Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Jurus Jitu Tian


__ADS_3

Davina memilih keluar rumah sakit dan berjalan di sepanjang trotoar, ia tak menuju mobil Tian, karena kuncinya berada di tangan Tian, gengsi jika ia harus menunggu.


Sebastian kelimpungan, ia segera ambil mobilnya dan mengikuti ke arah di mana Davina berjalan dan akhirnya di kejauhan ia melihat istrinya berjalan sendiri


"Sayang naik lah, aku bisa jelaskan" ucap Tian mensejajarkan mobilnya dengan Davina


"Menjelaskan kalau ternyata kalian nongkrong di cafe dengan para wanita???" ucap Davina sinis


"Itu.... itu tidak sengaja sayang.


Kami beneran nongkrong berempat, tapi mereka ngajak kenalan sama.oscar, aku gak ikutan"


"Gak ikutan kok tahu nama kamu?, mana mesra lagi manggil mas Tian...." ucap Davina mengejek


"Itu.... ah aku bisa jelaskan sayang, ayo naik" ucap Tian bingung harus mengatakan apa.


Yang paling membuat ia tak nyaman mereka jadi pusat perhatian, bahkan ada yang terang-terangan menonton sambil tersenyum ke arah mereka


' Gak mau"


"Malu di liatin orang" ucap Tian lirih


"Biariiiiinnn" ucap Davina bersedekap dada


Tian mengusap wajahnya kasar, jika harus menghadapi clien yang susah ia bisa taklukan dengan mudah, tapi ini....


Istrinya sulit di taklukan dan buat kepalanya sakit.


Tapi tiba-tiba Tian tersenyum licik, ia segera turun dari mobilnya setelah menepikan mobilnya.


menghampiri istrinya dan menariknya dalam pelukannya, setelah itu menciumnya tiba-tiba


"Mmmmmmm" Davina ingin memperoleh namun mulutnya sudah di bungkam bibir suaminya.


Davina sangat terkejut karena Tian Tiba-tiba menciumnya, namun beberapa saat kemudian ia justru terhanyut dalam ciuman Tian.


Begitu mendengar tepuk tangan dan sorak Sorai, kesadaran Davina kembali, ia mendorong Tian sekuat tenaga.


Bagaimana suaminya sungguh tak tahu malu menciumnya di depan umum???


Wajah Davina merah merona karena malu.


"Mas kamu gak tahu malu" maki Davina kesal


"Maaf semuanya, kami pengantin baru dan istri saya sedang ngambek.


Kami permisi" ucap Tian lalu tiba-tiba mengangkat istrinya ala bridal.


Davina makin malu dan hanya bisa bersembunyi di bahu suaminya.


"So sweeettt" teriak beberapa orang


"Udah bawa pulang dan kasih jatah, nanti marahnya ilang" teriak pernah bapak-bapak membuat Davina ingin menggali tanah dan bersembunyi di dalamnya.


Sebastian tersenyum penuh kemenangan, istrinya menurut tanpa melawan, ia mendudukkan Davina di kursi penumpang di samping kemudi


Memasangkan sabuk pengaman dan bergegas menuju kursi kemudi.

__ADS_1


Masih dengan seringai penuh kemenangan ia mengendarai mobilnya meninggalkan tempat tersebut sambil melambai


"Maasssssss"


"Iya sayang????"tanya Tian dengan senyum menggoda


"Kamu nyebelin banget, apa udah gak punya malu???


Sejak kapan mas punya kelakuan minus kaya gitu???


malu-maluin" pekik davina menutup wajahnya karena malu


"Aku begini karena mu sayang, aku tergila-gila padamu" ucap Tian membuat wajah Davina kian merona karena malu


"Masssss, aku serius, kita jadi tontonan orang-orang saja seperti orang gila"


"Aku gila karena cintamu" ucap Tian tersenyum lebar


"Nyebeliiinnnn" teriak Davina kesal mencubit suaminya


"Tubuhku untukmu sayang"


"Dasar suami sakit, mesum, nyebelin, gak tahu malu" maki Davina meluapkan semua, ia mau marah tapi jawaban Tian membuatnya jadi malu sendiri.


Sejak kapan suaminya berubah jadi suami alay dan tak tahu malu seperti ini?


"Mas...."


"Iya sayang, apa mau lagi???" goda Tian sambil membasahi bibir nya sengaja menggoda Davina.


"Kau...


Tian melirik dan tersenyum.


Kini ia tahu jurus jitu menaklukan istrinya.


Sebenarnya Tian sangat malu, tapi demi tidak di usir dari kamar dan kedinginan ia terpaksa.


Sebastian menyingkirkan ego dan urat malunya hanya untuk meluluhkan hati Davina, dan terbukti berhasil.


Davina akan berfikir dua kali jika mau ngambek di tempat umum.


Setelah sampai di rumah, sebastian bergegas turun lalu membukakan pintu untuk istrinya,


Davina hendak keluar namun Tian segera membopongnya ala bridal


"Mas, kau keterlaluan, turunkan aku" ucap Davina memukul punggung suaminya


"Biarkan ku menebus kesalahanku padamu, wanita itu memang bergabung di meja kami, tapi sumpah demi pernikahan kita, aku tidak akan pernah melirik wanita lain selain kamu.


Karena apa yang ku butuhkan, ku mau, dan ku cintai hanya kamu" ucap sebastian menatap lekat mata istrinya dan menciumnya lembut.


Davina bisa merasakan sorot mata penuh cinta dan tak ada kebohongan di sana, hatinya membucah, senang, bangga dan bahagia


"I love you my little wife" ucap Sebastian mengakhiri ciuman mereka dan mendaratkan ciuman di kening istrinya


Plok plok plok

__ADS_1


Sebuah tepuk tangan membuat keduanya tersadar, di sana berdiri Cleo sambil bersedekap dada dan Marsha yang terlihat sangat tidak senang melihat kemesraan mereka


Davina buru-buru meminta sebastian menurunkannya, ia terllau malu mengumbar kemesraan di depan putri sambungnya.


"Mas turunin malu ada Cleo dan mamanya" bisik Davina, namun Sebastian sengaja pura-pura tak dengar, Davina meminta suaminya menurunkan lagi sambil mencubit perut Tian hingga akhirnya Tian menurunkannya


"Perasan mbok Inem bilang papa dan mama ke rumah sakit, katanya papa sakit.


Tapi kok kayanya papa sehat wal Afiat???" sindir Cleo sambil bersandar pada pilar rumah


"Ah sayang, papa dan mama memang ke rumah sakit, papamu maaf nya kambuh"


"Tapi kok papa bisa pake acara gendong-gendong mama segala??" tanya Cleo menyelidik


"Cleo orang dewasa sakit gak harus lemes kan??" ucap Marsha seolah membela Davina dan Tian


"Papa sembuh karena mamamu" ucap Sebastian sambil menoel hidung Davina membuat Davina serba salah


"Maksud papamu mama tadi sudah kasih obat, ya tadi di jalan mama sudah kasih minum obat papamu jadi sudah baikan ya kan mas??" ucap Davina menatap Sebastian meminta persetujuan


Sebastian mendekati Cleo dan menggendongnya


"Bilang saja kamu ngiri mau papa gendong kan?? hemmm" ucap Tian sambil menciumi putrinya membuat Cleo berteriak-teriak kegelian


"Gak usah pamer kemesraan, norak tahu" ucap Marsha sinis lalu berjalan masuk ke dalam rumah.


Davina melongo bengong,


"kok jadi wanita itu sewot???


Jangan bilang dia cemburu??


Dia gak mungkin cemburu kan?? bukankah dia yang membuang Tian dan pergi dengan pria lain???"


"Terus masalahnya apa?? gue istrinya yang sah, jadi suka-suka kami mau apa.


Rumah tangga kami bukan urusanmu, sekalipun kami mantan istrinya.


Statusmu hanya mama Cleo tidak lebih dan tidak kurang.


Owh ya, jangan berlagak menjadi nyonya sebastian chou, karena anda hanya orang luar dan hanya "TAMU"


jadi anda tahu batasannya" ucap Davina sinis lalu berjalan meninggalkan Marsha yang terlihat marah.


Marsha merasa harga dirinya di injak-injak Davina, ia terlalu memandang remeh Davina, melihat usianya yang sangat muda, Marsha mengira bisa menindas Davina, nyatanya anak itu sangat berani dan juga memiliki mulut yang tajam dan pedih


"Lihat saja, siapa yang akan bertahan di rumah ini.


Aku atau kamu???


Aku punya Cleo sedang kamu baru menjadi istri Tian" gumam Marsha mengepalkan tangannya, menatap penuh kebencian pada Davina


"Nyonya Marsha, juice dan cemilan anda sudah saya letakkan di ruang keluarga" ucap mbok inem sopan.


"Hemm" ucap Marsha berjalan menuju ruang keluarga.


Mbok inem menatap kepergian mantan majikanya itu, ia merasa firasat tak baik saat melihat sorot mata Marsha memandang nyonya muda nya.

__ADS_1


"Ya Tuhan, kenapa wanita iblis itu harus kembali.


Sombongnya gak pernah luntur. Enggak sadar diri jika kini mas Tian sudah menikah lagi malah berlagak jadi pemilik rumah ini. Semoga Allah melindungi rumah tangga ma Tian" ucap Mbok Inem berdoa dalam hati


__ADS_2