
Gabby sudah sampai di rumah sakit,ia bergegas masuk menuju ruang perawatan Elly, sementara Shandy sengaja masuk tak bersamaan dengan Gabby, demi keamanan identitas mereka.
ia memilih melalui pintu samping rumah sakit dan langsung menemui anak buahnya.
Shandy yakin kecelakaan ini ada sangkut pautnya dengan Denis dan Dona.
Saat Gabby memasuki ruang perawatan Elly, terlihat Lilly yang duduk di sisi tempat tidur menggenggam tangan saudarinya sambil menangis.
Lilly bagaimana keadaan istriku????" tanya Gabriel menatap sedih istrinya
"Elly sudah melewati masa kritisnya, namun ...."
"Katakan saja" ucap Gabby berusaha tegar
"Menurut dokter ia akan kesulitan memiliki anak, karena dokter mengangkat satu rahimnya yang rusak akibat benturan yang sangat kencang" ucap Lilly tak mampu menahan tangis,ia lalu menangis tersedu-sedu
Gabby merasa hatinya di remas, sakit dan pilu mendengar keadaan istrinya
Lilly bangkit dan kini Gabby yang duduk di sisi tempat tidur.Gabby membelai pelan kepala Elly yang terbalut perban. Hatinya sangat sakit.
"Asalkan istriku selamat, aku tak perduli yang lain" ucap Gabby lirih. air mata Gabby menetes
untuk pertama kalinya ia menangis karena wanita.
"Sayang, aku disini, cepatlah sembuh" ucap Gabby lirih mengecup kening Elly dengan lembut
"Aku sudah memberikan obat untuk pemulihan luka pasca operasi.
Maaf aku yang menandatangani operasi Elly karena urgent. aku hanya ingin saudariku selamat!!!!" ucap Lilly terisak.
Gabby menghampiri Lilly dan memeluknya
"Aku tahu.
Aku juga akan melakukan hal yang sama.
kau tak perlu meminta maaf padaku. kita semua menyayangi Elly" ucap Gabby menepuk punggung Lilly
"Gab, gue sangat yakin ini ada hubungannya dengan mereka, tema gue sedang di lokasi mencari bukti"
"Gue juga sepemikiran dengan loe.
Yang penting sekarang kondisi Elly dulu stabil, baru kita pikirkan yang lainnya" ucap Gabriel mengepalkan tangannya.
Ia berjanji akan menangkap semua dalang di balik kecelakaan Elly, karena Gabriel sangat yakin ini bukan murni kecelakaan.
Tak lama kemudian Shandy datang setelah menyelesaikan tugasnya.
Ia menemui Gabriel dengan hati-hati khawatir ada anak buah Dona di rumah sakit ini.
"Bagaimana keadaannya???"
"Dia masih belum siuman.
Dokter belum bisa melakukan pemeriksaan lagi" ucap Gabriel dengan wajah muram.
"Davina dan Sebastian sedang dalam perjalanan" ucap Shandy membuat Gabby terkejut
"Mengapa mereka kesini, kondisi disini bisa saja berbahaya untuk Davina"ucap Gabby khawatir, bagaimanapun ini kehamilan Davina yang kedua, Gabby tak ingin sesuatu yang buruk menimpa istri sahabatnya itu.
"Kau tahu sendiri, siapa yang bisa melarang Davina, bahkan kakek buyut saja menyerah dengan wanita keras kepala satu itu, apa lagi Tian.
Dia bahkan membawa team elite kami ke negara ini" ucap Shandy menghela nafas dengan kelakuan Davina
"Astaga aku jadi tak enak sama Tian"
"Santai saja, kita keluarga" ucap Shandy menepuk punggung Gabby
"Gue udah menempatkan beberapa anak buah gue di rumah sakit ini, dua diantaranya di depan pintu ruangan ini.
Gue takut mereka akan melakukan percobaan pembunuhan lagi saat tahu Elly masih hidup.
Tenang aja, dua penjaga itu memiliki bela diri handal, malah kayanya lebih jago mereka"
"Thank bro," ucap Gabby lirih
__ADS_1
"Sama"sama, sebaiknya loe istirahat
biar gue and Lilly yang jaga"
"Gue gak bisa ninggalin Elly saat ini"Gabby menatap istrinya pilu
"Kalau begitu biar Elly yang gue suruh istirahat, salah satu harus bergiliran" ucap Shandy menatap kasian pada Gabby terutama Lilly, wanita pendiam itu pasti sangat terpukul dengan kejadian ini
"Tolong bawa Lilly istirahat, dia terlihat kelelahan" Shandy mengangguk dan menghampiri Lilly, namun wanita keras kepala itu menolak.
"Bro sorry gue baru sampai, gimana keadaan istri loe???" tanya Oscar begitu masuk dengan nafas tersengal-sengal.
Ia langsung menuju rumah sakit dan berjalan cepat ke ruangan ini.
"Dia masih belum siuman.
Os, tolong bawa Lily untuk istirahat, dia terlihat kelelahan"
"Dia bakal menolak, loe tahun sendiri dia galak......."ucap oscar
"Please.... dia saudari istri gue, bagaimanapun istri gue pasti akan sedih lihat Lilly seperti ini" cap Gabby memohon. Akhirnya dengan ragu Oscar menghampiri Lilly yang terus menatap saudarinya dengan mata sembab
Shandy langsung keluar, begitu juga Gabby, mereka memberi tempat untuk Lilly dan Oscar berbicara
"Lilly" panggil Oscar lembut, ini pertama kalinya ia memanggil Lilly dengan namanya
"Dia tak berdaya OS, aku baru saja merasakan kebahagiaan.
Aku baru saja merasakan memiliki saudari, aku baru saja..... huhuhu" Lilly menangis menunduk tak berani mengangkat wajahnya
"Oscar menghampiri Lilly menangkup wajah mungil wanita itu
"Elly wanita yang kuat, lihat saja dia bisa menaklukan gorila dingin dan menjadikannya suaminya.
Dia pasti bisa melewati semuanya" ucap Oscar menghapus air mata di wajah Lilly.
jika saja tidak dalam suasana sedih, julukan Oscar pada Gabby bisa membuat orang tertawa, tapi Lilly saat ini sedang tak ingin mendengar candaan
"Menangis lah, biarkan kesedihanmu terbuang sampai habis, namun jangan ada tangis lagi esok hari.
Lilly memeluk Oscar, untuk pertama kalinya Oscar mengatakan sesuatu yang membuatnya tenang.
Ia hanya tahu pria ini menyebalkan namun di saat seperti ini, pria menyebalkan ini dewasa.
Oscar membiarkan Lilly menangis di dadanya, ia hanya membelai rambut Lilly dengan penuh kasih sayang, Oscar mencintai wanita galak ini.
"Aku akan selalu ada untukmu. aku mencintaimu, sangat mencintaimu" ucap Oscar lirih.
Lilly mendongak menatap Oscar, mencari kebenaran dari manik biru milik Oscar
Wajah mereka perlahan mendekat dan kedua bibir mereka menempel. Oscar memberanikan diri mengecup bibir Lilly.
Lilly tak marah, ia diam saja walau matanya membulat lebar.
Akhirnya Oscar ******* pelan bibir Lilly.
wanita itu terlihat terkejut namun tak menolak. Oscar merasa mendapat lampu hijau.
Oscar melepaskan ciumannya, terlihat Lilly tengah-tengah. Oscar tersenyum dan merapihkan anak rambut Lilly.
Oscar sangat suka sekali warna kulit Lilly yang menurutnya sexy.
"Kau cantik sekali" ucap Oscar membuat Lilly tersipu malu, lalu ia kembali mencium bibir Lilly. Kali ini Lilly merespon, mereka saling *******.
"Menikahlah denganku" ucap Oscar tiba-tiba
Lilly langsung tersadar dan mendorong Oscar.
Aku tak ingin menikah sampai saudari dan papaku aman"
"Itu artinya jika kondisi sudah stabil kau mau menikah denganku???" tanya oscar tersenyum bahagia
"Entah, aku tak mengatakan mau"
"Tapi kau tak menolak kan??" goda Oscar lalu memeluk Lilly dengan erat.
__ADS_1
"Kita pulang dan istirahat"
"Kau saja, aku ingin menunggui saudariku" tolak Lilly menatap Elly yang masih terpejam
"Besok gantian kita yang menjaga Elly, aku tahu kau khawatir, tapi jika semua memaksakan diri dan sakit siapa yang menjaga Elly nanti??" Lilly terdiam.
"Ingat papamu juga masih belum lolos dari bahaya.
kita masih butuh banyak tenaga untuk ini.
Kita pulang sekarang"
Oscar langsung mengangkat tubuh Lilly seperti mengangkat karung beras
"Oscar kau mau ku bunuh???" berontak Lilly berusaha turun
"jangan bergerak, aku merasakan benda kenyal menyentuh pundak ku"
"Dasar playboy mesum gila"
"Lengkap sekali perbendaharaan katamu baby", ucap Oscar cuek
"Kau bosan hidup ya?? mau ku pukul sampai mati???"
"Aku rela jika kau menginginkan ya" ucap Oscar berjalan keluar dari ruangan Elly di rawat
"Dasar gila, aku bisa berjalan sendiri" ucap Lilly dengan wajah merah Semerah tomat karena semua mata memandang ya dengan senyum aneh
"Aku menolak, kau suka membohongiku.
Bro gue cabut dulu ya" ucap Oscar langsung ngeloyor pergi tanpa menunggu jawaban Shandy maupun Gabriel,
"OS, loe ....." Gabby kehilangan kata-kata.
ia tersenyum seraya berdoa agar sahabatnya itu berjodoh dengan Lilly.
"Pepet terus sampai dapat" teriak Shandy memberi semangat.
Oscar hanya melambaikan sebelah tangannya lalu langsung menuju lift ke basemen rumah sakit dimana mobilnya terparkir
Lilly berteriak minta tolong, namun Oscar mengatakan istrinya sehingga ia kena marah suster karena menganggu kenyamanan pasien. akhirnya Lilly hanya bis pasrah, ia menyembunyikan wajahnya karena malu.
Kepalanya rasanya pusing, dia sepeti wanita yang di culik!!!!.
Setelah sampai mobil, Oscar langsung menurunkan Lilly, dengan kesal Lilly reflek mendapat pipi Oscar
Oscar hanya diam tak marah membuat Lilly jadi merasa bersalah
"Maaf, apa itu sakit???"
"Ya" ucap Oscar singkat lalu mengendarai mobilnya meninggalkan rumah sakit.
Sepanjang jalan Oscar hanya diam, Lilly beberapa kali melirik dan terlihat serba salah.
"Maafkan aku"
"Tak masalah" jawab oscar singkat.
ia tak ingin marah, ia hanya terkejut, ini pertama kalinya ia menerima tamparan dari wanita bukan karena ia memutuskan hubungan.
Biasanya wanita berlomba-lomba ingin dia sentuh atau menyentuhnya, tapi Lilly.....
"Kau marah??" tanya Lilly lirih membuat oscar mengentikan mobilnya mendadak
"Kau ingin membunuhku??? bagaimana jika....
Mmmmppohhhhh
Oscar mencium Lilly, membungkam mulutnya.
egonya langsung hilang saat merasakan bibir Lilly yang seperti permen kertas, lembut dan manis.
setelah itu ia melepaskan Lilly yang masih terkejut, melanjutkan perjalanan mereka
"Oscaaaaarrr, dasar mesum gila" teriak Lilly yang kembali tersadar
__ADS_1
"Ye, I'm " sahut Oscar santai membuat Lilly dengan kesal memukuli bahu Oscar.