Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Dua Startegi


__ADS_3

Di sebuah ruangan tertutup,.sedang berlangsung meeting rahasia.


Davina sudah sampai ke lokasi yang di jadikan markas pengintaian, Davina ikut dalam meeting tersebut bernama dengan Senator Nelson dan juga Kendrick.


Di depan mereka berderet, kepala.kepolisian, kepala militer


Wajah semua orang terlihat tegang saat Davina menjelaskan situasinya.


Walau sebenarnya Davina melanggar privasi seseorang dengan memasang alat pelacak, namun untuk kasus ini pengecualian.


Dan untuk senjata api yang ia miliki memang sudah terdaftar jadi aman, hanya saja sengaja rakitan Daffa dan milik Bruno mereka senagaja tak membahasnya.


Kepala militer meminta Davina menarik anggotanya dari kasus ini, namun Davina tak mau menyerahkan begitu saja, ia memiliki dendam sendiri apa Denis dan Dona, dan ingin memastikan keduanya mendapat hukuman yang setimpal.


Berkat Nelson akhirnya Davina mendapat pengecualian. namun Davina dan teamnya harus mengikuti cara mereka.


Akhirnya kesepakan di dapat, malam ini juga mereka akan mengintai dan dini hari mereka akan menyergap dan mengepung markas tersebut.


Karena keadaan ini bisa di bilang mengancam stabilitas nasional, mau tak mau Mentri pertahanan dan semua jajarannya tahu operasi militer ini,


angkatan darat , laut dan udara akan mengepung markas tersebut.


letak benteng itu yang menjulang ke arah laut dan diatas bukit memungkinkan mereka memiliki jalan rahasia untuk melarikan diri baik melalui pesawat maupun kapal laut.


Saat itu tiba-tiba seorang perwira melapor.


Daffa menemukan jika markas tersebut memiliki anjungan kapal yang terdapat lalu lintas kapal laut yang lumayan sering.


Dalam sehari saja ia melihat sudah tiga kapal laut yang melintas dan Enam truk bermuatan melewati darat , truck itu di jaga dua mobil di depan dan belakang serta lima motor, mereka membuat itu samar seperti bukan konvoi


Daffa menerbangkan robot pengintainya yang berbentuk capung, robot ini memiliki kamera beresolusi tinggi sehingga gambar yang di tampilkan di layar terlihat jelas, bahkan saat zoom ke area yang diinginkan, gambarnya tetap fokus.


Pihak militer dan beberapa instansi mulai melirik Daffa, mereka mengapresiasi kecerdasan anak muda tersebut dan memikirkan untuk merekrut Daffa sebagai staf ahli pengintai.


Namun Daffa belum memberi jawaban pasti.


Kini ia hanya ingin fokus pada kasus ini.


Daffa mengeluarkan sebuah robot lagi, kali ini robot itu berukuran lebih kecil seperti nyamuk


Selain itu robot tersebut di lengkapi oleh senjata, apa lagi jika bukan racun yang membuat siapapun yang terkena akan langsung mengantuk.


Daffa bekerjasama dengan Daffi dan Lilly dalam pengerjaannya.


Tentu saja racun itu Lilly yang meraciknya dan Daffi yang mengatur sistemnya, sementara Daffa yang membuat alatnya, sungguh kerjasama yang kompak.


Jika saja mereka adalah putra dan putri negara itu, susah pasti mereka akan mendapat pujian dan sanjungan setinggi langit.


Namun mereka berasal dari negara lain.


Nelson yang mendapat laporan itu sangat terkejut.


Rupanya keluarga Benedito selain ahli dalam bisnis mereka melahirkan cicit-cicit luar biasa jeniusnya.


Daffi mengambil peralatannya, ia mulai meretas sistem dalam markas, dengan cekatan ia mulai menggerakkan tangannya ke sana kemari dengan ear phone menempel di kupingnya.


Dan dalam setengah jam ia mampu masuk ke dalam sistem keamanan benteng Denis.

__ADS_1


Sebuah patroli datang, empat mobil Anti peluru mengawal sebuah mobil yang tak lain milik Dona.


Dona berhasil kabur dari Oscar.


"Dasar bule once, sudah ada alat pelacak masih saja bisa di kibuli" ucap Daffa sinis


"Hei yang kau katai adalah kekasih Lilly, bisa mati di racun kau" ucap Shandy terkekeh


"Tutup mulutmu, apa kau mau aku racun?????" maki Lilly kesal selalu di sangkut pautkan dengan Oscar.


Namun dalam hati Lilly juga kesal pada Oscar.


Bisa-bisanya dia kehilangan jejak Dona yang jelas-jelas dalam cengkeramannya.


Kini Dona dan Denis bersatu.


Ibarat mesin saling melengkapi.


Si licik dan si jahat, pasangan serasi.


Pintu gerbang benteng kembali tertutup


"Apa kalian mau main racun-racunan.


mau ku kirim ke Afrika?????" bentak Davina membuat semuanya bungkam saling pandang.


Jangan Bernai menyahut atau tamat riwayatmu, begitu mungkin arti tatapan empat orang di depan Davina hanya saling tatap seolah mata mereka berkomunikasi


"Sayang mereka hanya bercanda, kau terlalu lelah ayo istirahat"


Ia menyarankan rencana namun selalu di mentahkan.


Davina ingin sekali berkata.


"Jika ini di negaraku dan personil ku lengkap, aku tak perlu berdiskusi dengan kalian.


Apa kalian tak tahu aku Angle of the death???" gerutu Davina dalam hati.


"Sayang kau orang sipil, mereka ahli taktik, kau akan kalah"


"Aku ???? mereka terlalu berputar-putar menghabiskan waktu, di kasih solusi cepat dan tepat kelamaan" gerutu Davina


"Aku setuju bos, kau luar biasa" ucap Berto yang mendampingi Davina saat meeting strategi tadi


"Nah pendukung ku membelaku.


Apa rencana ku lebih ok Berto???"


"Itu lebih dari ok" Berto langsung menambahkan apa saja yang menurut dia bagus dalam rencana Davina.


Ia mengukur semuanya secara cermat.


Dari mulai waktu yang di butuhkan dalam pergantian shift para penjaga,berapa banyak penjaga dan BLA BLA, kedua nya asik membahas strategi pengepungan


Membuat Daffa, Daffi, Shandy maupun Lilly terkagum-kagum, tak terkecuali Tian.


Istrinya dan Berto dua ahli strategi yang luar biasa.

__ADS_1


Tanpa mereka ketahui seorang ahli strategi militer mendengar percakapan mereka, ia mengangguk-angguk.


Sebenarnya ia datang ke tenda Davina ingin mengatakan jika rencana Davina juga bagus hanya kurang matang, tak menyangka Berto pria yang berada di samping Davina menyempurnakan rencana yang sedikit cela itu


Prok prok prok


"Brilian, perfek" ucap pria tersebut yang merupakan jendral ahli strategi militer


semua orang terkejut dan menoleh, seorang pria setengah baya berdiri sambil bertepuk tangan. dia lah sang ahli strategi di militer


"Tuan anda....."


"Saya setuju dengan rencana anda Miss Davina.


dan saya tak menyangka pria muda itu memiliki talenta bagus" puji sang jendral


"Ya dia pemuda berbakat,"


"Anda berdua berbakat, satu ahli strategi yang melengkapi yang lainnya.


Saya tak menyangka jika ada anak muda yang awam perang bisa memikirkan ide seperti itu"


Daffi,Daffa, Shandy dan Lilly hanya tersenyum kecut.


Tak tahu saja pria itu siapa Davina.


Bahkan mereka bisa meratakan gembong mafia di negara kakeknya hanya dalam satu malam.


Bahkan kasus Jimmy Chou, Davina yang melibasnya saat usianya masih bau Pesing.


"Terima kasih atas pujiannya jendral Timothy, kamu masih belajar banyak pada anda" ucap Davina tersenyum lebar


"Tidak aku sangat serius.


Mati kita menuju ruang meeting,


Rasanya kita akan memakai strategi yang kau dan asistenmu kembangkan.


Aku yang akan mendukungmu" ucap jendral Thimoty dengan wajah serius


"Anda serius????"


"Tentu saja, saya sangat mengapresiasi strategi militer anda Miss Davina dan Tuan Berto.


Anda seperti seornag yang sudah lama berkecimpung di dunia militer. Semuanya sesuai dan dengan perhitungan yang sangat cermat" ucap sang jendral yakin.


"Baiklah, tapi syaratnya, ikut sertakan anak buah saya.


percayalah mereka tak kalah mahir dari team ahli lapangan anda, jika tak percaya kita bisa test"


"Aku percaya, aku sudah Melihatnya bagaimana mereka bertindak di markas Denis sebelumnya"


"jadi...???"


"Aku setuju, tapi anda tak boleh ikut dalam misi demi keamanan dan permintaan seseorang"


"Suamiku???"

__ADS_1


__ADS_2