Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Konspirasi Dona dan Nicholas


__ADS_3

Denis merasa seluruh tubuhnya sakit, Perlahan Denis membuka matanya dan terkejut. ia di ikat pada sebuah bangku dalam ruangan pengap dan gelap.


Hanya lampu berukuran kecil yang ada di sudut ruangan, membuat ruangan ini terasa muram.


Denis ingat sekali jika ia sedang dalam perjalan menuju markas, karena Nakamura membuat kegaduhan, lalu di tengah perjalanan ia menabrak sebuah truk.


Tapi....


Terdengar langkah kaki, ia menutup matanya agar orang tersebut tak tahu dia sudah sadar


"Huh pria ini masih saja pingsan, apa kita bunuh saja sekalian???"


"Jangan, pria tua itu hanya menyuruh kita menyekapnya sampai rencananya berhasil"


"Iya juga sih, tapi aku membenci keduanya, yang satu lintah penghisap darah yang tak tahu terima kasih pada Tuan Bernard, dia menghisap dan ingin membunuh tuan Bernard.


Yang satunya lagi sudah mengabdi lama dan bersikap seolah setia dengan Tuan Bernard, nyatanya pria tua itu mirip vampire"


"Sebaiknya kita tidur, dia tak akan sadar.


Jika dia mati itu takdirnya karena di tipu oleh bandot tua hahahaha" suara langkah kaki menjauh, Denis yang mendengar percakapan mereka mengepalkan tangannya.


Dari perbincangan mereka Denis bisa menduga siapa dalang di balik ini semua, Nicholas!!!!!


"Bandot tua sialan, berani-beraninya dia menusukku dari belakang.


Aku akan membunuhmu saat aku bisa keluar dari sini,!!!!!!!" geram Denis .


Tanpa Denis ketahui sebuah kamera memperhatikan gerak geriknya,


Pria di balik layar tertawa terbahak-bahak seolah melihat sesuatu yang seru.


Ia memberi komando kepada dua orang yang tadi masuk ke dalam ruangan Denis untuk berjaga di luar , bukan berjaga dalam arti sesungguhnya, tapi duduk di sofa menanti adegan selanjutnya.


Selang satu jam, Denis berhasil membuka tali yang mengikat tangan dan kakinya, ia mengendap-endap keluar dari kamar itu


Cahaya kamarnya yang gelap kontras sekali dengan ruangan di depannya.


nampak dua orang sedang duduk minun-minum dan terlihat mabuk, Denis mengendap-endap mendekati dan melumpuhkan, saat Denis akan mematahkan leher pria itu terdengar suara derap langkah kaki yang banyak


"Sial, ternyata bukan hanya mereka berdua, aku lebih baik lari" ucap Denis langsung mendorong pria itu hingga terjatuh dan kabur.


Sebenarnya suara derap kaki adalah suara efek yang sudah di siapkan agar terkesan ada banyak orang yang datang.


dua pria itu pura-pura mengejar Denis, namun tak ketemu.


Denis lari seperti di kejar setan


"Hahahhaa, dia seperti orang kebelet pup"


"Sial leherku hampir patah, awas saja pembalasanku" gerutu pria satunya lalu membuka penyamaran mereka saat sudah sampai di rumah tadi


"Tapi loe gak mati kan???" ledek pria satunya setelah membuka topeng ternyata Shandy dan pria yang di piring oleh Denis adalah Oscar


"Hampir mati, loe bukan bantuin" gerutu Oscar kesal


"Kan sudah di bantuin sama Daffa, loe mah Cemen" ucap Shandy terkekeh

__ADS_1


"Kalau loe mati, itung-itung ngurangi populasi Buaya darat" ucap Daffa menenteng laptopnya


"Kampret loe bro" maki Oscar, Sementara Shandy mengacungkan jari jempolnya puas


"Bersihkan TKP, gue yakin dalam waktu satu setengah jam Denis akan kembali ke sini.


Tinggalkan barang bukti, ponsel pria tua Bangka itu"


"Gue cabut, leher gue sakit" ucap Oscar melambaikan sebelah tangannya sambil mengelus lehernya.


Anak buah Oscar datang dan langsung membantu Shandy membereskan tempat itu, setengah jam kemudian mereka sudah pergi.


Tak lupa mereka memastikan kamera pengawas di luar gedung tua itu merekam kepergian mereka.


Shandy keluar dengan menyamar sebagai Nicholas.


Mobil yang mereka bawa juga mobil pribadi Nicholas, karena pria tua itu juga memiliki mobil kesayangannya sendiri yang sering ia pakai jika keluar untuk urusan pribadi.


sementara di mansion Bernard, Nicholas dalam keadaan di bius dan tak sadarkan diri.


Ia tak tahu jika dirinya sudah di jebak.


Mereka semua menuju markas Devil Angel sebelum melaksanakan misi selanjutnya.


Berdasarkan perhitungan Daffa, Denis tidak akan langsung ke mansion, ia akan menuju tempat penyekapan untuk membawa bukti keterlibatan Nicholas.


Daffa sedang menanti dengan berdebar, kejutan yang akan Denis terima saat kembali ke markasnya.


"Sialan, siapa yang mengganti akses ku????


kemana Bruno???" teriak Denis yang ingin membuka brankas di kantornya


Denis mendorong pria itu, ia segera menuju pusat kontrol memeriksa sendiri siapa yang memasuki ruangannya, tanpa di duga seornag wanita yang amat ia kenal sedang mengendap-endap masuk keruangan Denis


"Kapan Dona datang???" tanya Denis marah.


"Nona Dona hanya sebentar, tapi dia hanya menunggu di ru....." si pria tersebut melotot bingung.


pasalnya Dona tidak masuk ke dalam, mereka menahan Dona di luar atas perintah Denis. tapi....


Si pria itu terlihat bingung bukan main.


Denis membanting asbak di sampingnya hingga pecah.


Ia merasa sangat geram sudah di khianati dua rekannya, yang lebih membuatnya kesal adalah wanita yang ia cintai juga menikamnya!!!!


"Sialan kau Dona, aku menghabiskan semua waktuku, mengorbankan kesetiaan ku, melakukan hal yang hina semua karena kau, tapi kau menusukku dari belakang!!!!"


Dasar ******!!!!!" Teriak Denis dengan mata memerah karena marah.


Rasa sakit di kaki dan tangannya seolah tak sebanding dengan rasa sakit yang ia rasakan dihatinya.


Denis segera mengumpulkan anak buahnya, mereka akan menangkap Nicholas dan juga Dona.


sudah terlanjur basah, Denis akan tetap menjalankan rencananya menguasai harta Bernard tanpa Dona dan Nichols.


"Bos, ada telepon dari Bruno" ucap salah seorang anak buah Denis

__ADS_1


"Kemana saja kau?????" teriak Denis marah


"Bos saya sudah menemukan siapa pengkhianat di organisasi kita.


Dia Satosi"


"Apa kau punya bukti???"


"Akan saya kirim , Satosi adalah mata-mata Nicholas, Satosi juga anak buah Nakamura, sepertinya....."


"Konspirasi terselubung, sial!!!" umpat Denis langsung mencerna dan mengartikan sendiri


Diujung telepon Bruno tersenyum puas.


"Dimana kau kini???"


"Saya ......"


Bughhhh


Suara benda di pukul terdengar dan tak lama terdengar suara tawa seseorang


"Bruno,Bruno......." panggil Denis.


"Sial, dia orang nya Denis"


KLIK


Panggilan berakhir.


Denis meremas ponselnya, sudah bisa di pastikan Bruno tertangkap. entah oleh Nicholas atau Nakamura.


yang jelas bisa di katakan nasib Bruno berakhir.


Denis tak menyangkan harus kehilangan orang kompeten seperti Bruno, tapi untuk menyelamatkan Bruno, ia tak punya waktu.


Saat ini prioritasnya adalah menangkap Nichols.


sementara Dona ....


Denis masih membutuhkannya, saat semuanya selesai mungkin saat itu juga nyawa Dona tidak lagi berharga.


"Apa kita akan menyelamatkan Bruno bos??" tanya anak buah Denis


"Tidak, kita tak punya waktu.


Kita harus melakukan sesuatu.


Bawa beberapa orang mu yang gesit, kita akan ke mansion keluarga Bernard" ucap Denis


Tiga puluh menit kemudian semua persiapan lengkap.


Denis langsung menuju ke gedung tua dimana ia disekap.


Disana ternyata sudah kosong, hanya bangku yang berantakan,


"Geledah, temukan yang bisa menjadi barang bukti" ucap Denis pad anak buahnya.

__ADS_1


Tak lama kemudian anak buah Denis menemukan ponsel dalam kondisi pecah tapi masih berfungsi dan saat Denis memeriksanya ternyata itu adlah ponsel milik Nicholas.


"Tua Bangka keparat!!! jadi benar kau seperti dugaan ku!!!"


__ADS_2