Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Pembasmian Tikus


__ADS_3

Lilly segera menyerahkan mangkuk makan siang Bernard untuk di jadikan barang bukti.


polisi segera meminta semua orang berkumpul pada satu tempat dan memasang garis polisi.


tak lama kemudian team forensik datang.


team forensi langsung melakukan olah TKP dan hasilnya dalam hitungan menit teridentifikasi bahwa ada racun dalam makanan tersebut.


Beberapa orang langsung di mintai keterangan.


Sementara mobil ambulan membawa Bernard sedang dalam perjalanan ke rumah sakit.


Dalam mobil itu ada anak buah Lilly.


Team investigasi langsung melakukan pemeriksaan di mansion Bernard, Dona dan Nicholas tak pernah menyangka jika polisi akan secepat itu tiba.


Apa ini rekayasa????


bagaimana mungkin mereka tiba secepat itu???


Namun itu bukan masalahnya sekarang, tapi bagaimana reaksi Bernard setelah makan obat itu seperti ini? sebelumnya ia tak menunjukkan gejala keracunan yang jelas. Apa anak buah Nicholas melakukan kesalahan memberi obat yang lain??


Seribu pertanyaan berseliweran di kepala Dona.


mengapa hari ini kejadian buruk datang satu persatu seolah semua sudah di rancang.


Tunggu.....!!!


Dona sedang mencerna dan menganalisa keadaan.


Semuanya nampak normal, justru yang seperti ini seperti sudah di atur.


tapi siapa dalang di balik ini semua????


"Nicholas, hubungi Denis.


Cari tahu di mana Bruno.


Aku perlu bicara dengan orang itu" bisik Dona pada Nicholas


"Apa itu urgen?" tanya Nicholas yang tak mau terlihat mencurigakan. Jika memang harus ada tersangka maka Nicholas akan berusaha cuci tangan dan memberi bidah paling rendah, yaitu si koki atau pelayan yang Tan ada hubungannya dengan koalisi mereka.


"Ya, Bruno dalang di balik ini atau bukan.


Karena ku dengar anaknya hilang, seseorang menerobos masuk dan berhasil membawa anak Bruno.


tapi menurut info Bruno mencari putrinya itu seperti orang gila, bahkan ia tak pulang ke markas.


Tapi tidak ada yang tidak mungkin, semua orang yang terlibat harus di curigai, termasuk Denis dan Nicholas.


"Apa kau memerintahkan mereka memberikan racun yang lain?"


"Tidak, aku tak pernah melakukan itu, kita harus pikirkan bagaimana menyingkirkan bukti"


"Kau gila??? polisi di tempat ini sedang menggeledah TKP dan dapur yang di curigai tempat pembuatan racunnya. dan lihat koki itu, kau terllau bodoh melihatkan dia" maki Dona melihat koki orang suruhan Nicholas nampak terlihat panik. sangat kentara jika ia ketakutan.


"Tenangkan dirimu, panik tak menyelesaikan masalah" ucap Nicholas walau dalam hatinya berdebar kencang.


ia tak mau menghabiskan masa tuanya di penjara.


"Apa kau tak panik???

__ADS_1


kejadian hari ini beruntun seperti sudah di rencanakan"


"Itu mungkin hanya perasaanmu saja.


Jika mengenai supir dan pelayan itu aku lalai.


aku tahu kebiasaan buruk si supir" ucap Nicholas tak mau menutupi dari Dona


"Kau......" Dona kehabisan kata-kata, bisa-bisanya Nicholas tak melaporkan itu padanya.


"Siaaalll" maki Dona lirih.


Akhirnya dua orang pelayan dan dua orang koki di tetapkan menjadi tersangka.


Salah satu koki tersebut adalah koki yang merupakan kaki tangan Dona, dan pelayan itu adalah pelayan yang membawa makanan untuk Bernard menggantikan temannya yang sakit perut, namun keduanya perlu di tanyai lebih jelas agar polisi bisa melihat motif di balik kejadian ini.


Setelah polisi pergi, Dona langsung memerintahkan Patricia atau Lilly yang menyamar untuk pergi ke rumah sakit menjaga Bernard.


Lilly hanya tersenyum sinis, ia tahu apa yang akan di lakukan Dona, sehingga membuatkan saja.


Daffi yang menyamar menjadi pelayan segera mengerti apa yang harus ia kerjakan.


Sebenarnya Lilly ingin tertawa melihat penampilan Daffi, ria tampan itu berubah menjadi pria buruk rupa dengan bekas luka di wajah, jika saja mereka tahu wajah Daffi, bisa di pastikan mereka akan langsung jatuh cinta.


Setelah Lilly pergi, Dona bergegas memerintahkan Nicholas membersihkan barang bukti, Daffi dengan robot mini buatan Daffa mengintai pergerakan Nicholas. sementara Dona menelpon Denis dan mencari tahu kegiatan Bruno alias Berto.


Padahal Berto berada di rumah ini menyamar bersama Daffi.


Lalu siapa pria yang di ikuti oleh anak buah Denis??


Tentu saja Daffi, pria itu menyamar menjadi Berto masuk ke dalam markas besar Denis dan memasang semua peralatannya yang canggih, termasuk memasang kamera kecil dan penyadap di ponsel beberapa orang penting, termasuk Denis.


Kini tinggal tiga ular yang harus di singkirkan.


Davina menyeringai lebar mendapat laporan dari saudara kembarnya


"Apa kita akan mematahkan satu sayap Dona lagi??" tanya Daffi


"Tidak kak, tunggu mereka merasa nyaman dan aman baru kita kejutkan lagi. pembersihan tikus tahap pertama selesai. mari kita beri mereka nafas lalu membasmi mereka lagi.


bukankah itu lebih menarik" ucap Davina tersenyum lebar


"Apa Bernard aman???" tanya Daffi yang jelas melihat Bernard mengeluarkan busa dan kejang-kejang


"Aman, anak buah Lilly sudah mengurus, Bernard ada di tempat yang aman keluar dengan mudah tanpa di curigai dan kita bisa menyingkirkan kaki tangan Bernard, sekali tepuk dua lalat kena"


"Kau menyeramkan"


"Hahahhaa, apa kau takut kakak ku yang tampan???" tanya Davina menggoda


"Kau membuatku merinding, semoga istriku tak seperti kau" ucap Daffi langsung memutuskan panggilan teleponnya, sementara di ujung telepon Davina tertawa terbahak-bahak membayangkan wajah Daffi


"Sayang apa yang membuatmu begitu bahagia??" tanya Sebastian memeluk istrinya dari belakang


"Aku berhasil menyingkirkan ketik kecil"


"Apa jalannya sudah mulus??" tanya Tian


"Perlahan sayang, itu lebih mengasikkan" ucap Davina menyeringai lebar


"ingat jaga keselamatanmu, kita berada di negara orang"

__ADS_1


"Percaya padaku, aku sudah berjanji padamu.


Aku akan menjaga anak kita dengan sepenuh jiwa raga"


"Tetap saja aku khawatir.


Aku tak menyangka Dona begitu....."


"Apa kau sedang membicarakan mantanmu itu??" ledek Davina sinis


"Dengar, aku tak pernah memiliki hubungan apapun, ia bukan mantanku sayang. Aku hanya heran bagaimana sifatnya seperti itu, dulu dia..."


"Kau tak mengenalnya dengan jelas.


kau tak akan mengenal seseorang dengan jelas sekalipun sudah bersamanya selama bertahun-tahun.


setiap manusia memiliki sisi dalam hidup mereka.


Mungkin inilah sifat aslinya yang selama ini dia sembunyikan.


Jika dia menjadi mama sambung Cleo, Isa di pastikan Cleo akan menderita bahkan mungkin...." Davina menghela nafas


"Aku bersyukur pada Allah karena tak pernah terbesit dalam pikiran ku untuk menerimanya, walau aku kasian Padang dan membolehkan ia mendekatiku, tapi hatiku tak pernah bisa tersentuh olehnya.


mungkin karena Allah menjaga hatiku dari manusia iblis itu"


"Bisa jadi" ucap Davina singkat


"Ayo kita tidur, kamu pasti lelah" ucap Sebatsian langsung membopong istrinya ke kamar dan mereka tidur sambil berpelukan.


Keesokan paginya, seperti rencana mereka, koki yang menjadi kaki tangan Dona di tetapkan tersangka dan target selanjutnya adalah Nicholas, pria tua yang menjijikan.


Davina mulai masuk kerja, hari pertamanya masuk kerja Albert mengatur untuk melakukan apel pagi dengan materi penyambutan direktur utama yang baru.


Setelah selesai Davina meminta Albert untuk melakukan meeting menyeluruh semua divisi.


Ia harus memeriksa semua administrasi di perusahaan ini, apakah perlu ada yang di rombak atau tidak, yang terutama divisi keuangan, bagian paling rawan dari sebuah perusahaan di mana penggelapan uang kerap terjadi.


Setelah meeting semua kepala bagian harus menyerahkan laporan ke meja kerja Davina selambat-lambatnya tiga hari kerja terhitung sejak hari ini.


Walau beberapa karyawan mengeluh, mereka tak berani membantah.


Albert langsung melaporkan tindak tanduk Davina pada Alfredo, membuat pria tua itu terkekeh.


Ia tak menyangka sepak terjang Elly( Davina) di hari pertamanya masuk sudah menggemparkan.


Alfredo ingin melihat dan memantau.


apa lagi yang akan Davina lakukan kedepannya.


ia senang, baru kali ini ia melihat anak muda yang begitu semangat dan cekatan, tak tanggung-tanggung ia langsung membuat kocar kafir Dona dan antek-anteknya.


"Terus bantu Elly, dampingi ia jika perlu apa-apa.


aku lihat asisten nya juga cukup ok.


kau ajari semampu mu dan laporkan padaku.


aku penasaran apa yang mau ia lakukan." ucap Alfredo mengelus jenggotnya yang sudah berubah putih.


"Siap tuan"

__ADS_1


"Oh ya, apa pria tua itu menghubungi mu lagi???"tanya Alfredo penasaran


__ADS_2