Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Terkuak juga


__ADS_3

"Pakai aku, aku bersedia menjadi objek nya" ucapan seorang membuat Davina dan ketiga anak buahnya terkejut dan memandang ke arah suara tersebut


"Cleo????, apa maksudmu nak??" tanya Agatha terkejut melihat keponakannya tahu-tahu sudah berdiri di sampingnya


"Tante Agatha, aku bersedia menjadi objeknya, orang itu sudah dua kali mencelakaiku, aku juga tak bisa tenang"


"Sayang, kamu masih kecil"


"Aku targetnya ma" bantah Cleo


"Kalau bukan karena aku, mama gak mungkin cidera seperti ini, kalau bukan karena aku mama gak mungkin amnesia dan gak kenal aku.


Rasanya lebih sakit dari pada lukaku kemarin ma.


Aku rindu mama" ucap Cleo lirih di tengah Isak tangisnya


Deg


Jantung Davina berdetak keras, ia merasa seperti di tusuk jarum mendengar ucapan putri suaminya.


ya ia melupakan jika Cleo dan Tian adalah bagian dari hidupnya kini, ia lupa itu.


Tapi Davina tak mengabaikannya, hanya saja iaemamg tak tahu harus bersikap apa? ia merasa canggung.


Ternyata benar sikapnya justru menyakiti Cleo.


"Sayang, sini dekat mama.


Mama minta maaf ya?? mama memang belum mendapat ingatan mama lagi, tapi Cleo harus yakin, mama sayang Cleo" ucap Davina memeluk Cleo.


Entah mengapa Davina tak ingin melihat Cleo menangis, rasanya hatinya di remas-remas. mungkin saja ingatannya hilang tapi perasaanya tetap sama, ia menyayangi Cleo.


"Mamaaaaa huhuhu" Cleo makin kencang menangis, Davina dengan lembut menepuk punggung Cleo.


"Cleo tahu Cleo banyak nyusahin mama, maafin Cleo ya ma, tapi please jangan tinggalkan Cleo.


Cleo sayang mama, mama selamanya mamanya Cleo" ucap Cleo di sela tangisnya


Davina menitikkan air mata, ia mengangguk dan mencoba tersenyum. Dalam hati Davina berjanji akan membuat siapapun yang membuat keluarga kecilnya menderita akan mendapat balasan berkali-kali lipat pahitnya.


"Sayang, walau ingatan mama belum kembali, kamu harus percaya mama ya? mama syang banget sama Cleo tapi mama juga butuh waktu mencerna keadaan, mama gak bermaksud mengabaikan kamu sayang.


kamu gak erlu meminta maaf pada mama, kamu anak mama jadinsudha sewajarnya mama melindungi mu" ucap Davina menangkup wajah mungil putri sambungnya


" Cleo sayang mama"


"Mama juga" balas Davina menjawil hidung mancung Cleo.


"Maafkan Cleo karena sudah membuat dedek bayi dalam kandungan mama pergi, Cleo berjanji akan menjaga mama depannya"


"Apa??? apa maksudmu sayang??" tanya Davina bingung.

__ADS_1


Agatha langsung pucat, masalah keguguran anak dalam kandungan Davina untuk sementara memang pihak keluarga memilih menutupinya sampai Davina mendapatkan ingatannya lagi


"Adik bayi, adik bayi Cleo hik hik hik" Cleo kembali menangis, Davina berusaha menenangkan Cleo tapi tatapan matanya terarah pada tiga orang di depannya.


Lilly yang bertugas di rumah sakit, Agatha Tante sekaligus orang kepercayaannya, dan Shandy calon om nya....


Apa mereka semua bersekongkol menutupinya??


"Sayang, mama mau berbicara sama Tante dan om, kamu main dulu ya"


"Baik ma" ucap Cleo menurut lalu meninggalkan ruangan tersebut, tapi lngkah kakinya terhenti saat belum jauhd Ari tempat Davina duduk


"Ma, Cleo setiap jika mama membutuhkan Cleo.


Cleo mau balas dendam karena orang itu menyakiti Cleo, mama dan adik bayi" ucap Cleo tegas. sorot matanya mengingatkan Agatha akan sosok Davina saat memutuskan sesuatu.


"Iya sayang, makasih ya?"


Cleo mengangguk dan meneruskan langkahnya.


Kini tinggal empat orang di ruangan tersebut


Davina bersedekap dada sambil menatap tajam ketiganya tanpa bersuara,


"Davina aku bisa jelaskan"


"Aku menunggu penjelasan kalian" ucap Davina dingin.


Yang satu memohon meminta mereka menutupi, dan yang satunya meminta penjelasan dengan aura membunuh


"Kami di mintai tolong oleh kedua orangtuamu untuk merahasiakannya, aku mohon mengertilah" ucap Agatha agar Davina tak marah


"Aku keguguran dan tak seorangpun memberitahu ku???? Aku, aku kehilangan anakku dan aku tak tahu???


ibu macam apa aku??? apa kalian selamanya akan membodohi ku jika putriku tak memberitahu ku???" teriak Davina murka


"Agatha sejak tadi menekan tombol panggilan telepon pada suaminya, hanya Willy yang bis menyelamatkannya, berharap Willy bisa menghubungi Ayudia atau Arjuna.


Kini Agatha ,Lily dan Shandy diambang hukuman berat


"Maafkan kami, kami hanya mempertimbangkan bagaimana konsekuensinya saat kamu dalam kondisi saat ini"


"Apa lagi yang harus di takutkan??? walau aku gila sekalipun kalian gak berhak menutupi kebenaran dariku!!!!!!!!" pekik Davina kini histeris menangis.


Pembahasan rencana berubah petaka, Davina mengetahuinya dan kinis angkat marah hingga suaranya bergetar hebat dan ia menangis histeris sebelum akhirnya tumbang.


Cleo yang mendengar suara teriakan Davina dari akarnya langsung berlari turun dan mendapati Davina sedang tergeletak tak sadarkan diri


"Mamaaaaa, mama davinaaaaa kenapa dengan mama Davina???" tanya Cleo panik


"Mamamu hanya kelelahan, sayang tolong tunjukkan kamar mamamu" ucap Agatha berusaha tenang.

__ADS_1


Cleo membimbing Agatha menuju kamar utama, Agatha dan Lily yang mengangkat tubuh Davina, sementara Shandy langsung menghubungi keluarga besar Davina memberitahu kejadian ini.


Sania yang kini memilih berkarier di indonesia langsung menuju kediaman Sebastian begitu mendengar kejadian ini, begitu pula Sebastian, dan kedua orang tua Davina beserta nenek kakek dan Angelo dan Ernest yang baru tiba hari ini.


"Sial, aku sudah menduga reaksinya akan seperti ini, lebih baik memberitahu dari awal" ucap Agatha menyesal dan sedih melihat kondisi Davina yang sangat terpukul


"Aku juga, tapi ibu bos memohon, aku tak bisa menolak" timpal Lily penuh rasa bersalah


"Agatha apa yang terjadi pada istriku" tanya sebastian yang berkeringat, sepertinya ia bergegas pulang secepat mungkin


"Sedang di periksa dokter Sean" ucap Agatha.


kebetulan dokter Sean tiba kemarin sesuai janjinya akan memeriksa Cleo.


"Sean?? ah di sudah kembali?" ucap Tian lirih seolah bertanya pada dirinya sendiri


Setelah memeriksa Sean langsung keluar menemui mereka


"Bagaimana kondisi Davina??"


"Bagaiman kondisi istriku?" tanya Sebastian dan Agatha kompak


"Dia hanya sedikit shock, aku sudah memberikan dia obat penenang, apapun alasannya, Davina saat ini mengalami trauma kepala, akan fatal jika ia shock di saat seperti ini.


kita harus menjaga kondisi kejiwaannya stabil agar tidak berdampak buruk pada kesehatanya"


"Itu salah kamu karena merahasiakan berita keguguran nya"


"Ushakan beri dia support, tenangkan ia saat nanti ia siuman, aku sudah memberikan Lily resepnobat untuk Davina, aku permisi pulang. Jika ada yang mendesak kau hubungi langsung posnelku" ucap Sean menepuk bahu Sebastian


"Thank bro"


"ITS ok, sabar ini ujian hidup" ucap Sean bijak.


Satu jam kemudian satu persatu berdatangan, rumah Sebastian penuh dengan keluarga besarnya, bahkan Baskoro , Sarah, Bu Ratna juga datang.


Mereka semua mengkhawatirkan Davina.


Ayudia terus menangis di samping tempat tidur Davina sementara Ernest menepuk punggung cucunya itu.


di sebalhnya Khadijah juga berusaha memberi kekuatan pada Ayudia


"Jangan menangis, putrimu saat ini butuh sosok mama yang tegar dan bisa memberi ketengan baginya.


walau dia dalam kondisi amnesia, tetap saja ini pukulan hebat baginya, terlebih kalian sudah menutupinya, kekecewaan dan kesedihan mendalam baginya" ucap Ernest menatap cucu dan anak angkatnya


"Seharusnya kalian memberitahu cicit ku beneran ya, seorang Benedito harus tegar dan berani walau sepahit apapun kenyataan itu." ucap Angelo menyalahkan mereka.


"Kami hanya khawatir Davina tak bisa menerima ini..."


"Itu bukan alasan, cepat atau lambat ia juga akan tahu, lebih baik secepatnya sehingga luka di hatinya bisa sembuh seiring waktu," ucap Ernest tegas

__ADS_1


"Kami mengerti nenek buyut" ucap semua orang tanpa mau membantah.


__ADS_2