
Saat tertidur karena obat penenang mu air mata Davina terus mengalir, Ayudia merasa hatinya sakit melihat putri kesayangannya terluka begitu dalam.
Tak ada yang akan bisa mengobati rasa kehilangan pernah ibu selain waktu, ya waktu yang akan mengobatinya nanti.
Namun tetap saja di hati ada yang hilang entah kemana dan tak bisa tergantikan.
"Nenek harap ini pelajaran pertama dan terakhir buat kalian semua, kejujuran yang menyakitkan lebih baik daripada kebohongan yang di bungkus dengan kebaikan"
"Baik nenek buyut" ucap seluruh keluarga
Baskoro lebih banyak diam, ia juga merasa sedih untuk cucu nya, cicit yang seharusnya ia lihat sudah pergi sebelum dilahirkan ke dunia, semua sudah kehendak sang pencipta.
Satu persatu menunggu di ruang keluarga, kini hanya ada Ernest, dan Ayudia.
Sementara Khadijah yang saat melahirkan anak bungsunya mengalami komplikasi parah sehingga kini ia mulai sering sakit-sakitan dan mudah lelah.
Sebastian meminta Khadijah istirahat di kamar tamu yang letaknya di sebelah kamar Cleo.
"Sayang kamu istirahat saja"
"Enggak nek, aku mau menunggui putriku" ucap Ayudia bersikeras walau kepalanya sudah terasa sakit karena terllau banyak menangis.
"Oma ayu, maafkan Cleo sudah membuat amma Davina seperti ini" ucap Cleo di depan pintu, wajahnya menunduk karena merasa bersalah
"Sayang sini dekat Oma" panggil ayu yang melihat Cleo tak masuk ke dalam kamar
Ernest bangkit dan mendekati anak sambung cicitnya
(entah setelah cicit apa author takut salah, gak mungkin cocot kan?? atau cecet kwkwkkw)
"Cleo sayang, mama Davina hanya kelelahan, kan mama Davina baru pulang dari rumah sakit"
"Hik hik hik, ini karena mama Davina sedih karena dedek bayi meninggal" tangis Cleo pecah.
Ayudia mendekati cucu sambungnya DNA memeluknya
"Kalau Cleo nangis siapa yang mau hibur mama Davina nya??? kita harus tersenyum dan kasih semangat mama Davina biar gak sedih lagi, ya kan nenek buyut??" ucap Ayudia
"Bener tuh kata Oma kamu, kalau mama Davina semangat kan nanti cepat sembuh, terus bisa ada dedek baru lagi deh"
"Beneran nenek Oma?" ucap Cleo yang entah mengapa memanggim Ernest dengan sebutan nenek Oma, mungkin karena Ayudia memanggil Ernest nenek iya jadi menyimpulkan sendiri
"Tentu ddong, makanya kita harus hibur mama Davina ya?"
"Iya , Cleo mau mama Davina sembuh" ucap Cleo bersemangat, ia sendiri yang menghapus air matanya membuat Ayudia tersenyum.
mungkin Davina akan cepat menyembuhkan lukanya dengan adanya Cleo.
Satu jam sudah berlalu Cleo sudah mengantuk, tapi ia tak mau jauh dari Davina, ia akhirnya tertidur meringkuk di samping Davina dengan tanggan menggenggam tangan Davina
Davina merasa kepalanya berdenyut, ia membuka matanya dan melihat mama serta nenek buyutnya sedang berbincang santai
"Mamaaaa" panggil Davina lirih merasa tenggorokan nya kering
"Alhamdulillah kamu sudah sadar, ayo minum dulu, tenangkan dirimu baru kita bicara ok???" ucap Ayudia yang tahu jika Davina ingin meminta penjelasan darinya
__ADS_1
"Cleo?"
"Anak itu tadi menangis melihatmu seperti ini, dia terus meminta maaf pada kamu karena membuatmu sakit. Sayang, anak sambungnya sungguh menyayangimu. Cleo bahkan tak mau beranjak barang sejengkal pun darimu.
Lihat di dalam tidurnya pun ia menggenggam jari tanganmu takut kau tinggalkan.
Terlepas kamu amnesia dan tak mengingat tentangnya, tapi ingatlah kasih sayangnya padamu tulus"ucap Ernest mengelus rambut Cleo lalu bergantian pada Davina
"Aku juga menyayanginya nek" ucap Davina tersenyum merapihkan rambut yang menutupi wajah cantik Cleo.
"Sayang mama mohon maaf tentang masalah kegiguranmu"
"Mengapa mama menutupinya???" ucap Davina bergetar
"Mama hanya memikirkan kesehatanmu nak, mama tak mau kau shock dan depresi karena mengapali dua kejadian bersamaan"
"Tapi aku kehilangan anakku ma, aku merasa...."
"Mama mengerti, jika kau ingin marah maka marahlah, sekalipun kau benci mama, mama tetap akan melakukannya" ucap Ayudia meneteskan air mata
"Sayang, mamamu hanya berpikir dari sudut pandang nya sebagai seorang ibu, ia tak mau kau depresi karena amnesianmu dan kehilangan anakmu.
Mamamu hanya berfikir pendek karena sangat menyayangimu. Jadi kesalahannya adalah karena terlalu melindungi hati dan perasaanmu" ucap Ernest membuat Davina menangis lirih, ia memeluk Ayudia.
perkataan nenek buyutnya membuat amarahnya luntur.
Ya Ayudia melakukan itu semua demi melindunginya, walau Davina merasa itu tak adil untuknya, tapi seorang ibu sanggup melakukan apapun demi putrinya.
"Ma, lain kali katakan saja walau itu menyakitkan.
Kesulitan akan membuatku dewasa."
"Mama gak perlu minta maaf, terima kasih mama selalu ada untuk aku"
"Jangan menangis lagi, lihat Cleo nanti terbangun dan makin sedih. Anak itu sangat peka dan pandai menilai situasi, dia anak yang cerdas
"Aku tahu ma, aku juga merasa itu"
"Kalian sangat mirip, Cleo sepertimu saat kecil" ucap Ayudia tersenyum lembut.
Akhirnya masalah terselesaikan dengan baik, Ayudia juga menjelaskan jika ia yang meminta pada seluruh anak buat Davina untuk menutup mulut, termasuk Agatha, Ayu berharap Davina tak menghukum mereka karena dirinya.
Malam harinya mereka semua satu persatu bubar pulang ke rumah masing-masing, sementara Ernest dan Angelo memilih menginap karena mereka masih sangat merindukan Davina.
Ernest memilih tidur dengan Davina, di kamar utama sementara kamar penghubung di tempati Angelo dan Tian.
Angelo yang kelelahan karena perjalanan jauh mendengkur keras membuat Sebastian tak bisa tidur karenanya.
Sebastian menggerutu dalam hati dan kesal.
Bukan ia tak senang dengan kehadiran kakek dan nenek buyut Davina, namun mengapa mereka harus menggangu dan tidur dengan istrinya???
Gagal sudah rencana Tian tidur dengan Davina.
Ia sudah terbiasa tidur dengan mencium aroma tubuh Davina yang harum.vanila samar.
__ADS_1
Keesokan Paginya
Semalam Sebastian tak bisa tidur membuat lingkaran hitam di bawah matanya, semalam itu pula ingin sekali Sebastian melakban mulut Angelo yang mendengkur keras jika tak ingat dosa.
Dan yang paling menyebalkan adalah orangtua itu malah tertawa terkekeh dan meledeknya habis-habisan.
Davina hanya bisa tertawa melihat suaminya yang cemberut karena dinledek kakek buyutnya
"Anak muda apa kau sedang menunggu istriku pindah kamar sehingga kau bis atidur dengan istrimu???
Baru juga Pisa satu malam sudah gak bisa tidur hahaha"
Davina tersendak air minumnya sendiri, rupanya kakek buyutnya tak tahu jika mereka memang pisah kamar karena Davina belum siap.
Sepertinya jika Angelo tahu mereka pisah kamar sementara waktu, kakek buyutnya itu akan buat ulah
"Kamu memang..."
"Sayang, kamu mau aku ambilkan susu??" tanya Davina mengedipkan ebelah matanya
"Aku kan gak suka susu coklat sayang"
"Tapi kemarin suka" ucap Davina memberi kode pada sebastian, Sebastian menyadari sesuatu,mungkin karena tak tidur semalaman jadi feeling-nya tajam kali ini, Davina seperti mengalihkan jika mereka tidur tak sekamar
"Kakek buyut, aku kan pengantin baru, wajar saja aku merindukan istriku. Aku mulai terbiasa mencium aroma tubuh istriku saat tidur, kakek buyut seperti tak pernah pengantin baru saja" ucap Tian yang entah dari mana ia dapat keberanian mengatakan hal memalukan seperti itu.
Wajah Davina merona merah karena malu
"Hahaha, kakek buyut jadi teringat waktu baru nikah dulu" ucap Angelo tersenyum penuh arti pada Ernest
"Huh dasar kakek tua aneh" gerutu Ernest yang hanya mereka berdua dan tuhan yang tahu apa maksud perkataan Ernest, tapi sepertinya Sebastian bisa menduga dari karakter Angelo, sehingga di otak Tian kini muncul ide yang nyeleneh, dan ia yakin bisa berhasil
"Nak kan kakek mengerti bagaimana rasanya, selain itu kamu sedang mengejar date line lagi" ucap sebastian yang langsung di tangkap maksudnya oleh Angelo dan Ernest, namun tidak dengan Cleo dan Davina yang terlihat kebingungan
"Memang papa di kejar kerjaan lagi ya??"
tanya Cleo polos
"Iya sayang, doakan papa berhasil ya buatnya" ucap sebastian tersenyum penuh arti
"Amiinnn, Cleo doakan ya pa" Sebastian mengelus puncak kepala anaknya sambil memberi jempol pada Cleo
"Memang ada proyek baru ya mas?"
"Iya, proyek Akbar" ucap sebastian yang di balas senyum Angelo dan Ernest
Ayo, kira-kira proyek apa ya ???
Kok pasutri tua itu tersenyum???
Apa ada kaitannya dengan mereka?????
Berhasilkan rencana Tian???
Tunggu next chapter ya, dan jangan lupa tinggalkan like an coment kalian.
__ADS_1
Yoyoyo author lagi butuh dukungan kalian biar bisa jadi mood Boster author dalam menulis hehehe.
Terima kasih semuanyaπ€π€π€π€π€πππ