Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Pencarian


__ADS_3

Penangkapan Dona dan Denis bisa di bilang sukses berat, walau dari kedua pihak baik militer maupun anggota Davina terdapat korban, namun semuanya selamat dan Taka da korban jiwa.


Sementara Denis dan Dona di bawa ke rumah alit dengan penjagaan ketat, mereka menjalani operasi karena patah di beberapa bagian, diantara mereka berdua Dona yang paling parah menderita.


Rambut di kepalanya hampir botak karena di Jambak Lily, dan tulang rusuk Dina patah, serta tangannya.


Sementara Denis di bagian kakinya dan juga tulang rusuknya retak akibat Lilly.


Davina menghela nafas mendapat laporan dari Shandy


Ia juga memahami kekesalan dari Lilly


"Pastikan keduanya bisa di operasi, setidaknya mereka bisa terus hidup sambil menjalani hukuman mereka" ucap Davina menghela nafas.


"Ya, tapi mereka di beri bius yang takarannya kurang dari biasa yang di berikan pada pasien operasi"


"Maksud mu???" tanya Davina bingung


"Rumah sakit itu sengaja menyiksa Denis dan Dona yang mereka nilai musuh negara" ucap Shandy kini gantian yang menggeleng, sedangkan Davina melongo sambil menutup mulutnya


"Kejam, tapi itu karma yang mereka harus tanggung


Salah mereka sendiri memiliki obsesi gila.


Bermain api besar akhirnya terbakar hingga habis.


Mereka bisa di bilang penjahat negara.


Aku yakin hukuman paling ringan seumur hidup dan yang paling berat eksekusi mati" ucap Davina


"Itulah manusia yang gila harta tahta dan kekuasaan.


tanpa memikirkan resiko yang di terimanya" timpal Shandy


"Mereka jelas tahu resikonya, hanya saja mereka buta!!!!!" timpal Davina


Shandy mengangguk


"Aku setuju denganmu sis"


"Lalu bagaimana dengan rose, bagaiman cideranya???" tanya Davina teringat rose


"Wanita mungil itu????


kau tahu dia Harley Quinn, sakit pun tingkahnya masih gila. Dan yang paling anehnya, Kakak mu Daffi setia menungguinya walau habis-habisan di kerjai rose" ucap Shandy tertawa terkekeh


"Serius?????" Shandy mengangguk sebagai jawaban


"Sepertinya keluarga kita akan menggelar pernikahan beruntun hahahaha"


"Apa kau setuju Rose dengan Daffi???" tanya Shandy tak percaya


"Mungkin ini takdir Daffi" ucap Davina mengangkat bahunya


"Aku hanya memikirkan betapa malangnya dia hahahaha"


"Kau pikir Oscar tak malang, apa bedanya Rose dengan Lilly. mereka sama-sama kejam, hanya bedanya Rose ceria dan Lilly versi yang diam dan misterius"


"RIP untuk mereka berdua kalau begitu" ucap Shandy lalu keduanya tertawa terbahak-bahak


"Siapa yang mati???" tanya Lilly masuk dengan dokumen di tangannya

__ADS_1


"Owh itu, anu...." Davina menggaruk kepalanya.


Tiba-tiba otaknya blank


"Itu karir politik Miler.


Apa kau dapat sesuatu Lilly?" tanya Shandy sengaja mengalihkan pembicaraan


"Sejauh ini yang ku tahu istri dan anak jendral masih hidup.


merek aberpindah-pindhabtempat dan kemungkinan berganti nama."


"Cari tahu nama istri jendral itu dan nama ibu dan ayah dari istrinya.


Telusuri dari sana" ucap Davina


"Masuk akal.


Merek tak mungkin memakai nama mereka atau nama keluarga sang jendral" timpal Lilly


"Benar, kita lacak dari kota kelahiran istrinya, mungkin kita akan mendapati sedikit petunjuk.


terutama keluarga nya.


tak mungkin ia membawa anaknya tanpa bantuan keluarganya" tambah Shandy


"Baik akan aku laksanakan," ucap Lilly berjalan keluar, namun saat melewati Shandy Lilly berhenti dan tersenyum


"Kalian sedang membicarakan aku kan????


"Bu...bukan, kau terlalu berimajinasi tinggi" sangkal Shandy lalu Lilly kembali meneruskan langkahnya


"Hampir aku di eksekusi ratu racun, terakhir kali ia mengerjai ku gatak-gatal sampai seminggu.


aku sampai bokek di kuras Rose, kau pikir saja wanita itu minta peralatan make up satu set yang berwarna pink!!!!"


"Hahaha " Davina puas menertawai kemalangan Shandy


"Kenapa kau tak meminta padaku???"


"Kalau kau yang jelas aku gak makan setahun.


kau sama menyebalkan ya dengan duo racun itu" sungut Shandy membuat Davina makin terkekeh


"Sudahlah, aku dan Bruno mau membantu Lilly mencari keberadaan istri dan anak jendral itu, siapa tahu bisa jadi istri ke dua ku" ucap Shandy bercanda


"Kalau kau berani macam-macam di belakang Tante Sania, ku kebiri kau sampai tunas mu habis" ancam Davina membuat Shandy reflek menutupi bagian bawahnya dengan wajah menyeringai ngeri


"Sial, aku hanya bercanda" maki Shandy lalu berjalan pergi dengan menggerutu


Tak lama Daffa datang dengan Bert, mereka terlihat malu-malu. Daffa yang bisanya kaku terlihat tersenyum sambil mendorong kekasihnya masuk ke dalam ruangan Davina


"Hai sis, apa kita jalan sekarang???" tanya Daffa


"Hei ada apa dengan suaramu??? mengapa kakak ku ini manis sekali?


Bert apa yang kau beri padanya??? kenapa ia kini seperti manusia????


"Cih" gerutu Daffa kesal.


Sementara saudarinya dan Bert tertawa.

__ADS_1


apa yang berubah darinya???


perasaan ia biasa saja tak ada yang berubah???


"Aku memberi sedikit ramuan cinta, jadi dia lebih hidup" gurau Bert membuat Daffa mendelik


"Ya kan sayang???"


"Terserah kau saja, aku tunggu di mobil.


ternyata kalian jika bertemu membully ku" ucap Daffa merajuk membuat Davina makin terkekeh.


kenapa pria angkuh nan dingin yang ia kenal???


memang cinta membuat orang berubah.


Dan Davina senang perubahan Daffa positif.


Davina sudah mengabarkan hubungan Daffa. dan Bert pada keluarga besarnya.


dan diantara semuanya, kakek buyutnya yang paling heboh. Ia sampai meminta anak buahnya mencari informasi tentang Bert membuat Davina jengkel.


Tapi tak bisa juga marah, sebab mereka bukan keluarga biasa.


terlebih Daffa adalah cicit pertama keluarga Angelo, pewaris bisnis teknologi terbesar di dunia.


Sementara Davina mewarisi perusahaan perdagangan dan real estate, perusahan utama keluarga Benedito.


keduanya sama-sama perusahaan raksasa yang di miliki keluarga Benedito, hanya saja perusahaan yang akan di warisi oleh Daffa merupakan perusahaan yang di rintis sendiri oleh Angelo.


Dan untuk Daffi Angelo mewariskan perusahaan multimedia, di mana semua sumber berita, hiburan, dan juga segala sesuatu yang berhubungan dengan informasi dan juga berita, berada di bawahnya.


perusahaan itu Angelo dirikan belum terlalu lama, tapi omsetnya setara dengan kedua perusahaan lainnya.


Di samping itu Davina mewarisi perusahaan yang bergerak di bidang modeling milik nenek nya yaitu mama dari Ayudia.


Untuk si kembar, Angelo juga sudah menyiapkan dua perusahaan besar lainnya yang bergerak di bidang perhotelan dan pariwisata.


semua sudah dalam wasiat Angelo, sehingga wajar saja siapapun yang akan bergabung dalam keluarga besar mereka, sesuatu yang wajar yang biasa di lakukan para miliader.


Walau Davina tak suka dengan kebiasaan kuno itu, tapi ia tak mau menentang kakek buyutnya, sebagai rasa hormatnya pada sesepuhnya itu


"Bert, setelah semua selsai, aku akan meminta izin pada Paman Bernard untuk membawamu ke Indonesia.


mengenalkan mu pada keluarga besar ku"


Bert terlihat gelisah


"Kau tak perlu khawatir, keluarga ku masih makan nasi, bukan makan orang" seloroh Davina ingin mencairkan ketegangan Bert


"Semua makan nasi kecuali adikku, dia makan orang.


Jangan kau dekat-dekan dengan dua baby" ucap Daffa pada Bert.


Davina tersedak salivanya sendiri.


Sejak kapan kakaknya seromantis itu punya panggilan sayang pada Bert, sungguh dunia sudah berubah!!!!


"Cie baby, baby " ledek Davina.


Daffa hanya memutar bola.matanya malas.

__ADS_1


ia langsung mendorong Bert keluar, terlalu lama dekat Davina membuat darahnya mendidih


__ADS_2