Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Akhirnya Kebenaran Terkuak


__ADS_3

Gabby terlihat sedang menyuapi Liona yang tangan serta kakinya di ikat.


Setelah melihat Marsha, Liona menggila sehingga terpaksa Davina meminta anak buahnya mengikat Liona.


Walau Gabby memprotes tindakan Davina namun Davina tak perduli, daripada wanita itu menggila dan bisa mencelakai siapa saja.


Sementara kawan Liona yang menjadi kaki tangannya sudah di interogasi di tempat lain.


Mereka menemukan fakta bahwa keduanya berada di satu organisasi yang sama dan belajar menjadi pembunuh bayaran di tempat yang sama, itulah mengapa keahlian Liona dan kawannya di acungi jempol oleh Davina.


"Kita perlu bicara" ucap Davina tanpa menyebutkan nama suaminya.


Sebastian hanya menurut mengikuti istrinya menuju ruangan lain. Kini hanya mereka berdua.


Davina menyerahkan selembar kertas hasil test DNA


Wajah Tian pucat pasi, terkejut


"Bagaimana mungkin Cleo anakku dan Liona????"


Gumam Tian seolah tak percaya


"Nyatanya sepeti itu, apa kau masih mau menyangkal mas???"


"Dengar sayang, aku tak pernah melakukan apapun dengan Liona, itu mustahil" ucap Tian penuh keyakinan


"Jika tak pernah melakukan apapun bagaimana wanita itu bisa hamil mas??? apa dia melakukan bayi tabung menurutmu??


apa dia mau menyia-nyiakan masa mudanya demi mengandung anakmu???" teriak Davina meluapkan kekecewaannya


"Aku berani bersumpah, aku tak pernah tidur dengannya" Davina mengusap wajahnya kasar, ia ingin percaya tapi kenyataan menamparnya begitu sakit.


Walau masa lalu tapi....


masa lalu itu pula yang membawa janin yang ia kandungnya pergi.


"Karena masa lalu mu yang buruk kita kehilangan anak kita, wanita itu jelas sudah kau sakiti dan ingin membalas dendam melalui Cleo, yang tidak ia tahu adalah Cleo anaknya.


Bagaimana mungkin...."


"Kita cari kebenaranya sekarang" ucap Tian gelisah.


Ia ingat sekali hanya pernah tidur dengan Marsha, itulah mengapa ia menikahi Marsha


Davina dan Tian kembali ke ruang interogasi, kini Liona duduk di samping Gabby.


Davina merasa kasian sekaligus kesal pada Gabriel,


Davina tak mengerti jalan pikiran Gabriel, apa cinta nya terlalu besar atau otak pria itu sudah rusak sehingga masih saja perduli dengan Liona yang jelas-jelas tidak pernah menghargainya.


Marsha di hadirkan kembali masuk ke dalam ruangan tersebut, sementara Sebastian diminta Davina berdiri di luar pintu yang terbuka sedikit, mendengarkan percakapan dalam ruangan tersebut.


Kehadiran Marsha membuat Liona bereaksi, ia langsung meronta ingin lepas dari ikatan


"Lepasin, aku harus membunuh manusia biadap itu"


"Membunuhku??? hei sadar kau saja terikat, apa yang bisa kau lakukan???" cibir Marsha berani karena melihat Liona terikat di bangku.


"Kau manusia keji Marsha, aku membencimu sampai ke tulang sumsum ku"


"Bencilah aku sepuas mu" ucap Marsha santai duduk di depan Liona.


Kaki Liona langsung menendang Marsha hingga wanita angkuh itu terjungkal, kepalanya menghantam keras ubin di belakangnya hingga ia menjerit kesakitan


"Wanita sialan" teriak Marsha bangkit dan ingin membalas memukul Liona, namun Gabby menghalangi

__ADS_1


"dasar pria bodoh, wanita ini tak pernah mencintaimu, dia mencintai mantan suamiku.


Mengapa kau masih membelanya??? idiot" ucap Marsha membuat Oscar yang mendengarnya kesal, Oscar menampar Marsha hingga bibir Marsha berdarah


"Kalian berlima manusia idiot semua, dan kau


apa kau pikir aku tak tahu jika kau menyukai Davina, istri temanmu sendiri" ucap Marsha membuat Davina maupun Sebastian yang berada di balik pintu terkejut


"Tutup mulutmu sampah"


"Kalian orang yang penuh kepura-puraan"cibir Marsha yang di balas tamparan Agatha di pipi sebelahnya


"Mulutmu bau, aku gak tahan" ucap Agatha beralasan.


Davina ingin tertawa tapi itulah Agatha.


Dia wanita yang spontan melakukan apapun yang dia tak suka tanpa perlu alasan, gila memang tapi itulah Agatha.


"Aku merasa kasian padamu Liona, kau ingin membalas dendam padaku melalui Cleo??


biar ku beritahu padamu sebuah rahasia" ucap Marsha mendekati Liona


"Cleo bukan putriku, tapi putrimu dengan Sebastian" ucap Marsha tersenyum dan mengangguk saat Liona melotot tak percaya, lalu ia tertawa terbahak-bahak


"Kau bohong, aku tak percaya" teriak Liona dengan air mata menetes di pipinya


"Percaya atau tidak itu urusanmu, aku meninggalkan anak itu setelah melahirkan, apa aku tega jika aku ibunya??"


"Biadap kau Marsha....." teriak Liona penuh emosi


"Jadi.... "


"Kalian bodoh, tak menyadari atau buta???


Cleo memiliki rambut pirang, kulit putih bersih dan mata coklat.


Darimana asal mata berwarna coklat itu???"


PLAK


Kini tamparan itu datang dari Sebastian yang sangat marah, Tian sampai mencekik leher Marsha


"Bunuh, ayo bunuh" tantang Marsha tak takut mati


"Bagaimana aku bisa punya anak dengan Liona, ini pasti perbuatan mu kan???"


"Menurutmu????


Wanita itu sendiri yang menaiki ranjang mu, setelah itu dia kabur. Aku hanya menggantikan perannya, berpura-pura kita telah melakukannya.


Kebetulan saat itu aku hamil dan Andy tak mau tanggung jawab"


PLAK


Sebuah tamparan datang dari Davina dengan nafas memburu, ia ingin sekali membunuh Marsha dengan tangannya sendiri


"Kenapa kau marah??? percuma.


aku kasihan padamu " cibir Marsha mengejek Davina


"Kau...." sebastian menggelengkan kepalanya melarang istrinya melayangkan tangan pada Marsha


"Jangan ku kotori tanganmu, biar aku yang menangani wanita kotor ini"


"Hahaha kotor??? come on sayang ku, aku beri kau clue.

__ADS_1


Saat perpisahan Liona akan belajar mengejar s2 nya kalian party dan kau pulang mabuk.


Liona memanfaatkan itu, gadis bodoh itu menyerahkan kesuciannya padamu, siapa yang tahu dia hamil.bukankah kebetulan sekali????


Andy mengusulkan untuk menculiknya.


kami mengurungnya di vila yang kami sewa.


Kebetulan anak ku meninggal, jadi aku harus berpura-pura tetap hamil sampai Liona melahirkan.


Setelah itu aku ambil bayinya dan mengatakan jika Tian tidak menginginkan bayi itu dan membunuhnya.


tapi akhirnya Andy memintaku pergi, jadi ku tinggalkan saja dia dengan papa biologisnya hahaha.


Bagaimana???? aku sutradara yang hebat bukan???"


ucap Marsha tertawa terbahak-bahak


Liona menangis tersedu-sedu, hatinya hancur berantakan.


Dia sendiri yang mencelakai putrinya, putrinya masih hidup, dia Cleo, anak kecil yang hampir terbunuh di tangannya


"Cleo maafkan mama" ucap Liona lirih di sela tangisnya


Davina jatuh terduduk, ja tak tahu apa yang harus ia lakukan, sementara Sebagian menggila, ia menampar dan menendang Marsha tanpa ampun


"Wanita sialan, kau benar-benar keji" teriak Tian marah menendangi Masha membabi but


"Tian cukup, dia bisa mati" ucap Oscar menahan Sebastian.


Melihat Marsha yang sudah babak belur tak berkutik di lantai, dari sudut mulut Marsha keluar darah


"Mati lebih baik untuknya daripada hidup hanya sampah" teriak Tian murka


"Lihat, istri mu, dia shock" ucap Oscar berusaha menenangkan Tian


Sebastian menghampiri Davina lalu memeluknya, Davina hanya diam tak merespon, air matanya terus menetes dari sudut matanya


"Kita ini wanita bodoh, aku mencintai Andy, membuang masa depanku demi dia.


tapi dia lebih suka meniduri mu. ****** sialan.


Aku benci kamu yang merebut pria ku.


Tapi pria itu kini sudah sampah, hahaha aku berhasil balas dendam pada kau dan Andy" ucap Marsha tertawa senang.


"Dia psikopat" gumam Gabriel menatap Marsha.


"Bajingan itu memperkosaku kau bilang aku merebutnya.


Aku jijik dengan tubuhku sendiri, setiap aku melihat diriku aku terbayang perlakuan Andy padaku, aku mengutuk kau dan Andy di setiap doa ku" teriak Liona meraung menangis pedih


"Bawa Liona ke pihak hukum dan berikan semua bukti.


Mengenai Andy dan Marsha langsung jebloskan mereka berdua ke penjara" ucap Davina lirih.


"Sayang....."


"Mas, aku butuh waktu, maaf" tolak Davina saat Sebastian ingin membantunya berdiri


"Tante bawa aku ke rumahmu please" ucap Davina lirih. tanpa menunggu Agatha membantu Davina berjalan meninggalkan tempat itu.


Sebastian tak mencegah kepergian Davina, ia menyadari jika istrinya perlu menenangkan diri.


"Cleo, aku mau ketemu Cleo.

__ADS_1


Gabby tolong aku" ratap Alexandra memohon pada Gabriel


__ADS_2