Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Sahabat Gak Ada Akhlak


__ADS_3

Sebastian merasa kupingnya gatal karena terus di bully kawan-kawannya, ia hanya bisa mengelus dada karena tiga lawan satu dia kalah telak.


Terlebih lagi Panji seakan mendapat angin segar dan aji mumpung membelai dendam.


Ia terus terus- terusan membully Tian.


Biasanya Sebastian yang hobby sekali menindas dirinya saat kerja, namun kini mereka sedang berkumpul santai, Sebastian tak akan menghukumnya kan???


"Panji, parah bener loe, kasian Tian " ucap Oscar membela Tian


"Iya nih, maksud Oscar Kasian kalau loe ngomong bener semua hahahaha" ketiganya ketawa kembali, seolah lucu.


Sebastian hanya memonyong-monyongkan mulutnya memaki dalam hati.


"Udah puas loe pada merundung gue??? bukan kasih ucapan kek, kasih angpao kek, ini malah pada amnesia. Temen gak ada akhlak" ucap Tian menggerutu


"Tenang sob, gue udah kirim kado loe ke rumah loe.


Biar surprise.


Nanti bukanya berdua sama istri loe ya" ucap Oscar


"Gue juga udah kirim kado langsung ke alamat loe bro.


Kurang apa coba gue, baru landing gue langsung hunting kado buat loe" ucap Gabriel


"Thank bro, loe berdua emang sohib gue, gak kaya itu tuh" ucap Sebastian menunjuk Panji dengan bibirnya.


Namun yang di tunjuk hanya santai seolah tak merasa


"Eh dodol, apa bokap loe udah jatuh miskin??? atau gaji di tempat Tian kecil sampai gak bisa beli kado bu


katanya darah biru, di kampung kaya, masa Tibang mgadoin Tian aja loe gak mampu?" sindir Gabriel


"Darah biru, dia mah Hitam darahnya kebanyakan maksiat" ucap Tian langsung mencibir Panji


"Gue percaya ucapan loe bro, ya kan OS??"


"Yoi" ucap Oscar sambil mengacungkan jempol


"Jangan percaya Tian, dia tuh yang maksiat terselubung, mana ada nge duda selama tujuh tahun ga ngapa-ngapain ya kan????


jangan-jangan sabun cuci piring dua bungkus abis ma dia" balas Panji


"Lah sabun cuci piring?? kinclong dong perabotan Tian????"


"Emmm , hahaha" ketiganya kembali tertawa terbahak hingga sakit perut


"Higienis cyiinnn" ucap Oscar lalu ketiga nya tertawa tanpa dosa, lagi-lagi Tian kena mental Panji.


Punya berapa jurus lidah si kecoa, pinter bener berkelit dah kaya belut di tangkap susah bener


"Puas loe pada puas????

__ADS_1


Sahabat gak ada akhlak loe pada" gerutu Tian namun para sahabatnya hanya cengengesan saja


"Gue saranin sama loe Tian, kalau kita perang kata sama Panji, kita gak akan menang, karena Panji kan jagonya ngadalin orang, buaya darat" ucap Gabriel menepuk bahu Panji, sementra Panji terlihat bangga


"Dia bukan Buaya darat, tapi Buya buntung" cibir Tian


"Hahahhaa" semua nya tertawa tak terkecuali Panji


yang cuek saja di Katai oleh Tian


"By the way gue penasaran Ji, loe normal kan???


maksud gue punya loe bisa bangun kan??" tanya Oscar menatap Panji


"Kampret loe, si junior kalo pagi udah hormat bendera, sembarangan aja"" ucap Panji tak tahu malu.


Tian menepuk keningnya pusing. Ketiga sahabatnya ini kalau membahas " itu " gak pake Tedeng aling-aling alias los dol sudah, tak ada rem


"Guys, ini kantor gue, gimana kalau karyawan gue denger ini, bisa turun harga diri gue" ucap Tian mengingatkan


"Ah kaku bener" ucap Panji langsung memencet tombol dan ruangan itu kini kedap suara, mau teriak-teriak sampai urat leher putus, di luar sana tak akan mendengar


"Panji, loe yang terbaik" ucap Gabriel memberi jempol temennya


"Anak pintar, nanti om belikan ice cream ya" ucap Oscar mengedipkan sebelah matanya


"Najis, matahari Eike masih perawan om, jangan nodai Eike" ucap Panji dengan gaya ngondek nya membuat semua orang tertawa


"Gue rasa nih bokap nya Panji yang darah biru itu bisa langsung shock kejang-kejang ngeliat anaknya model gini" ucap Gabriel memegangi perutnya yang kram karena tertawa


"Amit-amit jabang baby, sembarangan loe" ucap Panji sambil menggetok meja di depannya, gayanya seperti anak abegeh jaman now jika berbicara yang tabu


"Bokap nya aja gak ngakuin dia anaknya, buktinya dia di sini aja kaga di cariin" ucap Sebastian


"Sembarangan loe, gue sembunyi, kalau bokap gue tahu, gue bakal kena di jodohin" ucap Panji dengan mimik wajah serius.


Semua orang hanya tahu jika Panji anak seorang di kepala sebuah provinsi yang berdarah biru, namun walau begitu mamanya orang Jerman , sehingga walau Jawa asli, Panji blasteran, tak kalah tampan dari ketiga orang sahabatnya.


"Jadi loe kabur dari rumah karena di jodohin??? tanya Sebastian yang tidak tahu menahu.


Panji mengangguk pasti.


Empat tahun lalu Panji datang padanya dan meminta pekerjaan, awalnya Tian kira Panji bercanda, namun ternyata ia benar-benar ingin bekerja.


Ternyata ini adalah alasan sebenarnya


Tian mengira jika Panji hanya ingin santai dan bebas, tapi....


"Lah tinggal kawin aja susah bener" celetuk Gabriel


"Pala loe benjol, ini bukan jamannya Siti Nurbaya, gue gak mau nikah karena jodoh"


"Terus loe mau nikah karena apa??? kecelakaan? sejenis?? apa melajang selamanya???

__ADS_1


Loe udah tiga puluh tujuh tahun Panji, kalau santan di peras udah banyak dapatnya" nasihat Oscar


"So nasehatin loe, loe aja kaga kawin-kawin" balas Panji santai


"Gue no coment ya" ucap Gabriel tak mau di membahas masalah pernikahan.


Di memang sudah bertunangan tiga tahun lalu, tapi hingga detik ini belum juga ke pelaminan.


Diantara ketiganya Gabriel berusia paling muda beda dua tahun dari mereka


"Kalau gue kan bisnisman," keluar Oscar meneguk minumannya membasahi Saliva nya.


Ia juga alergi jika Membahas pernikahan.


"Apa hubungannya Parjo????" ucap Panji menepuk keningnya mendengar jawaban Oscar yang gak masuk akal


"Enggak ada sih" ucap Oscar nyengir kuda membuat ketiga sahabatnya menggelengkan kepalanya


"Ya Allah lindungi hamba karena punya sahabat simpan semua, semoga hamba tetap waras" doa Tian membuat semuanya tertawa.


"Ngomong-ngomong gimana kabar calon istri gue?" tanya Oscar membuat Tian mengerti kan keningnya


"Siapa calon istri loe??"


"Anak loe bro " celetuk Panji membuat Sebastian tersendak salivanya ya seiring


"Papa mertua jangan kaget gitu dong"


"Najis, loe pedofil ya???"


"Hahaha, bibit unggul amankan dulu"ucap Oscar membuat Tian melotot


"Gue harus jauhin anak gue dari om-om mesum kaya loe.


najis nak gue kawin sama kakek kakek" ucap Tian lalu semua tertawa.


"Cleo di rawat di rumah sakit" ucap Panji membuat Gabriel dan Oscar terkejut


"Serius bro???"


"Iya, waktu gue lagi bulan madu, dia di tabrak motor.


Sekarang udah baikan sih, cuma belum bisa jalan"


"Loe anggap kita apa??? ponakan sakit gak ngabarin.


Ayo bro kita ke rumah sakit" ajak Oscar bangkit


"Sekarang???"


"Besok, ya sekarang lah, cepet" ajak Oscar sudah bangkit dari duduknya


"Loe gak akan ngiler liat anak gue kan??" tanya Tian waspada

__ADS_1


"Hahaha suek, gue masih normal.


Cepet" ajak Oscar aku semuanya bangkit dan menuju mobil masing-masing.


__ADS_2