Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Pria di sekitar Dona


__ADS_3

Gabby menatap ponselnya, memutar kembali apa yang ia rekaman semalam, perasaanya sangat kesal, marah dan jijik secara bersamaan.


jari tangannya mengepal penuh amarah, sementara raut wajah Gabby terlihat muram.


Ia tak mengira jika keadaan kediaman orangtua Elly sungguh kacau, dan pelakunya jelas-jelas sangat berani.


Mengapa mereka bisa leluasa berbuat hal tak senonoh di kediaman ini???


Sepertinya ia sudah bisa menduga siapa dalang di balik pemberian racun pada Bernard,, walau belum pasti, namun Gabby yakin melihat kelakuan orang tersebut. Segala sesuatunya adalah hubungan timbal balik.


Tak mungkin hanya karena kebutuhan. pasti ada


# Flash back on


Gabriel tak bisa tidur, ia ingin sekali menyusul istrinya dan tidur dalam satu kamar dengan Elly, namun karena mereka sedang alam misi, Gabby terpaksa mengikuti aturan main dan menahan kerinduannya.


entah mengapa setelah menikah ia tak bisa jauh dari Elly.


ia terus merasa rindu dengan wanita itu walau baru beberapa jam saja tak bertemu.


Sudah satu jam sudah Gabriel di kamar nya, menatap langit-langit, ia sudah mencoba memejamkan matanya, namun bukan mengantuk malah kepalanya pusing. akhirnya Gabriel memutuskan keluar dari kamarnya, namun saat melewati bagian kanan bangunan di lantai atas, ia melihat sesuatu yang mencurigakan, perlahan Gabby mendekati sambil mengawasi kamera CCTV yang mungkin terpasang, anehnya bagian tersebut tanpa ada satupun CCTV, Gabby merasa aneh.


Sementra hampir seluruh ruangan terdapat satu kamera CCTV tapi mengapa hanya bagian bangunan itu yang tidak???


ia mengendap-endap dan bersembunyi di balik pilar besar, dan melihat seseorang sedang berdiri di depan pintu, namun yang membuatnya sangat terkejut adalah orang tersebut mengeluarkan alat vitalnya dan olah raga tangan, terdengar sayup-sayup suara erangan manja dari dalam kamar.


sebagai lelaki dewasa, ia sangat apal suara macam apa itu.


Kamar itu terpisah oleh sebuah balkon dan terpisah dari kamar lainnya, sepertinya sebuah kamar utama, sementara kamar yang ia tempati berada di sisi sebelah kiri bangunan.


begitu pula kamar istrinya.


sementra Bernard berada di lantai bawah, sebuah kamar tamu yang di sulap menjadi kamar nya dengan berbagai peralatan medis, dan kamar Lilly berada di sebelah kamar Bernard untuk memudahkan Lilly dalam mengontrol Bernard.


Gabby mengambil ponselnya dan dengan hati-hati merekamnya, tiba-tiba ia terkejut, pria itu langsung bersembunyi, Gabby langsung pindah ke bagian sebelahnya, ia merunduk. Beruntung pencahayaan remang sehingga pria yang keluar dari kamar tersebut tak melihat keberadaan Gabby maupun pria yang bersembunyi di dekat Gabby.


Gabby merasa jantungnya berpacu cepat, antara terkejut melihat siapa yang bersembunyi dekatnya dan pria yang keluar dari kamar Dona, dan takut keberadaanya tertangkap mata.


pria yang keluar dari kamar Dona adalah Denis.

__ADS_1


Gabriel yakin itu Denis dari foto yang di berikan oleh Elly, ia masih ingat betul.


Gabby mengepalkan tangannya, ia menahan nafas seolah takut terdengar oleh pria yang bersembunyi di dekatnya karena melihat Denis.


setelah Denis menjauh, pria itu tanpa di duga mengetuk pintu dan Dona membukanya, yang parahnya adalah Dona masih dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun, ia berpose menantang, pria itu langsung ******* bibir Dona dan mengangkat tubuh Dona, menutup pintu kamar tersebut dengan kakinya.


Gabby mendekati kamar itu dengan sangat hati-hati, ia masih dalam mode merekam, pintu kamar yang tak tertutup rapat membuat Gabby bisa melihat dengan jelas pemandangan di depannya.


ia ingin muntah melihatnya, merek sedang melakukan penyatuan.


Gaby mengambil videonya sebentar dan langsung memilih pergi.


wanita itu seperti binatang buas, menjijikkan tak cukup dengan satu wanita.


nafsu??? Tidak sama sekali, Gabby justru ingin menendang dan membenturkan kedua pasangan mesum itu yang lebih mirip bapak dan anak.


#Flash Back off


Sebuah tepukan pelan membuat Gabby tersadar dari lamunannya, ia terkejut bukan main dan menoleh, rupanya Elly datang tanpa ia sadari


"sayang??? Bikin kaget aja" ucap Gabby tersenyum lebar


"Siapa suruh pagi-pagi sudah melamun. aku dari tadi mengetuk pintu, tapi kamu gak dengar, eh pas masuk tahunya ada yang lagi ngelamun" ucap Elly santai lalu duduk di sebelah Gabby


"Huh dasar malas, sedari tadi ngapain aja??" gerutu Elly namun Gabby hanya tersenyum mencium kening istrinya dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


tak begitu lama terdengar suara air gemericik.


Elly memainkan ponselnya, ia sedang melakukan komunikasi dengan Lilly melalui pesan singkat.


elly tak bisa terang-terangan menanyakan kondisi papanya secara terperinci.


saking asiknya berkirim pesan, Elly tak melihat kedatangan Gabby, Gabby langsung memeluk istrinya dan menciumi tengkuk Elly


"sayang.. lepasin ini di rumah papa" ucap Elly lirih takut di dengar orang


"lalu kenapa?? Aku kan kekasihmu" ucap Gabby langsung membalikkan tubuh Elly dan ******* bibir mungil Elly dengan rakus.


ia merindukan manis dan kenyalnya bibir itu.

__ADS_1


"Kau harus bertanggung jawab, karena kau aku tak bisa tidur semalaman, aku merindukanmu sayang" ucap Gabby langsung menghujani Elly dengan ciuman,


Sementara tangan Gabby aktif meremas dan mengelus bagian favoritnya.


"Aku mencintai kamu" ucap Gabby dengan suara parau


"Sayang kita... Ahh sayang hentikan" ucap Elly berusaha menyadarkan suaminya, namun Gabby yang sudah di bakar hasrat tak menggubris, ia mulai melakukan penyatuan dan akhirnya Elly hanya pasrah dan menikmati.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat kegiatan pagi mereka, orang itu bahkan menikmati nya sambil melakukan sesuatu pada tubuhnya hingga ia mencapai puncak dan bergegas pergi menuju kamarnya dengan Senyum penuh arti.


Saat wanita itu masuk ke dalam kamar, tak lama seorang kepala pelayan masuk dan baru stengah jam kemudian keluar dengan wajah penuh senyum.


Gabby dan Elly yang sudah selesai melakukan olah raga mereka turun dan berpapasan dengan Kepala pelayan tersebut yang terlihat agak serba salah


"Paman Nick, apa yang kau lakukan di kamar wanita itu pagi begini?" Tanya Elly menghampiri Nicolas


Elly memilih mendekati Nicholas diikuti Gabby.


mata Gabby menyipit, menyelidik membuat Nicholas merasa salah tingkah.


Gabby melihat bekas bibir merah di kerah Nicholas dan juga tanda merah di leher pria paruh baya itu.


"apa mereka melakukanya lagi pagi begini??? gila dari mana stamina pria tua itu???" Gumam Gabby menatap jijik


"ah nona muda, nyonya muda meminta saya membawakan teh hangat untuknya, dia sedang tak enak badan" ucap Nicholas mencari alasan


"owh, lalu apa di kerah kemejamu???" selidik Elly


"Nona jangan salah paham, ini tadi saya membantu nyonya saat akan jatuh, tubuhnya lemas" ucap Nicholas menghindari tatapan Elly.


Elly hanya menaikan sebelah alisnya tak percaya.


tapi tak mau menuduh, pria paruh baya ini sudah mengabdi di keluarga Bernard sejak Elly masih belum lahir, ia tak mau memiliki prasangka buruk Padanya, terutama Ellya udah menganggap pria ini keluarganya sendiri.


"baiklah kau boleh pergi"


"permisi nona muda" ucap Nicholas sopan


"Oh paman Nicholas, sepertinya kita perlu memanggil petugas pengendali hama, lehermu di gigit serangga, aku ingin steril terutama karena kondisi papa saat ini dan juga....

__ADS_1


paman apa ku pencinta parfum wanita??? Bau mu seperti wanita ****** itu" ucap Elly lalu mendahului Nicholas menuruni tangga. Gabby hanya mengangguk sambil tersenyum pada Nicholas, lalu mengikuti istrinya


Gabby bisa melihat wajah kesal Nicholas, namun pria itu tak berdaya.


__ADS_2