Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
penggerebekan


__ADS_3

Surat perintah penangkapan sudah di keluarkan. pihak kepolisian sudah menyebarkan anggotanya untuk mengepung lokasi markas utama Denis.


mereka menyebar dan berbaur dengar warga sekitar, mengintai sambil menunggu sampai dapat komando dari atasan mereka.


Davina tak mau ketinggalan, ia mengerahkan semua anggotanya juga, baik anggota dari kakek buyutnya maupun anggotanya sendiri. ia membagi menjadi dua kelompok.


Davina menarik Daffa dari markas utama Denis karena takut terkena peluru nyasar, sebab tak mungkin bisa di hindari jika operasi ini sangat rawan.


di pastikan akan tejadi baku tembak antara pihak berwajib dan anggota organisasi milik Denis.


Sementara Davina berada di apartemen bersama Bert dengan Penjagaan ketat, ia tak di perbolehkan keluar dari apartemen karena kondisinya yang sedang hamil.


Mereka khawatir Davina akan ikut beraksi, mengingat wanita itu tak pernah bisa diam begitu saja.


Sebatsian juga ikut mengawasi istrinya, ia tetap tinggal di apartemen Daffa.


Walau agak kesal Davina memilih mengalah, ja bersama Bert memantau dari kamera CCTV dan menjadi pemandu team nya untuk memberikan informasi keadaan dalam organisasi Denis.


Sementara Daffa, Daffi, Bruno dan juga Shandy sudah berada di lokasi mereka.


Di tempat terpisah Lilly dan Oscar di beri tugas sedang mengawasi gerak gerik Dona.


mereka membagi tugas agar semua rencana berjalan lancar.


Jack memilih menjaga Davina, sementara di rumah sakit ada anak buah Jack dan anggota elite Davina yang menjaga, dan Rose di tunjuk oleh Lilly sebagai kepala komando dalam penjagaan anggota keluarganya dan juga Nicholas.


Lilly yakin dengan kemampuan Rose.


wanita itu sangat cepat menguasai apapun yang Lilly ajarkan padanya, termasuk ilmu medis dan meracik racun, disamping itu kemampuan bela diri Rose juga patut di acungi jempol.


Sementara di markas Denis


Rupanya Denis sedang merancang untuk membunuh Nicholas, terlihat beberapa orang keluar dari markas dan langsung menuju rumah sakit.


Shandy langsung menghubungi Rose untuk siaga.


"Kawanan tikus menuju ke lokasinya, persiapkan perangkap dan tangkap hidup-hidup"


"Siap bos" ucap Rose singkat


Ia segera memberi komando anak buahnya.


satu orang di lobby, satu orang di pintu belakang rumah sakit. dua di lift, dua lagi di lantai khusus, dan dua lagi di dekat kamar perawatan Nicholas.


Sementara Rose memakai seragam perawat.


di balik seragam itu, dia menyimpan senjata rahasianya yang bahkan bisa melumpuhkan seekor gajah sekalipun.


Seperti info yang diterima, Dua orang mencurigakan terlihat memasuki rumah alit dari pintu depan rumah sakit, satu orang lewat pintu belakang dan satu orang lagi berjaga di pintu belakang rumah sakit.

__ADS_1


dua anggota Davina langsung mengabarkan pergerakan melalui earphone yang terpasang di telinga mereka, dua orang yang menjaga di depan ruangan. Nicholas langsung menuju pos mereka.


Dua orang anak buah Denis membaca situasi dan salah seorang dari mereka masuk, ia terkejut melihat Rose yang berpura-pura baru keluar dari kamar mandi, ia tak menyangka jika ada orang dalam ruangan tersebut.


Tak mungkin baginya kembali, karena sebuah pisau kecil sudah ia keluarkan.


"Mau apa kau??" teriak Rose, Pemuda itu menyerang Rose, pemuda itu terlalu meremehkan rose yang memang terlihat lemah, tapi di balik pembawaannya, ia menguasai seni bela diri karate.


Saat musuh lemah, Rose melemparkan jarum beracun dan tepat mengenai pemuda itu


"Kkkkkau????" ucapnya lalu...


Bruggghhh


Pemuda itu tumbang oleh jarum beracun Rose.


Sementara rekannya yang berada di luar tak jauh beda.


Anak buahnya melemparkan jarum beracun buatan Rose dan tepat mengenai kening pemuda itu


Rose yang melihatnya terkejut dan terpekik ngeri


"Kau, sudah ku katakan incar anggota tubuh selain Wajah, kau membuat dia terlihat menyeramkan


Tidak bisa di bilang maha karya" gerutu Rose yang mempunyai hobby aneh.


Ia tak suka melihat lawan nya tumbang dengan kondisi jelek. Akan memberi kepuasan baginya jika lawannya tumbang dengan wajah tak terluka


"Huh belajar lagi menggunakan jarum, kau biasa menggunakan pistol" gerutu Rose mencabut jarum racunnya dan mengikat pita pada korbannya


sambil berdendang riang.


jika orang tak mengenal rose pasti mengira jika rose psikopat, nyatanya ia hany seorang gadis yang menyukai kecantikan.


"Bos, mereka bisa kabur jika mereka sadar"ucap salah seorang anak buahnya menunjuk ke arah pria yang di ikat oleh Rose


"Mereka akan sadar setelah tiga jam, apa kau mau coba??" tanya Rose dengan muka bersemangat


"Tidaaaakkkk, sebaiknya kami memeriksa dua orang sisanya" ucap kedua anak buah rose memilih pergi daripada menjadi kelinci percobaan rose


"Huh dasar cowok Cemen, padahal aku kan becanda" ucap Rose terkekeh senang melihat kedua anak buahnya tunggang langgang


Pletak


"Aduh, siapa yang berani padaku???" bentak Rose sambil mengelus kepalanya yang berdenyut karena di timpuk seseorang


"Kau berani padaku??? mau adu racun????" tanya Lilly dengan senyum lebar


muka rose langsung masam, tak mungkin ia melawan gurunya.

__ADS_1


"haha bos, aku becanda, mana berani aku sama ratu racun" ucap Rose nyengir kuda


"Jadi kau senang sekali mengerjai anak buah mu?? apa aku mengajarkanmu ilmu ku untuk mengerjai orang??" tanya Lilly sambil memeriksa hasil kerja Rose. ia menggelNg melihat kelakuan jahil Rose


"Itu...


itu hanya becanda bos, gak benar-benar" ucap Rose tergagap


"Bagaiman tikusnya?? apa kau dapat???" tanya Lilly berjalan masuk


"Itu sudah dalam paket" ucap Rose santai.


Rose menyeret pemuda yang baru di lumpuhkan oleh anak buahnya, mengumpulkannya menjadi satu.


Keduan anak buah Denis dalam mode pingsan , kedua tangan mereka di ikat pita pink dan yang lebih anehnya, keduanya di beri bandana dari pita berwarna pink juga.


Lilly hanya menggerutu, kelakuan rose sungguh....


Sudahlah itu mungkin ciri khasnya dalam membereskan lawan-lawannya, aneh dan nyentrik.


Lilly hanya bisa menepuk keningnya heran.


kirim paket ke markas, aku akan memeriksa papaku" ucap Lilly berjalan tanpa menunggu jawaban Rose


Tak lama kedua anak buahnya membawa dua orang lagi ke tempat itu, kini mereka harus mengeluarkan keempatnya tanpa mengundang kecurigaan.


beberapa anak buahnya langsung memakai pakaian rumah sakit, mereka membawa keempat anak buah Denis dengan memakai ambulance.


Rose meminta dua orang anak buahnya bersiaga di tempat, mereka takut Denis masih mencoba membunuh Nicholas lagi.


Sementara Rose mengurus empat anggota Denis ke markas bayangan yang sengaja Davina siapkan untuk mengumpulkan orang-orang yang mereka tangkap.


Tepat pukul dua, polisi langsung menggerebek markas utama Denis.


Terjadi baku tembak antara polisi dan anggota Denis.


Sayangnya Denis berhasil kabur melalui jalan rahasia yang hanya Denis dan orang kepercayaannya yang tahu, bahkan Bruno tidak tahu adanya jalan rahasia tersebut yang terletak di dalam ruangan Denis.


Pantas saja ruangan itu selalu di jaga ketat.


Bruno hanya memasukinya untuk mencari berkas, tak pernah terpikirkan olehnya


Polisi berhasil.menyidta barang bukti dan keterkaitan Denis dengan mafia. Denis menjadi buronan.


Denis kabur dengan mengendarai mobil yang sudah di pasang alat pelacak.


Mobil tersebut berhenti di pinggir kota.


Oscar langsung mengabarkan Davina saat melihat Dona keluar rumah, mereka curiga jika Dona dan Denis akan kabur ke luar negeri melalui jalan lainnya, karena di bandara pihak kepolisian sudah berjaga-jaga.

__ADS_1


Dari markas Denis polisi langsung mengembangkan dan menangkap beberapa orang yang terlibat, termasuk seornag politikus yang sedang mencalonkan diri menjadi pedana Mentri.


__ADS_2