
Elliana datang dengan membawa nampan berisi makanan, Rambut pirangnya yang bergelombang di ikat tinggi membuat wajahnya terlihat sangat kecil.
Gabbriel baru melihat wajah sekecil itu selain Davina tentunya.
Wanita ini tak kalah cantik dari Davina dengan kulit yang lebih gelap, sexy dan imut secara bersamaan, sejenak Gabriel terpana, ia menatap wanita di depannya tanpa berkedip
"Ehmmm ehmm, apa anda struk????
Atau terkesima dengan kecantikan ku??" ucap Elliana diluar dugaan Gabby, wanita ini ketus dan percaya diri di saat bersamaan
"Ah maaf" ucap Gabby malu
"Silahkan makan, lain kali kalau mau pingsan jangan di depan apartemenku" ucap Elliana cuek
"Maaf, dan terima kasih" ucap Gabby lirih.
Elliana ingin mengorek kupingnya, apa pendengarannya salah?????
pria lilin didepannya bahkan mengucapkan terima kasih dan maaf, Jadi dia bukan bos nya????
ah benar, lagi pula tak mungkin Gabriel Lungu si pria kaya raya berada di lingkungan masyarakat menengah terutama di apartemen kecil ini.
Elliana terlalu menilai tinggi pria di depannya.
Bos nya itu tak pernah tersenyum bahkan selalu berwajah datar,persis patung lilin tanpa ekspresi.
Bahkan jika anak buahnya berprestasi ia hanya akan mengatakan kerja bagus, tingkatkan tanpa ekspresi
Namun pria di depannya manusia, bukan si patuh lilin.
Bagaimana Tuhan membuat dua wajah yang sama dengan perangai yang bertolak belakang.
"Apa anda mau menyuapi saya nona???
Sejak tadi anda menatap saya???" tanya Gabriel yang tak nyaman di pandangi oleh Elliana saat makan, ia ingin segera menghabiskan makanya karena sangat lapar.
Namun di bawah pandangan Elliana ia harus bersikap sopan.
"Dalam mimpimu" ucap Elliana sinis lalu menuju dapur memilih merapihkan perabotan sehabis masak.
"Dasar pria gila" maki Elliana yang masih bisa di dengar oleh Gabby, Gabby tersenyum penuh arti.
Baru kali ini ada wanita yang berani memakinya.
wanita ini sangat unik.
tunggu, bukankah Oscar mengatakan jika bisa saja Elliana dan Lilly adalah saudari kembar???
kini Gabby justru yakin mereka kembar, selain wajah mereka mirip, sifat mereka tak jauh beda, seperti pohon kaktus yang berduri, namun banyak orang yang ingin menyentuhnya. Dua-duanya merupakan wanita ketus dengan wajah cantik.
"Imut" gumam Gabby tanpa sadar.
Ia tak pernah memuji seorang wanita selain Liona.
__ADS_1
ini pertama kalinya ia memuji wanita lain, dan wanita itu adalah Michaela alis Elliana.
Senyum melengkung terhias di bibir sexy Gabby.
Gabriel segera menghabiskan makanya, ia melihat obat yang tergeletak di nakas. Gabriel menatap obat yang biasa ia bawa, lalu menatap obat diatas nakas, senyum aneh muncul di bibirnya.
Gabriel kembali memasukkan obat miliknya dan memilih meminum obat dari dokter yang di panggil oleh Elliana.
Setelah satu jam kemudian Elliana muncul kembali dengan bersedekap dada, menyenderkan tubuhnya di tembok, gayanya yang santai membuat daya tarik tersendiri bagi Gabby
"Sudah kenyang? bawa obatmu dan minum di apartemen mu.
Aku harus keluar, aku tak mau meninggalkan orang asing di kamar apartemenku”
"Aku sedang sudah meminum obatku" ucap Gabriel menyeringai lebar
"Lalu tunggu apa lagi, aku tak mau tetangga menggunjingkan karena aku wanita single tapi membawa pria ke apartemenku"
"Apa kau mau ku buatkan status double nona??" tanya Gabriel sambil mengedipkan sebelah matanya
"Dasar Gila. Kurasa karena kelaparan kau jadi gila, bawa bokong mu keluar dari apartemenku" ucap Elliana sebal.
Ia harus mencari cara keluar dari negara ini.
Berdasarkan email Bert, papanya sedang dalam bahaya, ia tak mau terlambat menyelamatkan satu-satunya keluarga terakhirnya.
"Aku memang gila setelah melihat mu" ucapan yang tak mungkin keluar dari mulut Gabby, ternyata terlontar, Gabby jadi terheran sendiri
Ia selalu mendengar Oscar mengatakan itu, apa ia sudah terjangkit penyakit tak tahu malunya Oscar????
Tok Tok Tok
Terdengar pintu apartemen Elliana di ketuk, Elliana terlihat gemetaran dan ketakutan.
Ia berusaha terlihat tenang, beberapa kali Elliana menghela nafas untuk menenangkan dirinya.
"Diam dan jangan pernah mengeluarkan suara, aku akan mengurus ini" ucap Elliana membuat Gabby tersenyum. pasalnya yang datang adalah anak buahnya, dan Elliana memintanya diam.
Sungguh wanita pemberani
"Satu, dua, tiga.. em....." hitung Gabriel sambil tersenyum penuh arti
"Lepaskan aku, kalian b*jingan, lepaskan"Suara teriakan Elliana terdengar
"Menyerahlah aja nona, tempat ini sudah kami kepung" ucapan eorang pria dengan suara bariton yang terlihat seperti kepalanya.
"Apa mau bos kalian, dasar pria lilin, menyebalkan!!!!" teriak Elliana mengumpat.
Gabby mengerutkan alisnya mendengar julukan Elliana padanya, ia tersenyum lebar
"Hahaha dasar gadis landak", gumam Gabby tak marah sama sekali.
"Baik, baik ayo pergi, tak usah masuk ke dalam rumah, jangan libatkan temanku, dia sedang sakit" pekik Elliana yang memberontak berusaha menghalangi saat masuk oleh anak buah Gabby.
__ADS_1
Sementara Gabby duduk dengan santai menikmati teh hangat yang dibuatkan Elliana
"Hei pria gila pergi sana dan Jangan terlibat" ucap Elliana pada Gabriel.
Elliana mengira jika Gabriel adalah orang yang punya kesialan karena memiliki wajah yang sama dengan bosnya yang kaku itu, namun sebenarnya ia adalah Gabby yang asli
"Bos" sapa pemimpin mereka
"Bos???? siapa bos mu...
apa.....??????, jadi....?????"
"Hallo Michaela , lebih tepatnya Elliana Michaela. Bernard" sapa Gabriel tersenyum lebar
"Kau, sial kenapa kau tidak mati saja....." maki Elliana menyadari jika ia habis menolong singa yang ingin memakannya
"Dengar tuan Lungu, aku tidak merasa melakukan kesalahan apapun, terlebih aku habis menolongnya yang hampir menemui ajal, bisakah kau melepaskan ku??? please" ucap Elliana mengubah ekspresinya memohon.
Gabriel ingin memaki juga tertawa karena wanita ini memakai kalimat yang membuat telinganya Gatal. sejak kapan ia sekarat?? dia hanya pingsan karena kelaparan dan semua akibat wanita ini!!!
"Tuan Lungu, tolong lepaskan saya, saya hanya orang kecil, anda pria hebat dan berkuasa, tak baik mempermainkan wanita lemah seperti saya" ucap Elliana lagi membuat Gabby akhirnya tertawa
"Wanita lemah yang mampu membuah empat anak buahku terkapar dengan. cidera patah tulang dan dua lainya dengan tulang bergeser???
Nona kau merendah" ledek Gabby membuat wajah Elliana masam
"Aku hanya membela diri ok?? Siapa suruh mereka menggangguku.
Lagi pula anda sudah aku tolong tuan, berbelas kasih lah"
"Aku sakit karena kau.
Kau membuatku bekerja keras mengobrak-abrik seluruh kota dan lupa makan" ucap Gabby membuat Elliana terkejut dan bungkam
"Tapi itu urusanmu, masa tikus mati di lumbung padi, dasar aneh" gumam Elliana lirih
"Aku bisa dengar nona" ledek Gabby membuat Elliana langsung menutup mulutnya dengan tangan dan melotot tajam ke arah Gabriel.
Jika ia tetap melawan kabur, ia tak akan bisa menghadapi dia bodyguard di sisi Gabby.
namun sepuluh orang yang berjaga di luar itu masalah mudah.
Elliana harus memutar otak.
Bernegosiasi dengan pria di depannya yang sejak tadi tersenyum padanya.
Ingin sekali Elliana menonjok wajah tampan pria itu.
ya pria itu saat pingsan tadi wajahnya sangat tampan seperti malaikat tertidur, tapi saat ini seperti malaikat pencabut nyawa. tampan tapi menyeramkan!!!!
"Dengar Tuan, aku harus menyelamatkan papaku, dia dalam bahaya" ucap Elliana pada akhirnya
"Lalu???"
__ADS_1
"Tolong lepaskan aku" ucap Elliana menahan emosinya, ia harus bisa mengambil hati pria di depannya itu.
"Gabriel Mika Lungu, kau bersembunyi disini dengan kekasihmu!!!!!!!" teriak seorang pria membuat Gabby dan Elliana terkejut bukan main