Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Oscar tak tahu malu


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju bandara, Oscar berusaha berbicara dengan Lilly.


Namun gadis itu hanya berdecak kesal atau melotot ke arah Oscar,


"Baby beneran aku gak sengaja" ucap Oscar dengan wajah memelas


"Cih"


"Ya Tuhan aku beneran gak ada maksud apa-apa.


aku aja gak tahu. ,tadi buru-buru, aku bukan mau membuka warung rahasiaku.


lagi pula dia terhalang sangkarnya"


"Kau gila!!!!"


"Ya Tuhan sejak mengenalmu aku memang gila babe.


Dan dia dibawah sana selalu terbangun...."ucap Oscar keceplosan.


"Kau mau mati????


"Baby percayalah, wajahku yang tampan ini, tubuhku dan onderdil itu milikmu" ucap Oscar makin membuat Lilly kesal


"Aku gak minat" ucap Lilly membuang pandangan ke arah lain.


bagaimana bisa pria itu tak tahu malu mengatakan hal seperti itu. siapa yang mau tubuh dan onder......


dasar psikopat mesum!!!


"Baby menikahlah denganku"


"Kau....


pria yang tak tahu kapan harus bicara, tutup mulutmu aku pusing" ucap Lilly kesal. Oscar langsung menutup mulutnya.


"Anu baby, aku kebelet pipis" ucap Oscar melambatkan kendaraannya karena melihat pom bensin di depan mereka


"Kau bilang semua yang ada di tubuhmu milikku??" tanya Lilly dengan seringai jahat


"Semua babe, aku milikmu"


"Baik, cepat lanjutkan perjalanan.


aku tak mau kau pipis.


tahan sampai aku mengizinkan" ucap Lilly santai, sementara Oscar melotot tapi tak berdaya


"Nasib...."


"Apa kau bilang?????" tanya Lilly


"Aku cuma bilang siap" ucap Oscar berbohong lalu segera tancap gas menuju bandara.


lima belas menit kemudian mereka sudah sampai bandara, Oscar merasa perutnya sakit menahan buang air kecil sejak tadi, wajahnya pucat.


ia berjalan pelan mengikuti Lilly.


terlihat Davina dan sebatsian sedang menunggu mereka.


"Kau membuatku menunggu lama" gerutu Davina menyambut mereka.


"Maaf bos"


"Ini pasti ulah Oscar," ucap Davina menatap tajam Oscar


Sementara Oscar hanya bisa nyengir dan menghampiri Tian.


"Bro loe mau ke kamar kecil kan???"bisik oscar


"Enggak, gue gak pengen kencing" ucap Tian ingin melepas pelukan Oscar


"Tolong selametin gue. gue mau kencing, tapi Lilly gak izinkan"


"Apa jatuh cinta buat loe begi bro??" ucap Tian sinis, namun melihat wajah pucat sahabatnya ia jadi percaya


"Ah sial, gue gak nyangka ada waktu di mana pria Playboy cap ikan tuna kena batunya.


di tindas wanita hahaha"


"Tutup mulut loe, atau loe gak punya sahabat gue lagi.


sial sakit bener" ucap Oscar lirih.


"Sayang aku mau ke toilet dulu,"


"Bukankah kau habis buang air kecil tadi di pesawat???"


"Iya, tapi aku pengen buang air kecil lagi, kami tinggal dulu ya ladies


"Ngapain Oscar ikut???" tanya Lilly dengan alis sebelah diangkat


"Aku lupa cuci muka" ucap Oscar pelan, Tian langsung merangkul dan mengajak Oscar menuju toilet


"Gue gak mau sohib gue torpedo gak fungsi karena penyakit, cepet" bisik Tian tertawa


"Kampret loe seneng banget"


"Gue mewakili para wanita yang loe sakiti" ucap Tian tersenyum lebar


"Sahabat laknut!!!!!!!" maki Oscar kesal namun Tian hanya tertawa puas.


Beberapa saat kemudian


"Sial, akhirnya....."

__ADS_1


"Lagian loe ngapain sih dengerin Lilly??? sadis bener tuh doi"


"Ya gue cuma bisa pasrah daripada kena amuk lagi.


kayanya sesampainya di rumah sakit gue harus ronsen"


"Kenapa?" tanya Tian tersenyum lebar, ia bisa menebak apa yang terjadi pada Oscar


"Gue kena bogem mentah doi dua kali, sakit bener sial"


"Hahahaha Bu " Tian tertawa terbahak-bahak


"Puas loe????"


"Puas lah, karma loe" ucap Tian masih dengan tertawa


"Loe juga karma, kena hukuman Davina terus hahaha


dulu loe suka hukum si penjol sih"


"Ah gue gak mau bahas.


Bro kayanya kita harus ganti nama Genk kita


jadi Genk TI"


"Apa tuh TI?????


"Teraniaya istri" ucap Tian menghela nafas


"Hahahaha, ide bagus" ucap Oscar


"Menurut loe begitu???" tanya Tian lugu, lalu keduanya tertawa


"Apa kalian habis saling mengukur panjang, senang sekali" ucap Davina melihat suaminya dan Oscar kembali dengan senyum lebar di wajah mereka


"Ayo langsung menuju rumah sakit.


bro masukan barang gue ya ke bagasi, gue cape bener" ucap Tian langsung menggandeng istrinya naik.


tapi bukan kursi penumpang melainkan menuju di samping kemudi dan Tian langsung di belakang kemudi.


Lilly dan Oscar saling pandang bingung.


"Bro, loe salah tempat"


"Diem dan duduk manis di belakang sama Lilly.


jarang-jarang gue baik sama loe.


berkhayal loe di belakang di supirin gue" ucap Tian membuat Lilly terbatuk-batuk


"Ah kampret boleh juga" ucap Oscar tak menolak membuat Lilly melotot


"Bos ini.....salah paham"


"Aku menjodohkan kalian, walau Oscar pria yang kurang baik, tapi sebenarnya hatinya baik, hanya otaknya yang kurang baik.


dengan sedikit getokan nanti kembali ke jalan yang benar" ucap Davina santai


"Sial kakak ipar pikir gue mobil yang bisa di ketok magic apa??? memuji ujungnya menjatuhkan " gerutu Oscar kesal.


"Benar tuh, sahabat gue cuma otaknya yang bermasalah, selain itu wajah dan tubuhnya lumayan" ucap Tian membuat Oscar melotot ngeri.


kedua pasutri ini menjodohkannya atau mau menjatuhkannya????


Dasar pasangan devil!!!!


"Gue sama Tian mendukung kalian.


setelah masalah keluarga Lilly selesai cobalah memulai hubungan serius.


Oscar gak pernah seserius ini sama siapapun" ucap Davina dengan wajah serius


"Tapi kalau dia macem-macem gue udah siapin batu nisan" ucap Tian membuat Oscar mau tak mau protes


"Woi loe sahabat gue apa bukan??? kejam bener"


"Bukan, gue hanya suami yang baik yang mendukung istri, ya kan sayang??????" ucap Tian menatap istrinya


"Kau benar cintaku....


utuuu utuuuuuuu utuuuuu


kamu gemesin banget sih suamiku" ucap Davina mengelus pipi suaminya


"Astaghfirullah" ucap Lilly dan Oscar terkejut.


mereka mau mual melihat kedua pasangan tak normal di depannya


Lilly jadi mengerti jika bukan hanya Oscar yang tak normal, tapi saudari dan suaminya juga!!!!!


ia terjebak diantara tiga orang aneh.


"Os, sebaiknya loe tutup kuping loe" ucap Lilly dengan wajah serius


"Apa kamu iri babe????


"Mbah mu iri, Bugghhh" Lilly langsung meninju bahu Oscar karena kesal.


namun Oscar langsung menarik tangan Lilly hingga wanita itu terjelembab di dada bidang Oscar


"Lepasin" ucap Lilly lirih takut kedua pasutri di depannya tahu, namun rupanya Tian sudah melihat dari balik kaca spion mobil


"Sayang, sepertinya kita harus segera menikahkan mereka.

__ADS_1


lihat keduanya bermesraan di kursi belakang" ucap Tian melirik Oscar dan Lilly lewat kaca spion


"Astaghfirullah, Lilly , Oscar.


Apa kalian tak tahu malu???" teriak Davina melihat Lilly dalam pelukan Oscar


"Davina ini tak seperti yang kau pikirkan, dia menyiksaku"


"Aku tak melihat kau tersiksa.


lihat wajahmu merona merah, huh dasar.


jangan harap setelah masalah ini selesai kau bisa menghindar.


Aku akan memberitahu mama dan papa masalah ini Lilly. biar mereka mengatakan pada om Bernard tentang kau dan Oscar!!!"


"Davina ini salah" sangkal Lilly gugup


"Iya salah, terlalu lama bahaya, awas saja kau OS meninggalkan kecebong jelek mu pada saudariku sebelum menikah" ucap Davina kesal.


sementara Oscar hanya tersenyum lebar, membuatkan salah paham itu berlanjut.


"Os jelaskan pada mereka, kita...."


"Kita akan menikah, dan aku akan memastikan itu terjadi sayang.


kakak ipar tenang saja, aku menjaga kecebong ku menjadi super sampai halal nanti" ucap Oscar langsung ******* bibir Lilly


"Davina dan Tian ingin melepas kedua pasangan di bangku penumpang. mereka kesal bukan main terutama pada Oscar.


Namun hanya beberapa detik kemudian terdengar suara Oscar kesakitan, Lilly mengigit bibir Oscar


"Sayang kau ganas sekali" ucap Oscar tak tahu malu


"Astaghfirullah bule gila, loe main sosor aja anak orang, dasar pedofil loe"


"Gue bukan nak kecil" ucap lilly


"Nah tuh denger Lilly protes" ucap Oscar senang


"Maksud gue.... dia...."Lilly menyadari kesalahannya dan berusaha menjelaskan namun Tian memotongnya.


"Iya, iya loe juga suka.


tahan-tahan halal dulu baru loe berdua mau ******* kek, mau berguling-guling, telentang, tengkurep bebas" gerutu Tian membuat Lilly kehabisan kata-kata.


ia bukan bermaksud membela Oscar, dia hanya ingin mengatakan jika usianya sudah dua puluh lima tahun!!!!! lebih tua dari Davina, hanya saja body nya memang terlihat seperti anak SMA, lebih kecil dari Davina.


"Hahahaha" sementara Davina yang tahu usia Lilly hanya tertawa saat suaminya mengatakan Lilly anak kecil.


hancur semua salah paham!!!!


perdebatan mereka terhenti saat mobil memasuki halaman rumah sakit.


Lilly bergegas turun membantu saudarinya lalu mereka berdua langsung masuk tanpa menunggu para pria.


"Kitaa langsung ke ruangan Elly.


aku sudah meminta temanku menemui di sana" ucap Davina yang diangguki oleh Lilly


"Apa kau baik-baik saja???" tanya Davina


"Aku baik, yang tak baik otakku karena dekat pria gila itu" Dengus Lilly membuat Davina tertawa.


"Hahaha sis dengar, Oscar sangat mencintaimu. bahkan tak takut di bawah ancaman ku.


Aku menyayangimu seperti saudara kandungku, dan kau tahu itu


aku tak akan membiarkan siapapun menyakitimu, tak terkecuali Oscar sekalipun.


kau tahu dia sudah meminta restu papa dan mama.


tapi papa dan mama tak bisa mengatakan apapun selama kau belum setuju.


lagi pula sekarang kita sudah menemukan keluargamu, kau harus menanyakan mereka jika ingin Oscar menjadi suamimu"


"Sis... ini...." Lilly terpaku bingung


"Percaya padaku, aku percaya Oscar sudah berubah banyak, nobody"s perfect.


beri dia kesempatan, lagi pula kau terlihat mulai menyukai pria itu" ledek Davina membuat Lilly merona merah


"Kau salah lihat"


"Saudariku yang ku kenal pasti akan mematahkan satu tangan atau kaki saat ada pria yang menggangunya.


melihat Oscar masih utuh walau lebam-lebam, aku tahu kau perduli padanya.


berhenti bersikap keras pada dirimu, berbahagialah" ucap Davina menepuk punggung saudari angkatnya.


"Ayo kita temui dokter Marco, beliau yang akan menangani Elly" ucap Davina.


Lilly menggangguku lalu mereka berjalan menuju ruangan perawatan Elly.


***Selamat berakhir pekan semuanya....


family time.....


dia chapter untuk kalian, tapi jangan lupa like and coment nya untuk semangat author.


enjoy reading all


lope you


pooh***

__ADS_1


__ADS_2