Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
End


__ADS_3

Matahari sudah tinggi, hari ini seluruh keluarga akan cek out dari hotel, tapi sebelum itu mereka melakukan sarapan pagi bersama sambil menyerahkan kado yang sudah di persiapkan mereka masing-masing.


"Davina dan Tian sudah mempersiapkan kejutan mereka, ia Dan Tian sepakat akan memberi kado sebuah mobil untuk Sania dan Shandy, sementara Kakek dan nenek buyut serta Ayudia dan Arjuna memberi kado bulan madu keliling Eropa.


Baskoro tak mau ketinggalan, ia juga menghadiahkan sebuah rumah untuk Shandy dan Sania.


Namun sudah satu jam dinanti, kedua pengantin baru belum juga menampakkan batang hidungnya, sementara perut mereka semua sudah keroncongan.


Cleo pun sudah ngambek karena kelaparan.


akhirnya Daffa berinisiatif menyusul Shandy dan Sania ke kamar mereka.


Ia mengetuk pintu kamar dan keluarlah Sania dengan muka bad mood.


Sania terlihat kesal, wajahnya di tekuk, sementara Shandy terlihat hanya nyengir kuda sedang memakai kemejanya


"Seluruh keluarga sudah menunggu kalian untuk sarapan pagi, kenapa lama sekali" gerutu Daffa


"Salahkan saudaramu itu, tidur seperti kebo" gerutu Sania lalu berjalan meninggalkan Daffa dan Shandy.


Daffa menatap Shandy meminta penjelasan namun Shandy hanya mengangkat bahu, sambil memijit tengkuknya yang sakit


"Nah loh pengantin baru udah berantem hahaha


lagian sih loe bro kurang ngasih jatah ya???" ledek Daffa yang langsung di jawab lemparan bantal


Mereka lalu turun menuju tempat dimana seluruh keluarga menanti, Shandy melirik sekilas pada istrinya yang terlihat kesal


"Hahahhaa, Pengantin baru keasikan belah duren sampai kesiangan bangun" tawa Angelo menggema


Sania menunduk malu, ia melirik ke arah suaminya


"Habis berapa ronde loe???" ledek Daffi yang langsung di cubit Rose


"Sial, siapa yang main???


Sampai kamar gue ngantuk banget dan tidur" gerutu Shandy


"Yaaaaaa gagal dong" ucap semua keluarga lalu tertawa terbahak-bahak


"Mas Shandy kaya kebo, dia tertidur di bawah ranjang"


"Wah loe pantas dapat muka asam kak Sania.


Orang pengantin baru pelukan, loe malah peluk ubin hahaha" tawa Tian puas


"Wah kasian ya sayang, orang malam pengantin lembur, Shandy malah tidur " ucap Davina tertawa puas. Shandy menaikan sebelah alisnya, kemudian tak lama ia berteriak


"Astaga jadi ini ulah kalian ya???


Jahat bener ngasih gue obat tidur, sial" maki Shandy.


Davina dan Tian tertawa terbahak-bahak.


Alih-alih memberi obat afrodisiak mereka membalas Shandy dengan obat tidur


"Itu pembalasan kami" ucap Davina langsung TOS dengan suaminya


"Apes,.apes" ucap Daffi lalu semua orang tertawa ,menertawakan kemalangan Shandy.


"Makanya jadi orang jangan usil, kena balasan kan???


Baru masuk tahu-tahu ngorok eh merosot jatuh ke lantai. aku mau narik gak kuat badan mas Shandy gede jadi ya...." Sania mengangkat bahunya kesal


Sementara Shandy hanya nyengir kuda.


"Lalu obat ku siapa??? siapa yang minum????" tanya Angelo yang jelas-jelas ingat jika ia menyiapkan obat untuk Shandy

__ADS_1


Angelo memeriksa semua orang, dan mereka tak menyadari dua orang tak ada bersama mereka


"Agatha dan Willy!!!!" pekik Davina dan Tian saling pandang.


Bert dan rose tak mengerti arah pembicaraan keluarga itu.


mereka berfikir jika keluarga Angelo adalah keluarga yang kaku dan menyeramkan, namun nyatanya keluarga itu gila dan nyeleneh.


hilang semua kekhawatiran mereka.


Keluarga itu layaknya keluarga pada umumnya.


Setelah sarapan pagi, satu persatu bubar kembali ke kediaman mereka masing-masing, sementara pengantin baru langsung menuju tempat honeymoon mereka.


Namun tidak dengan Agatha dan Willy, mereka memilih pulang sore harinya.


Dua bulan kemudian


Daffa dan Bert memantapkan hati mereka untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.


mereka memilih melangsungkan pernikahan mereka di Singapore secara sederhana di saksikan kedua keluarga besar masing-masing.


Setelah menikah Daffa memutuskan tinggal di negara G karena berbagai alasan, salah satunya agar istrinya bisa dekat dengan keluarganya.


Awalnya Ayudia dan Arjuna keberatan, namun setelah melakukan perundingan alot akhirnya keduanya setuju.


Selang sebulan Oscar dan Lilly juga menggelar pesta pernikahan mereka di negara G, tempat orangtua Lilly berasal. Ayudia dan Arjuna ikut hadir menyaksikan pernikahan putri angkat mereka.


pesta pernikahan di gelar dengan megah dan meriah.


Setelah selesai acara Lilly di boyong ke Spanyol, mereka melanjutkan acara resepsi kedua mereka di negara itu atas permintaan pihak keluarga Oscar.


Davina tak datang ke Spanyol karena ia mengalami kontraksi akibat terlalu aktif bergerak.


Kini semua orang sudah menemukan kebahagiaan mereka.


Daffi dan Rose belum memikirkan menikah, keduanya masih asik bertengkar karena berbeda pendapat.


Satu bulan kemudian


Panji dan istrinya datang ke Jakarta, mereka memberi kejutan pada Davina dan Tian


Sekar sedang hamil tujuh bulan, sementara Davina sudah hamil tua.


Mereka seperti reuni ibu-ibu hamil.


Sedang asiknya berbincang, sebuah mobil tiba di halaman rumah Tian dan turunlah Gabriel dengan Elly, mereka di sambut gembira oleh semua orang


"What's up bro, kita reuni nih ceritanya???" tanya Panji sangat senang akhirnya mereka bisa berkumpul


"Oscar mungkin pesawatnya sebentar lagi akan tiba" ucap Gabby yang memang janjian dengan Oscar


"Lihat bro, istri-istri kita seperti reuni ibu hamil"


"Iya, anak loe laki apa cewe bro?" tanya Panji pada Tian


"Jagoan dong" ucap Tian bangga


"Anak gue cewek, jodohin yuk" usul Panji


"Enggak ah, musibah anak gue punya mertua loe


"Sialan loe, anak gue pasti cantik Kay Sekar, ya kan bro?" tanya Panji meminta dukungan Gabriel


"Belum tentu juga" lalu keduanya tertawa


"Tapi bro, Panji kok kayanya lebih tampan ya?? berarti susu nya cocok" ledek Gabriel membuat pandu memperbaiki kerahnya

__ADS_1


"Yoi" ucap nya bangga


Bel pintu berbunyi, tak lama Oscar datang dengan Lilly.


Davina sangat bahagia rumahnya ramai.


bahkan Cleo bergantian memegang perut para ibu hamil


"Jadi Lilly loe udah isi belum???" Tanya Davina


"Be..belum" ucap Lilly menunduk malu


"Ya iyalah, kan mereka baru nikah"


"Sabar Lily, nanti juga keracunan telor kaya kami hahaha" tawa Sekar pecah, Davina dan Lilly saling pandang Tan mengerti


"Telor????" tanya Davina bingung


"Ya telor dari buaya buntung " ucap Sekar akhirnya Davina mengerti ia tertawa terbahak-bahak.


Sekar ternyata ketularan penyakit gelo Panji.


sementara Lilly menepuk keningnya sendiri


"Woi pada ngumpul gak ngajak" teriak Shandy yang datang dengan Sania


"Hahaha ini namanya reuni tak terencana" ucap Tian dan Davina.


Mereka langsung memesan catering dadakan karena memang pertemuan ini tak terencana.


Akhirnya Daffa dan Daffi juga datang.


saat menjelang makan siang, Agatha dan Willy juga tiba, jadilah suasana yang penuh tawa.


Semuanya telah menemukan pasangan hidup mereka masing-masing dan bahagia.


Lima bulan kemudian


Sebuah panggilan masuk dari lapas mengabarkan pada Davina dan Tian, mereka mendapat kabar jika Dona melahirkan prematur dan meninggal dalam proses melahirkan.


Sejak terkahir Davina ke lapas, ia rutin mengirimkan obat untu Dona dan kandungan Dona.


seperti yang di harapkan sebelum akhir hayatnya Dona bertaubat, ia jadi lebih agamis dan optimis menjalani hidup walau kanker terus menggerogoti tubuhnya.


Dona melahirkan seroang anak perempuan yang ia beri nama Fitri.


Dalam surat wasiat Dona yang di kirimkan pada Davina, ia mengucapkan banyak terima kasih dan maaf yang tak terhitung atas semua perbuatan salahnya, setidaknya ia sudah meminta maaf, masalah di maafkan atau tidak Dona pasrah.


Dona memohon pada Davina untuk merawat putrinya.


Ia tak tahu harus meminta tolong pada siapa karena baik Dona maupun Denis keduanya meninggal di lapas dalam waktu yang hampir bersamaan.


Dona juga tahu jika ia tak tahu diri masih menyusahkan Davina, tapi Dona tak tahu harus meminta tolong pada siapa lagi, ia tak mau anaknya hidup di panti asuhan, tanpa kasih sayang ornagtua seperti dirinya.


Davina akhirnya memutuskan merawat anak Dona, walau awalnya Tian menentang namun akhirnya ia setuju, begitu pula keluarga besar Davina.


Sekalipun ornagtua anak itu berlumur dosa, namun anak mereka tak tahu menahu dan tak bersalah.


Kelak Davina akan mengajarkan anak itu arti sebuah kejujuran dan hidup bermartabat, begitu pula pada putranya dan juga Cleo.


Dalam hidup kita berhak menentukan hidup kita akan di bawa kemana, tapi di balik keputusan yang kita ambil ada konsekuensi dan tanggung jawab.


Tamat


Alhamdulillah akhirnya novel ini tamat juga


terima kasih yang tak terhingga untuk semua para reader yang selalu setia mengikuti karya author sampai selesai.

__ADS_1


ikuti terus karya author lainnya ya


terima kasih


__ADS_2