Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Eksekusi


__ADS_3

"Uhummm, terima kasih," ucap Davina berbinar senang.


"Miss Davina anda memanggil saya??" tanya seorang wanita cantik dengan dandanan mencolok.


wajahnya yang mungil membuat siapapun gemas melihatnya.


"Ah Rose, kau sudah sampai" ucap Davina menghampiri Rose


"Iya miss, saya sudah membereskan kecoa yang merayap di rumah sakit dan segera bergegas ke sini secepatnya" ucap Rose tersenyum lebar menampilkan deretan giginya yang putih rapih.


"Oke, aku membutuhkanmu,"


"Siap Miss" ucap Rose mengacungkan jari jempolnya


"Cie jodoh loe datang tuh" ucap Daffa menggoda adiknya.


Ia tahu betul jika Daffi dan Rose tak pernah akur, keduanya acap kali bertengkar mulut, seperti Tom and Jerry.


"Hadeh manusia racun datang" gerutu Daffa lirih namun masih dapat di dengar oleh Rose karena posisinya yang tak jauh dari gadis itu


"Hai playboy cap minyak kayu putih, loe disini juga????" tanya Rose langsung melambaikan tangan pada Daffi


"Playboy cap minyak kayu putih????" gumam Davina bingung, ia mengedarkan pandangannya mencari siapa yang di maksud


"Iya playboy yang angetnya sebentar, trus cari lagi mangsa kaya itu tuh" ucap Rose memajukan bibirnya menunjuk seseorang yang duduk tak jauh dari rose


Davina menutup mulutnya ingin tertawa.


Baru kali ini ia mendengar ada orang menyebut itu


"Cih ga lucu" gerutu Daffi kesal.


"Bagaimana kalau kalian pacaran saja, aku melihat kalian cocok" goda Davina pada kakaknya dan Rose


"Amit-amiiiit" ucap kedua nya kompak


"Denger ya Daffi, Rose, benci awal cinta.


Perbedaan antara benci dan cinta itu setipis kertas" goda Shandy membuat semua orang tertawa


"Oke aku akan pergi dulu dengan Bruno.


Kalian siapkan diri untuk misi dan pilih orang kita yang terbaik" perintah Davina pada anak buahnya


"Siaaaap" jawab merek serentak


"Oh ya, Lilly apa kau mau ikut dalam misi ini???"


"Tentu saja aku ikut, aku akan menyesal jika tak ikut dalam misi ini


Mereka berdua sudah mencelakai keluargaku" ucap Lilly penuh dendam


"Baiklah, tapi, Oscar tak bisa ikut" ucap Davina


"Aku mengerti" ucap Lilly singkat


"Hei kakak ipar, mengapa aku tak boleh ikut


Aku juga ingin kau ikut sertakan dalam misi ini" protes Oscar yang tahu-tahu sudah berdiri di depan pintu tenda dengan wajah tam suka

__ADS_1


"Ah Shandy kau yang menerangkan.


Kepalaku sedang panas karena tidak di perbolehkan ikut" ucap Davina lalu memberikan kode pada Berto untuk mengikutinya menuju sebuah tenda besar yang menjadi tempat komando


Setelah Davina pergi Oscar mendekati Lilly dan memasang wajah memelas ,berharap Lilly membelanya dan ia bisa pergi dalam misi penyergapan mereka.


Ia juga ingin tampil keren di depan kekasihnya.


Lilly sangat sulit sekali di dekati dan di buat kagum.


Setidaknya ini adalah kesempatan terbaik untuknya.


"Jangan memasang tampang seperti itu, kau membuatku ingin meninju mu" ucap Lilly membuat semua orang tertawa terbahak-bahak.


Terutama melihat wajah Oscar yang pias.


Lilly selalu berbicara blak-blakan apa yang ada di otaknya, langsung ia keluarkan.


Seperti Davina.


Sehingga Oscar menggerutu dalam hati


Anak buah bagaimana bos nya!!!!!


"Hahahhaa yang sabar ya bro" tawa Shandy, Daffi dan Daffa serta Tian dan Rose


"Sue loe pada,.seneng bener liat orang susah"


"Gue seneng kalau loe yang susah bro" ucap Sebastian terkekeh senang melihat penderitaan Oscar


"sahabat laknut" Dengus Oscar


maksud gue pernah gak loe berada di situasi baku hantam dan saling menembakkan memuntahkan peluru panas???" tanya Shandy


"Baku hantam pernah lah, tapi....."


"Berada di situasi harus tembak menembak belum pernah kan??? ini misi bukan main-main.


Kami sudah terlatih untuk itu.


dan yang terpenting adalah itu bukan permainan jika terkena loe cuma kesakitan, tapi TARUHANNYA NYAWA LOE!!!!!!" ucap Shandy sengaja menekankan kata-katanya


Oscar menggelengkan kepalanya sambil menelan salivanya. ia tak pernah berpikir kesana.


Dalam pikirannya hanya ingin terlihat keren.


"Gue tahu loe pengen terlihat keren kan di depan dia??" tanya Shandy melirik Lilly yang sedang berbincang serius dengan Rose


"Sial, apa terlalu kentara??????"


"Iya lah dodol, loe kaya pahlawan kesiangan, sayangnya yang pahlawan benarnya si Lilly, dan loe kurcaci nya hahahaha" tawa Tian pecah kembali


"Sial loe, pengen keliatan keren kan gak ada salahnya.


Emang loe gak pernah apa begitu di depan Davina????" tanya Oscar penasaran


"Ya pernah lah, tapi gue tahu porsi gue.


Kalau gue mau model kaya loe, bisa parah tulang gue di beberapa bagian.

__ADS_1


Loe sama.gue bukan tandingan wanita perkasa itu.


Lebih baik loe tempatkan diri loe di posisi yang loe kuasai dan lakukan yang terbaik agar terlihat keren.


Loe buntutin si Dona aja bisa ketipu hahaha


Terus loe mau buat kesalahan lain, stop bro


sebelum Lilly ilfil sama loe.


Itu saran gue sebagai sahabat" ucap Tian menepuk punggung sahabatnya dan keluar dari tenda karena Cleo menelponnya.


"Gue setuju dengan ucapan Tian, kalau loe masih merasa itu mengada-ada, loe lawan satu anak buah gue


Kalau loe berhasil menang, loe boleh ikut atas rekomendasi gue.


Tapi masalah kejadian yang menimpa loe dalam misi, diluar tanggung jawab gue, bagaimana????"


"Oke" ucap Oscar yang masih penasaran.


Akhirnya Shandy memangil salah seorang anggota elite nya yang tak begitu menonjol, ia dan Oscar langsung bertanding.


Hanya dalam sepuluh menit Oscar berhasil di jatuhkan.


Wajah Oscar masam, ia kalah telak!!!!


"Bagaimana???" tanya Shandy


"Lupakan kasih gue tugas lain, gak harus di lapangan" ucap Oscar yang di balas senyum Shandy.


ego seorang pria harus di buktikan agar tak penasaran.


Akhirnya team penyergapan sudah di bentuk.


Bert, dan Davina bertugas mengawasi layar monitor


Sementara Oscar dan Tian bertugas menerbangkan robot mini buatan Daffa.


Mereka di bantu oleh beberapa staf ahli militer.


Salah satu dari mereka menggunakan peralatan pemancar panas yang bisa mengidentifikasi berapa orang di suatu ruangan.


Semua orang sudah memakai rompi anti peluru dan juga memegang Senjata api.


Sebelum melakukan itu, mereka di test dahulu dan hasilnya semua anggota elite Di bawah komando Davina mahir menggunakan senjata api di luar perkiraan jendral militer.


Mereka juga menggunakan kacamata malam, di lengkapi dengan sensor gerak.


dan setiap personil di lengkapi earphone mini untuk mendengarkan arahan pemimpin.


Regu penyergapan di bagi menjadi beberapa orang.


Setiap regu terdapat anak buah Davina.


ada yang memanjat markas dengan menggunakan sepatu yang sudah di modifikasi anti gravitasi, sehingga mereka bisa berjalan layaknya di daratan, Lilly dan Rose menggunakan jarum mereka untuk melumpuhkan.


Gerakan gesit dan lihat bak menari namun akurat mengenai sasarannya.


Namun saat Daffi dan Rose yang di pasangkan dalam satu regu sudah naik diatas atap, seorang penjaga melihat mereka, dan Dafii....

__ADS_1


__ADS_2