Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Pernikahan Gila


__ADS_3

Gabriel memegang tangan Elliana sambil menatap wajahnya lekat.


Cantik dan menggemaskan.


"Will you Merry me Elly???" tanya Gabriel dengan senyum mengembang


Pletaaaakkkk


Sebuah jitakan keras mendarat di kepala Gabriel


"Kau gila tapi jangan permainkan ku???


Apa kau mau ku buat beneran gila????" dengus Elly kesal bukan main.


"Aduuuhhhh, apa kau perlu menjitak ku sekeras itu???" ucap Gabriel sambil mengelus kepalanya yang sakit


"Biar otakmu yang tergeser kembali, jangan bicara yang aneh-aneh.


Aku cukup tertekan dengan kelakukan mu dan...."


"Menikahlah denganku, aku janji akan melindungi dan menyayangimu.


menjadikan kau yang terakhir selama hidupku"


"Taun Gabriel Lungu, aku sedang tidak mau bercanda.


jangan sampai aku menendang dua buah anggur milikmu dan kau akan menyesal seumur hidup" ancam Elliana dengan nada marah


"Sayang, jika mau menendangnya, kau yang akan rugi.


Karena hanya aku yang akan menjadi suami mu"


"Dasar gilaaaaa"


"Memang" sahut Gabriel menikmati wajah marah Elliana


Dengan cekatan Gabriel menarik tangan Elliana, lalu menguncinya, setelah itu ia membopong tubuh mungil Elliana.


Walau ia bisa karate, posisi dibbopok seperti beras oleh orang yang bertubuh besar dengan tinggi dua meter lebih, ia tak berdaya


"Lepasin, kau beneran gila.


Dasar pria lilin, patung kayu, primitif" sumpah serapah Elliana keluar.


"Aku benci kamu"


"Aku cinta kamu" jawab Gabriel terkekeh


"Gila!!!!!!!" pekik Elliana frustasi.


Gabriel terus melangkah, ia menuju kamar kedua orangtuanya


"Paaaa, maaaaa,bukaaaa" teriak Gabriel bersemangat,


ia terkekeh melihat Elly yang berusaha lepas dari gendongannya, tenaga dan tekatnya tak luntur ,ia terus mencoba dan mencoba tak kenal lelah.


Gabriel tertawa lepas, kelakuan Elly seolah sesuatu yang lucu membuat Elly makin kesal


"Psikopat gila, lepasinnnnn,


kau bukan hanya menyebalkan tapi kau sangat....


"Gabby...


Kau nak yang tak....." teriak tuan Lungu, namun kalimat tuan Lungu berhenti dengan bola mata melotot lebar.


Ia melihat putranya membopong Ellya


"Apa-apaan ini nak??" tanya Sonia yang juga terkejut.


mereka baru setengah jam lalu memarahi Gabriel lalu tidur, kini putra mereka datang membuat keributan dengan Elly berada di pundaknya meronta-ronta.


terlihat lucu dan menggemaskan bagaimana putranya menangani gadis mungil itu, tapi kini situasinya tidak mendukung


"Gabriel, jelaskan pada papa" teriak Tuan Lungu sangat marah

__ADS_1


"Pa, ma, aku ingin menikahi Elly sekarang juga!!!!"


"Apa kau gila?????"


"Tuan Lungu, tolong minta putraku menurunkan ku, dia beneran sudah gila


Aku rasa geger otak karena beberapa waktu lalu ia jatuh dari tangga" teriak Elly


"Apa??? kau jatuh Gabby??" tanya Sonia panik


"Ma, aku baik-baik saja,


dia hanya mencari alibi untuk kabur ma" ucap Gabriel terkekeh.


Sonia hany bisa menggeleng pelan.


Darimana kelakuan buruk Gabby kalau bukan dari papanya.


Sonia mengira gen Mika Tan menurun pada Gabby, nyatanya darah lebih kental dari air!!!!


kelakuan Gabby kini persis dengan kelakuan suaminya dulu saat muda, gila dan tak tahu malu.


haruskan Sonia senang atau sedih???


"Ada apa ini??? kenapa Elly kau gendong???" tanya Emilly bingung


"Nenek, aku ingin menikahi Elly, sekarang!!" ucap Gabby tegas


Senyum tipis terukir di bibir tua Emilly


"Nenek tolong aku, cucumu gilaaaa!!" rengek Elly yang sudah tak memiliki tenaga lagi meronta.


"Apa kau yakin ingin menikahi Elly"


"Nenek dia membual" teriak Elliana frustasi


"Aku yakin nek, aku tak mau kehilangan gadis galak ini" ucap Gabriel dengan senyum nakal


Emilly menahan tawanya mendengar julukan cucunya untuk Elly. Ia yakin cucunya yakin dengan pilihannya.


"Nenek, kalian tak meminta pendapatku, aku tak mau menikahi manusia lilin ini" ucap Elly stress


"Ma..., ini tengah malam, besok kita akan menggelar pernikahan ya" ucap Tuan Lungu terkejut


"Kau persiapkan gaunnya, aku akan meminta pendeta datang. mereka akan menikah satu jam dari sekarang"


"Maaa....." kini Sonia angkat bicara


"Apa kau mau putramu jadi biarawan tanpa menikah????"


Sonia menggeleng kencang, ia mau memiliki menantu untuk diajak belanja dan memamerkannya pada teman sosialitanya, ia ingin memiliki cucu yang banyak sampai kepalanya pusing karena ulah cucunya.


"Aku harus mempersiapkan apa ma???" tanya Sonia kini berbalik mendukung, Elly menghela nafas makin tertekan


"Siapkan tempatnya, mereka akan menikah disini.


Hubungi toko bunga langganan mu dan buat agr tidak memalukan, ini pernikahan pertama dan saru-satunya cucuku" ucap Emilly girang


"Baik ma, akan ku lakukan sekarang" ucap Sonia bergegas menuju kamarnya, tak lama terdengar ia sedang bercakap-cakap di telepon


Sementara Tian Lungu masih mencerna keadaan.


"Sementara Carmen sudah membawa ponsel Emilly, Emilly langsung menghubungi seseorang


Carmen pergi tak lama kemudian ia kembali dengan nampan berisi Lim TTcangkir teh hangat dan dua piring cemilan


"Tuan Lungu junior, tidakkah anda lelah??? Anda bisa menurunkan calon mempelai anda" ucap Carmen menggoda


"Ah aku sampai lupa, thanks bubu Carmen" ucap Gabby menurunkan Elly dan mendudukkan nya di sofa


Begitu turun Elly ingin memukul wajah Gabby namun Gabby menariknya hingga Elly dalam Pelukannya dan menciumnya


Tuan Lungu terkejut, ia sangat terkejut sampai melongo melihat kelakuan putranya, sementara Carmen hany tertawa dan menggeleng pelan


"Sebaiknya anda membantu persiapan Tuan.

__ADS_1


Masalah hidangan akan saya handle semua" ucap Carmen menunduk dan kembali ke dapur.


bola mata Elly melotot, ia di cium oleh Gabby di depan Carmen dan tuan Lungu???


Apa pria inii benarkan sudah tak waras?


Dengan kesal Elly mengigit bibir Gabby


"Pa, bukankah dia menantu yang cocok????" ucap Gabby sambil menyeka bibirnya yang berdarah


"Kepalamu, habis acara ini papa akan membuat perhitungan denganmu, dasar anak durhaka" ucap Tian Lungu kesal lalu memilih pergi menuju ruang tengah di mana istrinya sedang sibuk mempersiapkan pernikahan gila putra mereka.


"kau dasar pria mesum" umpat Elly dengan wajah merona merah


Harga dirinya hancur dalam beberapa jam karena pria ini.


"Bukankah terlalu kejam kau mengigit bibir sexy ku???


nanti kau yang akan rugi jika bibir ku cidera"


"Apa perlu ku sobek???" dengus Elly namun Gabby terkekeh, ia menarik Elly duduk di pangkuannya, lalu ia memeluk wanita mungil itu hingga tak berkutik


"Diam lah, atau kau membangunkan sesuatu yang berbahaya, kita harus menikah dulu sebelum kau bisa melihatnya" goda Gabby di telinga Elly.


Elly ingin sekali menendang dan memukul wajah Gabby. ia amat sangat malu kini, bahkan bos nya itu seperti orang yang berbeda. Elly tak percaya pria itu berubah iga ratus delapan puluh derajat menjadi orang yang berbeda.


"Aku ingin membunuhmu" ucap Elly dengan gigi yang beradu penuh emosi


"Jika begitu kau akan menjadi janda muda nyonya Lungu junior" bisik Gabby lembut, nafas hangat Gabby berhembus di kuping Elly membuat wanita itu gemetaran


"Siapa yang mau menikah denganmu???"


"Tentu saja kau.


Hanya aku yang akan menikahinya, jadi berhentilah memberontak dan duduk manis" ucap Gabby berbisik mesra dan mengecup kuping Elly lembut


"Dasar gila" umpat Elly tak bisa memberontak.


Ia merasa sesuatu di sana bergerak saat ia menggerakkan tubuhnya.


Satu jam kemudian Elly sudah berganti pakaian, ia memakai pakaian pengantin yang terlihat simple, namun Elly tahu jika gaun itu sangat mahal, terlihat dari taburan mutiara yang banyak di gaun tersebut, serta mahkota kecil yang terbuat dari berlian asli.


Elly takjub bagaimana hanya dalam satu jam mereka bisa mendapatkannya, termasuk dekorasi sederhana namun full bunga.


Bisa di katakan ini pernikahan gila...


Entah ia harus bahagia atau sedih, kini ia sudah mengucap janji di depan pendeta yang menikahkan mereka.


Sebuah cincin bertatah berlian tersemat di jari manisnya.


Kini ia sudah resmi menjadi nyonya Lungu junior.


Gabriel terus memeluknya, Elly merasa risih namun tidak dengan Gabby, ia terlihat bahagia.


Jujur Elly mencuri pandang ke arah suaminya, Gabriel sangat tampan saat tersenyum.


Dua jam kemudian acara selesai, sudah jam empat pagi, semua kembali ke kamar masing-masing, tinggallah para pelayan yang masih membereskan ruangan.


Gabby mengangkat Elly ala bridal menuju kamar mereka.


Rupanya kmr Gabby sudah di sulap, rajang putih bertabur bunga mawar merah, dengan temaram lampu membuat suasana romantis


"Nyonya Lungu, terima kasih sudah menerima ku menjadi suamimu" ucap Gabby meletakkan istrinya di pinggir ranjang


Gabriel yang tadi panik takut Elly tak setuju, nyatanya Elly setuju dan upacara berjalan lancar


Senyum licik terpasang di wajah Elly lalu....


Dua bab lagi ya untuk kalian para reader ku tercinta.


kemarin author full orderan dan gak punya waktu nulis, semoga mengobati kekecewaan kalian karena kemarin author gak update


Jangan lupa tinggalkan comen dan like kalian ya.


terima kasih

__ADS_1


Pooh


__ADS_2