Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Menikah


__ADS_3

Akhirnya kedua keluarga berembuk, sementara Sekar dan Panji sedang berbicara empat mata di ruangan berbeda


"Sekar maafkan aku"


"Kau gak salah" ucap Sekar membuang pandangannya ke arah lain, ia memikirkan Bayu, pria yang selalu menemaninya, menghiburnya, selalu mendengarkan celotehannya.


Sekar merasa sangat bersalah tak bisa membalas perasaan Bayu


"Sekar, aku ...


Maafkan aku telat menyadari perasaanku.


Aku mencintai kamu Sekar"


"Apa kau yakin mencintai aku bukan karena merasa bersalah, atau karena di tekan kedua orangtua mu?"cibir Sekar


"Aku mengatakan dari lubuk hatiku Sekar,


aku memang bodoh sampai tak melihat cintamu, aku bodoh karena pergi begitu saja tanpa tahu siapa yang jadi calonku, maafkan aku"


"Aku ingin menebus semuanya Sekar, menebus rasa sedihmu, menebus waktu menunggumu, izinkanlah aku mencintaimu dan menjadi pendamping hidupmu"


Sekar tak menyahut, ia hanya menatap lurus ke arah Panji mencoba mencari kebenaran di setiap kata-kata Panji


"Aku mencintaimu, entah sejak kapan perasaan itu datang, yang jelas aku tak rela kau menjadi milik orang lain"


"Bukankah kau kembali pada wanita itu mas???


Aku melihatnya sendiri dengan mata kepalaku"


"Mila????, aku tidak kembali padanya.


Saat kamu datang ia sedang memohon padaku, namun aku tak perduli lagi padanya.


Aku hanya membantunya membiayai pengobatan mamanya, bagaimanapun mama nya tak bersalah.


Tapi untuk kembali dengan Mila itu hak yang berbeda,"


"Jadi... waktu itu???"


"Apa kau cemburu???" Goda Panji tersenyum lebar


"Kau pikir saja sendiri, dasar menyebalkan" umpat Sekar kesal, ia ingin berjalan keluar tapi Panji dengan cepat memeluknya


"i love you kembang desaku" ucap Panji


"Siapa yang kembang desa?"


"Kamu"


"Sok tahu, lepasin, enak aja main peluk-peluk sembarangan" ucap Sekar dengan wajah merona merah


"Boleh dong, kamu kan calon istriku"


"Sejak kapan aku mau jadi istrimu, pede"


"Harus mau, mas mu ini demi kamu belum tidur semalaman, demi mengejar cinta loro Jonggrang" ucap Panji membuat Sekar tertawa

__ADS_1


"Emang kamu tahu siapa loro jongrang???" ejek Sekar


"Enggak, pokoknya dia orang Jawa dan cantik kaya kamu" ucap Panji asal membuat Sekar tertawa


"Kamu cantik kalau tertawa" ucap Panji lirih menatap Sekar penuh cinta


"Jadi kalau gak ketawa jelek gitu?"


"sama cantiknya" ucap Panji dengan senyum nakal


"Dasar buaya" Dengus Sekar lalu berjalan keluar ruangan tersebut, Panji segera menyusul Sekar yang ternyata menuju ruang keluarga dimana seluruh keluarga mereka berkumpul


"Itu mereka datang, mari kita tanya langsung"


"Begini, Sekar, Panji.


Karena kalian setuju untuk..., maksud kami, karena kalian saling mencinta dan perjalanan cinta mereka sangat panjang dan melelehkan, jadi kami memutuskan kalian akan menikahi siang ini juga"


"Apaaaa???" tanya Panji dan Sekar serentak


"Kalian akan menikah, segera.


Masalah resepsi menyusul, yang terpenting kalian sah jadi suami istri dulu" ucap Cokro menegaskan


"Tapi ayahanda, menikah itu..."


"Kalau gak mau, maka jangan pernah temui Sekar lagi" ucap Sigit memandang tajam ke arah Panji


"Udah loe terima aja, apa loe mau kehilangan Sekar??" bisik Tian meyakinkan Panji


"Gue emang cinta Sekar, tapi menikah dadakan gue belum siap mental"


Kalau gue jadi Sekar, gue pilih si Bayu deh daripada loe. Jelas cintanya, jelas setianya, jelas tampannya" ledek Tian membuat Panji kesal.


Ia sedang galau tapi malah di ejek sahabatnya sendiri


"Jadi gue gak jelas menurut loe?


"Iya loe manusia abu-abu, bukan generasi abu-abu ya, soalnya loe udah bau uban" ucap Tian cengengesan


"Panji, ayah sedang bicara!!!" bentar Cokro kesal


"Ini yah, Tian menggangu aja" adu Panji pada ayahandanya


"Kok kamu malah bawa-bawa Tian?? yang ditanya mau nikah itu kamu, masa Tian mau nikahin Sekar??"


"Kalau Tian mau gak apa-apa om, kebetulan saya dana Sekar kompak" ucap Davina membuat semua orang tersendak kaget


"Sayang??" bisik Tian kesal.


"Kakak ipar?? astaga, menang banyak Tian, enak aja" gerutu Panji kesal dan tak habis pikir. bagaimana Davina bisa menyodorkan suaminya sendiri menikah lagi?. Apa Davina sehat???


Davina tertawa sendiri dalam hati, ia memang sengaja mengatakan itu untuk membuat ego Panji tersentuh dan berhasil.


Walau suaminya melotot tajam ke padanya, tapi Ia yakin dengan mengatakan hal ini, Panji tak akan berpikir dua kali untuk menikahi Sekar.


Ia hanya mencari alasan karena takut menikah.

__ADS_1


"Aku setuju, aku akan menikahi Sekar" ucap Panji lantang membuat semua orang lega dan memandang ke arah Davina yang tersenyum lebar.


Wanita muda itu tak akan benar memberi izin suaminya, ia hanya memanas-manasi Panji dan berhasil.


Walau caranya agak ektrem tapi hasilnya cepat.


"Baik lah, Sayang bawa Putri kita untuk di dandani


"Tunggu pa, kenapa kalian tak meminta pendapatku??"


"Apa masih perlu minta pendapat mu saat semua mata bisa menilainya sendiri. Sudah ikut mamamu untuk berganti pakaian.


Satu jam lagi acara ijab qobul akan dilaksanakan" ucap Sigit


Sekar hanya bisa pasrah menunduk karena malu mengikuti mamanya dan Davina menuju kamar nya, ia langsung berganti pakaian kebaya yang di beli dadakan oleh Davina lalu team make up langsung melakukan tugas mereka me make over wajah polos Sekar.


Satu jam kemudian semua sudah siap, penghulu sudah berada di ruang keluarga yang di sulap menjadi ruang ijab qobul. semua berkat kesigapan Davina dan teamnya.


Panji terlihat tegang, tangannya sampai bergetar karena gugup


"Minum kopi dulu bro, biar ga once" goda Tian menyodorkan kopi pada Panji


"Sue, emang nih kopi ada obat pinternya gitu??"


"Kaga hahhaa"


"Tawa loe seneng banget temen susah, loe Ama bini loe sebelas dua belas gilanya" gerutu Panji masih ingat kegilaan Davina


"Kami kan sehati, tentu saja kompak" ucap Tian bangga, namun Panji hanya mencebik kesal


"Eh udah di hapalkan belum?


Jangan sampai salah tiga kali ngucapin ijab nya nanti ga bisa nikah"


"Beneran???, pasti loe ngerjain gue kan?" tanya Panji penasaran


"Benar lah, makanya loe apalin jangan sampai tiga kali salah, finished hidup loe" ucap Tian dengan gerakan memotong leher


"Ah sial, loe bikin gue tambah tegang"


"Tegangnya nanti malam, sekarang suruh tidur dulu" goda Tian tertawa kencang


"Kampret, bukan si Jhony yang tegang, gue yang tegang, nervous gue.


Pikiran tuh ngeres bener" ucap Panji kesal


"Hahaha, semangat bro, kalau loe gagal gue yang gantiin"


"Kampret sana loe bukan bikin gue relax malah tambah senewen dekat loe" ucap Panji kesal, Tian hanya cengengesan menjauh dari sahabatnya tersebut.


Cokro menjewer putranya karena anak itu masih aja duduk bengong, sementra acara akan di mulai.


Sambil cemberut Panji duduk di depan penghulu, menanti Sekar datang.


Tak lama pengisi acara mengumumkan mempelai wanita memasuki tempat acara.


Panji menanti dengan Tan sabar, baru beberapa menit saja tak bertemu ia sudah sangat rindu.

__ADS_1


Sekar memasuki tempat acara, semua mata memandang kagum pada kecantikan Sekar, mutiara yang tertutup oleh kesederhanaan kini bersinar.


Panji sampai bangkit dari duduknya dan melongo menatap Sekar, ia terkesima.


__ADS_2