Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Kesaksian Cleo


__ADS_3

Davina, Agatha dan Munir mengikuti salah seorang crew menuju tempat di mana Cleo membuat onar


Terlihat di kejauhan seorang wanita yang sedang memarahi Cleo.


Anak itu tidak takut malah maju saat seorang crew berusaha menghadang konsumen yang marah tersebut, Cleo di dorong hingga terjatuh.


Davina segera berjalan cepat, ia tak mau anak tirinya kenapa-napa.


Yang terutama adalah ia tak suka ada orang yang main tangan dengan anak kecil, karena pada dasarnya anak kecil tidak mengerti apa yang di lakukan salah atau tidak.


Kita sebagai orang dewasa mencontohkan, mengarahkan, memberitahu.


"Apa yang anda lakukan nyonya??" tanya Davina berusaha menekan emosinya


"Anak ini sungguh nakal sekali, apa mama nya tidak pernah mengajari bagaimana sopan pada orang yang lebih tua???" ucap wanita itu marah


"Apa anda harus sekeras itu pada anak-anak??"


"Anak-anak kalau gak di ajari sopan santun harus di kerasi" ucapnya tak merasa salah


"Benar, tapi gak harus seperti itu, anda bisa menegurnya dengan baik" ucap Davina melirik pada putri tirinya yang terlihat ketakutan.


Cleo hanya berusaha berani, bagaimanapun ia hanya anak-anak.


"Dimana mama nya, jika gak bisa ajari anaknya, biar saya yang ajar"


"Apa hak anda berkata demikian?? apa kalau anak anda kurang ajar saya bisa memberi pelajaran pada anak anda???" ucap Davina kesal membalikan kata-kata wanita itu


"Dimana manager tempat ini saya ingin bertemu" ucapnya makin arogan


" fix nih orang cari mati" gumam Agatha pelan,


"Saya manager nya" ucap Munir maju


"Gimana sih katanya klinik kecantikan ternama, tapi anak liar di perbolehkan masuk, apa begini cara kerja kamu???


saya laporkan pada pemilik tempat ini , biar kalian di pecat. Harusnya kalian menjaga nama baik tempat ini sesuai class nya" ucap wanita itu memarahi Munir.


Munir hanya melirik sekilas pada Davina.


Ia tahu bos nya itu sedang dalam suasana buruk


"Maafkan pelayanan kami, kami akan memberikan anda diskon biaya perawatan" ucap Munir berusaha berdamai


"Terima saja, ini tawaran terbaik daripada kau habis oleh Davina" ucap Munir dalam hati


"Saya tetap mau anak ini di panggilkan orangtuanya.


Dia membuat mood saya buruk" ucap wanita itu makin kurang ajar


"Kalau begitu anda akan mendapat diskon lima puluh persen atas semua perawatan yang anda lakukan" ucap Munir berusaha menenangkan konsumennya


"kalau loe nolak juga dan milih bikin masalah, finish hidup loe nona" gumam Munir dalam hati


"Anak ini membuang waktu saya yang berharga hilang begitu saja" ucap wanita itu menunjuk sambil melotot pada Cleo, Cleo bersembunyi di balik tubuh Davina.

__ADS_1


Davina bisa merasakan tangan Cleo gemetaran.


Ternyata wanita ini memilih pilihan yang salah, berurusan dengan Davina akan membuat nya menyesal seumur hidup.


Davina akan baik bahkan sangat baik jika kita baik, akan buruk seperti iblis jika kita menyakiti di dan orang-orang yang ia sayangi.


"Mama...." ucap Cleo lirih


"Oh jadi kamu mamanya pantas saja sejak tadi membela anak ini" ucap wanita itu melotot pada davina


"Kalau iya kenapa?? anak saya tidak akan berbuat yang macam-macam kalau anda tidak bertingkah"


"Cleo sayang, memangnya apa yang kamu lakukan??" tanya Davina lembut, wanita itu terlihat gusar


"Tante itu mendekati meja itu, dia seperti ...."


"Munir panggil Security, minta CCTV ruangan ini" ucap Davina tegas menggendong Cleo


"Mau kemana kamu, saya belum selesai" teriak wanita itu garang


"Katanya mau keadilan???"


"Saya mau bertemu dengan pemilik tempat ini!!!" teriak wanita itu panik


"Nyonya, wanita yang sejak tadi anda marahi adalah pemilik tempat ini dan anak itu adalah anaknya alias pemilik tempat ini juga" ucap Munir tak bisa lagi menahan kekesalannya


"Iiitu... saya tidak akan memperpanjang, permisi" ucap wanita itu berusaha lari lepas dari masalah.


"Munir tahan dia, saya tidak bisa mentolerir ada tikus yang masuk ke dalam klinik kecantikan ini, bawa dia keruangan ku" ucap Davina tegas, Cleo yang biasanya melihat Davina tengil dan cengengesan sampai menatap wajah Davina.


"Anak kecil, kau membuat masalah" ucap Davina menoel hidung Cleo


"Dia pencuri, papa bilang kita tak boleh membiarkan yang salah di depan mata" ucap Cleo polos


"Tapi usiamu belum cukup melakukan itu, kenapa gak kamu beritahu crew yang menemanimu perawatan???"


tanya Davina lembut


"Aku bukan anak kecil" protes Cleo membuang pandangannya ke arah lain.


Davina tersenyum, anak ini persis dengan dirinya.


"Kau anak kecil, lihat kakimu yang pendek itu" ucap Davina tersenyum sambil menggelengkan kepalanya


"Mama genit, ini salon dan klinik punya mama??" tanya Cleo penasaran mengalihkan pembicaraan


"Kenapa?? kau suka??? kita akan sering-sering melakukan perawatan disini berdua jika kau suka" ucap Davina


"Jika kau memaksa mama genit.


Tapi jangan meminta bayaran pada papaku, kau cukup kaya karena punya tempat ini" ucap Cleo membuat tawa Davina pecah,


"Kau perhitungan sekali, uang papamu, uang mama sayang" ucap Davina santai


"Uang papa uangku karena aku putrinya, sedang kau hanya wanita yang menemani papa" protes Cleo

__ADS_1


"Hahaha kau takut aku mengambil uang papamu??"


Cleo diam, membuat Davina yakin jika bocah rese ini berfikiran jika semua wanita yang mendekati papanya hanya ingin harta nya


"Aku lebih kaya dari papamu sayang" ucap Davina sombong


"Kau hanya punya rumah kakek buyut, bukan rumah sendiri" cibir Cleo


"Aku punya usaha" ucap Davina tak mau kalah


"Tapi perusahaan papaku lebih besar dari tempat kecil ini" balas Cleo tak mau kalah


"Aku punya mobil sport"


"Papa punya juga kok di garasi" balas Cleo


Agatha dan Munir saling pandang dan menggeleng pelan, mereka hanya meletakkan jari mereka di kening dan membuat garis mendatar lurus


"Gila!!" ucap Munir dan Agatha tanpa suara


Bagaimana bisa Davina tak mau kalah dengan anak berusia tujuh tahun?? dasar anak sama mama tiri yang sama-sama keras kepala


"Ah baiklah, mama kalah" ucap Davina malas berdebat, bocil ini lebih keras kepala darinya


"Bu ini rekaman CCTV di ruangan spa" ucap seorang Security memberikan flash disk pada Davina


"Agatha langsung mengambil flash disk tersebut mereka semua lalu masuk ke dalam ruang kantor Davina


Kesan mewah dan glamor langsung terasa.


Davina langsung menuju sofa, ia mendudukan Cleo di sampingnya


Agatha dengan sigap membuka laptop dan menghubungkan dengan proyektor, tak lama kemudian sebuah rekaman CCTV yang menampilkan kejadian di ruangan tersebut.


Nampak Cleo melempat sesuatu pada wanita itu saat wanita itu mengendap mendekati seorang wanita yang tadi melepaskan cincin berliannya


"Panggil pihak berwajib" ucap Davina santai sambil memberikan soft drink pada anak tirinya


"Maafkan saya, saya menyesal, saya khilaf"ucap wanita itu bersimpuh memohon pengampunan Davina, tapi terlambat.


Saat Munir menawarkan penyelesaian, wanita ini menolak keras.


Padahal Munir berniat membantu wanita ini berurusan dengan Davina, walau ia tetap akan memprosesnya secara hukum, namun kini...


"Aku tak perlu permintaan maaf mu.


Kau tikus kotor menjijikkan. berlagak jadi wanita terhormat, sekali tikus tetap tikus, tempatmu di got.


Berlagak berkelas di tempatku,


Enyah kau ke penjara sebelum aku bertindak di luar nalar " ucap Davina penuh kemarahan.


Munir memberi kode pada Security untuk menyeret wanita itu keluar,


terdengar teriakan histeris wanita itu, lalu tak lama hening.

__ADS_1


__ADS_2