Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Virgin


__ADS_3

Gabriel masih sibuk dengan laptopnya, ia masih berkutat dengan pekerjaannya, sementara Elliana sudah rapih dan menatap kesal suaminya.


Sejak Gabby mengatakan sore ini mereka akan menuju negara g, Elly langsung memasukan pakaiannya dan juga Gabby ke dalam dua koper, ia sangat antusias mengetahui sebentar lagi akan bertemu papanya, keluarga satu-satunya.


Namun sejak kembali Gabby hanya duduk dan menatap laptopnya sambil terdengar sesekali ia menelpon seseorang.


Elly merasa kesal


"Gabriel Lungu, apa kita beneran akan pergi menemui papaku?????" tanya Elly akhirnya angkat bicara karena sejak tadi Gabby seolah tak menyadari kehadirannya.


"Sebentar sayang, aku harus memastikan semuanya berjalan lancar walau aku meninggalkan perusahaan lama" ucap Gabby sambil jarinya menari diatas keyboard


"Apa itu lebih penting dari aku???" goda Elly membuat Gabby mengangkat wajahnya dan menatap Elly


"Kau lebih penting" ucap Gabby tersenyum manis.


Elly terbatuk-batuk, ia tak menyangka jawaban Gabby akan seperti itu, ia mengenal pria itu yang notabene nya adalah bos nya.


Pria gila kerja yang ingin semuanya perfeck.


Elly menduga Gabby akan menjawab tentu saja pekerjaan


tanpa di duga pria itu bangkit dan mengambil gelas berisi air putih dan menyerahkan pada Elly


"Minumlah, apa kau sakit???" tanya Gabby khawatir


"Kepalamu sakit, aku terkejut dengan jawabanmu, apa kau masih pria lilin yang ku kenal??" gumam Elly hanya bisa menggeleng


Gabby kembali tersenyum manis dan mengelus puncak kepala Elly


"Tunggulah sebentar, duduk manis dan aku akan menyelesaikan pekerjaanku.


Lagi pula kita naik jet pribadiku, jadi santai saja ok??" ucap Gabby tiba-tiba mengecup kening Elly.


Elly terkejut sampai melotot, ia tak menyangka seorang Gabriel Mika Lungu akan selembut itu pada wanita,


"Ya Tuhan, kenapa dia seperti itu, aku jadi takut." gumam Elly terus menatap Gabriel sambil berpikir keras, kepalanya sampai miring dengan sudut mata menatap dengan teliti suaminya


"Jangan di pandang terus, apa kau baru sadar jika suamimu ini tampan.


Tenang saja sayang, kau punya waktu banyak menatapku, bahkan sepanjang hidupmu hanya aku yang boleh kau tatap" ucap Gabby menyeringai lebar.


Bukan ia tak tahu jika Elly terus menatapnya, ia hanya merasa grogi juga.


Namun ada rasa berdebar di dadanya dan desiran perasaan yang sulit ia ungkapkan.


Ia mungkin sudah jatuh cinta pada Elliana.


"Huh kegeeran aja kamu" ucap Elly membuang pandanganya ke arah lain dengan wajah merona merah. Namun jantungnya berdegup kencang.


pria lilin nan kaku itu ternyata tampan sekali jika dari dekat. Elly masih teringat saat ia tidur dalam pelukan pria itu semalam, wajahnya makin memerah dan jantungnya berpacu cepat.


Sial ia jadi membayangkan dada bidang yang di tumbuhi bulu halus itu.


lembut dan kekar.


Tanpa sadar Elly menggeleng dan senyum-senyum sendiri


Tiba-tiba sebuah tangan kekar melingkar di pinggang ramping Elly, kepala Gabby menempel di baju istrinya


"Apa kau sedang melamun jorok sayang???


Ada apa dengan wajahmu????? "tanya Gabriel membuat Elly merinding


"Lepasin....."


"Aku tak akan melepaskannya, selamanya kau wanitaku" ucap Gabriel menciumi kuping Elly yang memerah, lalu turun ke leher dan tengkuk Elly.


Elliana merasa panas dingin, ini sentuhan pertama yang ia terima dari seorang pria.


"Gabby..." desah Elly berusaha lepas dari pelukan suaminya


"Sayang suaramu sexy" ucap Gabby langsung membalikkan tubuh istrinya, kini Elly berada diatas pangkuan Gabriel.


"Aku mau ke kamar kecil" ucap Elly membuang wajahnya karena malu


"Tatap mataku sayang, kita akan ke kamar mandi nanti" ucap Gabriel menangkup wajah mungil Elly.


wanita itu hanya menurut


"Mungkin pernikahan kita mendadak dan kau akan sulit menerimaku dan tak percaya padaku.


Tapi aku bersungguh-sungguh ingin kau menjadi istriku. aku akan mencintaimu, melindunginya dan hanya akan ada kamu dalam hidupku.


Jika kau belum bisa menerimaku, aku akan berusaha lebih keras lagi agar kau melihatku dan mencintaiku.

__ADS_1


Jadi nyonya Lungu, jangan pernah berfikir kabur dariku" ucap Gabriel lalu ******* bibir Elly dengan lembut.


Elliana yang ingin mengatakan sesuatu, tak bis karena mulutnya sudah di kunci oleh mulut Gabriel.


Elly menatap Gabriel, pria itu menatapnya dengan tatapan penuh cinta.


Ellyana menutup matanya, ia meyakinkan hatinya bahwa Gabriel adalah pria yang akan memperlakukannya dengan baik di kemudian hari.


Gabriel dan Elly saling meresapi, menikmati keintiman mereka. kini Elly berani mengalungkan tangannya di leher Gabby, membuat Gabriel menatap mata istrinya.


Mata yang bisanya galak dan menentang kini lembut.


Gabriel melepaskan ciumannya, ia menatap istrinya lekat, lalu mencium kening Elly.


"Kita akan meminta papa merestui kita dan menjadi saksi ikrar ikatan pernikahan kita" ucap Gabby yang di balas anggukan Elly


Gabriel memeluknya erat. Elly menitikkan air mata.


Ketidaksengajaan yang awalnya ia kira bencana kini berubah menjadi bahagia.


pria menyebalkan yang sering ia maki dulu saat bekerja kini menjadi suaminya.


pria yang mampu menggetarkan hati Elly.


Ternyata Gabby pria yang lembut dan bertanggung jawab.


Elly menyadari sesuatu, kita tak bisa menilai orang dari tampilan luarnya saja.


"Sayang...."Panggil Gabby lembut dengan suara parau


"Yaa" jawab Elly lembut, suara Elly terdengar sangat sexy di telinga Gabby


"Jangan pernah meninggalkanku, karena aku sudah memilihmu" ucap Gabby dengan wajah serius.


Ya trauma masa lalu dengan Liona membuat Gabby menutup diri dari wanita, kini ia memilih Elliana, ia hanya akan mencintai Elliana sampai mati


"Tidak akan" ucap Elly kini berinisiatif mencium pipi suaminya walau dengan malu-malu.


Gabby langsung ******* bibir istrinya, keduanya saling *******, ciuman yang awalnya lembut kini panas dan saling menuntut.


Tangan Gabriel pun mengelus dan meremas bokong Elly membuat wanita itu mendesah pelan.


keduanya di bakar hasrat, Gabby kini bermain di atas dua bukit kembar Elly, hingga tanpa mereka sadari satu persatu pakaian mereka tanggal,


"Bolehkah??" tanya Gabriel lembut.


Akhirnya ia menyerahkan mahkota berharga yang selama ini ia jaga pada suaminya.


Gabby perlahan melakukan penyatuan lalu keduanya hanyut dalam gelora cinta hingga mencapai puncak beberapa kali


"Sayang terima kasih" ucap Gabby kembali mengecup kening istrinya.


Gabriel melihat bercak darah di sprei nya, senyumnya mengembang. Ini pertama kali baginya dan Elly.


"Apa Sakit??" tanya Gabby lembut


Elly menggeleng pelan


"Sedikit, apa kau mau lagi??" tanya Elly mengigit bibir bawahnya


"Tidak sayang, ini yang pertama untuk kamu ataupun aku.


Kita masih punya banyak waktu membuat Gabriel kecil" ucap Gabby menarik Elly dalam pelukannya.


Keduanya tertidur dengan posisi saling berpelukan tanpa busana.


Satu jam berlalu, ponsel Gabby terus berdering, asistennya menelpon mengabarkan jika pesawat mereka sudah siap.


"Sayang, kita harus mandi dan segera ke bandara, pesawat sudah siap" ucap Gabriel mencium pipi Elly.


"Uhmm" gumam Elly bangkit, namun ia merasa perih dan sakit di **** *************


Dengan sigap Gabby mengangkat tubuh Elly


"Aku bisa jalan sayang, turunkan"


"Aku room servis nyonya, biarkan aku bekerja" goda Gabby membuat Elly terkekeh.


Gabriel membantu Elly membasahi tubuhnya, ia merasa terbakar hasrat melihat tubuh molek Elly.


Terlihat di beberapa bagian merah-merah tanda kepemilikan Gabby.


saat Gabriel menyabuni tubuh Elly, sesuatu yang tertidur kembali bangun.


"Sayang..." panggil Gabriel kembali ******* bibir istrinya. Elly hanya bisa menggeleng, ia tak bisa menyalahkan suaminya.

__ADS_1


mereka kembali melakukanya di kamar mandi hingga Elly kelelahan dan diangkat keluar kamar mandi


"Stop sayang, jika kau menyentuh tubuhku lagi bisa di pastikan kita tidak akan terbang.


Tolong kau ambilkan saja pakaianku, aku bisa memakainya sendiri" ucap Elly membuat Gabriel menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Kini ia tahu mengapa Sebastian sulit di ajak keluar setelah menikah, karena lebih asik di rumah bersama istri.


Gabriel menyerahkan pakaian Elly, walau ingin lagi ia menahan karena mereka harus segera ke bandara.


Terlihat ada sepuluh panggilan masuk dari asistennya


Namun Gabriel cuek


"*Tunggu satu jam, istriku sedang berpakaian" ucap Gabby datar


"Tuan, sejak kapan kau menikah, jangan bilang kau telat karena Habis bercinta??


ini sudah molor lebih dari satu jam"


"Tunggu saja" ucap Gabby langsung memutuskan panggilan teleponnya.


Elly hanya bisa menggeleng, ia tahu watak suaminya di tempat kerja*


"Sudah siap??" tanya Gabby pada istrinya.


Elly mengangguk, namun saat ingin bangkit ia hampir terjatuh


"Apa sakit???"


Elly menggeleng dengan wajah merona merah.


"Tunggu sebentar" ucap Gabby keluar kamar, tak lama ia kembali dengan membawa dua sepatu flat


"Pakai ini, ku tak perlu memakai hight heel" ucap Gabby, Elly ingin memprotes tapi perkataan Gabby benar, ia berjalan saja sakit, bagaimana bisa mengimbangi dengan sepatu high heel?


Setelah memakai sepatunya, Gabby langsung mengakar istrinya ala bridal


"Sayang, turunin aku bisa jalan"


"Tidak, kau sakit" ucap Gabby langsung menuju ke ruang keluarga.


Sonia, Lungu, Emilly dan Carmen sudah berada disnaa.


ke empatnya tersenyum penuh arti menatap dua sejoli yang menuruni tangga.


Elly merasa sangat malu.


"Sayang turun" ucap Elly lirih.


Gabriel akhirnya menurunkan Elly.


Elly berpamitan pada kedua mertuanya dan nenek nya serta bibi Carmen.


Setelah itu mereka langsung undur diri.


"Lihat, bukankah mereka pasangan yang cocok???" tanya Emilly


"Tuan muda kini memiliki sorot mata berbeda, sorot mata pria yang kasmaran dan nona muda terlihat malu-malu, sungguh menggemaskan" ucap Carmen bahagia


"Babar bibi Carmen, putraku terlihat lebih hidup" ucap Sonia menitikkan air matanya


"Aku rasa tinggal nunggu waktu, aku akan punya cicit" ucap Emilly yang sejak tadi tersenyum


"Ma???"


"Tidakkah kalian lihat, mereka sudah melakukanya" ucap Emilly terkekeh


Seorang pelayan datang dan membisikan sesuatu pada Carmen, senyum lebar terpasang di wajah Carmen


"Mereka sudah melakukannya, dan Nona Elly virgin.


Pelayan menemukan bercak darah di sprei yang dipakai tuan muda dan nona" ucap Carmen membuat semua orang memasang wajah bahagia


"Sudah kukatakan Elliana gadis baik-baik" ucap Lungu


"Jadi...


apa besok bisa kau operasi???"tanya Emilly tak mau putranya menunda lagi


"Tentu saja, aku mau sembuh dan sehat agar bisa menimang cucu ku" ucap Lungu semangat.


Emilly menitikkan air mata bahagia.


Akhirnya keluarganya mendapatkan kebahagiaan

__ADS_1


Putranya akhirnya mau operasi dan cucunya menemukan wanita yang sesuai.


__ADS_2