaan yang ia marger jadi satu.
Setelah selesai meeting mereka melanjutkan acara santai coffee break.
Kebetulan client nya kali ini adalah salah satu sahabat Sebastian saat ia kuliah dulu, pria blasteran Mediterania bernama Gabriel
Sebastian memiliki dua sahabat lagi, yaitu Oscar Vidal berkebangsaan Spanyol, dan Andy pria keturunan China yang menetap di Inggris, pria ini pula yang berselingkuh dengan Marsha dan kabur dengan istrinya itu, sahabat yang makan sahabat.
Sebenarnya ada satu lagi sahabat mereka seorang wanita berkebangsaan Australia bernama Alexandra Leona, namun wanita itu menghilang tanpa kabar sebulan sebelum pernikahan Sebastian.
Sebastian dan kedua sahabatnya sudah mencari keberadaan Alexandra namun hasilnya nihil.
hingga tahun berganti tahun dan akhirnya mereka melupakan pencarian mereka karena kesibukan masing-masing.
"Jadi bro, kapan gue di kenalin sama istri baru loe???" tanya Oscar bersemangat
"Nanti, belum saat nya" ucap Sebastian sambil meneguk kopinya
"Jangan bilang loe takut istri loe naksir kita, ya kan Gaby???" goda Oscar yang terkenal humoris dan paling tampan diantara mereka bertiga.
"Bisa jadi" ucap Gabriel menimpali dan keduanya tertawa
"Enggak mungkin, di dalam mata istri gue cuma ada gue" ucap Sebastian dengan keyakinan tinggi.
"Jadi penasaran, denger-denger dia masih daun muda ya??" ucap Gabriel menatap Panji yang sejak tadi diam saja
"daun pucuk yang masih manis" seloroh Panji membuat Sebastian melotot kearah Panji.
Panji memang tak satu kampus dengan ketiga pria tajir di depannya, namun begitu mereka bertemu, keduanya langsung klop dengan Panji, sehingga setelah kehilangan sahabat mereka Andy, mereka mendapat sahabat lainya yang lebih bisa di percaya dan yang terpenting, sama gokilnya dengan mereka.
"Serius Ji??? wah gue jadi makin penasaran"
"Gue gak mau nunjukin istri gue sama serigala kaya kalian" ucap Sebastian membuat ketiganya tertawa
"Kami serigala kau apa?????"
"Dia biangnya hahahhaa,
kalian tahu, meeting pagi tadi tertunda karena biang serigala sedang nebar benih" ucap Panji yang membuat sebastian terbatuk-batuk.
Panji minta mulutnya di lakban dan di buang ke daerah kumuh!!!!!
"Wah, doyan apa dah lama gak buang benih bro" goda Oscar lalu ketiganya tertawa, sebastian hanya bisa tersenyum kecut.
Sial sekali hari ini ia menjadi bahan Bullyan para sahabatnya.
__ADS_1