Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Menjemput Davina


__ADS_3

"Cleo, aku mau ketemu Cleo.


Gabby tolong aku" ratap Alexandra memohon pada Gabriel sambil menggenggam tangan Gabby.


Gabriel menatap tanpa ekspresi pada Liona.


Perasaanya kini menjadi hampa.


Ya wanita di depannya ini tidak seharusnya ia pertahankan dalam hatinya, kenyataan ini membuka pikirannya yang selama ini hanya untuk Liona.


Gabriel menutup matanya , menghirup nafas panjang dan menghempaskan nya.


Gabriel bangkit dan sedikit mundur beberapa langkah, memandang Liona dengan ekspresi sulit di artikan.


"Kau sudah menyakiti Cleo berkali-kali.


Bahkan kali ini kau meracuninya, apa kau pikir dia mau menemui mu??


Tahukah kau bahwa Cleo yang berinisiatif menjadi target kemarin, semua itu ia lakukan demi menebus rasa bersalahnya pada mama tirinya.


kecelakaan yang kedua, kau membuat Davina keguguran, Cleo merasa bersalah karena demi menyelamatkannya Davina kehilangan anaknya.


Cleo sangat menyayangi mama tirinya.


Menurutmu apa dia mau menemui mu orang yang mencelakai dan sudah menyakiti dirinya dan mama nya??? apa kau masih punya muka menemuinya?????


Renungkan perbuatannya di penjara Liona.


Tebus semua dosa-dosa mu disana.


Oh ya , perasaanku padamu sudah hilang di tiup kebencian mu. Anggap ini nasihat dari seorang sahabat yang sudah mati" ucap Gabby melangkah pergi tanpa menoleh ke arah Liona yang menangis tersedu-sedu


"Gabby, kenapa kalau meninggalkan aku, aku butuh kamu Gabby huhuhu" teriak Liona memohon Gabriel tetapi disisinya, namun hati Gabriel sudah mati bersama kebenaran yang terungkap.


Gabriel tak pernah menyangka bahwa ia pernah mencintai Liona, wanita yang ia anggap seperti Dewi.


"Sebuah kesalahan yang berujung petaka, semoga kau mengambil hikmah dari kejadian ini.


Sebenci apapun ku pada seseorang, pakai sedikit logika mu.


Aku tak menyangka pernah bersahabat dengan wanita picik sepertimu, kau naif dan bodoh.


Walau kau membenci seseorang tak sepatutnya seorang anak kecil yang tak berdosa menjadi pelampiasan dendam mu.


Kini setelah tahu Cleo anakmu kau mu menemuinya??? mimpi saja kau di neraka.


sebagai orang yang pernah jadi sahabat mu aku turut prihatin dengan yang menimpamu, tapi aku juga menyalahkan mu karena kau yang menimbulkan bencana ini pertama kali.


Jaga dirimu Alexandra Liona" ucap Oscar lalu berjalan meninggalkan tempat tersebut mencari Gabriel.


Oscar takut Gabby melakukan hal yang negatif karena dia tahu dengan benar perasaan Gabby pada Alexandra Liona selama ini.


Kini tinggal Shandy dan Sebastian di ruangan tersebut.


Sebastian menghela nafas lalu berdiri di depan Liona.


ia tak habis pikir wanita lugu dan lemah lembut ini membawa petaka padanya di kemudian hari.


"Mengapa kau melakukan itu Liona?? mengapa???


Aku minta maaf telah mengambil kesucian mu tapi bukan inginku melakukanya bahkan aku tak pernah tahu kejadian itu.


maafkan aku juga tak tahu kau mengandung anakku.


aku tak pernah menyuruh Marsha membunuh anak itu, jika aku tahu kau mengandung anakku, aku tak akan pernah menikahi Marsha, sayangnya kau tak jujur padaku.


Jangan mencari Cleo, selamanya Cleo anak Marsha. Aku tak mau psikologis Cleo terganggu.


memiliki mama seperti Marsha saja putriku sudah sangat menderita lahir batin, apalagi mengetahui kau...


aku tak akan membiarkan putriku tersakiti lagi.


Kamu jangan khawatir, Cleo tidak akan kekurangan kasih sayang dan cinta dari aku dan istriku.

__ADS_1


Selamanya Cleo tak akan pernah tahu tentang kamu, jika kamu benar- benar mencintai anak itu, jangan pernah mendekati keluargaku, khususnya Cleo selamanya" ucap Sebastian dengan muka masam


"Itu... itu lebih baik, maafkan aku" ucap Liona lirih


"Sulit, sulit memaafkan mu Liona, kau telah membuat istriku keguguran dan putriku kecelakaan, sebaiknya ini yang terkahir kali aku melihatmu.


jangan pernah menampakan wajahmu lagi di hadapanku" ucap Sebastian melangkah pergi, ia tak tahu harus kemana hingga akhirnya ia memutuskan menemui Cleo di rumah sakit.


Perasaannya kacau, rumah tangganya diambang ke hancuran. Sebuah kegilaan Liona yang membuatnya kini seperti orang bodoh di permainkan oleh dua wanita.


Sebastian tak mencegah saat Davina pergi dengan Agatha, bukan salah Davina jika perasaanya saat ini kacau. Sebastian hanya berharap jika Davina bisa memaafkan masa lalunya dan menggenggam tangannya maju bersama membesarkan putrinya.


Jika pada akhirnya Davina memilih meninggalkan mereka, Sebastian tak bisa berkata apa-apa.


Davina memilih menginap di kediaman Agatha,


Agatha sudah menghubungi Sebastian mengabarkan kondisi Davina, walau bagaimanapun Agatha menilai Tian tak bersalah, justru ia korban dari dua wanita bodoh dan egois.


Agatha juga menghubungi Ayudia dan Arjuna prihal kejadian ini, setelah tahu duduk permasalahannya Ayudia dan arjuna membiarkan putri mereka Menenangkan dirinya di rumah Agatha, setidaknya putri mereka aman di sana.


Mungkin saat ini Davina perlu seseorang yang dekat dengannya untuk bertukar pikiran dan orang itu adalah Agatha.


Sudah seminggu sejak kejadian,


Cleo sudah di perbolehkan pulang, sejak hari pertama di rawat, Cleo terus menanyakan davina.


Sebastian terus mencari alasan demi alasan agar putrinya tidak mencari Davina, namun Cleo terus ngambek dan ingin bertemu dengan davina.


Arjuna dan Ayudia sepakat akan menjemput putri mereka, sudah seminggu Davina tinggal di rumah Agatha, sudah waktunya mereka membawa Putri mereka tinggal dengan keluarganya, dengan sebastian dan cleo.


Ayu dan Arjuna sudah sampai di rumah Agatha, mereka langsung menuju kamar dimana Davina tinggal.


Terlihat Davina sedang duduk menatap kosong ke arah taman belakang rumah agatha.


"Sayang, mama dan papa menjemputmu" ucap Ayudia mendekati putrinya


Davina menoleh dan berlari memeluk Ayudia, ia menangis seperti anak kecil.


Kehilangan ingatan lalu kehilangan anak di tambah dengan kenyataan mengejutkan membuatnya sangat shock. Ayu membiarkan putrinya menumpahkan semua perasaanya, hingga akhirnya tangis Davina reda


Aku bingung ma, aku marah aku benci"


"Sayang mama mengerti perasaanmu, tapi ingatlah satu hal, Tian juga korban.


wanita itu juga sudah di penjara, apa yang kamu bingung lagi???


"Dia anak wanita yang sudah merenggut anakku"


"Sayang, apa Cleo meminta dilahirkan oleh wanita itu??? Apa kamu meminta mama yang melahirkan mu??? Semua sudah Allah atur sayang, kita tak bisa meminta pada siapa kita dilahirkan.


Cleo tidak bersalah, dia juga korban dari kebencian, keegoisan dan keserakahan" ucap Ayudia membelai rambut putrinya


"Sayang papa mau tanya padamu,. apa kau tidak menyayangi Cleo???


"Aku menyayanginya sepeti anakku sendiri pa, ma"


"Lalu apa lagi yang membuatmu ragu??


Tian juga korban sayang, dia tidak tahu di permainkan oleh dua wanita sekaligus. Apa kau pikir dia juga tak terluka, sakit hati,. kecewa dan marah???" tanya Ayudia membuat Davina tertegun


Ya. Tian tak bersalah, dia juga baru tahu kebenarannya, Davina yakin Tian juga terpukul dengan kenyataan ini.


"Aku aku tak tahu ma"


"Mama tahu jauh di lubuk hatimu kau tahu harus apa.


Kau putri kami, kami tahu kamu dengan baik.


Kamu bukan orang yang menilai sesuatu secara dangkal. kembalilah pada keluargamu, Cleo dan Tian butuh kamu.


Cleo terus menangis karena merindukanmu, apa seorang ibu tega membuat putrinya menangis???" ucap Ayudia mencubit hidung Davina


"Tapi Tian tak menjemput ku" ucap Davina gengsi jika harus kembali sendiri

__ADS_1


"Kata siapa aku tak menjemputmu?" ucap seseorang di depan kamar davina


"Jadi kamu maunya di jemput??? tuh jemputannya udah datang" goda ayu mengedipkan sebelah matanya


"Mama dan papa tinggal dulu ya sayang, selesaikan masalah kalian." ucap Ayudia, Ayudia dan Arjuna mengecup kening putrinya kemudian keluar dari kamar tersebut, tak lupa mereka menutup pintunya membuat Davina melotot kesal, papa dan mamanya sengaja melakukanya


"Sayang kita pulang yuk"


"Kamu siapa ya??" ucap Davina membuang muka.


Sebastian menelan salivanya, menaklukan wanita bukan keahliannya, tapi demi Davina ia harus belajar merayu


"Kenalan yuk, aku pria beranak satu, wajahku cukup tampan dan memiliki cinta yang sangat besar padamu. Aku mungkin tak sempurna, tak kaya, tak muda, tapi...."


Davina langsung memeluk sebastian, walau masih kesal dengan kenyataan dia memiliki anak dari lion, namun Davina mencintai pria ini, sangat mencintainya


"Eh nona cantik mengapa peluk-peluk segala?" goda Tian membuat Davina merengut


"Ya udah sana" ucap Davina melepaskan pelukannya.


Sebastian lalu menariknya dalam pelukannya tiba-tiba membuat Davina terkejut


"Karena kau yang memelukku duluan maka aku tak akan melepaskannya selamanya.


Dengar selamanya kau akan menjadi istriku.


Selamanya hanya kau yang akan menjadi pendamping hidupku, selamanya hanya kamu yang kucintai"ucap Sebastian langsung ******* bibir Davina, tak melihat Davina seminggu hidupnya kacau, tersiksa oleh perasaan rindu yang amat menyakitkan.


Davina membalas ciuman suaminya dengan air mata menetes di pipinya


"Maafkan aku sayang, tapi please jangan tinggalkan aku. kamu jahat membuatku merindukanmu setengah mati.


Aku sangat mencintaimu" ucap Sebastian mendekap erat Davina


"Aku enggak..." ucap Davina membuat Tian melepaskan pelukannya, wajahnya terlihat sangat sedih


"Maksudnya aku gak bisa berhenti mencintaimu.


Kamu nyebelin banget sih baru jemput sekarang" ucap Davin dengan senyum lebar, sebastian menatap istrinya.


Ia kena di kerjai istrinya


"Astaga sayang, aku kira beneran kamu enggak, nakal ya kamu sekarang" Sebastian dengan gemas menggelitik Davina hingga Davina berteriak-teriak kegelian


"Aku akan menghantui mu selamanya, jadi jangan pernah berfikir untuk macam-macam" ancam Davina serius


"Yank, gak ada kalimat yang cakepan dikit apa???


menghantui kaya setan aja"


"Aku kan iblis cantik" ucap Davina tak mau meralat ucapannya


"Terserah lah, sekarang let's go home


Make baby"


"Ih mesum"


"Tapi suka kan??? goda Tian menaik turunkan alisnya


"Enggaaakkk"


"Enggak salah lagi ya kan???"


"Papa, mama" suara Cleo mengagetkan keduanya, sontak mereka menoleh ke arah pintu. Terlihat Cleo menatap keduanya


"Sayang sini" panggil Davina melambaikan tangannya, ia sangat merindukan anak tirinya ini.


Davina tak perduli siapa ibu kandung Cleo, yang terpenting adalah Cleo anaknya dan akan selalu menjadi anaknya.


Davina berjanji akan memberikan kasih sayang yang besar dan tak akan membeda-bedakan jika kelak ia punya anak sendiri


"Mamaaaa" Cleo berlari ke dalam pelukan Davina dan menangis

__ADS_1


"Cleo kangen mama" cicitnya di sela tangisnya


"Mama juga kangeeeen banget sama Cleo" ucap Davina menangkup wajah mungil putri sambungnya dan mengecup keningnya. ketiganya lalu berpelukan erat


__ADS_2