
Oscar membawa Lilly menuju apartemennya, ia sengaja membeli apartemen karena membalutnya leluasa daripada harus tinggal di hotel, mengenai makan, ia bisa menggunakan aplikasi dan delivery order.
Awalnya Lilly marah karena Oscar membawanya ke apartemen milik nya, namun karena Oscar berjanji tak macam-macam akhirnya Lilly setuju, sesampainya di apartemen Oscar, Lilly langsung mandi, mengganti pakaian yang di sediakan oleh Oscar.
Karena tubuh Oscar yang tinggi besar, Lilly terlihat seperti orang-orangan sawah, ia terlihat menggemaskan.
setelah itu Lilly mengusir Oscar keluar kamar dan langsung tidur, ja tak menghiraukan Oscar yang terus menggedor pintu kamar nya.
Keesokan paginya Lilly terbangun, ia mencuci mukanya lalu berjalan keluar, ia melihat Oscar sedang sibuk di dapur kecil yng terdapat di dalam apartemen itu
Lilly tak pernah menyangka jika pria playboy dan mesum itu terlihat lebih tampan saat memasak, terlebih ia memakai celemek, dia terlihat.....
"Apa kau terpesona padaku sayang???"
Dasar bule narsis" ucap Lilly berjalan menuju balkon
Ia merenggangkan tubuhnya dan menggerakkan ke kanan dan ke kiri.
kaos Oscar yang ia pakai lebih mirip dengan daster saat ia yang memakainya.
"Kau cantik sekali memakai pakaian itu"
"Terima kasih, aku sudah cantik dari dulu" ucap Lilly tak menghiraukan Oscar.
ia masih melakukan peregangan otot.
bagaimanapun ia harus bersiap jika saat nya tiba ia harus menghajar orang yang telah mencelakai saudarinya.
di lihat dari berkas yang ia terima, di perkirakan Lilly adalah kakak dari Elly.
jadi sudah kewajiban seorang kakak melindungi adiknya.
Cup
Sebuah kecupan mendarat di pipi Lily membuat Lilly terkejut.
Oscar mencuri ciuman kembali
Dengan sigap Lilly melayangkan tendangan, namun bukan Oscar namanya jika ia menghindar, Oscar sengaja tak menghindar dan menangkap kaki Lilly
"Sayang bisakah kau tak galak-galak???"ucap Oscar mencium kaki lilly
" dasar psikopat mesum, kau gila!!!!" Lilly memutar dna melancarkan tendangan memutar namun Oscar kembali menghindar dan menangkap nya, ia kembali mencium Lilly
"Kau merundung ku, kau raksasa tak tahu malu" ucap Lilly membuat Oscar tertawa terkekeh.
ia seperti berkelahi dengan anak berumur sepuluh tahun
ya tubuh Lilly sangat imut, itulah mengapa Oscar sangat menyukainya.
Oscar langsung membopong Lilly yang memberontak dan mendudukkannya di kursi makan
BUGH sebuah pukulan tepat mengenai perut Oscar.
mata Oscar melotot lalu tumbang.
"Rasakan kau" ucap Lilly tertawa puas berhasil mendaratkan pukulan pada Oscar.
Lilly menyeruput juice wortel buatan Oscar dan tersenyum miring menatap Oscar yang masih tergeletak di lantai
__ADS_1
"*Apa aku memukulnya terllau keras ya??? ah dia hanya mengerjai ku" ucap Lilly kembali cuek
namun sampai juice nya hampir habis Oscar masih tak bergerak
"Astaga apa pria menyebalkan ini mati???" gumam Lilly langsung loncat dan memeriksa kondisi Oscar.
ia memeriksa nafas Oscar
"Masih bernafas, apa dia cuma pingsan???" gumam Lilly lirih*
Lilly menempelkan telinganya ke dada Oscar, tiba-tiba Oscar terbangun dan langsung mencium Lilly setelah itu ia tertawa penuh kemenangan karena berhasil mengerjai Lilly
"Kau.... tahu begitu sekalian ku tusuk pisau kau"
"Kalau aku mati kau akan merindukanku babe" ucap Oscar mengedipkan sebelah matanya.
walhasil pagi itu terjadi pertempuran hebat, Lilly yang mengejar Oscar dengan nafsu membunuh hingga keduanya kelelahan dan terkapar di sofa
"Kau menyebalkan" gerutu Lilly kelelahan
Tiba-tiba ponselnya berdering, Davina menelpon
"Davina....", ucap Lilly lirih langsung mengangkat panggilan telepon
"Apa kau tak mau menjemput ku di bandara???" suara datar Davina membuat bulu kuduk Lilly meremang
"Bos apa sudah di bandara???" tanya Lilly lirih
"Menurutmu????" ucap Davina cuek
"Tunggu aku datang" Lilly langsung memutuskan panggilan telepon dan berlari menuju kamar Oscar, tak lama kemudian ia kembali dengan pakaian rapih
"Menyelamatkan nyawaku" ucap Lilly memakai sepatunya
"Aku ikut" ucap Oscar langsung mengerti.
Lilly hanya memutar bola matanya malas.
gara-gara pria ini, ia jadi lupa menjemput Davina.
Sial, kini nyawanya diambang pintu kematian jika wanita moodly itu mengamuk.
Oscar keluar dengan kemeja yang baru ia pakai, itu pun belum di kancing dan berjalan sambil memakai celana panjang
"Apa kau sirkus???"
"Cepat kakak ipar makin buruk perangainya saat hamil" ucap Oscar bergidik ngeri.
Ia sudah mendengar dari Tian jika Davina kerap menghukumnya saat Davina hamil , Sebatsian hanya pasrah karena mungkin pengaruh hormon kehamilan
"Benarkan pakaianmu dulu, itu seperti aku habis memperkosanya, sial"
"Sayang kau punya imaginasi liar"
"Mati saja kau" ucap Lilly langsung keluar dari apartemen Oscar, Oscar mengejarnya masih sambil mengancingkan kemejanya,
Beberapa orang berbisik-bisik sambil tersenyum.
Lilly yang awalnya cuek karena sudah biasa Oscar jadi pusat perhatian kaum hawa tua maupun muda,
__ADS_1
namun mereka memandang Lilly lalu Oscar seolah membicarakan mereka , terlihat dari cara mereka memandang.
Lama-lama Lilly penasaran juga, mengapa mereka menatap Oscar dengan senyum aneh dan pandangan mereka ke....
Lilly mengikuti arah pandangan para wanita itu dan tersendak air liurnya sendiri.
Di bawah sana jelas tercetak onderdil rahasia Oscar yang seperti memberontak di dalam sangkarnya.
dalam posisi siap tempur.
Lilly merasa wajahnya panas, ia jadi teringat beberapa waktu lalu.......
ternyata Oscar terangs*Ng padanya????
"Oscar mesum, lihat onderdilmu kau pamerkan.
dasar psikopat gilaaaaa!!!!"
Buggghhh
sebuah pukulan telak mendarat di perut Oscar,
Oscar terkejut dan kesakitan
"Sayang... mengapa kau hobby sekali menyiksaku babe......" Oscar menahan sakit, mengapa wanita itu gampang sekali memukulnya??? dan rasanya sakit.
sementara Lilly sudah bergegas keluar dengan wajah merona merah
"Tuan, burung anda siap lepas landas" ucap seorang wanita lalu tertawa dengan wajah memerah, beberapa malah ada yang sampai mengigit bibir mereka membayangkan.....
melempar pandangan genit sejak tadi pada oscar
"Ah sial kalian melecehkan ku.
jangan mengintip ,ini hanya milik baby ku" ucap Oscar langsung menutup resleting celananya dan mengejar Lilly
"Hahaha dasar gilaaaaa!!!!! teriak para wanita di dalam lift
"Iya gila, dia yang pamerin kenapa dia yang nyalahin kita???" gerutu salah satu wanita
"Tampan, aku padamu....." teriak wanita yang lain membuat Oscar kesal
"Babyyyyy, waaaaiiiiit meeeeee" teriaknya tanpa perduli tawa orang-orang dalam lift
Oscar langsung mengeluarkan mobilnya dari parkiran, menyusul Lilly yang berdiri menuju halte terdekat dari apartemen
"Baby naik, cepat atau Davina akan makin marah" ucap Oscar menjual nama Davina agar Lilly segera naik dan terbukti berhasil
"Cihhh, sial.
jika bukan karena Davina aku tak Sudi diantar pria mesum macam kau"
"Baby, itu kecelakaan ok??? aku lupa dan tidak sengaja.
Lagi pula juniorku hanya milikmu, sudah ada cap disana"
"Dasar gila, cepat mengemudi atau ku patahkan gigimu" ucap Lilly dengan wajah merona merah.
"Ya Tuhan mengapa aku bisa terlibat dengan pria mesum dan gila seperti ini????
__ADS_1
Aku mau jodoh yang normal Tuhan!!!!!!" gumam Lilly dalam hati.