Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Bikin Ulah


__ADS_3

"Nyebelin banget sih dia, gak bisa meleng sedikit udah tebar pesona, dasar duda gatal, eh suami gatal.


Begini nih bikin aku sangsi dia tuh bisa setia gak???" gerutu Davina kesal.


Ia menyedot ice kelapanya untuk meredakan emosi, namun melihat Tian dan para wanita itu tertawa kecil, Davina menjadi gondok setengah mati.


Davina bangkit dan menghentakkan kakinya kesal.


"Masa iya gue samperin dia???


Ah gengsi banget nanti di kira gue cemburu.


Tapi emang cemburu sih, tapi gengsi dong harus nunjukin sama dia.


Nanti apa yang akan dia katakan???


asli awas aja aku usir lagi dari kamar" ucap Davina mengepalkan tangannya kesal menatap tajam ke arah Sebastian dan para wanita itu.


Davina berjalan mondar mandir di sekitar tempat tadi ia duduk, ia ingin menghampiri Tian, tapi gengsinya terllau tinggi sehingga ia hany. menatap suaminya dari kejauhan, namun pada akhirnya Davina tak kuasa menahan kecemburuannya.


Dengan langkah besar ia menghampiri Sebastian.


Sebastian yang sedang Sik berbincang tak menyadari kedatangan Davina


"Mas..." panggil Davina namun Tian tak menoleh


"Massss" panggil Davina lagi, Davina berjanji jika sampai Tian tak menoleh, i akan menendang boking Tian dengan kencang


"Eh adiknya Basti ya??" tanya salah seorang wanita yang berdiri dengan Tian


"Kok kamu nyusul??"


"Iya lah, kalau gak nyusul buaya, takutnya ada mangsa yang jatuh.


dasar Playboy cap ikan teri" cibir Davina membuat Tian melongo tak mengerti


Ia miah belum bisa mencerna ucapan istrinya


"Dengar ya Tante, saya ini istrinya,


kalian mending menyingkir, dia gak suka daun tua seperti kalian.


Sukanya daun muda sepertiku" ucap Davina memeluk Tian dengan posesif.


Tian akhirnya mengerti jika Davina sedang cemburu berat. Ia senang sekaligus geli sendiri melihat cara Davina mengusir para wanita itu.


"What?? daun tua??


eh dek, sekolah dulu yang bener baru mikirin nikah.


Kamu itu masih bau kencur.


Tian lebih suka wanita matang seperti kami" ucap salah atu wanita berambut panjang sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Tian membuat Davina berang.Rasanya ia mual ingin muntah melihat tingkah genit kelima wanita di depannya.


Terlebih salah satunya dengan enak memegang pundak suaminya.


Davina mengirimkan sinyal membunuh pada Tian, membuat Tian langsung mengelak sopan

__ADS_1


Memang benar kata pepatah sekarang, pelakor selalu selangkah lebih maju, lebih maju tapi otak tertinggal.


"Aduh Tante di rumah gak ada kaca ya???


lihat wajah kalian semua sudah berapa kali oplas???


Pria itu bisa bedakan yang mana natural dan yang mana aspal. Dan kalau gak salah kamu bintang iklan produk kecantikan di Queen kosmetik kan?? apa kamu sudah bosan bekerjasama disana???" tanya Davina mengenali salah satu dari mereka adalah bintang iklan di tempatnya.


"Siapa kamu sok berkuasa" ucap temannya sinis


"Baiklah, " Davina meraih ponselnya, ia langsung menghubungi Agtha


"*Yes bos??"


"Tolong ganti bintang iklan di Queen kosmetik" ucap Davina singkat


"Kenapa??"


"Ganti ya ganti" ucap Davina dongkol


"Baiklah" jawab Agatha parah, Davina pemilik nya jadi suka-suka dia. Agatha tahu jika Davina melakukan sesuatu pasti ada penyebabnya*


"Hahahaha, Isabella, loe denger, anak kecil di depan kita ini lagi ngelawak" ucap wanita yang tadi berusaha menempel Tian


Namun Isabella hanya diam tak menyahut, pasalnya ia seperti pernah melihat wanita di depannya itu.


Tak lama terdengar ponsel Isabella berdering, panggilan dari managernya.


"Apa?? mereka memutuskan kontrak???? kok bisa???


ah baik, baik, aku akan menyelesaikannya.


"Bu Davina, maafkan say tidak mengenali anda, maafkan kelancangan saya mengganggu suami anda.


Saya mohon jangan putuskan kontrak kerjasama kita, saya mohon Bu" ucap Isabella langsung memohon pada Davina membuat teman-temannya terkejut dan bingung


"Maaf semuanya, maaf Sierra , wanita ini adalah istri saya. Davina Kayla,"


"Basti loe lagi gak becanda kan??? gue gak dengar loe menikah" ucap Sierra tak percaya


"Resepsi kami beberapa Minggu lalu.


mungkin kalian juga tahu, pernikahan Akhbar keluarga benendito corp. itu pernikahan kami" ucap sebastian menatap istrinya sambil tersenyum, namun Davina memilih membuang pandangannya kesal.


Tian baru buka suara, sejak tadi pria itu hanya diam membuat Davina harus bertindak di luar kebiasaanya.


"Bu Davina saya mohon jangan putuskan kontrak saya" ucap Isabella menangis.


"Jangan berteman dengan mereka dan pergi segera dari sini, mungkin aku memaafkan mu"


Tanpa menunggu Isabella langsung menghapus air matanya dan meninggalkan tempat itu


Siera menajdi geram karena perbuatan Davina, mereka jadi kehilangan Isabella yang selalu mereka tindas.


Terlihat sekali jika sejak tadi Isabella hanya diam, dan terlihat tertekan.


Satu alasan yang Davina bisa simpulkan adalah Wanita itu terpaksa berada disana.

__ADS_1


Mata jeli Davina walau sedang kesal bisa membedakan benar dan salah.


Dia sudah aral melintang di dunia bawah tanah dan dunia real, jadi hanya dengan menilai ia bisa tahu dan membaca situasi


Davina kembali menghubungi Agatha


"*Apa lagi bos???" tanya Agatha kesal , pasalnya keputusan Davina membuatnya harus mencari model pengganti


"Batalkan pemutusan kontrak. rubah kontrak eksklusive " ucap Davina lalu kembali mematikan ponselnya*


"Maaf ya semuanya, karena pesanan saya sudah jadi saya permisi" ucap Tian mendekati Davina dengan senyum lebar


"Sayang ayo" ucap Tian lembut


"Sayang, sayang, kepala kamu peyang" bisik Davina lirih walau ia tak menolak gandengan tangan suaminya


"Kamu cemburu ya???" goda Tian


"Huh gak lah ya, sini mana makanan aku" ucap Davina begitu Samapi di tempat tadi dimana ia duduk


"Kok di ambil semua??? buat aku mana???" tanya Tian bingung


"Persen lagi sama biar bisa kenalan sama cewe-cewe lagi" sindir Davina membuat Tian tertawa terkekeh


" Kamu cemburu ya sayang??"


"Enggak kok"


"Hayo ngaku aja, cemburukan???" cecer Tian


"Kepedean" ucap Davina asik melahap makanan di tangannya tanpa menyisakan sedikitpun untuk Tian.


Tian hany bisa melihat dengan liur menetes.


Ia ingin antri lagi, namun antrian di stand makanan itu penuh, ia MLS mencari masalah lagi


Tadi niatnya ia ingin mengetes Davina, nyatanya ia jadi kena ambekan davina lagi dan parahnya ia kelaparan sekarang.


Setelah memandang sunset, Davina langsung ngeloyor menuju cottage pribadi nya, ia tak memperdulikan Tian yang mengejarnya


"Rasakan kamu mas, bukan jahat, tapi biar kamu jera.


Siapa suruh genit sama para wanita gatal tadi" gumam Davina dengan senyum licik.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Davina lebih memilih Sik berselancar di dunia Maya, ia mengabaikan Tian sepenuhnya.


"Sayang, keluar yuk makan malam" ucap Tian merajuk


"Kenapa?? lapar ya??"


"Udah tahu namanya lagi.


Dosa loh biarin suami kelaparan" ucap Tian


"Dosa loh ngelirik wanita lain padahal udah punya istri" balas Davina tak mau kalah


"Aku gak ngelirik sayang, Siera itu teman kuliahku"

__ADS_1


"Aku gak nanya" ucap Davina sewot


"Ya alamat kedinginan lagi nih" ucap Tian lirih melihat istrinya masuk ke dalam kamar tidur


__ADS_2