Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Wanita misterius


__ADS_3

Warning!!!!!!


untuk usia 20tahun keatas


diperlukan kebijaksanaan dalam membaca


Di sebuah rumah nan megah berlapis emas, seorang wanita cantik nan anggun sedang duduk dengan elegannya


Pakaiannya yang terlihat glamor dengan bukaan yang menantang dan bagian dadanya yang rendah menonjolkan kemolekan tubuhnya, kontras dengan warna kulitnya sehingga terlihat sexy dan eksotis.


Wanita itu sedang menggoyang-goyangkan gelas berisi sampanye, cara minumnya terlihat sangat menggoda.


Sementara di depannya berdiri seorang pria muda dengan tubuh Tegap dan wajah tampan memakai setelan jas, terlihat beberapa kali jakun pria itu naik turun melihat pemandangan di depannya,


"Jadi...???


"Maaf nona, kita gagal" ucap pria itu lirih sambil melirik reaksi wanita di depannya


"Gagal??? untuk hal semudah itu???" ekspresi wanita itu masih terlihat sama namun sorot matanya tak lagi menggoda, berganti dingin dan kejam


"Maafkan saya, semuanya nampak berjalan lancar namun tiba-tiba ada sekelompok orang yang menyergap"


"Bagaimana dengan mereka?"


"Tamat, mereka sudah di penjara" ucap pria itu lebih lirih


Wanita cantik itu memejamkan matanya, alisnya berkerut tanda ia tak senang dengan laporan pria tersebut


"Apa aku bisa mengandalkan mu??? seperti itu saja kau tak mampu" ucap wanita itu dingin menatap tajam pria di depannya


Wanita itu mengangguk pada pelayan yang sejak tadi menuangkan minuman padanya, seperti mengerti isyarat wanita itu, pria itu pergi dari ruangan tersebut walau dengan tatapan tak suka pada pemuda itu dan senyum mengejek seolah berkata


" tamat riwayatmu!!!!!"


Setelah pintu ruangan itu tertutup, wanita cantik itu turun dari peraduannya, berjalan melenggang lenggok dengan dagu terangkat, ia sengaja membusungkan dadanya sehingga dua gunung kembar miliknya yang terbalut gaun setengah dada seolah tak mampu menampungnya


"Denis, apa aku harus memohon padamu untuk serius membantuku hmmm??" tanya wanita itu membelai wajah tampan Denis, pria itu terlihat tak berdaya.


wanita itu terus menyentuh Denis, ia bahkan berbicara sambil menjilat kuping Denis


"Aku mau mereka hancur, hancur Denis" ucapnya kini meraba dada Denis dengan gerakan erotis hingga akhirnya tangan wanita itu membelai bagian intim Denis.


Denis merasa terbakar, ia ******* bibir wanita itu dengan bringas, tangannya dengan sigap mengeluarkan dua benda yang sejak tadi menggodanya lalu meremasnya dengan penuh nafsu


Tiba-tiba wanita itu mendorongnya saat Denis sudah di bakar gairah


"Please baby, aku menginginkanmu menari diatas ku" ucap Denis dengan suara parau penuh nafsu


"Tapi kau tak bisa membantu ku baby.


Aku sangat kecewa"


ucap wanita itu dengan wajah sedih berjalan menuju peraduannya kembali, namun kini dia duduk dengan posisi menantang, seluruh pakaian bawahnya terungkap menampilkan kakinya yang jenjang membuat pria itu makin blingsatan menahan gairah


"Aku akan melakukan apapun untukmu, apapun itu, asal kau menjadi milikku"


"Apapun??? sungguh???


Kau tahu, kau sangat perkasa, itulah mengapa aku memilihmu, dan juniormu uhummmm

__ADS_1


aku suka" ucapnya genit sambil menarik pria hingga mereka jatuh di tempat tidur nan mewah itu, keduanya saling ******* dan mengabsen rongga mulut, lidah keduanya bertaut menyedot dan menghisap.


Si pria bernama Denis itu kembali memainkan dua gunung kembar wanita itu hingga si wanita mengeluh nikmat


Mendapat signal hijau dari wanita tersebut, Denis tambah gencar melakukan aksinya, ia mengelus tubuh wanita itu lalu dengan sigap menyikap pakaian wanita itu, Denis meremas bokong sexy wanita itu dan kembali mengerang.


"Baby kau sungguh hot sekali" ucap pria itu lalu mulai menghujani kecupan di tubuh wanita itu dan berlabuh pada kedua bukit kembar yang sejak tadi membuatnya sangat gemas.


Pria itu ******* dan memainkan puncak bukit kembar wnaita itu, sementara kedua tangannya memainkan bagian inti wanita itu hingga menggelinjang


"Baby kau arrrggg kau pintar" ucap wanita itu dengan nafas tersengal-sengal


"Aku menginginkanmu kucing liar ku" bisik Denis sambil mengigit leher wanita itu


"Tidak jika kau tak membantuku" ucap wanita itu mencoba bernegosiasi di tengah pergumulan mereka


"Aku akan membantumu sayang, apapun yang ku minta, aku milikmu"


"Apapun?? janji???" ucap wanita itu sengaja makin membakar gairah Denis dengan membelai junior Denis yang sudah hormat gerak


"Ya Apapun sweety, kau.....


kau sungguh menggairahkan, aku tak tahan.


Aku berjanji akan membantumu sayang, jika kau minta aku membunuh tua..." wanita itu menepatkan jari telunjuknya di depan bibir Denis


"Aku percaya, let's we play.


puaskan aku" ucap wanita itu langsung mendorong si pria ke samping dan wanita itu mengambil kendali.


keduanya langsung melampiaskan hasrat, berburu untuk meneguk puncak kepuasan hasrat mereka.


Tak ada seorang pelayan pun yang berada di lantai itu, seolah sudah menjadi peraturan jika nyonya rumah menutup pintu maka mereka di larang berada di lantai yang sama.


Namun bukan berarti mereka bungkam, di lantai berbeda diskusi panas seputar kehidupan nyonya rumah beredar.


Namun pembicaraan mereka terhenti tak kala kepala pelayan datang dengan sorot mata membunuh memindai satu persatu pelayan wanita yang sedang bergunjing tentang majikan mereka


"Jika satu kalimat saja keluar dari mulut kalian tentang nyonya aku pastikan kalian hanya tinggal nama" ucap pelayan setengah tua itu mengancam lalu berjalan dengan elegan menuju ruangannya sendiri


"Aku rasa dia salah satu nya, kau lihat dia sangat patuh. Padahal Tuan besar sangat percaya padanya" ucap seorang pelayan bertubuh tambun


"Kau benar, aku pernah melihatnya berada di kamar nyonya dan baru keluar setelah satu jam kemudian dengan tanda kiss Mark di lehernya"


"Apa benar?? ku pikir dia tak normal, di usianya yang sudah menginjak lima puluh tahun belum beristri" ucap pelayan berwajah cantik


"Semoga lekas kebuka kedok wanita itu, aku kasihan pada Tuan besar" ucap pelayan bertubuh tambun yang diangguki kedua rekannya


"Aku berharap nona muda segera kembali dan membongkar kedok wanita itu"


"Aku juga begitu" ucap kedua rekannya bersamaan


Sementara ditempat lain


"Lilly kenapa kamu diam saja, apa kau tidak suka diantar oleh ku??" tanya Oscar yang melihat Lilly hanya diam


"Bukan, hanya tak ada yang bisa di bicarakan" ucap Lilly yang terkenal pendiam


"Kau tinggal sendirian???

__ADS_1


"Ya" jawab Lilly datar dan singkat


"Orang tuamu??" tanya Oscar penasaran


Lilly menoleh sejenak dan kembali fokus ke arah jalanan di depannya


"Mereka tinggal di tempat yang jauh dan indah"


"Apa mereka tinggal di pedesaan?? aku ingin mengenal mereka" ucap Oscar lagi, Lilly kembali menoleh dan tersenyum kecut


"Apa kau khawatir kedua orangtuamu tak mau menerimaku??"tanya Oscar lagi karena melihat ekspresi Lilly


"Os, kau bukan siapa-siapaku, kenapa kedua orangtua ku harus keberatan???" Oscar terhenyak, jawaban Lilly menghantam hatinya


ya kenapa dia bodoh mengatakan itu.


Dia saja belum pendekatan dengan Lilly dan ini pertama kalinya ia dekat dengan Lilly dan berhasil bicara dengan gadis yang membuatnya penasaran itu


"Maksudku jika aku ingin serius denganmu, aku harus mengenal keluargamu" ucap Oscar mencari kata-kata yang tepat


"Sebaiknya kamu pikirkan sebelum bicara,


aku tahu aku bukan tipe mu dan kau mengejar ku hanya karena aku"UNIQUE " , terima kasih tumpangannya dan selamat tinggal" ucap Lilly saat mereka sudah berhenti di sebuah apartemen sederhana, apartemen yang Lilly beli dengan uangnya sendiri. Walau Davina sudah memintanya tinggal di salah atu apartemen milik nya,


Lilly menolak, ia lebih suka hidup diatas kakinya sendiri.


Sudah terlalu banyak ia berhutang budi pada Davina, jika bukan karena Davina, mungkin ia kini menjadi gelandangan atau wanita malam untuk menopang hidup.


Sebanyak apapun ia bersyukur tak akan terbayar jasa Davina.


Oscar hanya membeku di tempatnya, wanita ini sungguh membuat Oscar makin membulatkan tekatnya ingin mengejar Lilly.


Ia merasakan sensasi yang berbeda saat dekat dengan Lilly.


Sensasi yang belum pernah ia rasakan pada wanita manapun, ah terkecuali Davina.


Ia sudah melupakan itu dan menganggap tak ada perasan itu, buruk untuk di ingat, jatuh cinta pada istri sahabatnya sendiri, itu tabu!!!


Nah loh siapa ya itu cewek,,....


Napa gatel amat ya hahaha


psttt yang belum berkeluarga maafkan ya, semoga ga kepengen ya hahhaha, (ingat tunggu halal yes)


Yang bisa jawab siapa wanita itu author kasih tambahan chapter nanti xixixi


R: ah author mah kita suruh nebak terus


A: biar author gak gabut karena comen adem ayem kaya sayur bayam kurang garem haha


R: alibi aja nih author, paling nambahinya cuma satu chapter aja


A: hahaha satu chapter juga lama itu buatnya sambil pegang loyang, kalau kebanyakan nanti cake author gosong, Terus author kena complain konsumen nanti, terus kalo kena complain author ga dapat uang terus...


R : stop Ani... kau terlalu banyak alasan hahaha


Ditunggu comentnya, coment kalian motivasi author loh, walau gak bisa balas semuanya dan terkadang gak sempat balas, author ucapkan hatur nuhun.


lope lope buat kalian semua orang-orang hebat

__ADS_1


Pooh


__ADS_2