Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Pembalasan Elliana


__ADS_3

"Nyonya Lungu, terima kasih sudah menerima ku menjadi suamimu" ucap Gabby meletakkan istrinya di pinggir ranjang


Gabriel yang tadi panik takut Elly tak setuju, nyatanya Elly setuju dan upacara berjalan lancar


Senyum licik terpasang di wajah Elly lalu....


Gabriel yang tak menyadarinya tersenyum lega.


Ia membuka jas nya lalu dusun di tepi ranjang, namun tiba-tiba Elliana mendorongnya hingga Gabby jatuh terduduk


Gabby meringis kesakitan,


"Sayang apa kau harus kejam pada suamimu yang tampan ini???"


"Apa kau tak kejam padaku???


Kau tak memberikan pilihan padaku.


Kau membuat aku malu setengah mati di depan keluargamu dan pernikahan kita abnormal.


Siapa yang menyelenggarakan pernikahan di tengah malam begini, hanya kau yang punya ide gila ini" ucap Elly kesal.


Kekesalan yang ia pendam dari tadi meledak sudah


"Jangan naik ke kasurku atau aku tendang kau ke bawah" ucap Elly sengit lalu berjalan ke dalam kamar mandi dengan susah payah, pasalnya gaun pengantin nya menyulitkannya.


Namun harus ia akui, gaun pengantinnya sangat indah, sederhana namun elegan.


Siapapun yang memilihkannya, orang tersebut tahu selera Elly dengan baik.


Sebenarnya Elly tidak terlalu kesal sih menikah dengan Gabby, hanya saja ia ingin membalas perlakuan suaminya yang semena-mena itu


Elly sejak tadi berusaha membuka resleting gaunnya, namun ia kesulitan. harusnya ia meminta Gabby membukanya baru beraksi, jika sekarang minta bantuan Gabby, Elly gengsi.


Ia tak mau pria itu makin menindas nya


"Come on Elly, cari akal bagaimana membukanya, ini gerah dan tak nyaman" gumam Elly pada dirinya sendiri.


lima belas menit, tiga puluh menit,..... empat puluh menit.....


Gabriel yang awalnya tersenyum sambil menanti istrinya keluar dari kamar mandi, kini mulai panik


ia awalnya mengira Elly sedang sakit perut, tapi setelah tiga puluh menit tak terdengar suara air dari dalam kamar mandi, ia memanggil Elly namun Taka dan jangan, akhirnya ia mendobrak pintu kamar mandi karena khawatir


BUGH BUGGGHHHH KREEEK


"Aaaaaaa" Elly terkejut, ia tergelincir, beruntung Gabriel langsung berlari menyelamatkan istrinya, tubuh Elly menimpa suaminya, tubuh Gabriel membentur ujung wastafel.


"Ma..maaf, apakah sakit???" tanya Elly terlihat panik


"Tidak, hanya sakit" ucap Gabby yang langsung mendapat cubitan kesal Elly


"Kenapa kau merusak pintu kamar mandi????" tanya Elly


"Aku khawatir kau bunuh diri" ucap Gabby jujur.


"Aku????


Hahahhaa"


"Orang khawatir malah ketawa huh" gerutu Gabby sambil mengelus pinggang yang terbentur ujung wastafel


"Kau tak mengenalku, seputus asanya aku, aku tak akan melakukan hal bodoh itu" ucap Elly membuat Gabby tersadar


"Benar juga ya, kau wanita kuat dan judes"


"Apa hubungannya judes, hei kau mengatai istrimu" protes Elly

__ADS_1


"By the way kenapa kamu kamu sekali di kamar mandi dan apa yang kau lakukan di dalam sini???


Apa kau habis mastruba...."


"Kau gila????" pekik Gabby apa yang akan di katakan Elliana


"Lalu kenapa kau keringetan???


Ini di lengkapi air conditioner, kah aneh" ucap Gabby


"Aku...


Hufh aku tak bisa membuka gaunku" ucap Elly frustasi menghela nafas


"Hahaha, biar ku lihat"


"Jangan macam-macam" ancam Elly melotot


"Kalau tak percaya ya sudah, selamat mencoba sampai berhasil" goda Gabby membuat Elly cemberut


"Baiklah, tolong bukakan " ucap Elly pasrah.


Gabby akhirnya membantu Elly membuka gaunnya, ia terkesima melihat tengkuk istrinya dan tubuh putih Elly,


Elly yang sadar suaminya sudah di bakar hasrat, mendorong Gabby keluar dan menutupnya walau tak bisa terkunci karena Gabby merusaknya.


Ia segara mandi dan menghapus riasannya, begitu keluar kamar ia melihat Gabby yang tertidur pulas.


Elly memilih mengambil bantal dan tidur di sofa, ia belum terbiasa tidur satu ranjang dengan pria.


Pagi hari Gabby terbangun, ia melihat Elly yang tidur di sofa, mengangkatnya dengan perlahan lalu meletakkannya di ranjang kemudian Gabby kembali tidur.


Matahari sudah tinggi, kedua pasutri baru itu masih terlelap tidur.


Sementara anggota keluarga yang lain sudah terbangun pukul sembilan pagi, mereka bangun agak siang juga karena acara dadakan Gabby.


Senyum bahagia terpancar dari seluruh penghuni rumah, tak terkecuali para pelayan yang sangat bahagia karena tuan muda mereka akhirnya melepas masa lajang nya


"Ma, mereka pengantin baru, wajar saja mereka kesulitan bangun" ucap Sonia yang di balas senyum suami dan mertua nya


"Jika tuan muda kalian belum bangun jam dua belas siang nanti, antarkan saja makanan dan minuman ke kamarnya" ucap Emilly pada sistem rumah tangga


Matahari sudah tinggi, sinarnya masuk dari celah jendela. Elly merasa matanya silau dan membuka matanya perlahan. Ia merasa tidurnya sangat nyaman, saat ia membuka mata ia terkejut, sebuah dada bidang tepat berada di depan matanya dan....


"Aaaaaarrrrggghhhh" Elly terkejut dan mendorong Gabriel kencang hingga pemuda itu terjatuh dari ranjang


Gabby langsung terbangun karena terkejut dan sakit


Alih-alih menolongnya, Elly tertawa terkekeh, puas sudah membalas kekesalannya.


"Aku tidur di sofa bagaimana bis aku diatas ranjang bersama pria tak tahu malu sepertimu???" tanya Elly geram


"Mana aku tahu, aku tidur lebih awal darimu.


Mungkin kau nunya penyakit tidur berjalan.


Dasar istri aneh, suka sekali menyiksa suami" gerutu Gabriel dengan suara khas orang bangun tidur.


wajah tampan dengan rambut acak-acakan dan suara sexy serak khas bangun tidur, sungguh kini di depan mata seperti impian Elly saat membayangkan jika ia menikah suatu saat nanti.


Elly terpana dan tenggelam dalam pikirannya


"Apa aku sangat tampan saat bangun tidur sampai istriku terpesona???"


"Tutup mulutmu, segera mandi sana, semalam kau tak mandi selesai acara" ucap Elly melempar bantal ke arah Gabby yang di tangkap dengan mudah oleh Gabby


"Apa kau mau bergabung mandi denganku????"

__ADS_1


"Dalam mimpimu" teriak Elly melempari Gabby dengan bantal


"Huh begitu saja marah" gerutu Gabriel lalu melangkah menuju kamar mandi


"Apa kau mau aku mandikan????" ledek Gabby yang menjulurkan kepala nya keluar pintu kamar mandi


"Gabriel sekali lagi kau keluar aku hajar" ucap Elly kesal


"Dasar istri galak" gerutu Gabby lalu tak lama terdengar suara gemericik air, ia sudah mandi


"Ya Tuhan semoga aku di beri kesabaran memiliki suami yang otaknya geser" ucap Elly menghela nafas.


Satu jam kemudian Gabby baru keluar dengan wajah bersih tanpa kumis, ia terlihat lebih muda lima tahun.


Entah apa saja yang lelaki itu lakukan di kamar mandi, durasi mandinya saja lebih lama dari Elly.


Dengan tak tahu malunya ia keluar dari kamar mandi hanya memakai boxer membuat Elly menjerit dan langsung lari ke kamar mandi.


Ini pertama kalinya ia melihat tubuh telanjang pria membuat Gabby memiliki ide menggodanya.


Tak lama kemudian pintu kamar mereka di ketuk.


Carmen dengan dua orang pelayan membawa makanan serta juice dan cemilan untuk Gabby dan Elly


setelah itu ketiganya pamit.


Gabriel sedang duduk di sofa membaca laporan perusahaan yang dikirim oleh asistennya lewat email, saat Elly keluar gadis itu seperti kelinci yang takut tertangkap, berlari kecil mengambil pakaian gantinya lalu kembali ke kamar mandi untuk memakainya.


Gabby ingin tertawa kencang, namun kini ia sedang


meeting dadakan karena ada sedikit masalah yang harus ia selesaikan cepat.


Ia menatap anak buahnya yang terlihat bingung karena Gabby tersenyum dan tertawa kecil


Setelah melihat Elly keluar, ia langsung menyudahi meeting nya.


Dulu pekerjaan begitu menarik bagi Gabby, namun kini melihat Elly lebih menarik baginya


"Apa kau menungguku??" tanya Elly langsung duduk di depan Gaby dan mulai makan


"Aku suami yang baik menanti istrinya untuk makan bersama, tapi istriku main makan tanpa melayaniku" gerutu Gabby bersedekap dada


"Ah menyusahkan" gumam Elly, walau begitu ia masih bangkit dan mulai mengambilkan makan untuk suaminya. Keduanya akhirnya makan tanpa ada perdebatan.


"Sore ini kita ke apartemen mu, rapihkan pakaianmu yang masih bagus, sisanya tak usah kau bawa.


Ini kartu ATM untukmu, gunakan sesuka hatimu, setiap bulan aku akan mentransfer uang untuk mu"


"Aku bisa mencari uang sendiri" ucap Elly lirih


"Elly, please" ucap Gabby tak mau di bantah.


dengan enggan Elly mengambil kartu ATM nya.


Dan pada sore harinya Elly ke apartemen nya di temani Gabby, Elly sangat kesal karena hanya bisa membawa sedikit barangnya,


"Persiapkan dirimu, besok kita akan menemui papamu" ucap Gabby tanpa menoleh


"Serius????" tanya Elly tak percaya


Gabby hanya mengangguk, ia sudah membicarakan kepulangan Elly ke negaranya ketika Elly di make up saat mereka menikah malam tadi.


Gabby tak mau menunda keberangkatan mereka.


Elly sangat bahagia sampai memeluk Gabby dengan reflek


"Maaf" ucap Elly langsung melepaskan pelukannya

__ADS_1


"Aku pikir aku akan mendapatkan ciuman atau..."


"Mimpi" ucap Elly membuang pandanganya ke arah luar jendela, senyum mengembang sempurna di wajah cantiknya.


__ADS_2