
"Jadi...?????"
"Ya dia istri dari tuan Bernard, investor besar di perusahaan Tian.
tapi yang lebih menyeramkan adalah, ia memiliki hubungan gelap dengan tangan kanan Bernard dan tebak...."
"Katakan cepat, aku tak mau tebak-tebakan" ucap Davina tak sabaran.
Ia sudah geram sekali dengan Dona, sudah menikah tapi masih gatel dengan pria lain, bahkan tega mengkhianati suaminya dengan orang dekat suaminya
"Denis mengenal Alexandra"
"Alexandra Liona???? Serius????" tanya Davina mulai mencari benang merah antara Alexandra dan Denis
"Ingat pria yang kita tangkap???
pria yang keahliannya dalam membunuh cukup lumayan. rekan Liona"
"Ya pemuda itu, aku ingat"ucap Davina
"Pemuda itu dan Liona sama-sama satu organisasi dan mereka adalah anak buah Denis"
"Apaaaaa??? apa kau yakin????" tanya Davina melotot tak percaya
"Seratus persen, pagi tadi sudah di konfirmasi oleh Daffi. data akurat aku peroleh dari saudaramu yang jenius itu" ucap Shandy menyanjung Daffi
"Daffi, bagaimana dia bisa ikut terlibat?" tanya Davina penasaran
"Maaf aku meminta saudara kembar mu membantuku, ya ku rangkum informasi dari organisasi kita dan dari apa yang di peroleh oleh Daffi dan hasilnya menunjukkan bahwa, Denis membuat organisasi yang di gunakan untuk memobilisasi semua kegiatannya, sehingga lancar.
Aku rasa Bernard tak tahu jika ..."terang Shandy membuat Davina mengerti kan alisnya berfikir
"Jadi Denis menguasai anak buahnya, benar????" tebak Davina
"Tepat sekali adik ipar" ucap Shandy masih saja bisa becanda dengan Davina saat serius seperti saat ini
"Aku jadi paham motif Dona mendekati Denis.
Karena ia ingin memanfaatkan Denis untuk kepentingan pribadinya.
Aku sangsi.
ah bukan sangsi, tapi aku sangat yakin jika Dona menikahi tuan Bernard bukan karena cinta, tapi demi ambisi!!!!
Menjijikkan" umpat Davina emosi
"Ya begitulah wanita, memanfaatkan paras dan tubuh sexy untuk menjerat lawan jenisnya demi sebuah obsesi" ucap Shandy mengangkat kedua bahunya
"Tidak semua, tidak semua wanita seperti Dona, tolong catat!!!!!" ucap Davina protes dengan statement Shandy
"Hahaha benar tidak semua, tapi model wanita seperti Dona tepatnya.
adik ipar dan ayang embeb ku pengecualian" ucap Shandy tersenyum lebar
__ADS_1
"Kau, adik durhaka, apa aku tidak??? aku juga wanita yang baik dan lurus" protes Agatha yang ternyata sudah mendengar percakapan mereka didepan pintu tanpa Davina dan Shandy ketahui.
"Ah hahaha tentu saja kakak iparku yang cantik dan membahenol tidak, karena kakak tidak beruntung hahahhaa" tawa Shandy pecah di ikuti Davina.
Agatha melotot dengan aura membunuh, bisa-bisanya Shandy mengejeknya.
"Kau adik ipar laknut ah salah, masih calon.
Ku rasa Sania akan membatalkan pernikahannya jika aku....."
"Kakak ipar, jangan kak maaf.
Kau yang terbaik" ucapan Shandy memberi tanda love dengan jempolnya ala Korea
"Saranghae kakak ipar" tambah Shandy lagi membuat Davina dan Agatha mual
"Bodo" ucap Agatha sewot , sementara Davina hanya bisa tertawa melihat kedua saudaranya itu.
Jika bertemu pasti saja bertengkar, entah Shandy yang mulai atau Agatha yang mulai duluan.
"Kalian seperti Tom and Jerry saja" ucap Davina tertawa
"Kurang tepat, seperti kingkong dan singa dong"
"Enak aja, kamu yang kingkong" ucap Agatha
"Kakak ipar, apa di rumah tak ada cermin???
"Huh, aku tak mau Shandy jadi adik iparku" gerutu Agatha memanyunkan bibirnya.
Davina jadi memperhatikan tubuh Agatha, benar kata Shandy, Agatha terlihat lebih gemuk, sepertu naik sampai sepuluh kilo.
Davina tak pernah melihat wanita itu tak memperhatikan penampilannya, ada apa dengan Agatha
"Jangan melihatku seperti itu, body shaming tau"
"Tante, benar kata Shandy kau lebih berisi" ucap Davina menatap Agatha
"Ini salah om mu, dia memberikan aku makan terus seperti sapi peras" ucap Agatha dengan wajah melas
"Bukankah baik jika om Willy perhatian???
Bukanya Tante yang mau ya?" tanya Davina bingung.
karena Agatha biasnaya akan mengeluh tentang sikap Willy, namun sejak mempraktekkan ajaran nenek buyut Ernest, sikap Willy berubah seratus delapan puluh derajat, ah bukan tiga ratus enam puluh derajat.
Willy berubah drastis.
"Tapi ternyata lebih enak tak seperti ini, dia berubah posesif dan protektif banget ya, sampai makanan aku dia yang atur dan yang nyebelin lagi gak boleh diet.
lihat aku seperti..." Ucap Agtha memandang dirinya sendiri dengan wajah sedih.
"Seperti Kebo hahahaha" potong Shandy lalu tertawa puas
__ADS_1
"Puas loe, awas aja kalau Sania nanti gemuk" ancam Agatha kesal
"Gak apa-apa gemuk kak, jadi kalau ga di kasih makan gak ketahuan, ada lebihan lemak yang di proses" jawab Shandy asal
"Dasar gila" saut Davina dan Agatha serentak
"Ih kompak nih ye" goda Shandy masih tertawa
"Balik ke pembahasan.
Kalau Denis adalah atasan Liona dan rekannya, jadi jangan bilang..." Davina speechless
Ia mengikuti alur pikirannya dan berujung pada satu kesimpulan. Davina di bakar api kemarahan, tapi ia berusaha menahan emosi
"Aku sedang mendalami, tapi sepertinya Dona dalang di balik semua ini.
Dan tanpa sepengetahuan Bernard tentunya" ucap Shandy menyimpulkan.
"Astaghfirullah, dia lebih licik daripada Marsha.
Ternyata dalang semua ini Dona.
Liona datang tepat saat Marsha kembali karena Marsha adalah sahabat Dona!!!!
Marsha pasti bercerita pada Dona, atau mungkin saja Dona yang mencari informasi tentang Marsha, bukan hal yang sulit mencari itu karena Dona kini istri seorang miliader dan ia kekasih asisten nya yang memiliki link luas.
lalu ia tinggal menyesuaikan semuanya berjalan sesuai skenarionya.
Target Dona adalah Cleo, karena Cleo selama ini menentang hubungan Tian dan dirinya.
Dona menikah dengan Bernard karena demi ambisinya balas dendam kepada Tian karena ia di campakkan setelah dengan sabar berada di sisi Tian selama delapan tahun, membuang masa mudanya dengan sia-sia. Disini sih gue cukup prihatin sama si Dona ya, Dona korban dari ketidaktegasan Tian yang tak bisa menentukan sikap, jadi semuanya berlarut dan Dona terus berharap dan salah mengartikan hubungan mereka.
lalu kau menyelamatkan Cleo, dalam hal ini kau hanya korban tak terduga" ucap Agatha menjabarkan semuanya, walau dugaan itu seperti nyata memang skenario Dan penyebab ia melakukanya.
Wanita ini bukan hanya licik tapi sangat licik, benar-benar ular yang bisa berubah jadi bunglon
ia tak perlu mengotori tangan ya untuk melakukan kejahatan, ia meminjam tangan Liona untuk membalaskan dendam, sungguh....
iblis berwajah manusia!!!!!!" ucap Agatha menjabarkan dengan menarik semua bukti dan info yang ada
"Aku sependapat dengan Agatha" ucap Davina
"Menurutku apa yang kakak ipar katakan sangat masuk akal" tambah Shandy lalu ketiganya terlihat berfikir keras
"Cari bukti keterlibatan Dona, sekalipun dia licik, selidik apapun orang jahat pasti meninggalkan bukti.
Minta orang kita menyadap perangkat lunak Dona dan awasi wanita itu ketat, juga Denis.
Jika ia bisa mengkhianati kepercayaan majikanya maka Denis pasti licin dan licik juga.
Aku mau semua yang berkaitan dengan dua orang itu kalian pantau dengan ketat" perintah Davina
"Siap"jawab Agatha dan Shandy serentak
__ADS_1