
Daffi dan Bruno sudah menunggu lama, namun Daffa belum juga muncul membuat Daffi sangat kesal, baru saja merek akan pergi, sebuah mobil polisi mendekat,
"Sial, mengapa polisi yang datang" ucap Daffi langsung menyembunyikan senjata tajam dan pistolnya di bagian bawah mobil yang sudah di modifikasi oleh Daffa.
Di belakang mobil polisi ada beberapa mobil yang tak asing, mobil itu adalah mobil dari organisasi milik Davina, Daffi mengenalinya karena adiknya itu sangat royal, ia bahkan membeli beberapa mobil sport, bukankah pemborosan???
Bagaimana mobil seperti itu di gunakan untuk mobilitas anggota elitenya???
Daffi sampai ingin menjadi anak buah Davin Demis sebuah mobil sport.
dan satu buah mobil Anti peluru
Daffa keluar dari dalam mobil bersama seorang polisi lokal, siapa lagi jika bukan anggota Davina yang masuk ke dalam kepolisian demi membantu team jika dalam masalah
"Sial kau kak, ku pikir polisi beneran"
"Lah beneran, terus loe pikir ini main-mainan apa" ejek Daffa membuat Daffi merengut
"Terserah, ayo Bruno" ajak Daffi menarik Bruno kembali naik ke dalam mobil mereka
Daffa hanya tertawa, ia mudah sekali menggoda adiknya, semua orang menuju lokasi markas Denis yang baru, sementara Daffa mengikuti dengan kecepatan rendah, ia akan muncul belakangan, untuk mengantisipasi saja.
Sementara di markas Denis
Denis terus mengintrogasi Nicholas, pria tua itu tetap tak mengaku sudah melakukan konspirasi dan bermaksud membunuhnya sehingga Denis dengan kejam menendangnya hingga tulang rusuk Nicholas patah dan ia tak sadarkan diri
Bagaimana Nicholas mu mengaku apa yang tidak di perbuatanya????
Di dalam kendaraan Daffa
Daffa tertawa sinis melihat CCTV yang ia taruh di ruangan tersebut, ya markas itu tak luput dari target Daffa.
Ia selalu mengecek tracking dari kendaraan yang ia pasang GPS, dan ada satu tempat yang mencurigakan, oleh karena itu ia kesana bersama Shandy dan beberapa anak buahnya, memberikan obat tidur pada penjaga dan mulai memasang CCTV mini
"Organisasi amatir, mudah sekali di susupi" ucap Daffa tertawa meremehkan
"Itu karena anda sangat ahli "
"Tidak juga, aku sudah beberapa kali mencoba membobol organisasi adikku, hasilnya Aku seminggu di rumah sakit karena anak buah adikku menghajar ku habis-habiskan, bukankah mereka mengerikan, padahal mereka wanita, tak ada manis nya sama sekali" gerutu Daffa membuat anak buah Davina tertawa terkekeh
"Anda mungkin sudah terbaca oleh Miss Davina sebelum anda bertindak hahaha"
"Senang sekali kau melihatku menderita" gerutu Daffa
"Kami selalu memperbaharui sistem keamanan kami, penyamaran tak akan berhasil memasuki area kami hahaha
__ADS_1
Bukankah untuk masuk anda harus memasukkan id anda, retina mata anda dan scanning wajah anda???
walau terlihat merepotkan tapi itu berguna untuk keamanan"
"Huh, aku selalu gagal di scanning, sial"
"Perbaiki penyamaran anda dan belajar dari miss Lilly.
Miss Lilly yang bertugas mengetes sistem kami.
anyway, Maslah penyamaran anda harus banyak belajar dari miss Lilly" ucap pria itu dengan nada kagum
Ulya Lilly adalah sosok pemimpin wanita yang mereka kagumi setelah Davina dan agatha tentunya
"Cih dengan Lilly yang galak dan dingin itu, lebih baik aku tak belajar"
"Hahaha"
"Teruslah tertawa, biar lalat masuk ke dalam mulutmu" sumpah Daffa membuat pria itu makin terkekeh
Di markas Denis
Daffi dan Bruno masih mengintai, mempelajari berapa orang di dalam sana.
mereka memaki alat yang di kembangkan oleh Daffa, melalui panas tubuh mereka bisa melihat jumlah anak buah Denis di markas tersebut.
Sementara Daffi dan Bruno masuk melalui jendela dapur. karena area itu yang tak di jaga.
Bruno memberi aba-aba maju, Daffi mengikuti langkah Bruno, pemuda itu memiliki alat unik yang sepertinya bagus jika Daffa kembangkan.
Baik Daffa maupun Bruno memiliki keunikan mereka sendiri.
"Dua burung tumbang" lapor anak buah Davina di bagian depan rumah"
"Tiga burung tumbang" lapor anak buah mereka yang mengamankan lantai dua
"Satu buruh tumbang, sial satu burung lagi bergerak ke arah kalian" lapor anak buah yang melumpuhkan bagian belakang rumah
"****, "
"Kau turun, aku akan melumpuhkan dulu" ucap Bruno langsung sembunyi.
Sementara Daffi langsung turun kembali, menunggu aba-aba Bruno.
Namun tanpa di duga anak buah Denis melihat ke arah jendela dan berteriak membuat beberapa orang yang berada di ruang tengah dan ruang interogasi waspada dan menghampiri Bruno yang bersembunyi
__ADS_1
"Majuuuuu" perintah Daffi yang tak mau terjadi sesuatu
Seluruh anak buah Davina langsung maju serentak, terdengar suara tembakan DNA perkelahian tak bisa di hindari*.
Sirine polisi mendekat, itu adalah mobil yang Daffa kendarai dengan salah pernah anak buah Davina
dan sebuah mobil lagi mengikuti mereka agar terkesan polisi sudah mengepung.
Denis langsung memerintahkan mundur, ia masuk kedalam ruang interogasi dan menekan tombol rahasia, tempat itu ada ruang bawah tanah dimana ruangan itu terhubung dengan bukit di belakang yang langsung menuju jalan raya.
mereka kehilangan jejak Denis.
"Si rumah ini bagus juga, bagaimana jika semua selesai ini kita jadikan markas???" tanya Bruno melihat sekeliling
"Terserah kau, setelah selesai aku mau berlibur dan minta bayaran pada adikku itu" ucap Daffi santai
seorang anggota elite di bawah Lilly langsung memeriksa kondisi Nicholas, pria tua itu terlihat sekarat karena banyak mengeluarkan darah dari luka sobekan pisau di perutnya
"Dia sekarat"
"Apa kau tidak bisa menyelamatkannya memberi pertolongan pertama sampai ambulance datang??" tanya Daffa
"Sudah ku lakukan, sisanya tergantung keberuntungannya
"Tolong selamatkan aku, aku akan membayar mahal" ucap Nicholas lirih.
ia merasa sakit yang luar biasa pada dada dan perutnya
"Kami akan membantumu dengan syarat apa kau punya bukti kejahatan Denis??"
"Semua ada padaku, tolong bawa aku ke rumah sakit" ucap Nicholas merintih kesakitan
"Lokasi bukti kejahatan Denis, baru kami membawamu ke rumah sakit"
"Kalian bukan polisi, siapa kalian????" teriak Nicholas panik
"Kau akan memperburuk keadaanmu, apa kau pikir itu lebih berharga dari nyawamu?? saat kau mati sia-sia"
"Di brankas dalam kamarku, kodenya xxxxxx" ucap Nicholas lalu tak sadarkan diri.
Daffi, Daffa dan Bruno beserta anak buah mereka langsung pergi dari TKP tanpa meninggalkan barang bukti maupun sidik jari.
Ambulance dan polisi datang ke TKP dan langsung mengamankan TKP, sementara Nicholas di bawa ke rumah sakit.
Nicholas langsung mendapat perawatan intensif akibat cideranya, tapi kondisinya kritis.
__ADS_1
Davina langsung menempatkan nak buahnya di sana.
melihat keadaan Nicholas, Davina yakin Denis akan mengirim orangnya untuk melindungi Nicholas, bukan berati Davina perduli pada orang tersebut, tapi Davina ingin hukum di tegakkan , Nicholas harus mendekam di penjara selama sisa usianya.