Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Sakit Tapi Tak berdarah


__ADS_3

Oscar setengah berlari menuju lift saat melihat pintu lift tersebut akan segera tertutup.


"Tunggu...." teriak Oscar membuat wanita di dalam lift menekan tombol lift agar terbuka


Ketiga wanita itu mengerutkan kening mereka, pasalnya lantai ini di khususkan hanya untuk keluarga Baskoro dan benedito walau terkadang ada relasi penting yang di rawat di lantai ini, namun penjagaan lantai ini ketat


"Terima kasih nona cantik" ucap Oscar memberikan senyum terbaiknya.


Ketiganya hanya mengangguk, lalu kembali terlibat percakapan, Oscar di abaikan


"Apa sekarang gue udah kehilangan pesona pria tampan??? kenapa ketiga wanita ini seakan biasa aja liat gue??? biasanya wanita akan klepek-klepek melihat gue tersenyum" gumam Oscar dalam hati bingung.


"Apa mata mereka masih normal?, di negaraku saja banyak wanita tergila-gila denganku dan mengantri ingin menjadi kekasihku, atau memang selera wanita sini berbeda??" gumam Oscar dalam hati


"Permisi Tuan, anda menghalangi pintu keluar, kita sudah di lantai dasar, atau anda mau ke basemen rumah sakit?" tanya Wanita itu


"Maaf, saya melamun.


Saya sedang mencari cafe di sekitar rumah sakit ini" ucap Oscar kembali memasang senyum lebar


"Kebetulan kami juga mau ke sana" ucap wanita yang berusia lebih tua dari kedua rekannya.


Namun dua sorot mata kedua temanya terlihat memprotes ucapan wanita tersebut


"Boleh saya berkenalan dengan anda?" tanya Oscar aji mumpung


"Maaf saya sudah menikah" ucap teman wanita itu sambil memamerkan cincin berlian di jari manisnya


"Saya hanya ingin menambah teman karena saya baru tiba di Indonesia" ucap Oscar merasa getir.


Wanita yang di incar ya sudah menikah.


#Flash Back


Oscar sedang kesal dan dalam kondisi mood buruk, ia merasa hidupnya datar saja tak ada yang berbeda.


wanita manapun yang ia ingin dengan mudah ia peroleh


Pagi itu Oscar sedang lari pagi di taman, di kejauhan ia melihat seorang wanita yang di hadang oleh dua orang pria yang sepertinya masih dalam pengaruh obat.


Oscar tergerak hatinya ingin membantu, namun belum ia sampai di tempat wanita tersebut kedua pria itu sudah babak belur dihajar oleh wanita itu.


Keduanya tumbang dengan mudah membuat Oscar terkejut sekaligus kagum.


Setelah menghajar kedua pria itu, wanita itu pergi meninggalkannya, dan kebetulan melewati Oscar.


Wajah cantik dan skill beladiri yang mumpuni membuat Oscar jatuh cinta pada pandangan pertama.


Seumur hidup ia tak pernah melihat wanita se unik itu.


Cantik dan tangguh.

__ADS_1


Dua kata yang tak pernah ia temui.


Keesokan harinya saat ia menemani salah seorang kekasihnya berbelanja di sebuah mall di kota tersebut, ia kembali bertemu dengan wanita tersebut.


Wanita itu terlihat berjalan dengan anggun di ikuti dua orang pria bertubuh besar yang Oscar duga adalah bodyguard wanita tersebut.


Pertemuan satu dan pertemuan lainnya secara tak sengaja membuat Oscar memiliki perasaan ketertarikan yang luar biasa pada wanita tersebut.


Tapi saat Oscar mencari tahu, wanita itu tak pernah ia jumpai lagi.


#Flash Back Off


"Gue duluan ya, gue masih harus bertemu dengan nyokap gue, dia di klinik gigi" ucap Wanita itu langsung pergi sebelum kedua temanya menyahut


"Jadi enggak kenalannya??"


"Ah iya, Oscar"


"Agatha, dan dia regina" ucap Agatha memperkenalkan Regina asisten pribadi Agatha.


"Kalau wanita tadi???" tanya Oscar


"Mamaaaaa" teriak seorang remaja tanggung mendatangi merek


"Sayang kamu kesini sama siapa???" tanya Agatha yang terkejut melihat Putranya


"Sama papa, tuh" ucap Zidan menunjuk ke arah pintu masuk


"Aku juga mau pamit ke kantor, permisi" ucap regina langsung mengikuti Agatha


"Gila udah punya anak gede gitu masih semok, gue harus mendapatkan wanita Indonesia nih kayanya.


Sayangnya wanita itu sudah menikah, sial gue telat" gumam Oscar menatap ke arah di mana Davina pergi.


Ya wanita yang Oscar kagumi adalah Davina.


Oscar bertemu beberapa kali dengan Davina di Spanyol, saat ia mengunjungi kakek buyutnya dan mengurus bisnisnya di sana.


Oscar lalu berjalan ke arah resepsionis untuk menanyakan di mana cafe terdekat, setelah tahu ia langsung menuju ke lokasi yang di maksud, sementra Agatha menghampiri suaminya dan mencium punggung tangan suaminya


"Papa kok datang gak kasih kabar??"


"Aku datang untuk menengok Cleo, bukan untuk bertemu denganmu" ucap Willy datar.


Zidan menutup mulutnya menahan tawa, dibanding dirinya papanya orang yang tak peka dan datar.


"Ngapain kamu ketawa, ngetawin mama ya??" ketus Agatha


"Mba saya kembali ke kantor ya?"


"Baik regina, terima kasih dan hati-hati" regina hanya mengangguk dan bergegas pergi

__ADS_1


"Cowok tadi siapa ma??? ganteng, kelihatanya masih muda lagi" tanya Zidan membuat Willy melirik ke arah istrinya


"Owh itu, orang nanya toilet"


"Tapi Zidan liat dia gak ke toilet sih ma" Agatha ingin sekali memites anaknya dan memasukan kembali ke dalam perut, ucapan Zidan bisa membuat perang dunia ke tiga pecah.


"Zidan salah lihat kali.


Mama gak kasih kamu uang jajan" bisik Agatha di akhir kalimat, ini jurus jitu membuat anak lemes itu tutup mulut dan terbukti manjur


"Ah iya Zidan salah lihat kayanya" ucap Zidan namun Willy melirik ke arah Zidan dan Agatha seolah menyelidik.


"Pa ayo ke atas, di atas ada Tian dama teman-temannya katanya sih, ada kak Ayu juga sama si kembar Dina dan Dira"


"Tumben ngumpul semua"


"Iya ,tapi kak Ayu lagi ke dokter gigi sebentar, Davina sedang menyusulnya.


Kita keatas duluan yu pa" ajak Agatha langsung menggandeng tangan suaminya,


Sementara Davina yang menyusul mamanya mendapati Ayudia sudah selesai di periksa, kini mereka kembali ke ruang perawatan Cleo.


Sebastian memperkenalkan istrinya pada Gabriel, ini pertama kalinya Davina mengenal sahabat Tian selain Panji yang super bawel dan rese itu.


Sore hari nya Ayudia pamit berserta si kembar, lalu di ikuti Agatha dan suaminya, sementara Zidan lebih memilih pulang bersama Ayudia.


Kini di ruang perawatan tinggal Tian, Gabriel, Panji, Davina dan tentu saja Cleo.


"Eh kemana si piala Oscar, jangan-jangan di nyasar lagi, sudah satu jam lama bener cuma ke cafe" ucap Panji membuat semua orang sadar jika Oscar sudah pergi lumayan lama


"Susulin sana ji, nanti dia benarnya nyasar lagi" ucap Tian sedikit khawatir


"Gue sih kalau dia nyasar gak masalah, yang gue khawatirkan dia nyasar ke rumah janda.


Loe tahu sendiri si OS, kebo di bedakin aja dia embat yang penting punya lobang" celetuk Panji membuat Tian melorot kesal, ia tak mau Davina berfikir buruk tentangnya, karena istrinya hanya tahu jika Tian pendiam.


"Aku kembaliiii" teriak Oscar dengan suara riang membawa kantong berisi coffee dan cemilan


"Loh kemana Tante ayu dan si kembar??" tanya Oscar celingak celinguk


"Udah balik, loe kelamaan" ucap Panji menyambar barang bawaan Oscar.


Davina yang baru saja keluar dari kamar mandi memandang teman Tian dengan bingung


"Bukanya pria itu pria aneh yang tidak di lift ya??" gumam Davina dalam hati


"Sayang kenalkan dia sahabatku, Oscar"


"Kamuuuu" teriak Oscar shock.


Wanita yang selama ini ia idam-Idamkan ternyata istri sahabatnya sendiri.

__ADS_1


Sakit tapi tidak berdarah.


__ADS_2