Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Situasi Macam Apa Ini?????


__ADS_3

"Tolong lepaskan aku" ucap Eliana menahan emosinya, ia harus bisa mengambil hati pria di depannya itu.


"Gabriel Mika Lungu, kau bersembunyi disini dengan kekasihmu!!!!!!!" teriak seorang pria membuat Gabby dan Eliana terkejut bukan main


Bola mata Gabriel hampir keluar dengan mulut menganga membuat Elliana mengikuti arah pandang Gabriel dan mengerutkan alisnya.


Seorang pria paruh baya yang tampan, memiliki fitur wajah Gabriel, dan di sampingnya seorang wanita yang masih terlihat muda, namun Elliana sangat tahu jika wanita itu mungkin hanya beda beberapa tahun dari pria di sampingnya.


Namun karena rajin merawat tubuh dan wajah, wanita itu jadi terlihat awet muda.


Dua mata berwarna biru miliknya mirip dengan Gabriel. Elliana langsung bisa menebak jika kedua nya adalah ornagtua Gabriel


"Dasar bocah nakal, bukan membawa calon menantuku pulang malah ngumpet di daerah kumuh ini" gerutu Sonia melotot pada putranya


"Ma ini....." Sonia mengangkat tangannya, tidak mau mendengar ucapan apapun dari Gabriel


"Gadis manis, apa kau tahu siapa kami???"tanya Sonia tersenyum lebar


"A...anda orangtua tuan Lungu Junior"ucap Eliana gagap


"Gadis pintar, Sonia, panggil aku mama Sonia, karena kau pacar anakku, mungkin sebentar lagi kau akan menikah dengan putraku yang tak berbakti itu" ucap Sonia berbinar cerah


Sementara Eliana terlihat bingung dan tak tahu harus menjawab apa.


ia melirik pada Gabriel meminta penjelasan.


"Mamaaaaa"


"Diam kau anak durhaka.


kami memintamu membawa menantu kami tapi kau malah membangkang" ucap Lungu kesal


"Pa, ma, kalian salah paham" ucap Gabriel ingin menjelaskan,


"Kita pulang" ucap Lungu berbalik arah


"Paaa..." panggil Sonia dan putranya


"Bawa juga gadis itu" ucap Lungu langsung berjalan pergi, tak ada seorangpun yang bisa membantah


"Siapa namamu sayang??" tanya Sona berusaha akrab


"Elliana "


"Baik Elliana, panggil aku mama saja, sebentar lagi kita satu keluarga xixixi" ucap Sonia membuat Eliana tersendak.


Menantu???? apa kedua orangtua Gabriel sama tak waras nya dengan putra mereka???


"Tunggu Tante Sonia, saya bukan...."


"Panggil M A M A .


Kami tahu putra kami tak kompeten, dan kau kecewa.


Tapi tolong beri ia kesempatan, dia pria yang malang yang tak pernah dekat dengan wanita"" ucap Sonia menuntun Eliana berjalan.


Gabriel ingin menangis mendengar mamanya membuka aib nya di depan Eliana, harga dirinya hancur. Diam-diam Eliana melirik ke arah Gabriel yang terlihat merona merah karena ulah mamanya,


sangat manis kelihatanya, namun saat ini Elliana tidak perlu bermain peran, ia harus segera meninggalkan negara ini atau....


Papanya akan keburu di bunuh.


Dengan bingung Eliana hanya bisa menurut mengikuti langkah Sonia.


Sementra Gabriel menggaruk kepalanya frustasi.


Elliana menoleh ke arah Gabriel dengan muka marah, pria itu membawa bencana baru bagi Elliana.


"Sial, kenapa aku jadi terjebak di dalam keluarga abnormal ini sih???" gerutu Eliana pusing


Sebuah Limosin sudah menyatu mereka, mobil super mewah di kawasan padat penduduk membuat mereka jadi pusat perhatian orang-orang di lingkungan tersebut.


Sonia meminta Eliana dan putranya masuk, mereka berempat kini berada di dalam Limosin tersebut dan segera meninggalkan daerah tersebut.


"Maaf, tuan dan Nyonya Lungu.

__ADS_1


saya dan Tuan Lungu junior tidak pernah ada hubungan apapun" ucap Eliana berusaha meluruskan kesalahpahaman


"Nak, boleh mama tanya padamu???" tanya Sonia lembut, menganggap tangan Elliana dengan pandangan penuh kasih sayang


Elliana yang sejak kecil tak memiliki mama merasa terenyuh, ia merindukan kasihan ayang mama yang tak pernah ia rasakan.


"Apa Gabriel jelek??" tanya Sonia masih memasang wajah dengan senyum lembut.


Elliana melirik sekilas pada Gabriel lalu menggeleng


"Apa dia pria yang menyebalkan???" tanya Sonia lagi.


Elliana langsung tak butuh waktu lama, ia langsung mengangguk cepat.


Gabriel merasa dongkol, bagaimana Elliana bisa langsung menunduk???


Selama ini ia tak pernah berinteraksi kecuali meeting, itupun Gabby tak pernah mengucapkan lebih dari lima kata.


Sonia tertawa kecil


"Apa dia pria yang menyedihkan??" tanya Sonia lagi membuat suaminya ikutan menatap Eliana.


sementara Gabby menatap Elliana seolah ingin memakannya jika jawaban Elliana salah


Dibawah pandangan keluarga Lungu, Elliana merasa tertekan. Bagaimanapun ini bukan negaranya, akan sangat bahagia jika mereka tersinggung


"Astaga, Situasi macam apa ini??? apa aku ada kuis tanya jawab????, ada apa dengan mereka???" gumam Elliana dalam hati menatap bingung


"Maaf tuan dan nyonya Lungu, tuan Lungu junior memiliki segalanya, yang terlihat menyedihkan justru saya. Anda ..." ucap Elliana lirih menunduk menatap dirinya sendiri


"Tidak sayang.


kamu cantik, pintar, mandiri, dan yang terutama kamu bisa membuat putraku yang tak berguna itu ketar- ketir mencari mu.


Kau tahu putraku itu pria yang menyebalkan, kaku seperti patung pahat, dingin seperti freezer, tak ada yang menarik darinya" ucap Sonia membuat Gabriel malu bukan main di jelek-jelekkan mamanya sendiri di depan wanita asing.


"Maaaaaa......, bagaimana mamaa....."


"Menikahlah dengan anakku.


melindungi papamu dari orang-orang jahat.


Saat ini anak buahku sedang melindungi papamu dari jauh, hanya dengan satu kalimat dariku mereka bisa pergi atau memperjuangkan nyawa untuk menyelamatkan papamu.


Aku bisa juga melenyapkan orang yang ingin berbuat jahat pada keluargamu.


Ibu tiri mu mungkin dalam hitungan jam akan mendarat di negaramu. Tapi apa kau menduga ini konspirasi sederhana???


Tidak nak, ini konspirasi besar dimana melibatkan orang-orang dekat disisi papamu.


Sebagai orang yang kaya-raya tanpa dukungan, papamu rawan. Dia terlalu percaya dan tak menaruh kecurigaan papamu pada orang kepercayaannya sehingga terjadi hal seperti ini.


Aku tebak tragedi berdarah hanya tinggal menghitung jam" ucap tuan Lungu dengan wajah serius.


Lungu memiliki koneksi luar di negara tersebut, dengan bantuan orangnya dan


Gabriel merasa darahnya naik ke ubun-ubun.


Kenapa ia yang berniat menolong Davina malah ia berada di situasi yang tak enak begini.


Elliana merasa sangat marah, ia kini sedang galau dengan keselamatan papanya, namun pria di depannya ini malah tawar menawar kehidupan papanya dengan masa depannya.


"Sayaaaaang" protes Sania tak setuju dengan usulan suaminya. Ia memang ingin Gabby menikah tapi tak begini juga caranya


"Pa........ Elliana sedang dalam kesulitan, teganya papa melakukan ini padanya!!!!" teriak Gabby memukul sandaran tangan di mobil tersebut.


ia sangat marah kesal bukan main, Gabriel tak habis pikir bagaimana papanya bisa berfikir tak logis seperti saat ini!!!


"Elliana mendapatkan perlindungan penuh dari keluarga Lungu dan keluarganya selamat, sedangkan papa bisa hidup tenang karena melihatmu menikah.


Pikirkan itu" ucap tuan Lungu lalu ia langsung turun begitu mobil berhenti tanpa menunggu anak buahnya membuka pintu


"Maafkan papa nak, dia hanya....." Sonia juga shock suaminya mengambil langkah ekstrem.


"Tapi bukan berarti papa bisa menindas orang lain.

__ADS_1


Cukup papa mengatur hidupku ma" ucap Gabriel putus asa. Elliana hanya bisa diam menatap perdebatan diantara ibu dan anak itu. Ia melihat wajah lelah dan putus asa Gabriel


"Mama susul papamu dulu" ucap Sonia pada akhirnya.


Percuma saat ini bicara dengan Gabriel, putranya sangat marah kali ini dengan keputusan suaminya.


Gabriel keluar dari mobil dan membanting pintu mobil kencang, sementara Elliana ketakutan di dalam mobil, tak tahu harus berbuat apa


"Bos, wanita itu??" ucap ketua bodyguard pada Gabriel


"Dengar Ric, aku tahu kau yang membocorkan semuanya pada orangtua itu.


Aku akan buat perhitungan nanti!!!" ucap Gabriel mengusap wajahnya kasar lalu membuka pintu mobil dan melihat gadis cantik itu terlihat ketakutan.


"Ikut aku, maafkan kedua orangtuaku yang....


Aku mencarinya atas permintaan Davina.


ia memintaku melindungi mu karena Bert memintanya" ucap Gabby pelan.


Elliana langsung bangkit dan terlihat senang


"Bert, Dimana dia???"


"Indonesia, Bert koma" ucap Gabby menghentikan langkahnya. Elliana langsung loncat dan menitikkan air mata begitu mendengar kabar Bert.


"Bagaiman dengan Bert??"


"Dia sudah dalam perlindungan Davina, kini sedang dalam perawatan di rumah sakit miliknya.


Percayalah, Davina wanita yang tangguh. dia tak akan membiarkan seseorang melukai Bert" ucap Gabby dengan wajah serius.


"Dengan Elliana atau siapapun panggilan mu.


Jika bukan karena Davina memintaku, aku tak akan mau mencari mu, melindungi mu.


Aku melakukan itu semua karena permintaan Davina.


Aku akan mengantarmu sampai negaramu.


Jadi tolong lupakan perkataan papaku, dia selalu memaksakan segala sesuatu padaku


tolong maafkan beliau" ucap Gabriel lirih lalu berjalan masuk ke dalam mansion kediaman Lungu..


Mansion itu megah dan mewah.


Di beberapa sudut di jaga oleh beberapa pengawal.


Elliana tak bisa kabur dengan mudah.


Namun melihat wajah dan perkataan Gabby, ia gamang.


terlebih Gabriel hanya membantunya, disini justru ia yang menyudutkan Gabriel.


Semua bermula dari dirinya


"Tuan Lungu, aku minta maaf, karena aku...."


"Lupakan, mereka akan melakukan hal yang sama pada siapapun, dan kebetulan itu kamu.


Lupakan apa yang mereka katakan.


istirahatlah.


Aku akan mencari cara mengeluarkannya dari negara ini" ucap Gabriel membuka sebuah kamar, mempersilakan Elliana masuk, lalu ia melangkah menuju sebuah kamar yang letaknya dua belah kamarnya.


"Apa yang harus aku lakukan tuhan??? "gumam Elliana menatap kasihan pada Gabriel.


Seorang pelayan datang membawakan pakaian ganti untuk Elliana.


Setelah membersihkan diri, pintu kamar nya di ketuk dan masuklah seorang wanita paruh baya dengan seorang wanita tua yang masih terlihat cantik di usia lanjutnya sedang duduk di kursi roda.


walau wanita itu duduk di kursi roda, namun aura penuh wibawa dan anggun terpancar , membuat Elliana terpana.


Sorot matanya yang lembut seolah membuat Elliana ingin memeluknya. wanita itu mengingatkannya pada seseorang yang membesarkannya.

__ADS_1


"Gadis cantik, boleh kamu masuk???" tanya wanita itu lembut, sontak Elliana mengangguk dan dengan sopan mempersilakan wanita itu masuk ke dalam kamar


__ADS_2