
Semua menikmati suasana sore itu sambil menikmati coffee dingin dan membahas rencana mereka.
Davina memperkenalkan Bruno alias Berto pada mereka semua.
Seperti halnya Shandy, Daffa dan Daffi terlihat juga kurang setuju dengan saudari kembar mereka.
Daffa terus mengawasi gerak gerik Berto tanpa berkedip
Dalam perbincangan mereka, kelakuan Daffa tak lepas dari penglihatan mereka.
Walau Daffa terlihat cuek, ia tahu apa yang di perlukan oleh Bert.
Dari mengambilkan sedotan sampai tisu, bahkan meletakkan cake di pangkuan Bert, tapi yang membuat mereka salut adalah, pria es batu itu tak menolah dan tanpa ekspresi saat melakukanya. Seolah ia robot yang memiliki telepati.
Entah Davina harus bahagia atau justru khawatir.
Saat mereka sedang asik berbincang, Lilly datang dengan Sebastian dan Oscar.
Tian terlihat berwajah masam.
Bagaimana tidak??? ia di tinggal istrinya tanpa kata dan hanya menitipkan pesan.
Apa Davina lupa jika ia sudah punya suami???
Tian jadi menyesal setuju membawa istrinya ke situasi ini, ia sudah menduga jika istrinya akan seperti kutu loncat, meloncat ke kanan dan ke kiri dengan gesit
"Sayang kau menyusul ku??"
"Terus kamu mau aku berkarat di rumah sakit???", gerutu Tian kesal
"Maaf ya sayang aku, tadi urgent" ucap Davina memang wajah polos membuat Tian hanya bisa mengalah dan menghela nafas kesal
"Ku pikir kau lupa sudah punya suami dan ingat sayang, kau sedang hamil" ucap Tian
"Iya, iya, duduk manis aku pesankan minum.
gak baik marahin aku terus, nanti anakmu ngambek di dalam sini" ucap Davina beralasan.
Semua orang ingin tertawa dengan alasan konyol Davina, siapa yang percaya alasan bodoh itu???
Tapi nyatanya Tian adalah satu-satunya yang bodoh.
pria itu percaya dan langsung diam
"Ah iya, ini Berto pengawal ku yang baru" ucap Davina memperkenalkan pada Tian
"Sebastian, suami Davina" ucap Tian seolah mengikrarkan kepemilihan membuat semua orang menggeleng, sementra Shandy menepuk keningnya
"Pake di tegasin statusnya, dasar bucin tua" ucap Oscar mencibir Tian
"Daripada perjaka gak laku, Lilly aja masih mikir mau sama Playboy cap bandot ompong" cibir balik Tian
"Sesama bandot di larang mendahului" ucap Daffi tertawa terbahak-bahak
"Aku baru tahu ada anak buah mu bernama Berto" ucap Tian menatap Berto.
pria asing tapi tidak memiliki wajah latin.
"Dia baru ku rekrut"ucap Davina santai seolah tahu apa yang ada di kepala suaminya
"Oh baik" ucap Tian melirik sekilas ke arah Berto.
Akhirnya mereka memutuskan makan bareng setelah itu lanjut mematangkan rencana mereka di markas milik Davina.
Walaupun Oscar orang luar, namun cepat atau lambat ia akan menikah dengan Lilly jadi Davina dengan senang hati mengajaknya juga.
Yang membuat Davina senang adalah, pengawal keluarga Oscar tiba juga di negara ini untuk melindungi Oscar dan Lilly.
Davina jadi sedikit bisa lega karena Lilly ada yang menjaga, ya walau Lilly ahli beladiri, musibah siapa yang tahu?
Buktinya Elly yang jago beladiri juga tumbang karena kecelakaan.
"Jadi, Berto apa kau punya masukan???"
"Markas mereka bukan hanya satu, walau baru beberapa tahun di rintis tapi sudah menguasai negara ini.
Jika kita ingin terang-terangan menabuh genderang perang, itu akan sulit" ucap Berto menggeleng pelan.
Ia tahu bukan hanya mengerakkan orang bahkan Denis mempunyai kerja sama dengan beberapa penjahat
__ADS_1
"Lalu apa saran mu???"
"Pindahkan Tuan Bernard dari kediamannya.
juga tentu nona Elliana juga"ucap Berto dengan wajah serius.
"Aku setuju dengan saran pria ini" ucap lilly
"Aku masih belum percaya, dia yang mencelakai adikku" ucap Lilly menghela nafas
"Karena itu ia ingin membalas kesalahannya dengan membantu kita melenyapkan Denis dan Dona.
Aku tahu perasaanmu sis, tapi kau tahu kondisinya, dia di tekan" ucap Davina membuat Lilly akhirnya melunak
"Jika dia macam-macam aku akan membunuhnya" ucap Lilly
"Aku benar-benar menyesal dengan apa yang terjadi, tapi aku berjanji akan menebusnya" ucap Berto penuh keyakinan
"Kembali ke rencana" ucap Davina
"bagaimana jika Lilly menyamar menjadi Elly??
ini untuk memancing ular keluar dari sangkarnya"usul Daffa
"Sebelum rencana itu di buat, alangkah baiknya memastikan aset perusahaan dan kekayaan Bernard belum berpindah tangan.
Tuan bernard memiliki beberapa properti, perusahaan, real estate dan juga vila serta uang di beberapa bank di dalam dan luar.
Oh ya orang dalam di kediaman Bernard juga, pertama si kepala pelayan Nicholas, lalu supir pribadi bernama Bob, dan pelayan wanita Mal dan satu lagi koki dapur Sam" ucap Berto menyebutkan orang-orang dona
"Banyak juga mereka memasukkan orang"gumam Davina
"Satu lagi Patricia, perawat papaku"
"kita singkirkan satu persatu" ucap Davina
"Apa kau tahu sesuatu tentang Nicholas???
mengapa pria itu bersekongkol???" tanya Lilly angkat bicara
"Sejauh yang aku tahu dari Denis, pria tua itu memendam dendam pada Bernard, ini bermula saat Bernard menghamili adiknya dan tak mau tanggung jawab"
"Papaku bukan orang seperti itu" sangkal Lilly.
"Aku pikir juga.
Adik pelayan itu menyukai Bernard dan ingin hidup nyaman. Naik ke rajang tuan muda dan hamil.
Namun mama dari tuan Bernard tahu jika putranya bukan orang seperti itu, menyelidiki dan di peroleh kebenaran, wanita itu hamil dari pria lain.
tapi sebelum sampai kebenarannya wanita malang itu terjatuh dari tangga dan meninggal dunia di tempat.
Berita yang sampai ke kuping Nicholas adalah Bernard tak mau menikahi adiknya karena status rendahnya.
Tapi Bernard tidak pernah mempermasalahkan itu, ia bertanggung jawab dengan membiayai adik Nicholas,dan anaknya walau tanpa menikah.
Hingga Bernard akhirnya jatuh cinta pada Maria.
wanita berkebangsaan Indonesia yang jujur, tulus dan pekerja keras.
Adik Nicholas yang tak menerima keberadaan Maria berusaha memisahkan mereka, namun suatu ketika kekasihnya datang dan mengancam akan membeberkan kebenarannya pada Bernard, sehingga adiknya itu memilih bunuh diri setelah membunuh ayah biologis anaknya.
Wanita itu tak ingin putranya tak di akui oleh Bernard dan memilih kebenaran ikut terpendam bersama kematiannya.
Namun tanpa di duga ia memiliki rencana licik, ia meninggalkan surat wasiat tersembunyi yang mengatakan jika ia mati karena Maria"
"Sungguh....
wanita yang menyeramkan, sudah di neraka masih menyeret orang ikut dengannya" ucap Davina geram
"Kita bagi tugas.
Berto kau tahu siapa saja orang di perusahaan yang masih setia pada Bernard?"
"Tuan Alfredo dan tuan Kendrick.
sebenarnya ada satu orang lagi yang bisa membantu anda, nyonya Ester, hanya saja beliau tak jelas tinggal dimana.
informan kami mengabarkan dia sudah kembali ke negara ini, tapi sosoknya tak seorangpun yang tahu.
__ADS_1
nyonya Ester memegang saham mayoritas terbesar kedua setelah Tuan Bernard" ucap Berto membuat semua orang terlihat berfikir keras
"Shandy minta orang kita mencari keberadaan Ester.
dan kak Daffi tolong kau menyusup ke perusahaan dan usahakan menjalin kontak dengan Tian Alfredo dan Kendrick"
"Tuan kendrick tidak berasa di perusahaan itu, dia dewan penasihat, sepertinya tugas ini cocok di jalankan oleh nona Lilly.
anda menyamar sebagai Elly"
"Aku tak pandai bahasa negara ini" ucap Lilly
"Kau jangan khawatir, kau bisa memakai bahas Inggris, karena tuan Kendrick juga tahu kau lama di luar., cukup ambil hatinya dan kau harus memanfaatkan saham milikmu untuk bekerja di perusahaan"
"Aku???"
"Ya anda, saham anda ada lima belas persen di perusahaan, setara dengan nyonya Dona.
jadi kedudukan anda di perusahaan setara dengan nyonya Dona jika anda ingin bekerja di perusahaan itu.
alasan utama mereka ingin menyingkirkan nona Elly karena saham yang di milikinya.
mereka harus memiliki saham terbesar untuk memiliki perusahaan itu"
"Apa jabatan wanita ular itu???"
"Wakil direktur.
namun jika anda mendapat dukungan tuan kendrick dan tuan alfredo anda bisa menduduki posisi yang kini di pegang nyonya Dona"
"Lilly apa kau keberatan jika aku menyamar menjadi saudarimu????? ini akan menarik"
"Tidak bisa" ucap semua orang menatap Davina dengan wajah serius
"Wajah anda sangat berbeda dengan mereka Miss" ucap Berto tersenyum
"Bukan masalah itu, dia bisa menyerupai siapa saja dengan bakat menyamar nya, tapi istriku sedang hamil!!!" tekan Sebastian
"Sayang, aku tak pernah meminta apapun, tapi tolong izinkan aku kali ini saja.
Aku ingin membalaskan dendam ku pada Dona
Karena dia aku kehilangan anak pertama kita"
"Tidak bisaaaa!!!!" teriak Sebatsian naik satu oktaf.
semua orang tegang, bukan karena Tian marah, tapi keras kepala Davina jika sudah memutuskan.
"Maaf aku harus, kau harus percaya istrimu"ucap Davin dengan wajah serius dan sorot mata tegas
"Jika begitu aku akan ikut permainanmu"ucap Sebastian mengalah,
"Apa kau akan menyamar menjadi Gabby???
come on baby, Gabby dan kau punya postur berbeda.
"aku akan menjadi diriku dan juga Oscar, kamu akan menjadi relasi dan berakting aku jatuh cinta padamu, kelar bukan masalahnya???
"Tapi...."
"Hufh kalian pikirkan skenario kalian saja, aku pusing dengan perdebatan pasutri ini" ucap Daffa mendorong Bert meninggalkan tempat itu.
"Aku akan kembali ke apartemen, aku sudah memasang kamera pengawas di perusahaan Bernard maupun di rumahnya. jadi sisanya ku serahkan kalian" ucap Daffa melenggang pergi
"Baiklah. apa Elly sudah di pindahkan???"
"Sudah beres semua, orangtua Gabby juga mengirim beberapa anak buah lagi saat tahu menantunya terluka" lapor Oscar
"Itu berita bagus.
Kita memiliki personil tambahan.
besok om Jack tiba di negara ini untuk memindahkan keluarga berto.
Bantuan ini sangat berati untuk misi kita.
Kini kita perlu menemui tuan Bernard, agar Daffi bisa masuk dan bekerja dengan orangnya.
kebenaran sudah saat nya terungkap"
__ADS_1
"Aku mau dua kali dua puluh empat jam semua sudah pada posisi dan siap menjalankan rencana peringkusan kedua manusia itu beserta antek-anteknya"ucap Davin antusias
"Siaaaap", teriakan semua orang.