
Denis menatap sedih kepergian papanya.ia masuk ke dalam terowongan rahasia menyusul Serge dan Dona serta beberapa anak buah nya.
setelah itu pintu kembali di tutup.
Tak akan datang tahu itu jalan rahasia.
Sayangnya Denis meremehkan robot cicak yang di tebar Daffa.
salah satunya menangkap momen Denis melarikan diri
"Denis dan Dona melarikan diri, lantai tiga" ucap Davina saat Bert melihat monitor.
"Menuju target" saut semua team
"Kini daffi dan Rose sudah berada di lantai empat, mereka yang terdekat karena papanya Denis dan anggotanya menghadang penyusup dari bawah.
Mereka tak tahu jika dari atas Daffi dan Rose sudah menghabiskan semua anak buahnya.
Hanya beberapa penjaga dan semua bisa diatasi oleh team Daffi dan Rose.
mereka lalu mengikuti instruksi dari Davina.
sebuah pulpen menjadi kunci terbukanya dinding di belakang mereka.
Rose dan Daffa langsung bergerak masuk dengan hati-hati.
seperti dugaan mereka, tempat ini penuh jebakan juga.
beberapa anggota militer yang ikut dengan mereka tewas terkena jebakan.
untungnya team Davina bisa berada di situasi ini.
ruangan penuh jebakan.
"Tetap di belakangku, aku yang akan membimbing kalian" ucap Rose memakai kacamata deteksi yang di buat oleh Berto.
Dengan lincah Ros melewati satu persatu jebakan.
ia memandu semua orang melewatinya.
sampai mereka akhirnya berada di bawah.
mereka tak menemukan Dona maupun Denis dan antek-anteknya
"Lantai bawah clear tak ada tanda-tanda ular dan pengikutnya" lapor Rose meneliti tempat itu.
ia tak melihat jalan keluar
"Temukan batu yang mungkin terlihat aneh rose" perintah Davina.
Rose mulai meraba-raba dinding batu di depannya.
dan ....
Klik
terdengar bunyi sesuatu saat rose raba.
sebuah lubang terbuka tepat di depan Rose
"Tangga bawah tanah.
benar-benar tempat yang bagus" ucap Rose memuji design markas ini
__ADS_1
"Aku ingin melihat bangunan itu dari dekat setelah semua selesai" ucap Davina juga penasaran.
Rose memimpin turun terlebih dahulu, tangga itu melingkar kebawah, seperti mereka memasuki goa, makin dalam makin lembab dan terdengar suara gemericik air
Rose mempertajam pendengarannya
"Bunyi air, seperti nya kita berada di pinggir pantai, atau...."
"Didalam gua yang menghubungkan laut" ucap Davina mengerti maksud Rose
"Kirim berita pada jendral, mereka kabur melalui air.
bersihkan zona laut beberapa mil karena mereka berenang, itu asumsi ku" ucap Davina
Bert langsung menghubungi pusat komando militer. dan sang jendral langsung memberi perintah.
mereka tahu tak bisa keluar dengan kapal, mobil atau udara, jadi jalan satu-satunya mereka menyelam dan berenang ke titik jemput.
"Geledah kapal ikan, kapal wisata yang saat ini berada di laut dengan jarak yang memungkinkan mereka tempuh. Jendral aku yakin mereka menyelam dan berenang menuju sebuah kapal yang akan membawa mereka kabur"
"Sudah ku bersihkan sampai radius beberapa kilo meter" ucap sang jendral
Melihat dari monitor anak buahnya.
korban jatuh lebih banyak dari pihak militer
Sedangkan ank buah Davina seperti team elite khusus dalam militer yang memiliki jam terbang tinggi.
mereka sangat terlatih dan ahli.
Jendral sampai menghela nafas, tanpa permintaan Davina pun, ia akan merahasiakan dari publik jika orang sipil ikut dalam misi nya dan pasukannya kalah telak.
"Rose tak bisa menyelam dengan kondisi tangan terluka, ia meminta Daffi menggantikannya.
mereka berhasil melumpuhkan semua orang.
dan dalam baku tembak, pemimpin mereka mati.
pria itu di identifikasi sebagai ornagtua Denis.
"Rose bagaimana kondisinya???" tanya Lilly khawatir dengan anggotanya
"Aku baik, sayangnya aku tak bisa menyelam dalam kondisi" rose menatap tangannya yang di perban
"Kau sudah bekerja dengan baik, istirahatlah. Biar kami yang selesaikan" ucap Lilly sambil memberikan sebuah obat pada Rose
"Daffi, kau temani Lilly.
biar kami yang bereskan sisanya" perintah Daffa.
Daffi ingin protes namun melihat wajah Rose yang pucat ia tak tega
"Mereka melihat kepergian Daffa, Shandy, Berto dan Lilly.
rupanya alat selam mereka mutakhir.
bisa menambah kecepatan di air dengan sepatu renang khusus.
mereka langsung mengabarkan temuan ini pada Davina.
Tapi mereka belum tahu seberapa cepat dan seberapa jauh orang akan bisa berenang menggunakan alat ini.
Dan Daffa maupun Daffi tertarik pada tabung oksigen yang mereka gunakan.
__ADS_1
Keduanya tak pernah melihat ini, ini pertama kalinya mereka melihat model seperti ini, mungkin mereka akan dapat kejutan manis.
"Amankan barang ini, aku akan teliti" ucap Daffa memerintah anak buahnya
"Kita harus menyimpan ini" ucap Berto pada Daffa yang entah sejak kapan kompak
"Apa kau tertarik juga??" tanya Daffa menatap Berto
"Tentu saja bro, ini membuat darahku memanas seperti melihat kekasih" ucap Berto membuat perumpamaan aneh membuat Daffa menggeleng
"Terserah kau, ini akan menjadi proyek kita selanjutnya" seringai Daffa lalu keduanya masuk ke dalam air.
"Tentu" ucap Berto hanya mengacungkan jempolnya di dalam air.
Keduanya lalu melesat cepat di bawah air.
Daffa sampai harus menyesuaikan penglihatannya.
rupanya kacamata renang itu juga di lengkapi alat canggih
"Pencet tombol di samping kanan kalian, itu untuk kacamata renang dalam mode luncur" ucap Daffa pada semua orang yang menyelam
Daffa melihat jam di pergelangan tangannya, jam itu mengikut waktu kecepatan dan jarak.
ia berdecak kagum.
"Alat ini luar biasa" ucap Daffa
"Kau benar bro, kita sudah menempuh jarak beberapa kilometer hanya dalam waktu sepuluh menit, sepertinya tujuan Deni dan Dona meleset dari perkiraan kita bos" ucap Lilly pada Davina
"Sial, aku hanya memprediksi berdasarkan alat tenang sederhana, mana aku tahu mereka memiliki sesuatu yang keren begitu" maki Davina di ujung sana
Setelah beberapa menit perjalanan, di kejauhan mereka melihat sebuah kapal layar mewah
"Bagaimana menghentikan ini??" tanya Lilly panik karena dia paling depan dan hampir menabrak kapal layar mewah tersebut
"Ah ****, aku hampir koit, gak lucu kan aku menabrak speed" gerutu Lilly.
Salah dia sendiri tak membaca dan memeriksa perlengkapan yang ia pakai.
"Tekan tombol di sebelah kanan tabung
beruntung Daffa orang yang selalu teliti dalam berbagai hal.
mereka masih dalam mode menyelam, mengamati dari dalam air.
" Lilly tak bisa naik , Aku juga tak mungkin karena Denis dan Dona mengenaliku.
sedang Shandy kau.... terlalu mencurigakan" ucap Berto membuat Shandy mendengus
"Mencurigakan gimana, sial kau bertolin" ucap Shandy meledek nama Berto menjadi merk dagang minyak zaitun
"Tak meyakinkan hahaha" ketiganya lalu tertawa
"Aku akan naik dan membaur dengan tamu kapal ini
Pastikan kalian juga naik dan sembunyi-sembunyi menatap keberadaan dua manusia Dajjal itu" ucap Daffa lalu membuka alat selamnya, ia menjatuhkan alat pemancar pencarian agar mereka bisa mengetahui posisi Daffa
Daffa menaiki kapal memanfaatkan tali pelampung, ia meloncat masuk
"Hei siapa kau???" pekik seorang pria berpakaian koki
.
__ADS_1