
"Om bule, kau merusak masker papaku!!!" teriak gadis kecil yang tak lain adalah Cleo
"maaf sayang, om gak sengaja" ucap Oscar nyengir kuda
Cleo terus menggerutu dan berusaha mengoles lagi masker ke wajah Sebastian, Sebastian yang menyadari jika ia jadi bahan tertawaan para sahabatnya berusaha menghindari Cleo
"Sayang, papa sedang video call dengan orang"
"Papa merusak kerja kerasku" ucap Cleo cemberut lalu pergi sambil terus menggerutu
"Bro tak ada yang memberitahumu jika kau so cute.
Bandana nya boleh nih pinjam????" ucap Oscar tertawa paling kencang.
Sebastian hanya tersenyum kecut mendengar ejekan para sahabat,
"Bro, mana kembaran Lilly??" tanya Sebastian penasaran.
Davina yang mendengar suaminya membicarakan kembaran Lilly langsung melepas timun yang menempel di matanya
"Siapa sayang?? apa Lilly sudah bertemu dengan saudari kembarnya??" tanya Davin antusias
"Iya mereka sekarang sedang meet up, makanya OS video call" ucap Sebatsian pada istrinya
Oscar memberikan ponselnya pada Elliana.
Elly terlihat canggung, namun berusaha tersenyum.
Davina lngsung merebut ponsel suaminya dan memasang wajah tersenyum walau di balik masker
"Hello apa kabar Elly, aku Davina istri Sebastian dan pria tampan di sampingku ini adalah suamiku Sebastian" ucap Davina memperkenalkan diri
"Hai....apa kabar" sapa Elly canggung.
Akhirnya mereka malah ngerumpi di ponsel membuat para pria malah menggelengkan kepala, setelah perkenalan singkat dan obrolan ngalor- ngidul, ponsel kembali ke Oscar dan Davina menyerahkan ponselnya ke suaminya
"Ngapain Gabby nempel aja sama Elly sih??? sok kenal bener" ucap Davina yang melihat Gabby terus menempel pada Elly
"Ah tadi kan gue udah bilang Gabriel kawin sama lembarannya si Lilly, Elliana" teriak Oscar frustasi mengulang infonya yang basi.
"Kawin??? apa nikah???" tanya Davina kembali nimbrung
"Nikah udah, kawin juga udah dong, ya kan sayang??" tanya Gabby memeluk Elly
"Noh liat perjaka tua tebar kemesraan" gerutu Oscar keki
"Congratulation gab, by the way kenapa loe gak undang-undang??? minimal kasih kabar kek, loe gak anggap kami saudara loe lagi??" tanya Tian sedikit kecewa
"Insiden bro" ucap Gabby langsung mendapat tatapan tajam Elly
"What????" tanya Elly menatap Gabby
"Maksud gue urgen, gue nikahin Elly tengah malam" ucap Gabby nyengir kuda
"Apaaaa???" ucap semua orang serentak
"Tengah malam??? loe kawin apa di tangkap kawin???" tanya Tian melongo.
Ternyata Gabby benar-benar gerak cepat.
"Suamimu bener-benar gila sis" ucap Lilly menepuk bahu saudaranya prihatin
"Sudah ku katakan, dia pria tergila yang ku kenal" Desah Elly membuat semua orang tertawa
Oscar menambahkan Panji ke dalam obrolan mereka.
Terdengar suara serak Panji
"Woi, bugil, ngapain loe nelpon gue??? gue lagi kejar setoran buat anak tahu" teriak Panji mengomel dengan wajah lusuh dan rambut acak-acakan khas orang bangun tidur
BUGH
Sebuah bantal tepat mengenai wajah Panji, lalu kamera gelap
__ADS_1
"Dasar suami error, bikin malu" ucap Sekar terdengar mengomel membuat semua orang tertawa dan berteriak
"SUKURIIIIIINNNNNN"
"Tuh kan Sekar ngambek, gak dapat jatah deh gue" ucap Panji cengengesan
"Jangan dengerin si Panji, dia gilaaaa!!" teriak Sekar di ujung telepon
"Tenang Sekar, Kami sudah paham suamimu luar dalam" ucap Sebastian tertawa.
"Kalian ada apa sih??? tumben video call group gini, wweeee rame bener" ucap Panji tersenyum lebar
"Woii ceking, loe gemukan???" sapa Gabby yang belum bertemu Panji sejak kembali ke negara nya
"Yoi susunya cocok bro" ucap Panji lalu sebuah bantal kembali melayang
"Dasar streeess" gerutu Sekar lalu terdengar pintu di banting.
"Alamat loe tidur di luar Ji hahahaha" tawa Davina puas menertawakan kemalangan Panji begitu juga semuanornag
"Apes-apes" keluh Panji sedih
"Ji, si Gabby dah kawin" ucap Oscar memberi informasi Panji
"Alhamdulillah akhirnya dia normal" ucap Panji seraya menengadahkan tangan berdoa
"Kampret gue normal, seenaknya loe penjol" dengus Gabby kesal
"Sekarang gue masih ragu atau orang diantara kita yang belum kawin, kenormalan nya masih di saksikan"
"Penjol kampret, berantem yoook" ucap Oscar membuat semua orang tertawa terbahak-bahak
"Kejam loe, anak kecil diajak berantem" sela Gabby
"Jangan salah, anak kecil udah bisa buat anak kecil.
Balapan yok Gab???" ucap Panji nyeleneh"
"kita buktikan, kalo Tian kan kecebong nya udah SNI" ucap Panji tertawa kencang
"Kalah helm ya bro" timpal Shandy tertawa
"Penjol kampret, gue kira otak loe udah gak speleng, nyatanya....."
"Makin speleng" timpal Gabby lalu semuanya tertawa terbahak-bahak
"Kasian Sekar punya suami loe Ji" teriak Davina menimpali
"Ye kakak ipar gak tahu ya, Sekar beruntung punya suami gue, makan kaga makan ketawa" sangkal Panji
"Kenyang kaga kembung iya kebanyakan ketawa" ucap Oscar lalu kembali riuh tertawa
"owh jadi kamu kenyang ketawa gak makan mas???"
tanya Sekar yang sudah kembali dengan membawa nampan berisi makanan
"Bukan gitu sayang, aku cuma becanda"
"Makan tuh angin" ucap Sekar kembali keluar membawa nampan tersebut
"Sayaaaaang,, kakanda laper,, tolong adinda ku sayang"
"NAJISSSSS" teriakan semua orang lalu kembali tertawa.
beruntung mereka berada di private room yang kedap suara sehingga tak menggangu pelanggan yang lain.
"Loe gak kesal gitu dia gak kasih kabar kita??" selidik Oscar mencari pendukung
"Enggak, gue seneng dia kawin, daripada dia jadi biksu gak tahu enaknya surga dunia ya kan???" tanya Panji menaik turunkan alisnya
"Loe salah kalau mau Panji jadi pendukung loe, bocah epleng gitu mana mikir" ucap Shandy dan Tian tertawa terbahak-bahak.
"Emang anak kampret si Panji" gerutu Oscar kesal.
__ADS_1
Ia menyesali memasukkan Panji dalam obrolan mereka
"Lah salah gue dimana coba???
Gue kan sohib yng baik dan tidak sombong"
"Salah loe karena gak dukung Oscar"
"Bodo ji apa kata loe aja" gerutu Oscar membuat semua makin senang menertawai Oscar
"Dia bukan cuma kawin Ji,
tapi nikah dadakan" ucap Shandy memberi info
"Wah gak baik tuh si Gabby, woi Gab, kenapa loe gak kisah kabar kita sih??" tanya Panji
"Bukanya tadi loe seneng???"sindir Oscar
"Ya seneng sih, tapi kenapa gak kabarin kita pada,
ah bro loe harus gelar pesta kecil di indo, awas aja loe lupa ma kita" ancam Panji serius
"Itu pasti setelah masalah istri gue selesai" ucap Gabby yang mendapat acungan jempol Panji
"Denger tuh, Gabby janji" ucap Panji
"Mana kakak ipar gue, kenalin" teriak Panji penasaran
"Sayang, kenalkan sahabatku, Panji" ucap Gabby
"Ah loe becanda gak lucu, loe ngawinin Lilly??? wah loe makan teman"
"Heh penjol, bini gue kembaran Lilly, noh Lilly lagi ngobrol sama Shandy" tunjuk Gabby
"Hahaha mantab, jadi diantara kita berempat yang jones Oscar ya???? Hahahhaa Oscar cemungut!!!" ledek Panji
"Pala loe peyang" Dengus oscar kesal.
Akhirnya pembicaraan itu berputar antara Gabby, Oscar , Panji dan Sebastian.
Mereka ribut sekali seolah bukan berbicara di telepon.
Sementara Lilly , Elly dan Shandy sedang membicarakan hal yang lain.
"Jadi apa kau sudah masuk ke rumah?? Maksudku menemui papa" tanya Elly penasaran
"Sudah, hanya saja aku tidak bisa bebas.
Aku sudah berbicara dengan papa, namun aku masih mempelajari situasi, ditambah perbendaharaan kataku tidak begitu bagus, aku takut mereka curiga jika bukan kau. maaf "
"It's ok yang penting kau sudah menjaga papa.
Dengan adanya kau wanita iblis itu akan berfikir dua kali untuk melancarkan aksinya" ucap Elly
"Aku mencurigai jika di dalam rumah juga ada kaki tangan Dona" ucap Shandy berfikir keras
"Mengapa kau bisa berfikir seperti itu?" tanya Elly
"Aku membawa sampel obat yang di konsumsi papa, dan obat itu mengandung sesuatu yang...
Sebuah zat yang berasal dari tanaman.
Jika dikonsumsi tanpa di sertai zat lain, tidak berbahaya namun jika di sertai oleh zat lain, tanaman itu bersifat racun.
Tak akan terdeteksi oleh lab.
Tapi efeknya akan terlihat dari tubuh papa yang semakin lemah" ucap Lilly mengepalkan tangannya
"Siapa.... siapa yang tega berbuat itu sama papa??" tanya Elly menangis
"Aku masih menyelidiki. kau tenang saja, aku sudah memberikan penawar racunnya, hanya saja racun itu sudah menyebar, aku perlu melakukan suatu tindakan sedikit ekstrem untuk mengeluarkannya"
" Lilly seorang dokter sekaligus ahli racun, kau tak perlu khawatir" ucap Shandy menyentuh bahu Elly
__ADS_1