
"Aku turut senang saudariku bisa ku andalkan, namun Lilly tak bisa terlalu lama di kediaman itu, atau orang akan menemukan perbedaan antara Lilly dan aku.
Aku kan kembali ke mansion itu"
"Sayang, aku ikut" ucap Gabby tak mau terjadi sesuatu pada Elly.
situasi saat ini sangat berbahaya untuk keselamatan Elly, terutama ia ingat jika Davina mengatakan jika nyawa Elly dalam bahaya.
Sekalipun ia di kediamannya, tak menutup kemungkinan bahaya itu justru lebih dekat padanya.
orang jahat itu tak perduli, yang mereka inginkan hanya tujuan mereka tercapai tak perduli prosesnya.
"Aku juga sependapat dengan Gabby, siapapun yang berada disana akan selalu dalam bayang-bayang bahaya" ucap Shandy
"Sis, aku justru khawatir padamu jika kau kembali.
Mereka bisa meracuni papa dengan Mudha tanpa Adah yang curiga, aku khawatir mereka akan melakukan hal yang sama padamu.
Jika itu aku, aku sudah memiliki kekebalan tersendiri pada banyak racun, aku bisa mengobati diriku sendiri, tapi..."
"Kita harus memikirkan rencana yang masuk akal" timpal Oscar
"Apapun bahayanya aku ingin di dekat papa" ucap Elly tegas.
"Aku akan menemanimu"
"Baiklah begini rencananya.
Elly akan menggantikan posisi Lilly, ia akan kembali kerumah dengan Gabby, dengan status Gabby kekasih Elly"
"Aku tak tenang jika saudariku di alam sana Shandy" ucap Lilly khawatir
"Kau juga akan ikut mereka, tapi tidak dengan wajah itu" ucap Shandy
"Aku mengerti, kau tenang saja, aku tahu apa yang harus aku lakukan" ucap Lilly yang di balas anggukan Shandy
"Terus gue apa??? gue juga mau ikut terlibat.
Di papa mertua gue" ucap Oscar tak diajak terlibat di dalam rencana mereka.
"Tugas loe gampang, karen wajah loe udah pernah dilihat sama dona dan Denis, loe tetap berperan sebagai diri loe sebenarnya"
"Maksud loe gimana?? gue mau ngelindungi my babe" protes Oscar
"Ikuti rencananya atau kau kembali ke Indonesia.
Jika kau mau papaku melihatmu dan merestui kita, mainkan peranmu dengan sebaiknya" ucap Lilly menatap tajam Oscar
"Apapun baby, aku siap melakukanya untukmu" ucap Oscar tak tahu malu
"Dasar perjaka tua" ucap Gabby lirih
"Syirik aja loe, namanya juga usaha.
Bukan dukung, loe mau gue solo karir terus tanpa ada tempatnya??" ucap Oscar nyeleneh.
Lilly melotot tajam ke arah Oscar sementara Shandy menepuk dahinya dan Gabby tertawa lepas,
hanya Elly yang terlihat bingung
"Setelah masalah ini selesai aku akan membuat perhitungan dengan mu OS" ucap Lilly membuat senyum di wajah Oscar ilang..
"Baby aku hanya bercanda, aku akan ikut rencana"
"Jika tak ada hal yang baik keluar dari mulut mesum mu, sebaiknya kau diam!!!!!" ucap Lilly sangat kesal dengan kelakuan Oscar
"Mampus loe" ucap Gabby tertawa
__ADS_1
"Aku tak mengerti kenapa saudariku marah padamu, tapi ku rasa kau tak akan bisa bersamanya jika kau tak merubah sikapmu" ucap Elly membuat suaminya mengacungi jempol.
"Bener kata istri tercintaku" ucap Gabby namun Elly juga mendorong Gabby menjauh karena pria itu seperti lintah yang menempel, sulit sekali menjauh.
"Ok kembali ke rencana.
Elly dan Gabby kembali sebagai sepasang kekasih, lalu Lilly datang sebagai seorang perawat yang di rekomendasikan oleh Elly selang sehari setelah Lilly kembali. Jangan lupa penyamaran mu Lilly"
"Siap, aku sudah mempersiapkan semua peralatan ku di koper" ucap Lilly
"Lalu Oscar datang ke negara ini dalam rangka kerjasama kalian, bukankah ini waktunya kau survey???"
"Okey itu mudah"
"Aku juga akan menyamar, aku dan orang-orang akan menyusul ke dalam organisasi mereka dan sisa orang yang sudah berada di negara ini tetap pada posisi mereka, membackup kita dari luar"
"Serahin sama kami" ucap seseorang di depan pintu
"Kaliaaaan" teriak semua orang,
"Davina mengirim kami untuk membantu kalian, awalnya di sendiri yang mu datang, tapi dia sedang hamil ok??? itu akan membahayakan janinnya" ucap Daffa langsung mengambil kursi dan duduk di samping Shandy.
"Tapi kakak ipar tak mengatakan apapun tadi saat kami..."
"Kami tak memberitahu dia keberangkatan kami" ucap Daffi melakukan hal sama dengan Daffa
"Jadi wanita ini???" tanya Daffa menatap Elly
"Dia saudari kembar ku" ucap Lilly lalu memperkenalkan mereka.
"Kalian kedatangan seseorang juga" ucap Daffi lalu kembali keluar, tak lama kemudian Ia datang sambil mendorong seseorang yang tak lain adalah Bert
"Bert......" Elly bangkit dan langsung memeluk Bert sambil menangis, ia sudah mendengar musibah yang menimpa Bert karenanya.
"Hallo my sister" ucap Bert menyapa Elly dengan senyum lebar
Walau kondisinya sudah pulih namun kedua kakinya masih belum bisa berjalan
"Ya Tuhan Bert, maaf kau harus mengalami musibah ini karena aku" ucap Elly masih menitikkan air mata
"Aku tak merasa menyesal, aku hanya ingin melihatmu bahagia dan melindungi orang yang kau sayangi.
Lagi pula paman Bernard sudah seperti papaku sendiri" ucap Bert tersenyum
"Huh dasar wanita keras kepala" ucap Daffa melirik Bert. wanita itu bahkan berusaha berjalan dengan kedua kakinya yang cidera demi membuktikan pada Daffa jika ia tak akan menyusahkan mereka.
Namun Daffi meyakinkan kakaknya jika kehadiran Bert sama sekali tak menganggu rencana mereka, Daffi akan mengurus keperluan Bert.
Namun pada akhirnya Daffa juga tak tega, ia jadi memodifikasi kursi roda itu agar memudahkan mobilitas Bert. serta di lengkapi oleh perangkat canggih. Bert berulang kali mengucapkan terima kasih pada Daffa, namun Daffa hanya cuek.
Bert tahu pria dingin itu sebenarnya adalah pria baik berhati lembut.
"Baiklah karena bala bantuan sudah tiba, akan ku jelaskan rencananya" ucap Shandy lalu menerangkan secara detail rencana mereka.
Daffa mengubah dan menambahkan beberapa pengaturan.
Daffa melengkapi Lilly dengan peralatan canggih.
Ia memberikan Lilly soft lens yang bisa berfungsi sebagai pemindai jika makanan yang di konsumsinya atau makanan yang ada di depannya beracun.
Ia juga melengkapi Lilly dengan earphone super ciamik yang di desain menjadi anting, dan mikro Chips nya yang super kecil tak kan bisa terdeteksi.
Selain itu Daffa memberikan sekotak peralatan medis muti fungsi yang khusus Daffa modif
"Gue akan melamar sebagai pelayan pria di mansion itu bersama satu anak buah gue" timpal Daffi
"Loe bisa menyamar??? apa loe pake wajah itu??" tanya Lilly tertawa.
__ADS_1
wajah Daffi terlalu tampan untuk menjadi pelayan, siapa yang percaya???
"Wow, tenang saja my sister, gue udah belajar banyak dari loe" ucap Daffi bangga
"Oke semua sudah pada posisi.
Nanti gue akan memancing ikan besarnya keluar dengan menampilkan Bert di saat yang tepat.
Gue yakin Dona dan Denis akan memakan umpannya.
Tujuan kita saat ini adalah mengamankan target yaitu Tuan Bernard dan meneliti siapa yang terlibat untuk kita bereskan satu-satu"
"Mengapa terkesan lam sekali" protes Oscar
"Pembalasan yang indah akan terasa lebih manis" ucap Daffa menyeringai membuat semua orang bergidik.
Jika mereka mengenal Davina sadis dan tegas, Daffa tak jauh beda dari adiknya, namun Daffa lebih licik dan menakutkan.
Keesokan paginya Elly kembali ke mansion nya dengan memakai pakaian yang Lilly kenakan semalam.
Mereka mengganti pakaian mereka di sebuah toko pakaian.
Ya seperti dugaan semuanornag, Lilly selalu di tempel ketat oleh orang-orang suruhan Denis.
dan akting di mulai.
Elly meminta supir keluarganya menuju Bandara dimana Gabby sudah menanti dengan koper besarnya.
seolah-olah Gabby baru tiba di negara tersebut.
Terlihat orang suruhan Denis langsung melapor.
Gabby tidak sendirian, ia membawa Lilly bersamanya, Awalnya Elly terkejut tak mengenali Lilly, namun begitu melihat cincin di jari telunjuk Lilly, Elly langsung mengenalinya.
Lilly terlihat sangat berbeda, ia sampai mewarnai rambutnya berwarna pirang, memakai kacamata yang bertengger di hidungnya dan juga ada beberapa jerawat kecil yang entah bagaimana tercipta menghiasi wajah saudarinya itu
Mereka lalu kembali menuju mansion keluarga Bernard, mengenalkan Gabby sebagai kekasihnya dan Lilly sebagai perawat yang di bawa oleh Gabby khusus untu merawat Bernard, terlihat wajah tak suka Dona, namun ia tak bisa menentangnya di depan suaminya.
Setelah semua orang kembali ke kama mereka, pintu kamar Dona di ketuk dan masuklah Denis dengan menyeringai lebar.
Ya sejak Bernard di nyatakan sakit, mereka pisah kamar demi kenyamanan dan kesehatan Dona Bernard memutuskan itu, sungguh suami yang penyayang dan perhatian, sayangnya istrinya adalah seorang rubah iblis yang bisa berkamuflase.
"Sial, kenapa anak sialan itu membawa kekasihnya dan juga perawat jelek itu?" gerutu Dona begitu melihat Denis
"Apa kau mau aku menyingkirkannya sayang???"
"Tidak, tidak untuk saat ini.
Aku mau lihat bagaimana perawat itu, alangkah baiknya jika kita bisa menariknya menjadi sekutu kita" ucap Dona tersenyum licik
"Kau wanita yang pintar, dan licik.
Aku mencintaimu"
"Come on Denis, kah hanya mencintai tubuhku, jangan membuatku tertawa" ucap Dona tertawa
"Ya aku pemuja tubuhmu dan aku sedang menginginkanmu" ucap Denis langsung menerjang Dona dan keduanya bergulat penuh nafsu.
Di tengah permainan mereka pintu di ketuk seseorang.
Denis buru-buru memakai pakaiannya namun Dona menghentikannya
"Ku gila??? bagaimana???" Dona langsung membungkam mulut Denis dan kembali melanjutkan permainan mereka.
Dona melihat pintu terbuka sedikit, ia sengaja merintih melakukan gerakan erotis saat di tubuh Denis, membuat suara sensual membuat pria di depan pintu terbakar hasrat dan mulai mengelus pusaka nya sendiri sambil mengintip ke dalam dimana Dona dan Denis bermain.
"Dasar iblis betina nakal, kau sengaja kan melakukan itu, tunggu sampai ku beri pelajaran kau nanti" gumam pria itu tersenyum licik
__ADS_1