Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
keusilan Tian


__ADS_3

Sebastian terbangun setelah kurang lebih tiga jam ia tertidur, jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang, Davina tak ada di sisinya.


Dengan malas Sebastian bangkit dan membersihkan tubuhnya.


Setelah berpakaian Sebastian memeriksa kamar Cleo, kosong, putrinya tak berada di kamarnya


Ia segera turun ke lantai bawah dan mendengar suara ramai di dapur, terlihat di kejauhan istrinya dan Cleo sedang melakukan sesuatu bersama, pemandangan indah yang selalu Sebastian impikan, dimana anak dan istrinya bercengkrama dan kompak melakukan sesuatu


"Lagi buat apa nih??? kayanya seru bener" ucap Tian begitu mendekat


"Papa,...


Kami lagi buat soes maker sama puding caramel"


"Mantab, yang enak ya, nanti papa bagian makannya"


"Enak aja" ucap Cleo


"Sayang mau minum??" tanya Davina menghampiri suaminya


"Kamu gak istirahat??"


"Aku gak cape" ucap Davina lirih


"Kalau begitu nanti malam kita kerja keras lagi" ucap Tian setengah berbisik di telinga Davina, membuat wajah davina terasa panas, memerah


"Kau gak tahu malu" ucap Davina meninggalkan suaminya kembali menuju meja dimana ia membuat kue.


Davina menyesal mengkhawatirkan Tian, pria itu sehat, hanya otaknya saja bermasalah.


Davina menggerutu dalam hati, ia kesal dan malu sekaligus, pasalnya suaminya menatapnya tanpa berkedip dengan senyum yang menurut Davina menggoda.


Jika tak ada Cleo dan dua asisten rumah tangga di ruangan itu, ingin sekali Davina membungkam mulut Tian dengan ciumannya.


Eh kok dengan ciuman??? ini semua karena Davina ketularan kemesuman Tian???


"Mama kok aneh gitu sih???"Tanya Cleo memandang mamanya dengan pandangan menyelidik.


"Aneh gimana sih sayang?" ucap Davina mencoba tenang


"Itu kaya salah tingkah gimanaaaaa gitu.


Cleo juga gitu kalau ada Kaisar hehehe" ucap Cleo cengengesan. Bocah jaman now udah tau cinta-cintaan, pipi masih bau susu juga banyak gaya.


"Jadi Cleo beneran suka ya sama Kaisar anak Tante Ery tetangga depan rumah kita??" goda Davina membuat wajah putrinya merona merah


"Ih amma, Cleo masih kecil tahu" elak Cleo gugup


"Itu kenapa kaya orang malu gitu, hayoo ngaku???"


"Cleo itu pencinta pria tampan ma, wajar aja Cleo suka liat kak Kaisar, dia tampan bikin seger mata Cleo" ucap Cleo malu-malu, Davina melongo mendengar perkataan putrinya lalu tertawa terbahak-bahak


"Right u my daughter" ucap Davina menciumi pipi lemak Cleo


"Mamaaaaa, liur mu" teriak Cleo memberontak


"Kalian berdua wanita genit" ucap Tian bertolak pinggang di belakang Cleo dan Davina.


Sontak keduanya menoleh terkejut dan melihat Tian Edang bertolak pinggang


"papaaaa..


"Maasss, itu...itu..."

__ADS_1


"Jadi kamu yang mengajari Cleo gak bener ya??" tanya Tian menatap tajam istrinya


"Aduh Cleo kebelet pipis, ma terusin ya" ucap Cleo menyelamatkan diri. Cleo tak mau mendapat ceramah papanya karena genit.


Ia sudah sering di ceramahi oleh Tian karena suka genit di depan Kaisar, menurut Tian sih


"Cleo...." Davina memandang kepergian putrinya dengan sedih. Kini Tian menatap istrinya sambil menaikan sebelah alisnya


"Sayang, tadi kami cuma bercanda" ucap Davina cengengesan


"Apa mau di hukum???


Apa belum cukup yang tadi???" ucap Tian membuat Davina bergidik ngeri, ia langsung menutup mulut suaminya dengan tangan, sementara mbok inem dan mbak Parmi tersenyum penuh arti, entah mendengar atau tidak yang jelas Davina sangat malu karena kelakuan suaminya


Bukannya bungkam Tian malah mencium tangan istrinya membuat Davina melotot kesal.


"Aku akan pindah tidur ke kamar Cleo jika kamu berulah lagi" ancam Davina setengah berbisik.


"Masih mau berulah???" Sebastian langsung menggeleng cepat, ia tak mau tidur sendirian.


Tapi jiwa usilnya lebih kuat dari apapun.


Masalah tidur nanti ia punya rencananya sendiri


Begitu Davina melepaskan bekapannya, Sebastian langsung mengecup bibir Davina dan berlari menjauh sebelum kena semprot istrinya yang melotot karena terkejut.


Terdengar tawa kecil mbok Inem dan mbak Parmi


"Mas Tiaaaaaanmnn" teriak Davina murka, hilang sudah mood nya membuat cemilan.


Untung semua sudah kelar dan tinggal di panggang saja


Davina segera melepaskan celemek nya, ia harus memberi pelajaran pada Tian


"Mba Anu, itu kue nya????"


"Semangat mba" ucap mbok inem malah memberi Davina semangat, Davina ingin menutup wajahnya karena malu, semua gara-gara Tian.


Cleo melihat papanya cekikikan menaiki anak tangga dan berpapasan dengan Cleo yang ingin mengambil minum, di belakangnya terlihat Davina yang terlihat marah


"Pa...."


"Nanti saja, mamamu sedang marah sama papa" ucap Tian lalu berjalan cepat menuju kamarnya


Cleo hanya bisa bungkam dan menatap papanya lalu mamanya yang datang


"Nanti mama akan jelaskan, mama masuk kamar dulu" ucap Davina terlihat sangat kesal, Cleo hanya mengangguk hingga Davina berlalu dan masuk ke dalam kamar


"Sejak kapan papa kurang kerjaan membuat mama marah, hadeh papa jadi dodol deh sama mama Davina.


Tante Agatha bilang mama jago karate, semoga papa selamat" ucap Cleo menggeleng pelan lalu berjalan menuju lantai bawah.


"Mas.... Aku kan malu kamu error gitu cium-cium di depan mbok Inem sama mbak Parmi.


Kamu tuh gak tahu malu" ucap Davina mengejar suaminya.


Mereka seperti anak kecil yang kejar-kejaran


Lama-lama Davina makin kesal, Tian dengan gesit berlari keana kemari, Davina langsung menerjang dan membantingnya, Tian jatuh di kasur denga. posisi punggung jatuh duluan


"Aduuuuhbb sakit yank" ucap Tian meringis Manahan sakit,


"Biar kamu rasa, itu akibatnya bermain-min denganku"

__ADS_1


Ucap Davina dengan senyum lebar, namun wajah Tian terlihat sangat kesakitan membuat Davina menjadi panik juga


"Apa benaran sakit ma??" tanya Davina yang di balas anggukan kepala Tian.


Davina segera menghampiri suaminya dengan panik.


"Maaf ya, kamu juga sih bikin ulah, kena batunya kan?? Kita ke dokter aja ya" ucap Davina berbalik badan, namun tiba-tiba Tian memeluknya dari belakang


"Mas kamu membohongiku!!!!" teriak Davina sangat kesal, suara marah Davina sampai kamar Cleo.


Cleo yang sedang asik membaca menggelengkan kepala lalu memakai handset nya agar suara perkelahian di kamar sebelah tak mengganggunya


"Aduh papa-papa ada aja yang di usil nya" ucap Cleo yang bisa kena usil Tian kini giliran Davina.


Tian memeluk istrinya erat, Davina meronta namun tangannya sudah terkunci. Sebastian lalu menciumi leher jenjang istrinya, Davina awalnya yang memberontak lama kelamaan malah menikmati permainan Tian, terlebih Tian menciumi kuping Davina


"Mas kamu menyebalkan" ucap Davina parau, Sebastian menyeringai lebar


"Nyonya Sebastian kau yang mencari hukuman mu sendiri, aku tak suka istriku melirik orang lain, karena suamimu ini sangat tampan"


"Narsis"


"Tentu saja, jika tidak bagaimana kau jatuh cinta padaku, bukankah kau pencinta pria tampan???"


Tian membalikkan ucapan istrinya membuat Davina bungkam, Tian memegang kepala istrinya dan menolehkan nya kesamping, ia ******* bibir Davina sebelum memprotesnya, awalnya Tian hanya ingin menghukum Davina namun malah justru keterusan dan akhirnya mereka malah melakukan olah raga siang hari.


"Kau maniak, Apa kau pikir aku gak cape??"


"Aku akan memijit, bagian mana yang pegal hmmm???" goda Tian


"Lupakan, yang ada malah nanti kau minta lebih, menyebalkan" ucap Davina memanyunkan bibirnya, sekali lagi Tian mencium istrinya tina-tiba


"Tukang curi ciuman"


"Habis bibir mu manis" ucap Tian dengan senyum di kulum


"Aku malas debat denganmu.


Mumpung aku ingat aku ingin kau melarang Marsha datang ke rumah kita lagi, Jika ia ingin bertemu degan Cleo, biarkan mereka bertemu di luar"


"Sayang ini...


Aku ...."


"Dengar aku gak suka wanita itu berkeliaran di sekitar kita, terlebih...."


"Terlebih apa???" tanya Tian penasaran istrinya terlihat sangat membenci Marsha


"Wanita itu gak sehat, seharusnya kita membatasi Cleo bertemu dengannya, demi kebaikan Cleo"


"Aku gak mengerti, maksud kamu apa?


Jika alasanmu melarang Marsha datang gak masuk akal, aku menolak yank. Ini demi Cleo anak kita.


Tapi jika alasanmu masuk akal, aku dengan senang hati akan melarangnya


"Kamu yakin mau tahu???


Persiapkan jantung tuamu mas"Tian ingin memprotes ucapan Davina, namun melihat mimik serius istrinya ia urung


"Cleo memergoki Marsha masturbasi, ya walau tidak melihat secara langsung, tapi sesudah Marsha selesai"


"Astaghfirullah, kamu gak lagi bercanda kan???"

__ADS_1


"Mas, Kamu pikir aku melarang wanita gatal itu kerumah hanya karena aku cemburu???


aku bukan orang yang picik, lagi pula aku percaya padamu. Aku lebih baik dari Marsha, dia bukan level ku" ucap Davina sombong, tapi memang benar itu kenyataannya


__ADS_2