Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Mengunjungi Dona II


__ADS_3

Didalam sana sudah sangat mengerikan, siksaan demi siksaan ia terima


"Kau sudah kena azab masih saja sok kuat.


berhentilah bersikap congkak Dona.


Aku tak tahu apa kesalahan ku padamu di masa lalu.


Kesalahan suamiku padamu bukan menjadi urusanku, tapi kau sungguh kejam mau mencelakai anak kecil yang tak mengerti apapun seperti Cleo"


"Jika hanya itu yang akan kau katakan, silahkan pergi.


Aku tak ingin membahasnya" ucap Dona berusaha tegar agar tak terlihat khawatir.


Walau wanita di depannya itu berbicara dengan nada biasa, namun auranya membuat Dona merinding setengah mati.


Ia sangat ketakutan!!!!!


"Karena kau aku kehilangan anakku.


anak yang belum sempat melihat dunia.


Jika aku ingat itu, aku ingin sekali menguliti kamu sedikit demi sedikit dan ku biarkan kau merasakan apa itu sakit.


Tapi.....


Ku dengar kau sedang hamil? " ucap Davina sinis


"Bukan urusanmu" ucap Dona menutupi perutnya yng masih rata.


ia memang jahat, tapi ia tak mau menyakiti anak dalam kandungnya, ia akan berjuang demi anaknya walau itu tak mungkin.


"Kau tidak akan bertahan sampai anak itu lahir.


Kanker yang kau derita kaan menggerogoti hidupmu perlahan" ucap Davina lirih.


Davina mendapat informasi dari sahabatnya, pemilik rumah sakit dimana Dona dan Denis di larikan untuk operasi telah tertangkap


"Pergi..... pergi....." bentak Dona meneteskan air mata.


Ia memang jahat, tapi ia tak mau menambah daftar kejahatannya dengan membunuh janin tak bersalah dalam tubuhnya. Naluri keibuannya menuntun nya untuk melindungi anak dalam kandungannya.


Jika ia tak bis lahir setidaknya mereka bisa mati bersama.


"Hah......


Aku juga seorang ibu, aku tak meminta mu mengugurkan kandungan mu.


Kini kau mengerti kan bagaimana sakitnya aku saat kehilangan anakku???


Minumlah ini dan teruslah hidup sampai kau melahirkan.


Renungkan kesalahanmu dan bertaubat.


tak ada kata terlambat sebelum malaikat mencabut nyawamu, setidaknya jangan menambah dosanya dengan membunuh anak dalam kandungan mu" ucap Davina bangkit setelah meletakkan empat botol besar obat dan Dua kotak obat tablet


""Kenapa kau membantuku??? aku tak mau di kasihani!!!!!" teriak Dona histeris perasaanya campur aduk


"Aku ingin kau menjalani hukuman mu dan bertaubatlah"


Davina berjalan meninggalkan ruangan tersebut diikuti oleh Jack

__ADS_1


Davina terus berjalan, tak terasa air matanya menetes, entah mengapa ia merasa lega kini.


ternyata dendam tak akan membuat bahagia.


tapi mengikhlaskan membuat hati damai.


Kini Davina hanya bisa kasihan, tapi kejahatan harus di bayar dengan hukuman yang setimpal.


Dona terkena penyakit mematikan namun kondisinya saat ini sedang berbadan dua, ada nyawa tak bersalah di sana, sebagai manusia ia tak bisa mengabaikannya.


mungkin bagi sebagian orang tindakan Davina bodoh dan naif, tapi biarlah orang berfikir apapun.


"Uncle Jack apa aku bodoh???


Apa tindakan ku salah???" tanya Davina menatap jack.


Jack terdiam sesaat lalu tersenyum mengelus puncak kepala Davina, seperti yang dulu biasa Jack lakukan saat kecil.


"Tidak my princess kau hanya terlalu baik dan memiliki hati malaikat.


jika itu orang lain, mereka tak akan perduli.


tapi kau memiliki hati malaikat dan iblis di tempat yang sama" ucap Jack tersenyum lebar


"Apa kau mengatakan aku baik dan sangat jahat di waktu yang lain????"


"Hahaha" tawa Jack terdengar


"Apa itu pujian atau ejekan ?????.


Kau sangat menyebalkan uncle Jack" gerutu Davina


"Anggaplah itu pujian dari orangtua ini" ucap Jack terkekeh


Davina


"Uncle, sudah saat nya kau bahagia, kau perlu seseorang menjadi sandaran hidup uncle.


ya walaupun aku tak keberatan, tapi jika tua nanti kau menyusahkan seperti kakek buyut akan ku Kurung!!!!" gurau Davina


"Aku tak akan menyusahkan mu bocah kecil, aku akan mendengarkan mu, Carikan aku wanita yang baik, yang mau menerima pria yang hanya punya otot ini dan sedikit bodoh ini" ucap Jack serius


"Apa kau serius uncle" tanya Davina menatap Jack.


Ia tak menyangka jika Jack akhirnya mendengarkan perkataanya.


Kakek buyutnya juga pasti sepemikiran dengan Davina.


Jack sudah mengabdi pada keluarga Benedito lebih dari dua puluh tahun, ia tak pernah memikirkan kehidupan pribadinya, hanya memikirkan keselamatan Angelo dan keluarganya.


"Aku percaya pilihan keponakanku yang cerdas ini" ucap Jack


"Baiklah, aku punya calonnya, kita akan jadi satu keluarga!!!" teriak Davina girang


"Aku mencium bau-bau mencurigakan" gerutu Jack menyesal mengatakan itu


"Percaya padaku uncle, aku tahu selera mu" ucap Davina tersenyum penuh arti


Davina membiarkan suaminya tertinggal di dalam, ia lebih memilih menunggu di mobil bersama Jack.


Davina tahu jika Sebastian perlu berbicara dengan Dona.

__ADS_1


Sebatsian yang berdiri menatap Dona dengan penuh kebencian.


Ia sangat tak menyangka, wanita yang ia kenal lebih dari enam tahun berakhir mengenaskan seperti ini.


Dona yang sekarang adalah Dona yang sebenarnya.


Selama ini Dona menyembunyikan sifat jahatnya di depan Tian.


Berbasa dengan Davina, Tian tak bisa memaafkan Dona


"Aku tak tahu mengapa istriku melakukanya.


tapi aku tak bisa memaafkan mu Dona, aku membenci mu dengan seluruh jiwa ku


Aku menyesal mengenalmu.


Aku bahagia karena istriku tak di penuhi kedengkian dan kebencian padamu.


Semoga kau bisa bertahan sampai anak itu lahir" ucap Tian dingin


"Kau...."


"Aku membencimu Dona, aku menyesal sudah membuat mu terlalu lama disisi ku dulu.


tapi aku bersyukur tak memilihmu menjadi pendamping hidupku.


karena Tuhan selalu memberikan yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan" ucap Sebatsian lalu berjalan pergi.


Kini tinggal Dona yang menangis histeris, hingga akhirnya ia tumbang.


Sebelumnya Davina menemui kepala lapas, dan menjelaskan semuanya, obat yang Davina berikan hanya untuk memperlambat penyebaran kanker Dona, namun tidak menyembuhkan karena kanker Dona sudah pada stadium lanjut.


Davina melakukan itu untuk anak yang di kandung Dona, dan sebagai rasa kemanusiaan.


Flash Back Off


Dua hari kemudian.....


Acara resepsi Akbar di gelar, Elly terlihat sangat bahagia walau ternyata kini sedang berbadan dua.


Elly dan Gabby akan segera memiliki anak, usia kandungan Elly sudah menginjak dua bulan.


Berita gembira itu di sambut dengan penuh suka cita oleh kedua keluarga dan juga semua orang.


Gabby sampai menangis saat Elly memberitahu prihal kehamilannya.


Hal yang selama ini ia pikir mustahil, kini menjadi kenyataan


Ia memiliki seorang anak istri yang cantik dan sangat ia sayangi dan sebentar lagi mereka akan memiliki anak buah cinta mereka berdua.


Jodoh memang unik dan sulit di tebak, Gabby tak menyangka jika ia akhirnya bisa menikah dengan seorang gadis yang tak sengaja di pertemukan olehnya.


Keesokan harinya Davina mengantar kakaknya menemui Bernard, mereka meminta izin pada Bernard sebagai kepala keluarga dan wali dari Bert.


Mereka membawa Bert untuk bertemu keluarga besar Davina di Jakarta.


Bernard sangat bahagia, ia sampai menangis dan memeluk anak angkatnya itu. Bernard bahagia untuk Bert.


Ia sangat menyayangi Bert seperti putrinya sendiri. Gadis malang itu akhirnya menemukan kebahagiaanya.


Elly juga tak kalah bahagia.

__ADS_1


mereka bertiga berpelukan erat.


Elly sebenarnya ingin ikut namun kodisi kehamilannya yang masih muda tidak memperbolehkannya melakukan perjalanan jauh.


__ADS_2