
"Mas, sabar ya.
Agatha dan orang ku sudah berada di rumah sakit.
Cleo sudah stabil. mas yang tabah ya" ucap Davina mencoba menenangkan suaminya
"Aku ..
aku merasa bersalah pada Cleo.
Anak itu sangat malang sejak kecil sudah menderita"
ucap Tian menitikkan air mata.
Davina memeluk suaminya, ia tak bisa berkata apa-apa. Davina tak jauh beda dengan Davina.
Ia juga shock mengetahui anak sambungnya kecelakaan.
Sesampainya di bandara, Davina di jemput Shandy, sementara Adhy menjemput orangtua Davina
mereka beriringan menuju rumah sakit dimana Cleo di rawat.
Bagaimanapun kini Cleo adalah putri Davina yang artinya juga cicit dari Adhi.
Sesampainya di rumah sakit terlihat kedua mantan mertua Tian sedang menunggu dengan wajah sedih
"Assalamu'alaikum
Pa, ma, bagaimana keadaan Cleo??" tanya Tian langsung menyalami kedua mantan mertuanya.
Walau mereka kini bukan mertua Tian lagi, namun perlakuan keduanya masih sama, mereka menyayangi Tian seperti anak mereka sendiri.
Terlebih lagi mereka merasa bersalah pada Tian karena putri mereka pergi meninggalkan Tian dan seorang anak tak berdosa yang masih berusia balita.
"Cleo sudah membaik, dia baru saja tertidur.
Sejak dia siuman selalu memanggil namamu nak.
Cleo hanya menangis sebentar.
Dia anak yang tangguh" ucap Sulasmi
"Cleo memang anak yang tangguh ma" ucap Tian lirih menatap ke arah tempat tidur kecil dimana putrinya tertidur dengan kaki di perban, ada rasa sakit di hati Tian melihat putri kecilnya terbaring tak berdaya.
"Apa ini istrimu?" tanya Lasmi menatap tersenyum pada Davina
"Ah iya maaf ma kami menikah dadakan.
Perkenalkan ini istriku Davina"
"Davina" ucap Davina mencium punggung tangan kedua orangtua di depannya.
Ia sedikit bingung siapa kedua orangtua paruh baya ini, namun Davina memilih menyimpan pertanyaan itu dalam hati.
Dia mengira Cleo di jaga oleh Adhi, dan Davina lupa menanyakan nya pada Tian.
Davina merasa malu telah menjadi mama yang buruk bagi Cleo.
__ADS_1
Ia berjanji akan memperbaiki lagi sikapnya.
Menikahi Tian berati menikahi masa lalu dan semua tentang Tian, Davina sadar itu.
Melihat Kedua mertua serta kakek Adhi datang, Sebastian segera memperkenalkan merek, kini kedua mertuanya dan mantan mertuanya memilih keluar dari ruangan karena takut menggangu istirahat Cleo.
Kini tinggal Davina dan Tian di dalam ruang perawatan tersebut.
Keduanya diam hanya memandang Cleo yang terbaring dengan selang infus dan alat pernafasan di hidungnya.
"Mereka mantan mertuaku, nenek dan kakek Cleo" ucap Tian memecah kebisuan diantara mereka
Davina hanya menoleh sekilas pada Tian namun hanya diam tak berkomentar apapun
"Maafkan aku tidak memberitahumu jika aku meminta kakek Adhi mengantar Cleo kerumah mereka.
Walau aku sudah bercerai dengan Marsha, tapi kami masih menjalani hubungan yang baik demi Cleo.
Bagaimanapun mereka adalah kakek nenek nya.
Lagi pula kedua orangtua itu menderita juga akibat anaknya, mereka tak bersalah" ucap Tian
"Aku mengerti mas, kamu gak perlu canggung begitu.
Jika kau menganggap mereka orangtuamu, maka aku juga akan menganggap mereka begitu.
Aku bukan orang yang picik.
Mereka orangtua yang baik," ucap Davina tersenyum lembut
"Mas, aku sudah menyiapkan semuanya, Setelah kondisinya stabil kita akan memindahkan Cleo ke rumah sakit ku.
Aku sudah mendatangkan beberapa dokter ahli.
Kita akan melakukan perawatan intensif di sana" ucap Davina Menggenggam tangan Tian
"Terima kasih sayang"
"Tak perlu berterima kasih, itu sudah kewajiban aku sebagai mama nya.
Cleo juga anakku, jadi kau gak perlu formal begitu"
"Terima kasih sayang.
Melihat Cleo seperti ini hatiku hancur.
Jika boleh memilih, lebih baik aku yang terbaring di sana"
"Psttt jangan perkata begitu.
namanya musibah kita tak tahu
Yang penting sekarang kita fokus penyembuhan Cleo"
Sebastian hanya mengangguk.
kedua orangtua Davina sudah pulang sejak tadi, mantan mertua Tian juga di minta Tian pulang untuk istirahat, kini tinggal Tian dan Davina yang menjaga Cleo.
__ADS_1
"Sayang, kamu istirahat duluan sana, tidurlah dulu di sofa, kamu pasti cape kan??"
"Aku belum cape mas"
"Istirahatlah, biar Cleo aku jaga, aku gak mau istriku yang cantik ini sakit" ucap Tian mengelus puncak kepala istrinya
"Bangunkan aku jika ada apa-apa ya" ucap Davina mengalah, Tian mengangguk dan mengecup kening istrinya.
Satu jam kemudian Sebastian tertidur di sisi tempat tidur putrinya, Cleo yang terbangun membulatkan matanya senang
"Papa...." panggilnya lirih
"Sayang kamu sudah bangun" tanya Davina yang baru keluar dari kamar mandi
"Mama..... Cleo sakit" ucap Cleo manja
"sabar ya sayang, mama tahu Cleo kuat
Yang mana yang sakit,??? sini biar mama tiup dan doakan”
"Kaki kiri Cleo sakit banget ma, kepala Cleo juga pusing" Davina ingin meneteskan air mata, ia juga tak tega melihat kondisi Cleo.
menurut penyelidikan yang Agatha lakukan, Cleo di tabrak dengan sangat kencang, dan pengemudi motor itu kabur.
Setelah di telusuri ternyata motor itu bodong alias tak berplat nomor.
Kini Davina mengerahkan seluruh teamnya menyelidiki kasur ini dan menangkap ba*Ingan yang menabrak putrinya. Davina berjanji akan mematahkan kedua kaki penabrak motor tersebut.
Berdasarkan kesimpulan yang di berikan Agatha, kecelakaan ini seperti di rekayasa, tapi siapa???
Siapa yang tega melakukan perbuatan keji itu pada seorang anak kecil.
"Cleo isap permen ini ya??? manisnya bisa mengurangi sakit" ucap Davina parau memegang tangan Cleo karena kepala Cleo juga di perban.
Cleo mengalami luka di kepalanya dan ia mengalami geger otak ringan.
"Mama, maafin Cleo yang udah merusak bulan madu mama dan papa" Davina tak kuasa, anak ini perhatian padanya. Davina memeluk dengan lembut Cleo dan menangis tanpa suara.
"Mama dan papa yang minta maaf ya sayang, kami meninggalkan kamu Seharusnya kamu membawamu ikut serta"
"Sayang kamu sudah bangun??" yang mana yang sakit???" tanya Tian yang terbangun
"Papa kaku dan kepala Cleo sakit, tapi gak sesakit tadi, mama genit sudah memberi Cleo permen biar gak sakit" ucap Cleo mengadu. Cleo langsung menangis begitu Tian terbangun
Davina sedikit melongo karena panggilan Davina kembali ke asal, beberapa waktu lalu Cleo memanggilnya mama tanpa embel-embel, kini kembali ke panggilan yang biasa Cleo ucapkan.
"Cup cup sayang, Cleo kuat, papa dan mama Davina disini" ucap Tian memeluk putrinya.
"Setelah Cleo tenang, Davina dengan telaten menyuapi makanan Cleo lalu memberi nya obat.
Ia berkonsultasi pada dokter yang menangani Cleo, Sehingga Davina memberikan obat nya sendiri pada Cleo.
Permen yang Cleo makan tadi juga sebenarnya obat, Sehingga Cleo tidak merasakan nyeri di kaki dan kepalanya lagi.
Setelah makan, Davina pamit keluar sebentar, ia ingin membelikan Cleo makanan kecil dan mainan agar Cleo tidak bosan di rumah sakit.
Di samping itu ia juga harus menemui Agatha, Wanita itu menemukan sesuatu yang menarik.
__ADS_1