
Kantuk Gabriel hilang karena ocehan kedua orangtuanya yang antusias mengira wanita yang kabur adalah kekasihnya.
Itu semua karena mereka frustasi berharap Gabriel memiliki kekasih namun sampai detik ini Gabriel masih saja menyendiri
Kedua orangtuanya bukan tak tahu siapa wanita yang di cintai Gabby, awalnya mereka mendukung, karena cinta perlu pengorbanan.
Namun seiring waktu mereka muak, anaknya yang sempurna mengemis cinta pada wanita yang tak pernah mencintainya, hingga pada akhirnya wanita itu memiliki anak dari sahabatnya sendiri dan kini di penjara. Mereka tahu semua melalui Oscar, sahabat Gabby.
kedua ornagtua Gabby meminta Oscar membuat anaknya sadar dan mengubur masa lalunya dan membuka lembaran baru dalam hidupnya, namun saat kembali Gabby tetap single.
Saat mendengar dari asisten pribadi Gabby bahwa mereka sedang mencari seorang wanita, kedua ornagtua Gabby sangat bahagia, mereka sangat antusias bahkan membantu mengirimkan orang kepercayaan disisinya untuk membantu Gabby.
Mereka sangat yakin wanita itu adalah kekasih dari Gabriel, karena ini untuk pertama kalinya Gabriel berurusan dengan Wanita.
Sudah berulang kali Gabby menjelaskan, namun dasar papa dan mamanya yang selalu mendesaknya menikah maka penjelasan Gabby hanya angin kosong.
Yang tak masuk akalnya keduanya malah mengatakan jika mereka harus menemukan wanita itu dan membuat wanita itu jatuh cinta padanya jika wanita itu belum mencintainya.
Apakah tidak Gila????
Gabriel sudah gila karena wanita itu sangat cerdik menghilang tanpa jejak, sementara enam anak buahnya harus di rawat di rumah sakit.
Dua mengalami tulang bergeser dan empat lagi parah tulang. dan kini pemikiran orangtuanya sangat tidak masuk akal.
Jika terus di kediaman orangtuanya Gabby akan benar-benar gila cepat atau lambat.
Gabby memilih pergi dari rumah, ia tak mungkin ke apartemen mewahnya, karena kedua orangtuanya pasti akan bisa menemukannya.
Saat ini ia hanya ingin tenang, dan merebahkan tubuhnya yang letih dan mengantuk
Akhirnya Gabriel mengendarai mobil salah seorang anak buahnya menuju sebuah apartemen rahasianya.
Tak mungkin ia mengendari mobil sport ny yang akan mengundang perhatian lingkungan tersebut.
ya Apartemen rahasia milik Gabby terletak di pinggir kota, daerah pemukiman warga kelas menengah ke bawah.
Gabriel hanya memakai kaos dan celana jeans belel serta sepatu kets di padu dengan mantel tua milik mendiang kakeknya, Lungu tua.
Ah Gabby jadi merindukan kakeknya.
__ADS_1
Apartemen sederhana yang ia beli saat ia bosan dengan kehidupannya dan berbaur dengan warga sekitar dari golongan menengah kebawah.
Terkadang Gabby merasa lebih indah hidup sederhana tanpa tuntutan apapun yang membuatnya hidup tersiksa.
Setelah sampai di apartemennya ia segera merebahkan tubuhnya yang letih dan tak lama kemudian, ia terbuai dalam mimpi.
Tiga jam kemudian Gabriel terbangun karena perutnya yang lapar, ia baru ingat jika ia tak makan apapun sejak kemarin. rasa kantuknya menguap dikalahkan dengan rasa sakit menusuk di lambungnya.
Perih, ia merasa perutnya sangat sakit, sehingga ia segera membasuh wajahnya dan mengenakan mantel tebal karena di luar sedang salju.
Dinginnya salju membuat perutnya semakin sakit.
Dengan menahan sakit Gabriel berusaha berjalan untuk mencari restoran terdekat dari apartemennya.
"Sial, aku lupa makan sehingga maaf ku kambuh" ucap Gabby dengan wajah pucat pasi menahan sakit
Kepalanya sakit, lalu pandanganya berkunang dan ia ambruk hanya beberapa langkah dari apartemennya, tepat dua pintu dari apartemennya.
Seorang wanita yang keluar dari apartemen dan terkejut, ia melihat seorang pria ambruk tepat didepan pintu apartemennya
"Toloooooong, ada orang???" tanya wanita tersebut, namun sayang blok nya sepi di jam ini.
Semua penghuninya tak ada di rumah.
Ia takut jika pria itu hanya pura-pura dan berniat jahat karena lingkungan apartemen mereka tinggal banyak pemuda yang berbuat jahat demi narkoba.
Namun Gabby hanya diam, ia tak bisa melihat jelas dan kesakitan
"Tuan, tuan jangan mati depan kamar apartemen saya, anda menambah beban hidup saya" pekik wanita itu frustasi, namun Gabriel hanya bisa membuka mata sekejam lalu pandanganya gelap,kemudian ia tak sadarkan diri
"Woi kenapa tidur si depan pintu apartemen gue sih???? apa orang ini mati????
Jangan mati disini dong, kaya gak ada tempat lain" pekik wanita itu antara panik dan kesal
Namun sekuat apa ia berusaha membangunkan, nyatanya Gabby masih belum sadar
*Ah ****, mengapa hidup gue apes sih???" gerutu wanita itu lalu menarik tubuh besar Gabriel dengan susah payah, ia sampai harus meletakkan plastik agar Gabriel mudah di seret.
Tak mungkin juga ia membiarkan pria itu tergeletak di lantai saat musim dingin begini.
__ADS_1
"Bukanya dia bos gue ya???, ngapain ke tempat kumuh?? tapi... dia terlihat berpenampilan biasa, gak kaya si manusia lilin yang selalu perfeksionis itu.
apa mungkin kembarannya????" gumam wanita tersebut yang tak lain adalah Elliana.
"Sial, kenapa gue harus menyelamatkan nih cowok? gue dan berhasil kabur dari dia kenapa dia yang pingsan depan apartemen gue sih???
apa dia pura-pura ya???
ah urusan nanti dia bos atau bukan, demi kemanusiaan gue bantu dulu" gumam. Elliana mondar mandir panik.
Ia baru bisa melihat jelas wajah Gabriel saat Elliana membawanya masuk ke dalam apartemennya, gak mungkin kan dia keluarkan lagi????
Memasukkannya nya saja membuang seluruh tenaganya, lalu....????
Elliana juga bukan manusia kejam
Elliana dengan kencang menendang tubuh Gabriel yang pingsan untuk memastikan bahwa pria di depannya tidak sedang berakting.
Namun kaki kecilnya malah kesakitan
"Aduh, dasar karung beras.
Dia beneran pingsan haha, maaf ya tuan lilin" ucap Elliana mengurut kakinya yang kesakitan sementara ia memasang senyum nyengir kuda karena merasa bersalah tuduhannya salah.
Dengan berbagai pertimbangan akhirnya Elliana memanggil dokter, setelah beberapa menit dokter datang dan memeriksa Gabby dan memberikan diagnosa.
Elliana hampir tersendak darah mendengar diagnosa pria kaya raya tersebut pingsan karena kelaparan dan dehidrasi, apa dia sudah gila???
Kekayaannya buat apa sampai dia kelaparan????
Tapu iya kalau itu bos nya, kalau bukan???
Arrrgghhh kepala Elliana rasanya mumet.
Dengan emosi Elliana segera memasak beberapa makanan, ia sendiri jarang makan diluar demi berhemat.
Aroma masakan yang lezat membuat Gabriel terbangun dan perutnya makin meronta minta diisi
Elliana datang dengan membawa nampan berisi makanan, Rambut pirangnya yang bergelombang di ikat tinggi membuat wajahnya terlihat sangat kecil.
__ADS_1
Gabbriel baru melihat wajah sekecil itu selain Davina tentunya.
Wanita ini tak kalah cantik dari Davina dengan kulit yang lebih gelap, sexy dan imut secara bersamaan, sejenak Gabriel terpana, ia menatap wanita di depannya tanpa berkedip