Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Selera Mama Salah


__ADS_3

Oscar dan Gabby yang awalnya hanya beberapa hari saja datang ke Indonesia guna membahas proyek bersama mereka, akhirnya memutuskan akan tinggal sampai batas waktu yang belum di tentukan.


Tentu saja Tian menyambut dengan gembira, pasalnya kedua sahabatnya itu sulit sekali di temui.


Mereka sibuk dengan urusan pekerjaan masing-masih.


Oleh karena itulah Tian memberikan gagasan untuk membentuk kerjasama.


Perusahaan yang di kelola oleh ketiganya, dengan cara itulah mereka akan sering bertemu dan berinteraksi.


Sebastian memberitahu istrinya dengan rencana kedua sahabatnya itu, Davina juga ikut senang.


Ia malah memberikan dua unit apartemen untuk kedua sahabat suaminya itu.


mereka bisa menempati nya secara gratis selama mereka tinggal di Indonesia.


Akhirnya Gabriel dan Oscar tahu siapa Davina sebenarnya. Penantian Tian yang panjang berbuah manis. Tian mungkin kehilangan istrinya dulu, namun kini ia mendapatkan yang lebih baik dari Marsha, lebih baik segalanya.


Wanita karier yang sukses luar biasa, miliader muda dan cantik.


iri??? tentu saja Gabby dan Oscar iri, sangat iri dengan keberuntungan Tian.


Terlebih mereka terkejut Tian menikahi keponakannya sendiri yang terpaut usia sangat jauh.


tapi namanya jodoh tak akan kemana


"kenapa loe cengar-cengir begitu???


lagi ngelamun jorok loe ya???" tanya Davina yang kini sudah akrab dengan para sahabat gila Tian


"Sembarangan, emang wajah tampan gue keliatan mesum apa???"


"Iya, banget" ucap Davina menghempaskan bokongnya di sofa


"Hahaha,.dav loe jujur bener sih?? bohong dikit kenapa??" ucap Gabby tak kuasa menahan tawa melihat muka melas Oscar


"Iya nih, jangan jujur-jujur, jujur menyakitkan" ucap Oscar


"Cie curcol nih ye" goda Panji yang datang membawa mangkuk berisi Ice cream


"Woi loe makan ice cream anak gue" ucap Davina melotot melihat Panji memakan ice cream.milik Cleo


"Om Jawa, kenapa ice cream aku om makan??" ucap Cleo cemberut


"Wah gini nih bijak lapuk, emang di kost an loe gak ada ice cream apa???" tanya Sebastian yang datang membawa kopi di tangannya


"Mama ada makanan enak, gue hidup menderita sekian purnama.


Tapi bule gila yang baru sampai langsung di kasih apartemen" ucap Panji dengan wajah melas


"Emang dia tinggal dimana yank??" tanya Davina penasaran


"Tuh kost-kostan di belakang kantor"


"Tuh kan kakak ipar denger.


Suamimu itu pelit"


"Sembarangan, mau gue pecat loe??" ucap Tian melotot


"Kasian juga si Panji, loe tinggal Ama gue aja, apartemen yng di kasih Davina gede muat buat kita berdua" ucap Gabby


"Tapi loe bukan karena naksir gue kan bule???


Gue takut matahari gue loe sosor


Bagian belakang gue masih perawan tingting" ucap Panji asal.

__ADS_1


Davina langsung membekap kuping Cleo dan melorot ke arah Panji.


Anak ini kalau ngomong bener- bener bocor , somplak


"Najis pantat loe item, ibarat panci loe panci yang di masak pake kayu bakar.


Lagian gue masih normal dodol.


Gue berubah pikiran Ji" ucap Gabby kesal


"Gab gue mau, Jangan berubah pikiran please"


"Udah biarin aja dia di kostan, lagian dia yang mau tuh.


Kemarin dia ngejar si Kokom pemilik kost an itu.


Janda kembang kamboja"


"Bau kuburan dong??"


"iya bau kuburan, Panji kan suka yang berbau mistis gitu" ucap Tian tertawa


"******, jangan dengerin Tian, Kokom sudah masa lalu. Dia kawin sama aki-aki usia tujuh puluh tahun, gila gak tuh???"


"Emang si kokom usia berapa??" tanya Oscar penasaran


"Tujuh belas tahun, di tinggal mati ma lakinya"


"Jadi beneran janda kembang Kamboja??" ucap Oscar polos membuat semua orang tertawa


"Panji, Panji, masa loe kalah sama.aki-aki???


onderdil loe aja belum turun mesin, ibarat mobil masih bisa tanjakan. lah itu aki-aki bengek gak bisa naik tanjakan" goda Tian membuat semua orang tertawa


"Tapi tuh aki-aki kaya" ucap Panji pelan


"Om jangan khawatir, masih banyak kok yang mau sama om Jawa" saut Cleo ikut nimbrung ucapan mereka


"Siapa yang mau sama om sayang???" tanya Panji dengan senyum lebar.


Ia berkhayal jika Cleo mau dengannya, maka nasibnya akan seperti Tian, dapat daun kuncup.


"Sebentar ya" ucap Cleo bangkit membuat semua orang bingung dan bertanya-tanya, mereka saling pandang.


Tak lama kemudian Cleo datang dengan mbok Inem dan mba Parmi


"Ji, perasaan gue gak enak deh" ucap Oscar menahan tawa begitu melihat Cleo datang dengan dua asisten rumah tangga mereka


"Sayang nya om, kenapa kok bawa mbok Inem sama.mbak Parmi???" tanya Panji tersenyum


"Mereka berdua gak punya suami, mereka kembang Kamboja" ucap Cleo yang ternyata menangkap obrolan mereka. sontak ucapan Cleo membuat semua orang tertawa terpingkal-pingkal.


Bahkan Davina sampai menangis dan sakit perut.


"Bu..bukan seperti itu juga sayang" ucap Panji nyengir kuda


"Sayang, sini Deket mama jangan dekat om Panji nanti dia naksir kamu" ucap Davina yang seolah mengerti jalan pikiran Panji


"Ih Cleo gak mau sama om Jawa, Cleo mau sama om Oscar aja. Lagian Cleo masih kecil.


Kalau Cleo sudah besar om jawa udah kakek-kakek kaya kakek Baskoro.


Cleo gak mau punya pacar keriput" ucap Cleo polos membuat semua orang kembali tertawa.


Tak ada yang lebih menyakitkan daripada perkataan jujur anak kecil.


Pelan, sakit menusuk.

__ADS_1


"Sayang om Oscar juga bakal keriput seperti om Jawa mu"


"Kakak ipar kau kejam" ucap Oscar mengikuti Panji memanggil Davin kakak ipar


"Kalau begitu aku mau anak om Oscar saja, biar aku yang lebih tua jadi awet muda deh" ucap Cleo tersenyum lebar


"God girl, mama setuju" ucap Davina keduanya lalu tos sementara ke empat pria di depannya hanya menggelengkan kepala


"Aku punya selera baik ma, tapi mama....


tapi untung saja mama menyukai om-om seperti papaku, walau papa tua tapi masih awet muda" ucap Cleo membuat senyum Davina langsung lenyap, ia di nilai memiliki selera buruk oleh anaknya sendiri.


Anak kecil ini ....


benar-benar sangat pintar membuat lawannya tak berkutik karena ucapannya


Kiki gantian ke empat pria itu menertawakan Davina, Davina menoleh dan melotot galak sehingga membuat ke empatnya langsung bungkam.


Sebastian pura-pura terbatuk, Gabby lebih memilih membuang pandangannya ke arah lain, Oscar hanya nyengir kuda, sementara Panji menutup mulutnya namun tak bisa menutupi jika ia masih tertawa kecil.


"Bro, macan betina loe ngamuk" bisik Oscar membuat Tian tersendak


"Tenang, dia udah jinak" ucap Tian lirih membuat ke empatnya kembali tertawa kecil dan lagi-lagi Davina melirik tajam ke arah mereka


"Tentu saja mama pemilih, kalau papamu keriput dan jelek, mana mama mau" ucap Davina mencibir


"Benar, benar ma.


Kita juga perlu menyegarkan mata kita hahaha" keduanya lalu tertawa di bawah pelototan ke empat pria di depannya


"Bro kayanya lama kita di sini kita kena sindir sama dua iblis cantik di depan"


"Bener bro, kita cabut yu???" ucap Gabby bangkit


"Kakak ipar, kami mau nongki di cafe sebentar, boleh dong???"ucap Panji memintakan izin untuk sahabatnya


"Silahkan aja" ucap Davina


"Sayang boleh??" tanya Tian ragu


"Iya, jangan malam-malam ya?" ucap Davina tersenyum.


Tanpa menunggu dua kali mereka berempat lngsung cabut daripada lama kelamaan kuping mereka memanas di Katai tua dan keriput.


"Kenapa loe Kya gak nyaman gitu???" tanya Oscar yang melihat Tian gelisah


"Gue khawatir sebenarnya bini gue gak ngizinin.


loe gak tahu sih, cewek itu mahluk yang rumit.


Loe tahu?? kalau cewek mau apa gak pernah bilang tapi mau kita tahu, mereka pikir kita dukun apa????


terus ya, kalau dia salah maunya selalu benar, kalau di tegur bilangnya pasal satu istri selalu benar, Pasal dua, jika istri salah kembali ke pas satu, gila kak tuh???? pake main pasal lagi.


Belum lagi kalau mereka bilang boleh, itu belum tentu boleh, kalau mereka bilang terserah loe bakal di buat serba salah, loe cuekin salah, loe.ikutin tetap salah, mondar kan loe???


"Susah juga ya?


"Gue jadi takut kawin" ucap Panji


"Takut kawin?? bukannya loe sering, nikah kali maksud loe Panjul" cap Oscar gemas mengacak-acak rambut Panji


"Iya itu maksud gue" ucap Panji nyengir


kini mereka bertiga dengan gemas mengacak-acak rambut Panji


"Woiiii, woiii santai bro rambut gue....." teriak Panji terdzolimi

__ADS_1


__ADS_2